
Lamborghini merah itu terus melesat menembus padatnya jalanan kota itu.
Ponsel Johan berkali kali bordering...
Namun sedari tadi ia tak pernah punya niat untuk mengangkat nya.Adela yang sedari tadi hanya diam menatap keluar jendela pun kali ini mengingatkan Johan untuk mengangkat telfon itu yang entah sudah berapa kali berdering
"tuan....mungkin telfon itu penting" ucap Adela
Johan tak bergeming.Pandangannya tetap lurus kedepan di balik kacamata hitam yang membingkai mata tajamnya.
"tuan..." ucap Adela lagi.
Johan menatap ke arah Adela,lalu mengambil ponselnya
Marvel...
memanggil...
"halo..."
"halo...Jhon lo dimana sih...main ngilang gitu aja...?!lo lupa hari ini kita ada meeting?!" ucap marvel di ujung sana dengan nada meninggi.
"lo aja yang handle" ucap Johan tanpa dosa.
"why...?" tanya Marvel kesal
"sugar baby gue lagi ngajak honeymoon..." jawab Johan sembari menatap gadis disampingnya dengan tatapan nackhal.
Adela nyengir geli,ia semakin merapatkan tubuhnya...
"udah....lo aja yang ngatur...jangan telfon gue lagi" ucap Johan lalu mematikan sambungan telfon sepihak.Membuat Marvel diseberang sana pun mengumpat tak henti henti.
Johan memasukkan hp nya ke saku jas,lalu menatap Adela yang sedari tadi tak berbicara.
"kok diem aja sih baby...." ucap Johan dengan berani.
"tuan....!"
"apa baby.....?"ucap Johan manja
Adela mengetatkan giginya.Tangannya mengepal seolah hendak menonjok wajah Johan yang sedari tadi serasa di atas awan.
Mobil itu terus melaju menjauh dari keramaian ibu kota.
Perjalanan yang cukup jauh membuat Adela tak kuasa menahan rasa kantuknya,ia pun tertidur dalam perjalanan.
Johan teramat sangat menikmati perjalanan ini.Hatinya berbunga bunga,gadis ini sudah berhasil menaklukkan hati seorang Johan Alexander si tuan angkuh.Gadis ini sudah berhasil mengubah warna hidup Johan yang kelam menjadi penuh cinta .
Seorang gadis desa yang memilih mengasingkan diri dari keluarganya,seorang gadis desa yang selalu menjadi bahan bullying karena dianggap gila.Seorang gadis kelas bawah yang jika dibandingkan dengan seorang Johan Alexander rasanya tidak mungkin untuk seorang Johan CEO muda yang kaya raya itu jatuh cinta pada wanita ini.
Tapi bukankah manusia tidak ada yang tau kemana hatinya memilih?bukankah cinta itu urusan Tuhan yang maha membolak balikkan hati dan perasaan?bukankah cinta itu tidak punya mata dan telinga?cinta itu tidak melihat,tidak mendengar,tapi merasakan,cinta itu bergerak...bergerak ke arah kenyamanan,dimana kita merasa dihargai,disayangi.
Johan tersenyum hangat.Kini seolah tidak ada lagi kesedihan dalam dirinya,ia seolah sudah bisa berdamai dengan masalalu nya.Sebuah keyakinan dalam dirinya,ia ingin memiliki wanita disampingnya iini seutuhnya...ia ingin menghujani gadis manis ini dengan kasih sayang dan kebahagiaan.Ia ingin menggantikan semua tangisan Adela dengan tawa bahagia.Ya.....Johan bertekad untuk itu.
2jam perjalanan..mobil merah itu sampai di sebuah villa mewah yang terletak di daerah pegunungan.Itu adalah vila milik keluarga Alexander.
__ADS_1
Johan memberhentikan mobilnya di area halaman yang luas.Johan keluar dari mobil,mengitari mobil dan hendak menggendong Adela yang sedang tertidur.Baru saja Johan hendak menyentuh pundak Adel,gadis itu sudah terbangun,reflek mendorong tubuh Johan hingga terbentur bagian atas mobil.
dugghhh...
" anj*it....!"umpatnya pelan.
" tuan mau ngapain?!"ucap Adela dengan nada sedikit meninggi.
Johan menegakkan posisi berdirinya.
"tadinya gue pen gendong lu kayak di novel novel itu...tapi lu mah nggak asik..!nggak bisa banget di ajak romantis..." ucap Johan kesal sambil mengelus elus kepalanya yang terbentur.
Adela keluar dari mobil.
"kita bukan muhrim tuan....kita nggak boleh gendong gendongan....haram..!" ucap Adela dengan menekan kata haram di sana.
"ya udah kalau gitu kita halalin aja....!" ucap Johan spontan.
"apaan sih tuan..." ucap Adela memalingkan wajahnya,ada semu merah disana,di wajah manis Adela Belva..
Johan tersenyum melihat Adela yang nampak malu malu.
sejenak mereka hanyut dalam pikiran masing masing.Tiba tiba....
"tuan muda?" ucap seorang pria paruh baya di sana,dia adalah pak Asep,penjaga villa ini.
"selamat datang tuan muda.....kenapa tidak mengabari bapak kalau mau kesini?"
"nggak ada rencana pak,tiba tiba kangen aja pengen ke sini" ucap Johan.
"pak..kenalkan...ini nona Adela,teman saya...malam ini kami akan menginap disini" ucap Johan memperkenalkan.
Adela menoleh ke arah Johan dengan cepat.
"nginep?disini?berdua?" ucap Adela beruntun.
Johan mengangguk santai
"nggak...!saya nggak mau..!
saya mau pulang....!" ucap Adela protes.
"ya udah...pulang aja sana..." ucap Johan santai lalu melangkah menuju ke dalam villa.
Adela terdiam,
bagaimana caranya dia pulang?sedangkan dia saja tidak tau dia ada dimana sekarang.
Adela berlari mengejar Johan...
"tuan..!"
"panggil gue daddy....!"
"tuaaannn.!"
__ADS_1
"daddy...!"
"TUAANN......!" bentak Adela sambil menarik jas Johan sehingga membuat pria tampan itu berbalik badan menghadap Adela.
"tuan kita bukan..." ucapan Adela terhenti
"gue tau...!kita bukan muhrim....!lo masih haram buat gue..!makanya lu diem aja..bentar lagi lu gue halalin...!" ucapnya kemudian kembali meneruskan langkahnya.
"tuan saya serius...." ucap Adela merengek.Ia terus membuntuti langkah Johan.
"tuan...."
Johan tak bergeming dan terus melangkah.
"tuan.."
masih melangkah..
"tuuaannn..."
terus melangkah.......
melupakanmu....lelah hati perhatikan sikapmu....(lhooo.....kok malah nyanyii??dasar author🤣🤣🤣)
lanjootttt.....
"tuaann..."
bugghh...
Adela menabrak punggung Johan yang tiba tiba berhenti didepan pintu sebuah kamar...
"lo masih mau teriak teriak lagi?"
Adela diam menunduk.
Johan menarik tangan Adela masuk kekamar tersebut dan menutup pintunya.
Adela jelas terkejut.
"tu....tuan mau ngapain?" ucap Adela terbata bata.Ia merasa was was dengan situasi seperti ini.
"kalau lo mau teriak teriak mending lo teriak teriak nya disana aja,....gue dengan senang hati akan mendengarkannya" ucap Johan sambil tersenyum nakal menunjuk ranjang king size di sana.
Adela nyengir geli..
"dasar om om mesummm....!!" ucap Adela setengah teriak.
Ia sekuat tenaga menginjak kaki Johan.Alih alih merasakan sakit,Johan hanya memejamkan matanya dan tersenyum.Telapak kakinya yang besar dibalut sepatu mahalnya di injak oleh kaki mungil seukuran kaki Adel??mana berasaaa....
Adela yang mendapati Johan hanya tersenyum saat ia injak merasa gemas.Ia menipiskan bibirnya,dengan sekali gerakan ia merauk wajah Johan dengan kasar lalu memukul dengan keras dada Johan sebelah kiri.Dia kesal ia lantas pergi meninggalkan kamar itu dengan membanting pintu.
"anj*it....!baru lo doang yang berani ngacak acak muka gue...!dasar cewek bar bar...!untung cinta....!kalau nggak udah gue makan lo..!umpatnya gemas...
...----------------...
__ADS_1
KASIH LIKE DONG....BIAR DIRIKU SEMANGAT UP NYA.....🥰🥰🥰🥰