WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 73


__ADS_3

Gadis itu terus mengeluarkan air matanya,sambil terus menatap keluar jendela mobil yang terus melaju kencang itu.Sedangkan pria di sampingnya semakin mendekatkan tubuhnya pada Selly.Selly semakin dibuat ketakutan,ia menutupi bagian pahanya yang terekpose jelas itu dengan tasnya.


Pria dengan perut buncit yang lebih pantas menjadi ayahnya itu menggerakkan tangan nya meraba paha Selly,membuat Selly terjingkat dan dengan reflek mendorong laki laki itu agar menjauh darinya,membuat pria bernama Burhan itu murka dan dengan sekuat tenaga menampar wajah Selly.


plaakkk


Burhan mencengkeram pundak gadis yang sudah menangis itu.


"hei pela***....!jangan macam macam kamu sama saya...!saya sudah membelimu dua ratus juta pada muci**** itu...!kamu sekarang adalah milik saya..!jadi jangan berani macam macam dengan saya atau saya bunuh kamu...!" ucapnya dengan penuh amarah.Air mata itu terus meleleh membanjiri pipi mulus gadis berambut sebahu itu.Dalam hati ia tak henti merapalkan doa untuk meminta perlindungan dari sang maha Kuasa.Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain meminta pertolongan dari sang maha Pencipta.Saat ini ia sedang berada di dalam sebuah mobil milik pria hidung belang yang telah membelinya dari sang mama.Tangan Selly gemetar,ia benar benar ketakutan sekarang.Ia hanya bisa berdoa dan berdoa semoga ada jalan keluar untuknya kali ini.


...****...


Sementara di tempat terpisah,


Di halaman belakang sebuah rumah mewah,tempat di mana pesta ulang tahun pemilik Alexander Group itu di gelar,suasana nampak semakin ramai,para tamu undangan


yang di dominasi para pengusaha sukses yang merupakan rekan bisnis Alexander Gruop itu mulai berdatangan,memberikan ucapan selamat kepada sang pemilik rumah,Jonathan Alexander.


Ditempat yang sama seorang pria sedari tadi masih berkutat dengan ponselnya.Ia baru saja meminta bantuan anak buahnya untuk melacak keberadaan seorang gadis melalui nomor ponsel milik gadis tersebut .Gadis yang akhir akhir ini selalu ada dalam pikiran nya.Marvel membolak balikkan ponselnya,seolah tak sabar menanti hasil pencarian dari orang kepercayaannya tersebut.


Harusnya sepulang kerja ia mampir ke kost an Selly,namun karena Mira sang mama memintanya untuk cepat pulang,ia pun tak bisa berbuat apa apa,ia hanya bisa menurut.Marvel memang sosok yang sangat menyayangi ibunya,ia tak pernah mau membuat ibunya kecewa.


"Marvel...." sapa seorang wanita membuyarkan lamunan Marvel,jari jemari lentik itu menepuk lembut pundak Marvel.Marvel menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Clara?" ucapnya lirih.


Semenjak kejadian di rumah persembunyian Angga ia tak pernah bertemu Clara,Marvel hanya mendapatkan kabar dari tuan Alex bahwa jiwa Clara sedikit terguncang pasca kejadian itu.


Clara duduk di samping Marvel,di sebuah kursi panjang di sana.


"apa kabar Ra...?" tanya Marvel.


"baik....lo gimana?"


"baik.." ucapnya singkat.Entahlah,saat ini ia sedang tidak fokus.Biasanya Marvel selalu antusias ketika bertemu dengan Clara,tapi saat ini tidak seperti itu yang ia rasakan.Pikirannya sedang berjalan jalan jauh entah kemana.


Marvel kembali menyalakan ponselnya,mungkin anak buahnya sudah memberi kabar,pikirannya.


Tiba tiba sebuah kepala bersandar di bahu kekar itu.


"gue butuh teman Vel...." ucap Clara sontak membuat jantung Marvel berdegup kencang.Sebuah cairan bening menetes,membasahi jas abu abu yang Marvel kenakan.


"gue capek Vel...gue capek....hikkss..." ucap Clara sambil menangis.


Marvel diam sejenak,entah bagaimana perasaannya sekarang,ia pun tidak mengetahuinya.Clara semakin menangis,lantaran merasa tak tega,Marvel pun mencoba mengusap pucuk kepala Clara.


"lo nggak sendiri Ra....ada gue...." ucap Marvel mencoba menenangkan.Cukup lama Clara menangis di pelukan Marvel,tiba tiba...


tringg......

__ADS_1


1pesan masuk.


Sang anak buah mengirimkan hasil pencariannya.


Marvel menyipitkan matanya....


"ini dimana?" gumamnya.


"ada apa Vel?" tanya Clara .


Marvel tak menjawab,ia masih terus fokus pada layar ponselnya.


Marvel mencoba menghubungi anak buahnya itu.


tuutt....tuuuttt...


"halo tuan" ucap seseorang dari seberang sana.


"halo....ini dia ada di tempat apa?"


"sebuah club malam tuan....masih di kota ini" ucap sang anak buah,pasalnya ponsel Selly memang berada di tangan Nani sejak ia dipaksa pulang oleh Nani.


Marvel mengernyitkan dahinya.Apa Selly sosok wanita yang suka pergi ke tempat tempat seperti itu?dia memang liar dan sedikit bar bar tapi dia tidak terlihat seperti gadis yang suka pergi ke tempat tempat seperti itu.


Marvel mematikan sambungan telfon,ia seolah tak percaya dengan infornasi yang ia dapat.


"Vel lo mau kemana?" tanya Clara yang sedari tadi hanya bicara sendiri tanpa mendapat respon dari Marvel.


"sorry Ra...gue ada urusan bentar" ucap Marvel kemudian pergi hendak mencari Johan dan Adela.Tak memeperdulikan Clara yang terus menerus memanggilnya.


Marvel mencari cari di halaman belakang itu tapi ia tak menemukan sosok adik tiri dan iparnya tersebut.


Marvel mengambil ponselnya,lalu menghubungi Johan


tuuttt.....tuuutttt....


"halo.."


"lo dimana?"


"studio..."


Marvel segera mematikan sambungan telfon tersebut dan berlari menuju ruangan yang Johan sebut.


Marvel melangkahkan kakinya lebar,hingga ia tiba di sebuah ruangan yang letaknya cukup jauh dari tempat pesta.


ceklek.....


pintu dibuka.

__ADS_1


Di lihatnya Adela yang bersandar manja di bahu Johan sedang melihat lihat album foto yang ada di tangan Johan.Marvel sudah tidak peduli lagi dengan pemandangan itu,ia mendekati sepasang suami istri itu.


"Del....gue mau tanya sama lo" ucap Marvel tanpa basa basi.


"ada apa mas?" tanya Adela penasaran melihat mimik wajah serius yang Marvel tampilkan.


"apa selama lo kenal sama Selly,lo pernah lihat dia ke club malam?"


Adela mengernyitkan dahinya


"club malam?"


Marvel hanya mengangguk.


"itu tempat minum minum gitu kan mas yang mabuk mabukan?" tanya Adela pada Marvel dan Johan,ia menatap dua pria itu bergantian.Johan hanya mengangguk sambil tersenyum,istrinya memang polos.


"Selly nggak pernah tempat seperti itu mas....ngapain dia ke tempat seperti itu?"


"tapi anak buah gue bilang,posisi dia ada di club malam sekarang"


"hah?" ucap Adela kaget sekaligus heran.


"nggak mungkin mas...ngapain Selly ke tempat seperti itu,aku tau banget Selly gimana"


Marvel mengusap wajahnya kotor.Johan mengangkat setu ujung bibirnya.Marvel bertingkah tidak seperti biasanya.


"mending lo suruh anak buah lo buat nyari dia..gue rasa ada yang nggak beres" ucap Johan dengan raut wajahnya yang tenang.


"iya....lo bener....gue juga harus turun tangan....!" ucap Marvel kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


seperginya Marvel.


"mas....Selly gimana?aku takut dia kenapa kenapa mas..." ucap Adela khawatir.


Johan kembali menarik tubuh istrinya agar masuk ke dalam pelukannya.


"Selly akan baik baik aja sayang....kamu percaya aja sama Marvel" ucap Johan menenangkan istrinya.


Adelapun hanya diam,Johan mengecup pucuk kepala istrinya itu berulang ulang.


"kita keluar yuk...gabumg sama yang lain" ucap Johan.Adela mengangguk.Merekapun pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju halaman belakang,tempat diselenggarakannya pesta ulang tahun tuan Jonathan Alexander.


...----------------...


***SELAMAT PAGI READERS....JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMENT....


JANGAN LUPA JUGA DI TAMBAH KE LIST NOVEL FAVORIT KAMU


JANGAN LUPA JUGA KASIH AKU KOPI BIAR ANGET...ATAU BUNGA BIAR AKU SEMANGAT UP NYA....🥰🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2