
Selly masih berdiri dengan posisi sedikit membungkuk di samping rumah yang letaknya cukup terpencil iti,tidak ada tetangga di sekitar rumah tersebut.Gadis itu menajamkan pendengarannya,mencoba menguping pembicaraan dua manusia yang ternyata selama ini bekerja sama.
Tiba tiba sebuah ide muncul..
Ia mengambil ponsel miliknya,lalu merekam pembicaraan dua manusia di dalam rumah itu melalui aplikasi vidio.Siapa tau itu bisa berguna suatu saat nanti.
"mau apa lo nyuruh gue ke sini?mau meras gue lagi??!" tanya Clara dengan nada kesal.
Angga yang duduk di sebuah kursi dengan kaki kanan yang ia letakkan di atas kaki kirinya itu menatap sinis wanita lawan bicaranya tersebut.
"gue cuma butuh lima juta" ucapnya santai lalu meneguk isi botol minuman yang ia pegang.
"lo pikir gue pohon duit?!" ucapnya dengan nada meninggi
"perempuan kampung itu udah pergi dari kota ini sekarang,dan Johan juga sekarang masih sibuk dengan perusahaan nya.Gue rasa urusan kita udah selesai.Gue akan mendekati Johan dengan cara gue sendiri.Kalau lo masih mau membuat perhitungan dengan perempuan kampung itu....silahkan...gue udah nggak peduli,yang pasti jangan sampai ia dekat dekat lagi sama calon suami gue..!" ucap Clara kemudian beranjak hendak pergi dari tempat itu.
Clara memang tidak tahu jika saat ini Johan sedang bersama Adela di kampung halaman gadis itu.Yang ia tahu saat ini pria idamannya itu tengah berada di kota X untuk mengurus perusahaan nya yang sedang bermasalah.
"gue akan bilang sama pangeran lo itu kalau semua ini adalah ide lo.Lo yang nyuruh preman buat nyulik Adela,lo yang minta gue buat memperk*** Adela,lo juga yang menyebarkan foto foto Adela bahkan sampai foto itu bisa jatuh ke tangan keluarga Adela..." ucap Angga mengancam.
"gue yakin....Johan nggak akan sudi lagi lihat muka lo kalau sampai dia tahu tentang semua ini"
Clara tersenyum sinis..
"tapi sayangnya lo nggak punya bukti dasar tol*l...!dan apa lo pikir Johan akan percaya sama baj***an bu*uk kayak lo??" ucap Clara sambil tersenyum menang.
Clara bangkit dari duduk nya dan hendak pergi meninggalkan rumah itu.Tiba tiba...
sett.....bugghh.....
Angga menyeret tangan Clara dan menjatuhkan tubuh wanita cantik itu ke lantai.
"aaauughh....!" pekiknya.
Selly yang masih sibuk merekam itu pun ikut kaget dengan tindakan yang Angga lakukan.Ia menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara.
__ADS_1
Kembali ke dalam rumah..
"an**ng lo....!mau apa lo bang**t...!" umpat Clara yang masih tersungkur di lantai itu pada Angga
Clara mencoba bangkit,dengan gerakan cepat,Angga yang sedang dalam pengaruh miras kembali menarik tubuh Clara dan menghempaskan tubuh itu ke sofa.Dengan satu gerakan,kini posisi Clara sudah berada di bawah tubuh Angga.Angga mengunci tangan Clara di atas kepala gadis itu.
Clara menatap Angga dengan raut wajah penuh kebencian.
"lepasin gue ba**ngan....!jangan macam macam lo sama gue...!!" ucapnya dingin.
Angga menyeringai.Kini matanya fokus menatap bibir Clara yang nampak sexy dengan polesan lipstick merah bata.Dadanya yang nampak padat berisi naik turun pertanda emosi gadis itu mulai naik.Jiwa mes*m Angga bergejolak.Nyatanya tubuh Clara jauh lebih menggoda dari pada tubuh Adela yang biasa saja,bahkan bisa dibilang,nggak ada yang gedeðŸ¤
"gue rasa tubuh lo jauh lebih nikmat dari tubuh Adela.." ucap Angga menyeringai.
Clara membulatkan matanya mendengar ucapan Angga...
cuuiihhh....
Clara meludah di wajah Angga.
"najis...!lo pikir gue sudi disentuh sama laki laki rendahan seperti lo...?!!" ucapnya dingin.
plaakkkk.....
tamparan dari tangan Angga mendarat di pipi Clara.Membuat Clara terkejut,wanita itu mulai panik,ia tidak dalam keadaan baik baik saja sekarang.
Clara mencoba menggerakkan tangannya,meronta minta dilepaskan
"lepasin gue..!!" ucapnya setengah berteriak
Angga menatap Clara dengan tatapan lapar.
"gob**k kalau gue nglepasin daging se empuk lo..." ucap Angga sukses membuat Clara ketakutan.Ia akan habis sekarang,tempat ini jauh dari keramaian.Sangat sulit untuk meminta tolong.
"gue akan turuti kemauan lo...!gue akan kasih lo duit...!tapi lepasin gue..!!"ucap Clara yang mulai ketakutan.
__ADS_1
" gue bisa dapat lebih kalau gue bisa dapetin foto tela***ng lo...!ucap Angga menyeringai.
sreekkk.......
Angga merobek blouse putih yang digunakan Clara.membuat pundak hingga dada putih Clara terekspose dengan jelas.Angga menelan ludahnya kasar,***** kembali menguasai pikiran nya.
Dan,terjadilah adegan pemaksaan itu dengan Angga sebagai pelakunya dan Clara sebagai korbannya.Dua orang anak manusia yang dibutakan oleh kebencian terhadap seorang gadis polos bernama Adela Belva itu kini justru saling menyerang dan memepertahankan diri
Selly yang berada di luar rumah itu dibuat gemetar.Suara teriakan dan rintihan Clara membuatnya merasa iba sebagai sesama perempuan,tapi jika mengingat perlakuan Clara pada sahabatnya itu membuat setan dalam dirinya menginginkan ia untuk pergi dari tempat itu dan membiarkan Clara menanggung karma nya di dalam sana.
Cukup lama Selly mondar mandir,hingga akhirnya ia teringat sesuatu
Selly mengambil ponsel miliknya.
tuutt.....tuutt....
“halo.."sapa seorang pria dari seberang sana
"halo tuan Marvel...saya tau di mana Angga,sekarang saya kirim lokasinya,tuan cepat kesini bawa anak buah...nona Clara dalam bahaya...cepattt....!" ucapnya singkat lalu mematikan sambungan telfon secara sepihak.Membuat Marvel bingung,tapi juga khawatir.Kenapa ada Clara?ada apa ini?
Marvel tak mau mengulur waktu,ia segera mengerahkan anak buahnya menuju lokasi yang sudah Selly kirimkan itu.Marvel yang masih dalam perjalanan menuju kantor pun segera putar balik menuju lokasi tersebut.
Sementara itu,Selly masih mondar mandir,ia harus mengulur waktu menahan Angga agar tetap berada di tempat itu.Tapi ia juga harus menyelamatkan Clara yang ada di dalam sana.Sedangkan suara Clara kini semakik melemah,Selly tidak tau bagaimana nasib Clara di dalam.
Hati nuraninya sebagai perempuan mengalahkan egonya sebagai seorang yang membenci Clara.Ia mengambil sebuah batu bata merah yang tergeletak di tanah.Dengan setengah berlari ia masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka itu.
Selly mendapati Angga yang sudah setengah tel***ang nampak memaju mundurkan tubuhnya pada tubuh Clara yang sudah lemah dengan pakaian yang sudah tak berbentuk.
Mungkinkah ia sudah terambat?
Tapi bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan?pikirnya.
Selly mengangkat batu bata yang ada di tangannya.Dan.....
buugghhh.......
__ADS_1
...----------------...
LIKE KOMENT &VOTE NYA KAKAKK....PLEASE......🥰🥰🥰🥰