
Mobil itu sampai di sebuah rumah sakit tempat Adela bersalin.Dokter Joseph turun dari mobil bersama sang perawat,menyiapkan kursi roda lalu bersama dengan seorang perawat ia memapah tubuh besar Johan.
Sang perawat pun mendorong kursi roda Johan menuju ruang bersalin yang sudah ditunjukkan Marvel melalui ponsel.
Sang perawat melangkah lebar,Johan merasa deg degan.Bagaimana kondisi Adel?dia pasti menderita di dalam ruang bersalin.Harusnya dia ada di sampingnya saat ini.
Ketiga orang itu pun sampai di depan ruang bersalin.Marvel dan Selly pun bangkit.Dilihatnya dari jauh laki laki yang tengah duduk di kursi roda itu dengan rambut kumis dan jenggot yang jauh lebih lebat dari yang biasa mereka lihat.
"Johan...." ucap Marvel saat laki-laki itu mendekat.
"Adel mana?" tanya Johan tak sabar.
"dia ada di dalam..."
"gue mau ke dalam"
"kita tunggu saja dulu tuan" ucap sang dokter.
Johan mengatupkan kedua tangannya,ia merasakan cemas yang luar biasa.Bagaimana kondisi Adel di dalam?
Cukup lama mereka menunggu,hingga....
oooeee......ooooeeeeee....
Suara itu menggema hingga ke luar ruangan bersalin.Johan tersenyum bahagia.Itu suara tangis anaknya.
"gue mau masuk..." ucap Johan tak sabar.
Marvel hanya mengangguk..
Sementara di dalam ruangan.
Wanita itu menangis lagi.Dua orang putri cantik telah terlahir ke dunia.Adela menangis,antara sedih,terharu,dan bahagia.Harusnya saat ini ada sang suami di sisinya.Turut merasakan kebahagiaan atas kelahiran dua putri kembar mereka.
"anakmu sudah lahir nak...kamu jadi ibu sekarang.." ucap Bu Rusmini.Adela hanya menangis sambil megusap lembut pipi kedua putrinya yang kini ada di dalam dekapannya.
"iya buk....aku jadi ibu...hiks...."ucap Adela sesenggukan.
" permisi buk....kami mandikan dedek bayinya dulu ya...."ucap seorang perawat disana.
"iya sus..." ucap Adel.
Dua orang perawat pun meraih kedua bayi merah yang begitu cantik tersebut,lalu membawa keduanya untuk dimandikan.
ceklek.....
pintu terbuka....
Marvel dan Selly muncul dari balik pintu.
"Adel...." ucap Selly lalu memeluk sang sahabat.
"akhirnya gue punya ponakan.." ucapnya lagi.
"Vel...tolong nanti kamu adzanin keponakan kamu ya" ucap Mama Mira.
"nggak..." ucap Marvel singkat,membuat semua yang ada di sana menoleh ke arahnya.
"kenapa?" tanya mama Mira.
__ADS_1
"ada yang lebih berhak meng adzani mereka"ucapnya lagi.
Adela mengernyitkan dahinya.
Seorang dokter paruh baya masuk kedalam ruangan itu sambil mendorong kursi roda,dimana seorang pria berbadan tegap duduk dengan raut bahagia disana.
Adela membelalakkan matanya.Begitu juga Bu Rusmini dan mama Mira,mereka bahkan sudah membelalakkan matanya melihat kedatangan pria yang dikira sudah meninggal itu.
Adela semakin menangis haru.Itu Johan...suaminya.Laki laki yang selalu ia tunggui kepulangan nya.Hari ini ia datang,ia kembali tepat di hari kelahiran sang putri.
" mas...."lirihnya dengan suara yang masih lemah.
Johan tersenyum,kursi roda itu bergerak mendekati ranjang pasien.
Adela yang masih lemah pun bangkit,mencoba untuk duduk.Bu Rusmini pun membantu sang anak.Tangan Adela tergerak,ia menyentuh pipi berjambang lebat itu.
"kamu pulang mas?" ucapnya dengan mata yang semakin basah.
"ya pastilah aku pulang....aku udah janji akan jemput kamu.Aku udah janji akan nemenin kamu lahiran kan?maaf....aku telat" ucap Johan sambil menciumi telapak tangan istrinya.
Adela terisak....
"aku yakin kamu pasti pulang mas....kamu pasti nepatin janji kamu...hikkss....." ucap Adela.
Johan tersenyum,satu tangan besarnya tergerak mengusap lelehan air mata yang sudah banjir itu.
"jangan nangis dong...masa suami pulang malah nangis" ucapnya sambil tersenyum.
Adela tertawa renyah di dalam tangisnya.
"kamu kenapa pakai kursi roda?mana yang sakit?" tanya Adela.
"ceritanya panjang sayang...nanti aku ceritain" ucap Johan.
Adel menoleh ke arah sang dokter
"terima kasih banyak dok...sudah menolong suami saya" ucap Adel sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada
"sama sama nona" ucap sang dokter sambil sedikit membungkuk.
Adela kembali menatap sang suami.Rasanya seperti mimpi,ia yang sudah hampir putus asa menanti kedatangan Johan,hari ini ia dipertemukan lagi dengan pria pemilik hatinya itu.Senyuman tak hentu mengembang dari bibir wanita dengan mata yang masih bengkak itu.
Bu Rusmini dan Mama Mira yang ada disana pun ikut bahagia menyaksikan pemandangan itu.Marvel merangkul pundak sang istri yang berdiri dibelakangnya.
"keknya kita perlu punya anak deh nyet...pulang yuk bikin..." ucap Marvel berbisik.
Selly mencubit pinggang sang suami.
"aww...sakit nyet!kok malah di cubit sih" ucap Marvel masih dengan suara pelan.
"lo kalau ngomong nggak tau tempat banget deh..!" ucap Selly sambil melotot.
Marvel tertawa lucu melihat raut wajah Selly.
"nggak usah melotot...!jelek tauk...jadi pen gigit" ucapnya.
Selly sedikit berjinjit mencoba mensejajarkan wajahnya dengan wajah sang suami.Postur tubuh Marvel yang tinggi besar,sedang Selly yang mungil membuat Selly kesulitan untuk memposisikan wajahnya sejajar dengan sang suami
"ngapain kek gitu?minta cium?"
"katanya pen gigit...nih gigit" ucap Selly menantang sambil menyodorkan pipinya.
__ADS_1
"jangan mancing...udah tegang nih" ucap Marvel
Selly menunduk menatap ke arah bawah perut Marvel yang nampak mengeras.Dengan satu gerakan..
takk....
Selly menyentil benda berbalut jeans putih itu pelan.
"an**it..!lu emang senengnya mancing ya..." ucap Marvel.
Selly hanya tertawa ringan.Marvel merangkul pundak Selly lalu menggigit gemas pipi mulus wanita itu.
Tak berapa lama kemudian,
Dua perawat yang memandikan putri mereka pun datang.
"dedeknya sudah bersih buk....silahkan di adzani dulu" ucap sang perawat.
Dua orang perawat itupun menyerahkan kedua bayi mungil tersebut.Satu di tangan Johan,satu di tangan Adela.
Johan mulai mendekatkan mulutnya ke arah telinga sebelah kanan sang bayi.
"Allahu Akbar.....Allahu Akbar..."
Lantunan Adzan mengalun merdu dari bibir pria itu.Pria itu begitu bahagia,suaranya bergetar,ia tak menyangka kini ia sudah menjadi seorang ayah dari dua orang putri cantik.
Adela kembali meneteskan air mata.Akhirnya keluarga nya lengkap.Suaminya kembali,dan kini ia sudah memiliki dua orang putri cantik.
Johan selesai dengan adzannya,sang perawat membantu mengubah posisi bayi,agar Johan mudah melantunkan iqomah di telinga kiri sang bayi.Iqomah pun berkumandang.
Suasana haru menyeruak disana.Membuat semua yang ada disana ikut meneteskan air mata.
Sang perawat mengangkat bayi di tangan Johan,lalu menukarnya dengan bayi ditangan Adel.Lantunan Adzan dan iqomah pun kembali terdengar lirih disana.
Selly menyandarkan kepalanya din lengan sang suami.
"so sweet banget momentnya" ucapnya.
Marvel hanya tersenyum sambil merangkul pundak Selly.
Adzan dan iqomah pun selesai...
"siapa nama anak anak mu nak?" tanya Bu Rusmini pada Johan.
"Aurum di tangan papa,dan Shanum di tangan mama" ucap Johan.
Adel tersenyum,begitu juga orang orang yang ada disana.Nama yang indah untuk dua putri kecil nan cantik itu.
...----------------...
***PENGUMUMAN.........!!!
AUTHOR BOLEH DONG MINTA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAK.....π
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI NOVEL KEDUA AUTHOR
ππππ***
οΏΌ
***SEKIAN PENGUMUMAN NYA.....
__ADS_1
TERIMA KASIH...ππππππππ***