
Gadis itu terus melangkah mengimbangi langkah kaki pria paruh baya itu.Sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tak tumpah.
Tanpa mereka sadari,seorang pria terus mengikuti mereka dari belakang dengan jarak yang tak terlalu jauh.Tatapan mata itu tak pernah lepas dari sosok gadis yang selama beberapa hari ini selalu mengganggu pikiran nya.
Selly dan Burhan sudah sampai di sebuah acara ulang tahun seorang pengusaha kaya raya yang merupakan rekan bisnis Burhan.Pemilik perusahaan besar yang kini tengah membantu menanam saham di perusahaan yang mulai merintis seperti milik Burhan,Tuan Alexander.
Burhan mendekati sang pemilik acara...
"selamat ulang tahun pak Jonathan....sebuah kehormatan bapak sudi mengundang saya di acara ulang tahun bapak...." ucap Burhan.
"oh....terima kasih pak....silahkan menikmati jamuan dari kami" ucap tuan Alexander.
Burhan kembali merengkuh pinggang ramping Selly.Gadis itu terus menunduk,seolah tak berani menampakkan wajahnya,ia pun tak tahu dimana dirinya berada sekarang.Ia merasa sangat malu dengan penampilan nya saat ini yang begitu terbuka.Burhan menghampiri beberapa rekan bisnisnya,mereka saling menyapa dan berbasa basi.Tak jarang para pria itu menatap Selly dengan tatapan takjub sekaligus na*su,pasalnya tubuh molek wanita itu nampak terbentuk dengan sangat sempurna.
Sementara itu,Johan kini hendak mengambil minuman untuk Adela setelah memberikan kadonya untuk Jonathan.Pandangan matanya tak sengaja menangkap sebuah objek yang cukup mengganggu penglihatannya.
"Selly?"gumamnya.
Johan menyipitkan matanya,seolah mencoba memperjelas penglihatannya.
" what?"ucapnya kemudian.Seolah tak percaya dengan yang ia lihat saat ini,pasalnya penampilan Selly sangat berbeda dengan Selly sahabat Adela yang ia kenal.
Johan kemudian mengedarkan pandangan matanya,mencari cari dimana keberadaan Marvel yang sedari pagi kalang kabut mencari sosok gadis itu.
Pandangan mata Johan berhenti pada sosok pria yang kini tengah berdiri sendiri tak jauh dari tempat itu,matanya
nampak merah menatap tajam pria buncit dan gadis berpenampilan sexy disana,tangannya sudah mengepal,tak ada senyum ramah dalam dirinya yang biasa ia tampilkan.
Johan menaikkan satu sudut bibirnya,sepertinya Marvel memang manaruh hati pada Selly.Johan ingin menghampiri Marvel,tapi ia teringat pada sosok wanitanya yang sudah menunggu di kursi yang letaknya agak jauh dari keramaian.Johan segera mengambil minuman lalu pergi meninggalkan tempat itu.
...****...
Sementara itu....
"ehheemmm...."
Suara itu mengagetkan Adela yang tengah sibuk dengan ponselnya.Ia mengangkat kepalanya,mengarahkan pandangan mata nya ke arah sumber suara tersebut.
"Bayu...." gumamnya.
Bayu tersenyum sinis.
__ADS_1
"kita ketemu lagi..." ucapnya kemudian.Bayu yang sebagai anak dari pemilik AH Corp juga di undang sebagai tamu di acara ulang tahun tersebut.
Adela bangkit dari duduknya.
"lo ngapain di sini?" tanya Bayu.
"bukan urusan anda.." ucap Adela kemudian hendak pergi meninggalkan tempat itu.Tapi tiba tiba Bayu menarik tangan Adela membuat tubuh Adela masuk ke dalam dekapannya.
plaakkk...
hmmmkkkk....
sebuah tamparan secara reflek Adela berikan untuk laki kaki itu.Adela kemudian menutup mulutnya,rasa mual kembali menyerangnya.
"lo kenapa?lo sakit?" tanya Bayu,kemudian melangkah hendak mendekati Adela lagi.Tapi Adela mengangkat tangannya,mengisyaratkan Bayu agar tak mendekat.Namun Bayu tak berhenti,ia kembali memegang lengan Adela.
"kalau lo sakit gue antar lo ke dokter" ucap Bayu.
"lepaskan saya.." ucap Adela sambil menahan mual.
"udahlah...gue antar lo ke dokter,nggak usah gengsi..." ucap Adela.
"saya bisa pergi sendiri..lepasin..!"
"ada apa ini?" suara yang terdengar dingin itu berhasil membuat kedua manusia tersebut menghentikan pergerakan mereka.
"mas..." ucap Adela,ia kemudiam menghempaskan tangan Bayu,kemudian menabrakkan dirinya pada tubuh suaminya,lalu memeluknya,ia menenggelamkan wajahnya di ketiak suaminya seolah mencari tempat paling nyaman untuk menghilangkan rasa mualnya.Johan pun mendekap tubuh Adela,seolah memberikan perlindungan pada wanitanya tersebut.Sedangkan gelas minuman yang tadi dibawanya sudah ia lempar entah kemana saat melihat sang pujaan hati sedang bersama pria lain.
Bayu terbelalak.Adela dipeluk Johan?putra Alexander?ada hubungan apa mereka?setau Bayu Adela hanyalah anak dari petani miskin.
Mungkinkah Adela.......??
Bayu menggelengkan kepalanya pelan.Jika memang Adela benar istri Johan habis sudah riwayatnya.Ia sudah mengganggu istri seorang pria angkuh dan kejam bernama Johan Alexander.
"ada masalah apa anda dengan ustri saya?" tanya Johan dingin.Ucapan itu sontak membuat Bayu kaget hingga membuka mulutnya.
Sorot mata Johan berubah menjadi garang,sedangkan Adela masih terus mendusel di tubuh Johan.
"jawab...!!" ucapnya teriak membuat beberapa tamu di sana menoleh ke arah mereka.
Bayu mulai gemetar
__ADS_1
"ma...ma..maafkan saya tuan...sa..saya tidak tahu..ka kalau dia adalah istri tuan" ucap Bayu terbata bata.
"dan sekarang kau sudah tau sedang berurusan dengan siapa?" ucap Johan dingin dan mengambil pistol dari balik jas nya,lalu mengarahkan benda tersebut ke arah Bayu.
Hal itu sontak menjadi pusat perhatian semua tamu yang ada di sana,mereka histeris,lalu mundur menjauhkan diri dari ketiga orang yang berseteru itu.
Bayu semakin gemetar,Adela mengangkat kepalanya melihat aksi sang suami.
"ampun tuan.Saya minta maaf.." ucap Bayu.
"aku tidak pernah memberi maaf pada siapapun yang berani mengganggu wanitaku" ucap Johan dingin sambil terus membidik target di hadapannya itu.
"mas...jangan..." ucap Adela.
Tapi Johan tak menggubris,sorot mata tajam dengan aura membunuh sudah nampak jelas dari dirinya.
"mas....jangaan....." ucap Adela sambil tangannya mencoba membimbing lengan besar itu untuk menurunkan senjatanya.Namun lengan itu seolah sudah kaku.
"mas....kamu udah janji kan nggak akan kayak gini lagi..?aku takut...." ucap Adela yang kini mulai menangis,membuat dada Johan bergetar.
"tolong mas....jangan...." ucapnya lagi dengan memohon.Johan masih tak bergeming.
"mas...udah ya...jangan sayang...." ucap Adela pelan,perlahan ia membimbing lengan itu untuk turun,Johanpun akhirnya menurut,ia tak mau melihat istrinya menangis.
Johan menatap Adela,mengusap lelehan air mata di pipi mulus itu lalu kembali mendekap istrinya agar kembali ke pelukannya.Adelapun menurut.Johan kemudian menatap bengis pada Bayu yang masih gemetar.
"ucapkan selamat tinggal pada perusahaan mu setelah ini kep***t....!" ucap Johan dingin kemudian pergi bersama Adela meninggalkan tempat itu.
Kejadian itu cukup membuat semua tamu yang ada di sana bergidik ngeri melihat betapa menyeramkannya seorang Johan jika sedang marah.Mereka juga memuji sosok Adela yang berhasil membuat Johan menurut padanya.Sepertinya Johan memang benar benar sudah jatuh cinta pada istrinya itu.Pujian serta gunjingan itupun tak luput dari pendengaran seorang Bianca Clara yang juga menyaksikan adegan itu.Clara meneteskan air matanya,ia begitu sakit melihat perlakuan Johan pada Adela.Ada rasa tidak terima di sana,tapi ada juga rasa sedih,sedih karena sepertinya sudah tidak ada lagi peluang baginya untuk mendapatkan hati seorang Johan Alexander.
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****