
Mentari mulai memancarkan sinar teriknya,seorang gadis duduk di bawah pohon di tepi jalan raya yang cukup padat itu.Ia nampak kelelahan,sesekali ia mengelap keringatnya yang mulai membasahi keningnya.Sedari pagi ia mencari cari tempat kost baru untuknya,namun tidak ada yang sesuai dengan isi dompetnya.
Adela yang merasa lelah,ia menyandarkan tubuhnya pada pohon besar itu.Sebenarnya ia bisa saja meminta tolong pada Johan,laki laki itu pasti akan memberikan tempat tinggal yang layak untuknya.Tapi Adela bukan wanita seperti itu bukan?ia bahkan belum mengatakan pada kekasihnya itu bahwa ia diusir dari kontrakannya.
Adela meneguk air mineral yang ada di tangannya,ia kemudian bangkit hendak melanjutkan pencariannya,namun tiba tiba ponsel dalam tasnya berbunyi.Adela bergegas mengambil ponsel itu,
Bu Siti
memanggil.....
Adela mengusap tombol hijau disana.
"halo...assalamu alaikum"
"halo ....wa alaikum salam nak...kamu dimana?"
"saya lagi cari kost kost an buk.Ada apa?"
"kamu bisa pulang sekarang nak?"
"memang nya ada apa buk?"
"ada yang mencari kamu nak"
"mencari saya?siapa buk?"
"lebih baik kamu pulang saja dulu nak.....ibu tunggu ya...assalamu alaikum...."
"wa alaikum salam..."
Sambungan telfon terputus.Adela membuang nafas kasar.Ada apa lagi ini?apa akan terjadi sesuatu lagi?pikirnya.
Adela menggelengkan kepalanya,menghilangkan prasangka buruk yang ada dalam pikirannya.
Adela bergegas meninggalkan tempat itu untuk mencari angkot.
...***...
Sementara di tempat lain.
Johan tak henti hentinya mengumpat.Harusnya siang ini ia sudah pulang kembali ke kota nya,namun karena ada sesuatu masalah pekerjaan membuat pria 30 tahun itu harus bertahan di kota itu selama kurang lebih dua hari ke depan.
Satu hal yang membuat Johan tak tenang adalah gadis manisnya.Mengingat Adela dalam kondisi tidak baik baik saja saat terakhir ia bertemu dengannya.Ia takut orang orang jahat itu masih punya niat mencelakakan pujaan hatinya itu.Terlebih lagi Marvel saat ini juga berada di kota lain untuk urusan pekerjaan sehingga membuatnya tidak mampu menjaga Adela dengan leluasa.
Sebenarnya hampir setiap menit Johan selalu menanyakan kabar pada Adela,seperti tadi pagi,dua sejoli itu saling melepas rindu melalui sambungan telfon,saat Adela hendak berangkat bekerja.Ya....Adela berbohong,ia tidak mengatakan bahwa ia diusir dari kost an dan hendak mencari tempat kost baru hari ini.
Entah kenapa Johan merasa tidak tenang.Ia mencoba menghubungi Adela,tapi gadis berhijab itu tidak mengangkatnya.Apa mungkin dia sibuk?pikirnya.
Johan kemudian menulis sebuah pesan untuk Adela.
__ADS_1
"baby.....lagi ngapain?"
satu pesan terkirim.
Tidak dibaca.Sesibuk itukah?
Johan menghela nafas panjang.Harusnya ia juga menyimpan nomor Selly,agar ia bisa bertanya pada gadis itu tentang keadaan Adela.Johan menghela nafas panjang.Ia segera menghubungi seseorang dari ponselnya.
tuuttt.....tuuttt....
"halo selamat siang...." suara seorang wanita terdengar dari seberang sana.
"Tari.....kamu cari data tentang office girl bernama Selly,saya butuh data lengkapnya,kamu kirim ke email saya sekarang"
"baik pak...akan saya carikan" ucap Tari dari seberang sana.
Johan mematikan sambungan sepihak sambungan telfonnya.
...***...
Sementara itu,Adela sudah sampai di depan kost kost an nya.Saat sudah berada di depan bangunan dengan banyak pintu itu.
deg......
Langkahnya terhenti,jantung nya berdetak lebih kencang.Adela meremas ujung hijabnya yang menutupi perutnya itu guna menyalurkan rasa takutnya.Keringat dingin mulai keluar,matanya kembali mengembun.
Adela menatap dua pria yang tengah berdiri di depan kamar kost nya itu dengan tatapan tak terbaca.Ada banyak pikiran yang berkecamuk dalam dada gadis malang itu.Dengan langkah yang mulai memberat,Adela mendekati dua pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan garang.Bu Siti yang juga ada di situ mendekati Adela.
Adela tidak menjawab,ia hanya menunduk.Dengan tubuh yang gemetar Adela mendekati dua pria yang tengah menunggu kedatangannya tersebut.
"assalamu alaikum..." ucap Adela lirih...bahkan hampir tak terdengar.
Adela mengulurkan tangannya yang masih gemetar itu,berniat meraih tangan pria dihadapan nya,lalu mencium punggung tangan nya sebagai tanda hormat.Belum sempat ia melakukan hal tersebut.Tiba tiba....
plaaakkkk.........
Sebuah tamparan sekuat tenaga mendarat di pipi gadis itu,membuatnya terpelanting ke lantai.Darah mengucur dari ujung bibirnya.Bu Siti yang menyaksikan itu sontak menghampiri Adela yang jatuh tersungkur.
"Adela...!!" pekiknya.Ia meraih tubuh Adela lalu memeluknya.
"pak....tolong jangan seperti ini!" ucap bu Siti merasa iba melihat perlakuan pria paruh baya itu pada Adela.
Adela menangis sesenggukan,air mata itu lagi lagi tumpah.Ia tak berani menatap laki laki yang baru saja memberikan tamparan yang entah sudah berapa kali dilayangkan untuknya selama 19tahun hidupnya.Adela meringsut masuk ke dalam pelukan bu Siti,seolah meminta perlindungan dari wanita paruh baya itu
"anak si*lan....!tidak tau diri...!kau itu memang anak pembawa sial..!kau hanya bisa memberikan aib untuk keluargamu...!" ucap pria bernama pak Harun itu menggebu gebu.
Ya.....dua pria itu adalah pak harun dan Andika,ayah dan kakak kandung Adela.Mereka datang ke kota ini setelah Andika mendapatkan foto foto Adela melalui pesan WhatsApp dari nomor yang tidak ia kenal.Sontak hal itu membuat orang tua Adela berfikir yang tidak tidak,ia mengira bahwa selama ini Adela mencari uang dengan cara yang tidak halal dikota.Pak Harun pun lantas bertanya pada Dico alamat rumah Adela di kota,awalnya Dico tidak mau memberi tau,tapi karena paksaan dari Andika membuat Dico menyerahDan disinilah ayah dan anak itu sekarang.Mereka beehasil menemukan Adela.
Sorot mata pak Harun memencarkan kemarahan yang luar biasa.Dadanya naik turun,tangan nya mengepal seolah siap untuk menghajar habis habisan anak perempuan nya itu.
__ADS_1
"ku kira selama ini hidupmu sudah berubah..tapi tetnyata kau sama saja!!kau tetap anak gila yang hanya bisa melempar kotoran ke wajah orang tuamu...!!!"
Pak Harun mendekati anak perempuan nya itu,menarik tangannya dengan kasar.
"sini kau....anak sial*n...!!"
Adela meronta,ia sangat ketakutan dengan sosok ayahnya ini.Sementara bu Siti terus memeluk Adela mencoba melindungi gadis ini.Air matanya pun ikut tumpah menyaksikan adegan keluarga ini.Sementara Andika...ia hanya berdiri tanpa melakukan apapun menyaksikan adiknya di amuk oleh sang ayah
"pak...jangan seperti ini pak....tolong tenang" ucap bu Siti sambil menangis.
"diam kau...ini urusan keluargaku!jangan ikut campur...!" bentaknya.
Pak Harun pun menarik Adela dengan kasar menjauh dari dekapan bu Siti.Adela hanya bisa menangis,ia menggunakan tangannya sebagai tameng jika sewaktu waktu pukulan mendarat lagi ke wajahnya.
Kini Adela sudah berdiri di hadapan sang ayah dengan wajah yang masih tertunduk.Pak Harun mencengkeram kedua bahu putrinya itu dengan kasar,membuat Adela meringis kesakitan
"katakan...sudah berapa lama kau melakukan pekerjaan terkutuk itu?!" ucap pak Harun penuh penekanan,nampak jelas amarah dalam setiap kalimat yang terucap dari mulutnya.
Adela hanya menggelengkan kepalanya tanpa berani menatap wajah sang ayah.
"JAWAB....!!!" bentaknya
"nggak pak...." ucap Adela lirih disela sela tangisannya.
bugghhh
sebuah pukulan kembali ia layangkan pada anaknya itu membuat Adela jatuh dan kepalanya membentur ujung kursi kayu disana.Darah mengalir di pelipis kanannya.
"kau harus pulang denganku sekarang...!aku tidak mau kau semakin rusak di kota ini...!!" ucapnya tanpa peduli dengan Adela yang kini merasakan sakit baik hati maupun fisiknya.Bahkan kini suara tangisan itu sudah tak terdengar lagi....hanya isakan yang semakin menjadi jadi.
"Dika...kemasi semua barang barang adikmu...kita pulang sekarang." ucap Pak Harun pada Andika.
"iya pak" ucap Andika.
Andika mendekati Adela,
"mana kunci kost mu" ucapnya.Adela tidak menjawab
Andika lantas menarik tas ransel yang ada di punggung Adela.Ia membukanya kemudian mencari kunci di dalam sana.
Dan sangat kebetulan,saat Andika menggeledah ransel itu ponsel yang berada di dalam tas itu berbunyi,menampilkan satu nama disana.
Sugar Daddy ❤❤
memanggil......
Andika membulatkan matanya.Ini ponsel mahal,tidak mungkin Adela mampu membelinya dengan gajinya yang hanya sebagai office girl.Dan lagi....sugar daddy?siapa dia?apakah dia salah satu pelanggan adiknya?
...----------------...
__ADS_1
AKU BUTUH LIKE &VOTE MU....❤❤