WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 87


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Seorang wanita berhijab turun dari mobil yang ditumpanginya.Gadis itu berjalan tenang memasuki sebuah perusahaan besar milik sang suami.Dengan tas bekal di tangan kanannya,dan tas selempang kecil bersandar di bahu kirinya,Adela tersenyum ramah pada setiap karyawan yang menyapanya.Wanita itu terlihat semakin memancarkan aura kecantikannya semenjak mengandung.


Adela menuju lift khusus presdir yang membawanya menuju lantai dimana ruangan suaminya berada.


tingg....


pintu lift terbuka,


Adela keluar dari dalam lift,berjalan mendekati ruangan suaminya.


"selamat siang mbak Tari" sapa Adela.


Tari nampak terkejut,ia kemudian bangkit membungkukkan tubuhnya pada wanita istri bosnya itu.


"siang nyonya."


"mas Johan nya ada?"


"a...ada..t...."


"ya uda kalau gitu saya masuk ya...."


"ta...tapi...nyo.....aakkhh...." ucapan Tari belum rampung,namun Adela sudah keburu masuk ke dalam ruangan itu


ceklekk....


pintu terbuka..


deg.....


"mas..." lirih Adela.


Senyum manis yang sedari tadi ia tampilkan seketika berubah menjadi masam.


"Adel...!"


seett...


buughh....


"aaaww....!"


Adela mengetatkan giginya.


Dilihatnya pria yang telah menjadi suaminya itu sedang duduk pangku pangkuan dengan wanita yang sangat ia kenal,Clara.


Johan segera menghempaskan tubuh wanita itu ke lantai lalu bangkit mendekati istrinya.


Clara meringis kesakitan,ia kemudian mencoba bangkit dari posisinya saat ini.


"Sayang....kamu nggak bilang kalau kamu mau kesini.." tanya Johan sambil tangannya terlentang hendak memeluk istrinya.


Namun Adela mengelak,wajahnya sudah berubah masam.


"ini nggak seperti yang kamu pikir..." ucap Johan santai.


"sini...." ucapnya lagi.


Namun Adela menolak.Entahlah,sejak mengandung Adela berubah jadi gampang cemburu,lebih galak,lebih manja,dan jadi semakin cengeng.Mungkin bawaan bayi.


"nggak usah ngambekan deh....sini...." ucap Johan mencoba meraih tangan Adela.


Clara mendekat..


"apa kabar perempuan miskin" ucap Clara angkuh


Adela menatap tidak suka pada wanita yang kini berada di hadapannya itu.


"gimana rasanya jadi bagian keluarga Alexander?seneng lo sekarang?!udah merasa hebat ya lo"

__ADS_1


Adela tetap diam sambil menatap benci pada wanita di hadapannya itu.


"by the way....lo masih suka tepe tepe sama Marvel?lo kan murahan...." ucap Clara


plaakkk.....


sebuah tamparan keras mendarat di pipi Clara.


Dari Johan?


bukan..


tapi dari Adela.


Membuat Johan dan Clara terkejut....


"jaga ya mulut lo!"ucap Adela sambil menunjuk nunjuk wajah Clara.


" siapa yang murahan?!gue apa lo?!ngapain lo disini?lo lupa dia suami gue?!"


"nggak laku ya?sampai ngejar ngejar suami orang?" ucap Adela sadis...


Clara naik pitam,ia mengetatkan giginya,tangannya mengepal,ia tidak terima dikatai seperti itu.


"kenapa?nggak suka?harusnya lo sadar....suami gue nggak mau sama lo...tau diri dikit kek jadi perempuan!" ucap Adela


"lo....!!berani beraninya lo bicara seperti itu sama gue...!!"


"pergi...." ucap Adela menunjuk arah pintu,meminta Clara untuk keluar dari ruangan suaminya.


Clara semakin murka..


"lo lihat ya....gue nggak akan tinggal diam..!" ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat itu sambil membanting pintu.


Seperginya Clara....


Adela menatap kesal pada Johan yang justru berdiri sambil terus mengulum senyum.


"kenapa senyum senyum?lagi bahagia ya...abis pangku pangkuan sama cewek cantik..!"ucap Adela kesal.


" apaan sih....cemburu ya.."ucapnya menggoda.


" apaan sih....!nggak ya...ngapain cemburu sama ulat bulu... !"


"nah....itu tau...ngapain cemburu sama ulat bulu...udah sini..." ucap Johan sambil membimbing Adela masuk kedalam dekapannya.


Adela pun menurut,meskipun dalam hatinya masih merasa kesal.


Johan mengajak Adela untuk duduk di sofa panjang di sana.


"ngapain dia tadi datang kesini" tanya Adela masih kesal.Saat ini mereka sudah duduk di sofa,Johan meraih tas bekal yang dibawa Adel,lalu meletakkannya di meja.


Johan kembali membimbing Adela untuk masuk kedalam dekapannya.


"nawarin jadi istri kedua..." ucap Johan santai.


Adela reflek memukul dada bidang Johan,membuat Johan tertawa....


"haha...bercanda sayang..." ucap Johan lalu mengeratkan pelukan nya.Adela mulai mendusel ke dalam ketiak sang suami.Entahlah,Adela sekarang suka sekali dengan aroma ketiak Johan.


"kamu jangan genit genit mas sama perempuan!kamu bentar lagi punya anak" ucapnya kini mulai manja.


"siapa yang genit....dia aja yang nyosor"


Adela semakin menempelkan tubuhnya pada suaminya,seolah tak mau lepas.


Johan mengecup pucuk kening istrinya.


Adela mengarahkan tangan besar Johan untuk menyentuh perutnya.


"mas...."

__ADS_1


"apa?"


"dedeknya pengen di cium papa "ucap Adela.


Johan tersenyum.


Pria itu segera menunduk,mensejajarkan kepalanya dengan perut sang istri.Johan mengusap perut Adela yang masih rata.


" hai jagoan papa....jadi anak pintar ya....jagain mama..."ucapnya seolah sedang berbicara dengan sang jabang bayi yang masih di dalam perut.


Adela tersenyum,Johan mencium perut itu berkali kali dengan lembut .


"mas...."


"ya..."


"aku boleh nggak main ke rumah mama"


"mau ngapain?" tanya Johan yang kini berbaring dengan paha Adela sebagai bantal.


Adela menggerakkan tangannya mengusap rambut Johan.


"aku pengen dimasakin mama"


"dia nggak bisa masak sayang..."


"masa sih?tapi aku pengen mas....."


"aku aja yang masakin,kamu mau?"


"aku maunya mama....!aku juga kangen sama mama" rengeknya.


Johan menghela nafas panjang.


"boleh ya papa......" ucap Adela merayu sambil jari jemarinya bermain di pipi Johan,seolah melukis sesuatu di sana.


"ya udah...tapi besok ya....aku sibuk hari ini" ucap Johan


"kan ada supir"


"Adel....besok aja...!" ucap Johan sedikit tegas.


"aku maunya sekarang mas......." Adela kembali merengek.


Johan mengusap wajahnya kasar.


"maass....."


"iya...iya...iya....!nanti diantar supir..!ntar malem aku jemput...!" ucap Johan akhirnya.


"ooouugghh...makacih papa..." ucap Adel dengan ekspresinya yang menggemaskan.


Johan menggelengkan kepalanya melihat istrinya begitu bahagia.Dia tidak menyangka bahwa Adela akan sedekat itu dengan ibu tirinya tersebut.


...----------------...


Hai readers jangan lupa mampir di novel kedua ku....



***DITUNGGU LIKE KOMENT DAN VOTE NYA....JANGAN LUPA DI ADD KE RAK BUKU KAMU SEMUA🥰🥰🥰🥰🥰


...----------------...


**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤********


__ADS_2