WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 28


__ADS_3



Johan sudah berada di dalam ruangannya, berdiri membelakangi pintu ruangan mewah tersebut dengan menyilangkan tangannya ke depan dada


tokk...tokk....tokk....


Pintu diketuk dari luar.


"masuk..."ucapnya tanpa berbalik badan.


Ceklekk...


Pintu terbuka...seoarang gadis manis dengan mata sembab datang memasuki ruangan itu .


" tuan..."ucap gadis itu lembut.


Johan berbalik badan,dengan sigap ia menarik tangan wanita itu dan segera memeluknya dengan erat.


"tuan...." ucap Adela lagi..


"please...biarin gue seperti ini sebentar aja baby...." ucap Johan sambil terus memeluk wanita itu.


Sesaat mereka hanyut dalam pelukan itu.


"tuan.....udah....nanti ada yang lihat..." ucap Adela disela sela pelukan itu.


"harusnya biarin mereka tau Del....biar nggak ada yang berani menghina lo kaya tadi" ucap Johan terus mendekap Adela.


Adela melepaskan diri dari Johan.


"jangan tuan.....apa kata karyawan nanti"


"nggak usah dengerin orang lain...!gue nggak peduli mereka mau ngomong apa...!"


Adela menunduk...


Johan menangkup wajah sembab itu


"lo ada yang luka?" tanyanya lembut


Adela menggeleng.Ia diam sejenak..


"tuan...." ucap Adela


"apa?"


"jangan berbuat nekat kaya tadi lagi ya..."


"kenapa?"


"sereem......" ucap Adela sambil tertawa renyah.


Johan ikut tertawa melihat wajah wanitanya ini.Ia mengusap gemas kepala Adela.


...***...


Sementara di luar kantor.


"Clara....tunggu....!!" ucap Marvel sambil berlari mengejar wanita yang berlari sambil menangis itu.


Clara tidak peduli..ia terus berlari menuju mobil mewahnya.


settt....


Marvel menarik tangan Clara.


"Clara tunggu..."


"lepasin gue...!!lo sama aja kaya adik lo...!!" teriak Clara histeris.Ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Marvel.


"Ra.....tenang...." ucap Marvel mencoba menenangkan Clara.


Wanita itu terus menangis...perlahan perlawanannya terhadap genggaman Marvel mulai melemah.


Marvel memeluk wanita rapuh itu.Membuat Clara sesenggukan di dalam pelukan Marvel.


Sesaat mereka hanyut dalam pelukan itu.


"gue antar lo pulang ya..." ucap Marvel lagi.


"Nggak....gue pulang sendiri aja..." ucap Clara kemudian hendak masuk ke dalam mobilnya namun ditahan oleh Marvel.


"Ra....please...gue antar lo pulang...."


"terserah..." ucap Clara kemudian membanting pintu mobil tersebut.Ia berjalan mengitari mobil dan duduk di jok di samping kursi kemudi.

__ADS_1


Marvel masuk kedalam mobil tersebut,lalu dengan cepat ia melajukan kerdaraan roda empat itu meninggalkan perusahaan Alexander Group.


Di tempat lain......


Seorang pria menyeringai mendapatkan sebuah kiriman vidio dari seseorang yang kini jadi mata matanya di perusahaan milik keluarga Alexander itu.Sebuah rencana jahat seketika itu muncul dalam benaknya.


"permainan akan segera dimulai sayang....." ucap pri itu sambil terus menatap layar ponselnya.


...***...


Malam hari...di sebuah rumah kost sederhana....


tokk..tokk...tokk....


Pintu di ketuk.


Tidak ada sahutan.


tokk....tokk....tokk.....


Pintu diketuk lagi.


Masih tidak ada sahutan.


Johan duduk di kursi panjang di sana.Kali ini ia tidak menggedor gedor pintu kost Adela seperti yang ia lakukan dulu.


Johan mengambil ponsel di sakunya.


Ia mencari nomor ponsel gadis manis itu..


tuutt...tuuuttt.....tuuuttt....


tidak di angkat.


"kebiasaan banget sih...." gerutunya.


"baby...gue di depan kost an lo..."


Satu pesan terkirim.


Tidak terbaca.


Johan mendengus kesal.


tuuuut....tuuut....tuuuut....


"lu dimana sih Del....gue ada di depan kost an lo"


"saya di belakang anda tuan" ucap Adela dari sambungan telfon.Johan menoleh ke belakang,tepatnya ke arah pintu.Nampak seorang gadis manis dengan balutan mukena putih itu berdiri sambil memegang ponselnya.


Adela tersenyum manis,membuat Johan memberikan reaksi yang sama pada gadis itu.Adela mematikan smabungan telfon nya


"maaf nggak langsung dibukain pintu....baru selesai sholat" ucap Adela lembut.


Johan tersenyum.Adela nampak imut saat mengenakan mukena seperti itu.


"tuan ngapain malam malam kesini?"


"gue pengen ngajak lo keluar"


Adela menatap layar ponsel nya.


"ya udah...saya ganti baju dulu ya tuan..." ucapnya.Johan mengangguk.Sedangkan Adela masuk untuk mengganti baju.


Johan kembali duduk di kursi kayu itu..


Tak berapa lama kemudian.Adela keluar dengan penampilan sederhana.Jeans hitam,hoodie kuning dan hijab hitam melekat ditubuhnya.


"manis..." ucap Johan sambil terus menatap Adela.


Adela tersipu mendengar ucapan Johan.


"kita berangkat tuan..." ucap Adela kemudian.Johan mengangguk,mereka segera masuk ke dalam mobil dan melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam mobil...


"lo mau makan apa?"


"nggak tau tuan....terserah tuan aja"


Johan segera melajukan kendaraannya menembus jalanan kota yang cukup padat.Tak butuh waktu lama,mereka sampai di sebuah restoran yang cukup mewah.


"ayok turun..." ajak Johan yang sudah mulai membuka pintu mobilnya.


Tiba tiba,Adel menahan tangannya..


"tuan..."

__ADS_1


Johan menghentikan geraknya,menoleh ke arah Adela.


"ada apa?"


"kita pindah aja yukk....cari tempat lain"


"kenapa?katanya tadi terserah.." tanya Johan sambil mengernyitkan dahinya.


"saya pengen makan sate tuan..." ucapnya pelan


"sate?"


Adela mengangguk.Johan tersenyum melihat tingkah menggemaskan Adela.


"ya udah...kita cari tempat lain ya..." ucap Johan sambil kembali menutup pintu mobilnya.


Johan kembali melajukan mobilnya,kali ini sedikit melambat untuk mencari tempat makan yang di inginkan Adela.


"stop tuan...disini aja.."


Johan memarkirkan kendaraannya.Johan mengamati tempat yang akan ia kunjungi itu,warung sate yang terletak di salah satu sudut pinggir jalan raya yang nampak ramai pembeli itu menjadi tempat makan pilihan Adela.


"lo yakin Del?"


Adela mengangguk.


"udah....ayo turun...cobain dulu.." ucap Adela.Merekapun segera turun dari mobil.Johan mengamati tempat itu.Sebuah warung tenda di pinggir jalan,tempat yang tidak pernah ia kunjungi seumur hidupnya.


Adela memesan dua porsi sate untuk nya dan Johan.Adela kemudian mengajak Johan untuk duduk di salah satu meja kosong di sana.


"lo yakin disini bersih?"


"iya tuan....tenang aja"


Johan hanya menurut.


Keberadaan Johan dan Adela disana cukup membuat heboh beberapa remaja putri juga ibu ibu muda disana.Wajah Johan yang ke bule bule an,penampilannya yang rapi juga dengan kendaraan mewah yang ia tumpangi sukses membuat para wanita itu terpesona pada makhluk Tuhan yang satu ini.


Adela merasa risih,sedari tadi mata para wanita itu tak lepas menatap kekasihnya itu.Sementara Johan ,ia terus menebar senyum pada para wanita wanita itu.Hal yang sangat jarang dilakukannya bukan?bahkan tidak pernah.Johan selalu cuek dan angkuh pada siapapun kecuali Adela.Tapi malam ini,senyum limited edition nya bertebaran dengan bebas untuk para wanita wanita di sana.


Adela menghembuskan nafas dengan kasar.Johan sadar akan hal itu.Ia sengaja menebar senyum agar Adela merasa cemburu.


Seorang pelayan wanita yang mengenakan kaos lengan pendek yang cukup ketat walau tertutup dan celana jeans warna biru dongker itu datang membawakan dua porsi sate pesanan Adela.


"silahkan mas..." ucap wanita itu lembut.Wanita itu hanya fokus pada Johan,seolah tidak melihat ada Adela disana.


"makasih ya mbak." ucap Johan yang terdengar lembut di telinga Adela sambil menyunggingkan sebuah senyuman manis.Adela mengernyitkan dahi,ia nyengir geli melihat Johan yang begitu sok manis.


Sang pelayan pun membalas senyuman itu dengan tersipu malu.


"mbak....saya mau makan..bisa minta tolong kembali ke tempat mbaknya nggak?saya nggak selera makan kalau di tungguin..." ketus Adela kepada wanita itu membuat Johan menggigit ibu jarinya menahan tawa.


"busett...bini gue galak juga ternyata" batinnya.


Sang pelayan itupun mengubah ekspresi nya,dari yang tadinya tersenyum manis pada Johan kini berganti menjadi tatapan tidak suka pada Adela.


Johan tak kuasa menawan tawanya,ia tersenyum lebar lalu merangkul pundak Adel yang masih manyun itu.


"maaf ya mbak...istri saya lagi ngidam...bawaaannya ngomel mulu.Maaf ya..." ucap Johan sambil terus menahan tawa.Adela menatap sinis pada laki laki berjambang itu.


"iya mas...nggak apa apa...saya permisi.." ucap wanita itu lembut lalu pergi meninggalkan dua sejoli itu.


"ganjen..." umpat Adela kesal..


Johan masih terus tertawa


"lucu?ketawa aja terus..!dasar om om genit..!"ucap Adela yang semakin bersungut.


Johan semakin gemas melihat tingkah Adela yang makin uring uring an.....


" uuuhhh....sayang...baby nya om...sini peluk dulu sama om...."ledek Johan sambil merentangkan tangannya.


Adela yang kesal dengan gemas mencubit pinggang Johan.


"nih...peluk.."


"aduuhh...sakit Del..jangan dong.."


Mereka tertawa bersama.


Malam ini mereka habiskan berdua,menikmati makan malam di sebuah Warung tenda sederhana.


...----------------...


Boleh dong...minta komennya...apa kurangnya dari novel ini.


Minta saran ya kak....tapi jangan di bully✌✌

__ADS_1


__ADS_2