
"tuan..."
"apa..."
Netra mereka saling terkunci,Marvel mendekatkan wajahnya pada wajah gadis dibawahnya.Selly memejamkan matanya,merasakan setiap hembusan nafas pria yang sudah berkali kali menyelamatkan nyawanya.
Marvel memiringkan kapalanya,jarak antar bibir itupun semakim menipis.
Daan,....
"lo ngapain?minta dicium?"
Suara lembut itu sontak membuat mata Selly terbuka lebar.Dilihatnya pria itu dengan jarak yang sangat dekat.Marvel tersenyum manis hingga memperlihatkan gigi giginya,membuat jantung Selly semakin berdegup kencang.
"Ya Allah...jodoh orang ganteng banget...." batinnya.
Selly memiringkan kepalanya,menikmati pemandangan indah ciptaan Yang Maha Kuasa tersebut.
"lo jatuh cinta ya sama gue?" ucap Marvel dengan mata yang masih terfokus menatap Selly.
Selly yang mendengar ucapan itu pun membelalakkan matanya,ia menggelengkan kepalanya cepat.
"kalau cinta bilang aja....jangan di tahan..."
Selly kembali menggelengkan kepalanya cepat,membuat Marvel terkekeh.Kepala Marvel kemudian bergerak turun,lalu merebahkannya di perut Selly dengan posisi terlentang.
Selly mendongak ke arah Marvel.
"tuan ngapain?"
"diem....kalo lo nggak diem gue makan lo!gue lagi laper...." ucapnya sambil memejamkan matanya.
...****...
Sementara di rumah sakit...
Tiga pasang mata di ruangan itu menatap heran pada wanita paruh baya yang sedari tadi mondar mandir tidak jelas.Raut kepanikan nampak jelas di wajahnya.
"mama kenapa?" tanya Adela.
"emm...itu...si Marvel...aduuuuhh....itu anak bikin mama nggak bisa tenang dehh..."
"mas Marvel kenapa?"tanya Adela lagi.
" itu....dia....itu....."ucap Mira terbata bata.
"Marvel kenapa ma..." tanya Jonathan ikut panik
"Marvel....kekunci di kamar" ucap Mira pelan sambil menunduk.
"kok bisa???"tanya Adela dan Jonathan bersamaan.
" tadi mama kunciin di dalam"cicit mama Mira sambil menggeruk kepala belankangnya yang tidak gatal.
"Apa...??" ucap Adela dan Jonathan bersamaan.Sementara Johan mencoba menahan tawanya.Ibu tiri sekaligus mantan pengasuhnya itu ternyata belum berubah dari dulu.Sering melakukan hal hal di luar nalar yang konyol.
"mama ngapain ngunciin Marvel di kamar?kayak anak kecil aja" ucap tuan Jonathan.
"ya......nggak tau...spontan aja pa...." ucap Mira ngeles.
Jonathan menggelengkan kepalanya.
"ya udah...suruh pelayan buat bukain pintu kamar Marvel"
"nggak bisa..."
"kenapa?"
"kuncinya mama bawa semua..." ucapnya
Johan semakin tak bisa menyembunyikan tawanya.Astaga.....terniat sekali emak emak satu ini nge prank anaknya....😂
"mana kuncinya..." ucap Jonathan sambil meminta kuncinya.
__ADS_1
"jangan..."
"kenapa?"
"mama ikut pulang aja"ucapnya.Ia tidak mau suamimya melihat Marvel dan Selly berduaan di kamar.Bisa salah paham nanti.
"mama disini aja temani Adel..."
"nanti mama balik lagi..."
"nggak apa apa ya sayang ya....nanti mama balik lagi kesini" ucap Mira lagi memcoba membujuk Adela.
"iya ma....nggak apa apa"
"ya udah...mama pergi dulu....ayo pa... cepetan"ucap Mira sambil menarik tangan Jonathan.Sepasang suami istri itupun pergi meninggalkan ruang rawat inap tersebut.
Seperginya tuan dan nyonya Alexander.
Adela menatap Johan yang sedari tadi terus tertawa...
" kamu kenapa mas...?"tanya Adela.
"ha...?" tanya Johan memperjelas pertanyaan Adel.
"kamu kenapa?"
"nggak apa apa...hihi"
"kok ketawa terus dari tadi?"
"nggak apa apa.....cuma lucu aja...."
"apanya yang lucu...?"
"nyokap nya Marvel nggak berubah dari dulu" ucap Johan sambil terus tertawa.
"maksudnya....?"
"dia tuh gesrek Del dari dulu...nih ya aku ceritain.................."
"mama ternyata lucu juga ya mas..."
"bukan lucu Del....dia bar bar..!tingkahnya tuh suka di luar nalar manusia...hahaha...."
Adela ikut tertawa.Ia senang mendengar cerita tentang mertuanya itu dari Johan.
"udah ah...jangan ngomongin dia...nggak ada abisnya.Kamu istirahat gihh..biar cepet pulih.." ucap Johan.
Johan membimbing Adela yang tadinya duduk bersandar itu untuk berbaring.
"mas...."
"apa..."
"aku pengen ngomong sesuatu sama kamu.Tapi kamu harus janji dulu....kamu nggak boleh marah..."
"kamu mau ngomong apa?keknya serius banget" ucap Johan kemudian duduk di kursi di tepi ranjang.Adela mengubah posisinya menjadi tidur miring menghadap Johan,ia meraih satu tangan Johan,lalu meletakkan nya di bawah pipi sebagai bantal.
Johan tersenyum...
"kamu mau ngomong apa?" tanya Johan lembut sambil sebelah tangannya mengusap kepala Adela yang terbungkus hijab.
"mas...sebenarnya mama nggak salah.Bukan mama penyebab aku jatuh" ucapnya lembut.
Johan masih mendengarkan.
"sebenarnya waktu aku ke rumah mama,aku ketemu sama Clara.Dia juga dari rumah mama" ucap Adela lembut.
Mimik wajah Johan mulai berubah.Ia sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan itu.
"mas....jangan emosi dulu..." ucap Adela sambil mengusap usapkan tangan Johan di pipinya.
"terus...." ucap Johan datar.
__ADS_1
"jangan marah dulu tapi"
"aku nggak marah....aku dengerin kamu..."
"aku ketemu sama dia...awalnya sih cuma ngobrol biasa,tapi lama lama dia mulai emosi,trus dia nggak sengaja narik aku sampai aku jatuh."ucap Adela.
Johan menegakkan posisi duduknya.Tatapan matanya menajam dan merah.Dadanya naik turun,sebelah tangannya yang berada di atas ranjang itu mengepal.
Adela menangkap dengan jelas gelagat itu.Ia sudah tau bahwa ini akan terjadi.Tapi ia tak punya pilihan lain.Ia sudah bertekad untuk selalu terbuka pada suaminya itu dalam hal apapun.Terlebih lagi,ia tak mau jika Johan terus terusan salah paham pada mama Mira.
Adela mengusap lembut telapak tangan yang mengepal itu.
" mas....jangan marah.Aku cuma pengen selalu terbuka sama kamu.Aku juga nggak mau kamu salah paham terus sama mama..."ucapnya lembut sambil mencoba melunakkan hati Johan.
Adela bangkit,ia duduk di sisi ranjang berhadapan dengan suaminya tersebut .Adela menggenggam tangan besar Johan
"mas....aku udah nggak apa apa....mungkin Clara nggak sengaja...jangan marah..."
"dia nggak mungkin nggak sengaja Del..!dia pasti mau nyelakain kamu...!untung kamu cepat di tangani dokter!kalo nggak....aku nggak tau apa yang akan terjadi sama kamu dan calon anak kita!"
"aku bisa gila kalau kalian kenapa kenapa"
Adela tersenyum.Ia mengarahkan telapak tangan Johan untuk menyentuh perutnya yang masih rata.
"anak kita anak yang kuat mas.Siapa dulu papanya...." ucap Adela manis.
"aku bisa kok menjauhi Clara,aku akan lebih hati hati lagi.Tapi....aku mohon sama kamu.Jangan bertindak yang enggak enggak.Aku takut terjadi sesuatu sama kamu mas.Aku dan dia butuh kamu..." ucap Adela tulus,membuat hati Johan luluh.
"kamu kan pernah bilang,kamu ingin belajar menjadi ayah yang baik untuk anak kita.Kita mulai dari sekarang ya..." ucapnya lagi dengan tatapan yang lembut."
Johan menggerakkan tangannya menyentuh pipi mulus wanita berhijab itu.
"kenapa aku bisa sebucin ini sih sama kamu?" ucap Johan sambil mecubit pipi Adel.
Adela tertawa.
Tangan yang masih dipasangi selang infus itu tergerak menangkup wajah barjambang suaminya.
"aku juga bingung mas...kenapa aku mau jadi istri om om galak ini?hihihi...."
Kedua anak manusia itupun tertawa bersama.Johan mengusap lembut pipi istrinya.
"aku sayang kamu Del...aku janji akan jadi imam yang baik untuk kamu.Tapi aku belum bisa tenang kalau kepa**t kepa**t itu belum mati" batinnya.
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇



SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤