
Di sebuah kamar hotel...
krruukkk.....
Cacing cacing di perut gadis itu mulai menabuhkan genderang perang.Sejak samalam Selly belum makan barang sesuap pun.Kini perutnya terasa perih karena kosong.Selly berkali kali menoleh ke arah pintu,berharap pria yang semalam membawanya ke hotel itu muncul dan membawakan makanan untuknya.Ya....semalam Marvel tak mengantar Selly ke kost an nya.Ia justru membawa Selly ke hotel dan menginap di sana.Mereka menginap di kamar yang berbeda dan bersebelahan.Namun sejak pagi,ia belum melihat batang hidung pria 34tahun ini.Entah kemana perginya.
Selly bangkit,ia keluar kamar menuju kamar disebelahnya.Berharap bisa menemukan pria itu dan mendapatkan makanan.Ya...kali ini Selly memang mengharapkan bantuan Marvel,bahkan bisa dibilang ia hanya mengandalkan pria itu sekarang.Saat ini ia tak punya uang sepeser pun,hanya pakaian yang melekat di badan yang jadi harta bendanya,itupun kurang bahan😪
Selly mendekati pintu kamar Marvel...
tok....tok.....tok.....
pintu diketuk...
tak ada sahutan...
Selly mencoba lagi..
tokk...tokk..tokk....
ceklek....
pintu terbuka...
Marvel muncul dari dalam kamar hotel dengan muka bantalnya,dengan handuk yang dililitkan di pinggang
Selly membelalakkan matanya.Mulutnya bahkan sudah terbuka melihat tampilan roti sobek di perut pria 35 tahun itu.
"kenapa lo?bodi gue emang bagus....nggak usah ngiler" ucap Marvel sambil mengucek matanya.Ia baru bangun tidur dan hendak mandi,namun tiba tiba pintu kamarnya di ketuk,membuat Marvel mengurungkan niatnya.Ia yang sudah terlanjur telan**ng lantas mengambil handuk untuk menutupi bagian bawah perutnya.
Selly segera menunduk,
"ngapain lo kesini?" tanyanya lagi.
Selly mengarahkan pandangannya ke segala arah di lantai marmer itu.
"emm....saya......"
Marvel mengernyitkan dahinya,menunggu jawaban dari gadis di hadapannya itu....
kruuukkk....kruuukkk....
Selly semakin menunduk,perutnya berbunyi seolah ia ingin mengatakan pada Marvel bahwa Selly lapar.
Marvel menaikkan satu sudut bibirnya..
"lo laper?" tanya Marvel.
Selly hanya mengangguk.
"gue mandi dulu....abis itu gue cariin lo makan..." ucapnya kemudian menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar membuat Selly terlonjak kaget.
Selly mengelus dada...
"dia nggak bisa apa lembut dikit ama cewek....pantesan Clara nggak mau sama dia" gumamnya.
...****...
Di tempat terpisah.
Dua wanita beda usia itu nampak sibuk memilih milih perhiasan di sebuah toko perhiasan di sebuah mall yang cukup besar di kota itu.Mira memilih milih gelang disana.
__ADS_1
"ini bagus ya Del..." ucap Mira pada Adela
"iya ma..."ucap Adela.
" kamu juga suka perhiasan?"
"suka ma...."
"ya udah....kalau gitu mama beli dua...satu buat kamu...satu lagi buat mama..."
"nggak usah ma...."ucap Adela menolak
"lohhh....nggak apa apa...kita couple an sayang....biar semua orqng tau kalau kamu itu anak mantunya mama....!mama itu seneng banget lo jalan sama kamu,mama jadi ada temannya,biasanya mama itu selalu merasa kesepian.Kemana mana cuma sendiri,sampai dirumah cuma ketemu papa lagi...papa lagi...."ucap Mira mulai nyerocos
"mama kan juga pengen punya teman ngobrol,teman belanja.Kalau papa mana bisa di ajak belanja...!baru jalan sebentar saja udah ngeluh capek lah...bosen lah....pokoknya nggak asik deh...beda kalau sama kamu...." ucapnya panjang lebar.
Adela tersenyum,ternyata mama mertuanya yang selalu tampil diam jika ada Johan itu cerewet juga.
"habis ini mama mau ngajak kamu ke salon...kita perawatan bareng...." ucap Mira antusias.
"aku nggak biasa ke salon ma...."
"mulai hari ini...kamu akan terbiasa...." ucap Mira yakin.
"mbak...." ucap Mira memanggil salah satu pegawai disana.
"iya nyonya...."
"saya mau Gelang ini dua ya" ucap Mira sambil menyodorkan gelang yang ia inginkan serta black card nya untuk melakukan pembayaran.
"baik nyonya...mohon tunggu sebentar...." ucap pegawai wanita itu.
Sementara menunggu si pegawai...
"Adela....makasih ya...."
"untuk semuanya....semua perubahan dalam diri putra tiriku"
Adela tersenyum....
"Adel nggak melakukan apa apa ma..."
Mira memegang telapak tangan Adela.
"kamu wanita yang baik nak....Johan beruntung memiliki wanita seperti kamu..." ucapnya.
Adela hanya tersenyum.
"permisi nyonya...ini kartu anda,dan ini gelang pesanan anda..." ucap sang pegawai sambil memberikan kartu dan gelang milik Mira.
"makasih ya mbak.."
"sama sama nyonya....terima kasih sudah berkunjung...."ucap sang pegawai sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
Mira meraih tangan Adela,lalu memasangkan satu gelang yang ia beli di tangan mulus itu.
" ingat....ini pemberian mama....dijaga...jangan sampai hilang....."ucap Mira.
Adela tersenyum haru.
"mama baik banget....makasih ya ma...."
"sama sama sayang.." ucap Mira lalu memeluk menantunya itu.Adela sedikit terkejut mendapatkan perlakuan itu,ia pun kemudian membalas pelukan hangat tersebut.
__ADS_1
Sesaat mereka berpelukan,mereka kemudian saling melepas pelukan masing masing...
Mira segera mengajak Adela keluar dari tempat itu,mereka bergandengan selayaknya seorang sahabat.
" eh...sayang....sebentar....kita beli parfum dulu..."ucap Mira.
Mira menggandeng tangan Adela masuk ke dalam toko parfum mewah itu.Mira nampak memilih milih parfum parfum berharga fantastis di sana.
Aroma menyengat berbagai warna parfum itu sontak membuat perut Adela berontak.Adel menghentikan langkahnya,membuat Mira ikut berhenti dan menoleh ke arah Adela..
"ada apa sayang?"
"ma...Adel mual,pusing....kita pulang aja yuk..."
Mira menyentuh kening menantunya itu,keringat dingin mulai membasahi kening wanita tersebut.Wajahnya sudah nampak pucat,membuat Mira merasa panik.
"kamu kenapa?kamu sakit?"
"nggak tau ma...pulang ya...." ucap Adela yang mulai lemas.
"iya...ya udah kita pulang sekarang ya nak...." ucap Mira lalu bergegas mengajak Adela keluar dari toko itu.
Saat baru saja mereka keluar dari toko itu..karena terburu buru dan sambil memapah Adela...
tiba tiba....
buugghh...
Mira menabrak tubuh seorang wanita yang usianya hampir sama dengan dirinya.Sebuah tabrakan yang cukup keras,membuat wanita itu mengumpat....
"heeii....an**ng...!nggak punya mata ya kamu...!" ucap wanita itu emosi sambil menunjuk nunjuk wajah Mira.
Mira mengangkat kepalanya,menatap ke arah wanita yang baru saja di tabraknya.Seketika kedua mata itu saling terkunci.Sesaat mereka saling menatap,kemudian Mira beralih menatap pria di samping wanita yang ia tabrak.
Mulut Mira terbuka,ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya,tubuhnya bergetar,dadanya naik turun dengan tatapan mata yang tak lepas dari pria tinggi besar itu.
"ma?mama kenapa?" tanya Adela dengan suara lemah sambil memegang pundak sang mama mertua.
Mira menggelengkan kepalanya
"nggak....nggak ada apa apa....ayo kita pergi dari sini" ucap Mira kemudian meraih tangan Adela dan mengajak Adela pergi.
Namun tiba tiba....
bruuukk....
"ADEL.....!!!"
...****************...
***maaf....hari ini up nya telat✌ada urusan dikit..hehehe.....
tapi selalu di usahakan up tiap hari ya kak...paling nggak satu atau dua bab...🥰***
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****