
Adela bergegas pergi meninggalkan suaminya itu menuju toilet restorant.Saat Adel sudah sampai di depan pintu bertuliskan "women" itu,tiba tiba.....
"Adela...."
Suara seorang laki laki dari belakang Adela,Adel sontak menoleh ke arah sumber suara tersebut.
deg.....
"Bayu...." batinnya.
Bayu menatap tajam pada wanita di hadapannya itu.Adela segera menundukkan pandangannya.
"ternyata kita ketemu lagi..." ucap Bayu dengan senyuman di wajahnya.Entah kenapa ada rasa bahagia dari pria yang kini menggunakan hoodie warna hijau botol itu saat bertemu Adel.
Adela hanya menunduk,ia tak mau merespon ucapan pria yang dulu pernah dikaguminya selama kurang lebih dua tahun itu.
"setelah lo nggak angkat telfon dari gue...dan nomor lo tiba tiba nggak bisa dihubungi...gue kira lo udah kabur dari tangung jawab" ucap Bayu dengan pandangan yang tak pernah lepas dari sosok wanita di hadapannya itu.Ya...
sejak Adela mendapat telfon dari Bayu,,istri Johan Alexander itu sudah mematikan ponselnya dan belum ia sentuh lagi hingga saat ini.
"maaf....hp saya mati.Berapa kerugian yang harus saya bayar?" tanya Adela dengan wajah yang terus menunduk
Bayu tersenyum sinis.
"se kaya itu lo sekarang....Adela Belva ?" ucap Bayu dengan penekanan saat menyebut nama Adel.
deg....
Jantung Adela berdetak kencang,ia meremas ujung hijabnya,mencoba menyalurkan rasa takut nya.Hal itu berhasil di tangkap oleh mata Bayu.Adela tidak berubah dari dulu,ia selalu melakukan hal yang sama saat ia merasa takut,cemas,dan tidak nyaman.
Seringai muncul dari bibir Bayu.Ia mendekati Adela,tagannya terangkat menyentuh bahu Adela.
"apa kabar pengagumku?" ucapnya sambil menyentuh bahu wanita itu,tapi secara cepat Adel menepisnya.
"berapa kerugian yang harus saya bayar?saya akan bayar sekarang dan urusan di antara kita selesai..." ucap Adela yang kini wajahnya sudah terangkat,ia menatap Bayu dengan tatapan tidak suka.
Bayu menatap Adela dengan tatapan merendahkan..
"jadi begini cara lo berterima kasih sama orang yang udah nyelametin nyawa lo?" ucapnya dengan senyuman sinis.
Adela menghela nafas panjang,dadanya sudah terasa sesak berhadapan dengan pria ini.
"mau anda apa?"
Bayu mendekatkan wajahnya,lalu berbisik tepat ditelinga Adela,membuat jantung wanita itu semakin berdetak tak karuan.
"jangan abaikan telfon dari gue..." ucapnya berbisik.Bayu tersenyum menyeringai,kemudian pergi meninggalkan Adela yang masih mematung di tempat itu.
Adela menyandarkan tubuhnya pada dinding,dan memejamkan matanya.Mencoba menetralkan debaran di dadanya.
Adela segera masuk ke toilet wanita tersebut.
Sementara itu..
Johan masih sibuk dengan ponselnya,sembari menunggu istri tercintanya itu kembali dari toilet.Makanan yang ia pesan pun sudah terhidang di meja,namun wanita itu belum muncul juga.
Johan melirik arlojinya,sudah sepuluh menit tapi wanita itu tidak muncul muncul juga,kemana dia?
__ADS_1
Tiba tiba.....
"pak Johan..?"sapa seorang laki laki sambil menepuk pundak Johan pelan.
Johan pun menoleh ke arah sumber suara.Ia menyipitkan matanya,mencoba mengingat ingat siapa pria yang ada di hadapannya itu.
" saya Bayu pak....anak pak Anggara,pemilik AH Corp" ucap pria itu.
"oh...iya....maaf..saya lupa.." ucap Johan.
Bayu tertawa ringan.
"bapak sedang apa disini?" tanya Bayu sambil melihat meja yang sudah dipenuhi makanan dan sebuah tas wanita ada di atas meja.
"saya sedang makan siang dengan istri saya..." ucap Johan santai sambil duduk menyandarkan tubuhnya.
"jadi pak Johan sudah punya istri?hebat sekali wanita itu...bisa menaklukkan pria dingin dan angkuh seperti pak Johan"batinnya.
"oh begitu...ya sudah kalau begitu pak,selamat makan
.saya permisi dulu...mari pak.." ucap Bayu sopan dijawab dengan anggukan kepala dari Johan,Bayu pun lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Johan kembali melirik jam di tangannya,istrinya belum muncul juga,ia kemudian bangkit berniat hendak menyusul Adela ke toilet,saat berbalik badan..
"mas...." Adel sudah berada tak jauh dari meja mereka,berjalan mendekati Johan.
"mas mau kemana?" tanyanya
"aku tadinya mau nyusulin kamu Del....kamu lama banget di toiletnya." ucap Johan.
Mereka pun kembali duduk.
Johan tersenyum...
"bukan nungguin nya sayang...aku khawatir,aku kira kamu kenapa kenapa..." ucap Johan sambil memegang telapak tangan Adela.Wanita itu tersenyum haru,ia meremas tangan laki laki pujaannya itu.
"aku beruntung banget punya suami kayak kamu mas....jadi makin sayang... " ucapnya manja.Membuat Johan tersenyum gemas
"nggak usah mulai deh....disini banyak orang...kalau aku sa**e susah nyari tempat" ucap Johan vulgar.Membuat Adela reflek menarik tangannya dari genggaman suaminya.
"ih...mas...ngomongnya...." ucap Adela.
Johan pun tertawa.
"makan gihh....katanya tadi lapar..." ucap Johan.
Mereka pun makan siang bersama....
...****...
Di tempat lain di waktu yang sama.....
Jam makan siang...
Di sebuah gang kecil tak jauh dari kantor Alexander Group
plaaakkk.....
__ADS_1
sebuah tamparan keras mendarat di pipi seorang gadis yang sudah basah karena lelehan air mata itu.
Gadis itu hanya diam,sedangkan air mata itu terus menerus luruh tanpa bisa dibendung.
"anak sia**n...!aku menyesal sudah membesarkan anak sepertimu...!!" umpat seorang wanita dengan polesan make up yang menor dan menggunakan pakaian yang serba ketat.Di belakangnya terdapat dua pria berbadan besar yang merupakan anak buahnya.
Selly tak bergeming,ia hanya menerima semua perlakuan ibu kandungnya ini tanpa membalas ataupun mengucap sepatah kata pun.Tatapan matanya nampak kosong menatap lurus kedepan,seolah kini yang berada di tempat itu hanyalah raganya,sedangkan sukmanya pergi entah kemana.
"mana uangnya....mana...!!" ucap wanita paruh baya itu sambil menggeledah sekujur tubuh Selly,mencari lembaran rupiah yang ia inginkan.Namun ia tak menemukan sepeser pun.
Lantaran kesal karena tak mendapatkan yang di inginkan,wanita paruh baya bernama Nani itu menjambak rambut anak kandungnya tersebut,,,
"nggak ada gunanya kamu kerja di tempat ini...!mendingan sekarang kamu pulang!ikut mama...!!"
"lepasin ma..." ucap Selly sambil mengetatkan rahangnya menahan marah.
Tapi Nani tak peduli,dengan tangan yang masih mencengkeram rambut Selly,ia memaksa gadis itu untuk ikut dengannya.Selly pun berontak..
"LEPASIN....!!" ucapnya dengan berteriak membuat Nani menghentikan langkahnya.
"Jangan pernah memaksa aku untuk ikut dengan mama!" ucapnya penuh penekanan.Rambutnya yang berantakan,sebagian menjulur kedepan wajahnya,sedikit mwnutupi tatapan matanya yang menajam.Seolah melukiskan rasa sakit dan kecewa yang ia rasakan saat ini.Air mata itu terus menerus tumpah.Namun tak terdengar suara isakan disana.
Nani tak kalah tajam menatap putrinya itu,seolah wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah musuhnya,bukan anak kandungnya.
"berani kamu sama saya sekarang?!hahh...!!"
"dasar anak tidak tau diri...!!aku menyesal sudah melahirkanmu ke dunia ini...!!" ucapnya lagi penuh penekanan.
Selly tersenyum getir...
"kalau aku bisa memilih ma....aku juga nggak mau terlahir dari rahim seorang wanita malam seperti mama....!!!" ucapnya teriak.
plaaakkkk.....
tamparan keras kembali mendarat di pipi Selly.
"jaga bicaramu...!!dasar anak durhaka...!!!"
Selly tertawa getir...
"iya....aku anak durhaka.AKU ANAK DURHAKA..!AKU ANAK HARAM...!AKU ANAK YANG TERLAHIR DARI RAHIM SEORANG MUCIKARII.....!!!"teriaknya.
"jaga....bicaramu....." ucap Nani dengan penuh penekanan,rahangnya mengetat....tangannya mengepal,aura seorang wanita kejam nampak terlihat jelas dari wajahnya.
"seret dia...." ucapnya lagi.Memerintahkan dua bodyguard nya untuk menyeret anak kandungnya itu.
Dua bodyguard itu pun mendekati Selly,lalu menarik kasar tangan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil yang terparkir tak jauh dari tempat itu.
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****