WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 21


__ADS_3

"assalamualaikum.." Adela pulang,membuka pintu dan mengucap salam pada adik nya yang tengah tiduran di kasur busa itu.


"wa alaikum salam" ucap Dico lalu mencium punggung tangan kakak perempuan nya itu.


Adela duduk di lantai dekat kasur busa itu.Ia melepas hijabnya dan menyalakan kipas angin kecil di atas meja.Ia mengambil botol air putih disana lalu menenguknya untuk menghilangkan dahaga yang sedari tadi menyerangnya.


"mbak...." ucap Dico


"mbak sekarang udah sembuh ya...." imbuhnya.


Adela tersenyum...


"mbak hanya berusaha untuk menyibukkan diri dek....alhamdulillah...sekarang udah mulai bisa mbak kontrol" ucap Adela.


"Dico seneng mbak dengarnya...."


"mbak...." ucap Dico lagi.


Adela menatap dalam pada adiknya.


"mbak....sebenarnya Dico kesini ingin menceritakan sesuatu sama mbak" ucap Dico lagi.Adela memperhatikan adiknya itu.


"ada apa dek.." tanya Adela


Dico menunduk,lalu membuka kaosnya....


"astagfirullah haladzim...!!" pekik Adela melihat tubuh Dico yang penuh dengan luka lebam.


"Kamu kenapa dek?kenapa banyak luka gini....??" ucap Adela panik...matanya kembali basah melihat sekujur tubuh Dico yang memar seperti bekas pukulan.


"Dico dipukuli mas Dika mbak.." ucap nya.Dika adalah kakak kandung dari Adela dan Dico.


Adela terdiam.Dia tidak bisa berkata kata.


Andika,kakak kandung Adela,anak pertama dari bu Rusmini dan pak Harun,ayah dan ibu Adela.Ia seorang pemuda 26tahun yang bekerja di sebuah minimarket di kampung halaman Adela.Namun sayang,tak seperti Adela yang pekerja keras,ia memiliki sifat pemalas,setiap hari hobinya hanya menghabiskan uangnya untuk judi dan mabuk mabukan.Bahkan Andika atau lebih sering disapa Dika itu juga ikut andil dalam menyiksa dan memukuli Adela saat masih dikampung.


"kamu nglakuin apa sampai mas Dika pukulin kamu?" ucap Adela lirih,ia tidak menyangka,seperginya dia dari rumah justru kini adiknya lah yang menjadi sasaran amukan sang kakak.


"mas Dika udah tau kalau selama ini mbak Dela sering kirim uang ke Dico." ucap Dico lagi.


Ya....Adela memang meminta Dico untuk tidak memberi tahu keluarga nya bahwa ia sering mengirimkan uang untuk ayah ibunya.Adela selalu berpesan pada Dico untuk mengatakan bahwa uang yang dimiliki Dico adalah uang gaji dari kerja paruh waktunya di bengkel.


Apa alasannya?entahlah....Adela sendiri juga tidak tau,di hanya ingin berbakti pada orang tuanya tanpa harus diketahui oleh ayah dan ibunya.


"dan sekarang sepertinya mas Dika punya hutang sama bandar judi mbak,makanya dia memaksa meminta semua uangku...ya nggak aku kasih lah...enak ajaaa..." ucap Dico dongkol..


"makanya....aku kabur aja dari rumah.Aku mau ikut mbak aja" ucap Dico.


Adela menarik nafas panjang.


" kalau kamu ikut mbak,,trus gimana sekolah kamu?gimana sama ibuk?siapa yang jagain?"tanya Adela.


"tapi aku nggak mau tinggal dirumah mbak....aku nggak mau disiksa terus sama mas Dika" ucap Dico ngotot.


Adela menghela nafas.Dia tidak mungkin mengijinkan Dico tinggal bersamanya,tapi ia juga khawatir jika adik kesayangannya itu terus menerus mendapat perlakuan kasar dari kakaknya.


"gimana kalau aku ikut kerja sama mbak aja" ucap Dico memberi solusi


"nggak!" ucap Adela tegas.


"kamu harus sekolah..!" ucapnya lagi.


"besok kamu harus pulang...mbak akan kasih kamu uang,kamu harus irit...simpan ditempat aman,jangan sampai mas Dika tau,kalau mas Dika minta kamu kasih dikit dikit aja,yang penting dia nggak mukulin kamu.Dan satu lagi...jangan kasih tau siapapun kalau kamu nemuin mbak disini..!!.kamu ngerti??"ucap Adel panjang lebar.Ia benar benar tidak mau keluarga nya mengetahui keberadaannya.


" tapi mbak...."


"dek...kamu harus tetap sekolah.Kamu harus jadi orang yang lebih baik dari mbak,setidaknya buatlah bapak dan ibuk bangga..." ucap Adela.


Dico pun mengangguk.


"ya udah...mbak mau mandi dulu,besok mbak antar kamu ke terminal." ucapnya kemudian bergegas ke kamar mandi.


...***...

__ADS_1


Keesokan harinya,


disebuah kost kost an kecil itu


"udah siap dek?" tanya Adela pada Dico


"udah mbak" ucap Dico..


Dua saudara kandung itu melangkah menuju jalan raya untuk mencari angkot.Adela sengaja tidak masuk kerja hari ini setelah sebelumnya ia sudah meminta izin pada Bobby,ia ingin mengantar Dico ke terminal.


Sesampainya di terminal.


"Dico pamit ya mbak...jaga diri mbak baik baik disini" ucap Dico


"iya..kamu juga ya....hati hati..." ucap Adela lalu memeluk erat sang adik.


Mereka pun berpisah,Dico segera masuk ke dalam bis yang akan mengantar nya ke kampung halamannya.


Setelah bus yang ditumpangi Dico berlalu,Adela hendak mencari ojek untuk pulang ke kost an nya agar lebih cepat sampai dari pada harus naik angkot.


Tiba tiba...


srettt.....


"Yuna.....akhirnya kita ketemu juga....abang kangen banget sama kamu dekkk......." ucap seorang pria yang berusia kurang lebih 35 tahunan dengan pakaian yang rapi.Pria itu memeluk Adela dengan erat bahkan mencium kening Adela membuat Adela kaget dan menjerit minta dilepaskan.Dengan gerakan cepat ia mendorong tubuh pri yang tak ia kenal itu.


"apa apaan sih mas....jangan kurang ajar ya..." ucap Adela tidak suka.


"lho...?maa...maaf mbak...saya kira mbak tadi istri saya....soalnya mirip banget" ucap pria itu beralasan.Adela masih terlihat marah,pria aneh itu terus menerus minta maaf kemudian pergi.


Adela menatap pria itu kesal.Kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara si pria aneh itu,berjalan dengan santainya mendekati seorang pria yang bersembunyi di balik dinding itu.



Angga??


Angga menaikkan satu sudut bibirnya.


"untuk saat ini gue cuma butuh foto lo....tapi mungkin suatu saat gue butuh akting lo" ucapnya sambil menatap layar ponselnya..


Angga lantas memberikan sejumlah uang pada pria itu.Kemudian pria yang ternyata bernama Beny itu pergi meninggalkan tempat itu.


Angga menyeringai melihat foto foto sudah berhasil ia kumpulkan dalam hp nya.Memang sudah sejak lama sejak ia dipecat dari perusahaan Alexander group Angga sudah memata matai Adela tanpa Gadis itu ketahui.


Ada rencana busuk yang sudah ia siapkan bersama seseorang.


...***...


Di perusahaan Alexander group....


Johan mondar mandir di ruangannya.Sedari tadi ia mencoba menghubungi gadis berhijab itu,tapi tidak diangkat..


"kebiasaan banget sih ini anak...hp cuma buat pajangan doang...!" ucap Johan kesal.


Ia kembali mencoba menghubungi Adela....


tetap tidak di angkat...


Johan segera meraih kunci mobilnya,dan berlalu pergi meninggalkan ruangan mewahnya.


...***...


Adela baru sampai di kost an nya.


Saat ini ia sedang duduk di kursi panjang di luar kamar kost nya itu.Adela membuka aplikasi whatsApp,dilihatnya puluhan panggilan tak terjawab dari satu nomor yang sangat ia kenal.


SUGAR DADDY❤❤


Adela mengernyitkan dahinya,,,hampir setiap hari puluhan bahkan ratusan pesan dan panggilan tak terjawab muncul dinponselnya dari nama itu.


Tangan Adela tergerak menyentuh foto profil dari pria tampan itu,dilihatnya pria dengan pahatan sempurna diwajahnya,tampak gagah dengan setelan jas abu abu.Seutas senyum terbentuk dari bibir Adela,tidak dipungkiri,pria angkuh itu memang mendekati sempurna,tak heran jika banyak wanita yang berharap untuk menjadi pendampingnya.Adela kemudian keluar dari aplikasi yang didominasi warna hijau itu,tangannya terus bergerak lincah menyentuh layar benda pipih itu.Kini ia beralih ke galerry

__ADS_1


Dilihatnya disana banyak sekali foto Johan dengan posenya yang laki banget🤣(bahasa author🤣🤣)


Lagi,sebuah senyum manis kembali terbentuk dari bibir Adela saat menggeser foto demi foto pria itu.Ya...saat Johan membawa hp Adela ia dengan leluasa berpose didepan kamera ponsel gadis manis itu.Alih alih menghapus...Adela justru membiarkan puluhan foto pria tampan itu mengisi galeri ponselnya.....


sreettt....


Satu gerakan yang cepat dari sebuah tangan besar berhasil mengambil alih ponsel itu dari tangan Adela membuat Adela reflek berdiri.


Adela jelas kaget dengan gerakan tiba tiba itu....dan lebih kaget lagi ketika ia menyadari gerakan dari tangan siapa itu...


"tuaann" ucap Adela setengah berteriak.


Ya....itu Johan...Johan merampas hp Adela yang saat ini terpampang dengan sangat...sangat...dan saaaangaatt jelas wajah nya sendiri disana.


Johan tersenyum.....


eh bukan....


tapi tertawa.......


eh bukan juga....


lebih tepatnya dia bangga....melihat gadis manis yang selalu ada dalam pikirannya itu tersenyum senyum memandangi fotonya.


sementara Adela....


"mati lo Del.....matiiiii lo benerannn deehhh.....Ya Allah buatlah hambaMu ini pingsan sekarang ya Allah.........!!!" batin Adela.


Adela memejamkan matanya,wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus,ingin rasanya ia menghilang dari sana saat itu juga.


Sementara Johan tak bisa lagi menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya.Dengan senyuman yang on fire dia mendekati Adela yang sudah malu setengah mati.


"liatin apa lo tadi senyum senyum gitu...sampai nggak sadar kalau ada gue disini" ucap Johan sambil terus mengulum senyum.Matanya terus mengamati gadis yang tertunduk malu itu.


Adela hanya diam,,ia sudah tidak punya nyali sama sekali saat ini...


Johan duduk di kursi panjang,sementara Adel masih berdiri menunduk.


1detik


2detik


3detik....


"duduk sini...!tadi aja lo senyum senyum liatin foto gue...sekarang ada gue aja nunduk lo...." ledek Johan


Adela tak bergeming...


"lo suka ya sama gue?" ucap Johan ringan.


Adela reflek menatap Johan.ia menggeleng cepat.....


Johan tersenyum melihat tingkah gadis polos itu.


Johan berdiri....kemudian menarik tangan Adela....


"ikut gue...."


"kemana tuan?" ucap Adela bingung.Lagi lagi ia diseret tanpa alasan oleh CEO nya itu


"udah....ikut aja..." ucap Johan.Ia membawa Adela menuju mobilnya,lalu membuka pintu mobil tersebut


"masuk" perintah nya.


Adela menggeleng...


"masuukkk"


Adela masih menggeleng.


"masuk atau gue cium?" ucap nya sembil memberi tatapan menggoda pada Adela.Membuat Adela melotot menatap kesal pada Johan.Dengan terpaksa Adela menuruti permintaan Johan.Johanpun tersenyum penuh kemenangan.Ia menutup pintu tersebut dengan setengah berlari ia mengitari mobil dan membuka pintu di bagian kemudi,lalu masuk dan dengan segera melesatkan kendaraan roda empat itu meninggalkan kost an Adela.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2