WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 63


__ADS_3

Siang itu....


Seorang wanita tengah sibuk dengan barang barang belanjaannya yang baru saja ia beli dari minimarket tak jauh dari apartment tempatnya tinggal.


Setelah sudah lebih dari satu bulan ia menjadi nyonya Johan Alexander,baru kali ini ia keluar sendiri untuk berbelanja kebutuhan harian.Biasanya Johan tak pernah absen untuk mengantar dan menemani bidadari hatinya itu pergi berbelanja,tapi hari ini mau tak mau Adela harus pergi sendiri.Sudah dua hari Johan tidak ada di rumah,ia harus ke luar kota untuk urusan bisnisnya.Selama dua hari ditinggal suami nya Adela selalu ditemani Shelly.Johan memang menugaskan Shelly untuk menemani Adela agar wanita itu tidak kesepian.


Sebenarnya tadi Shelly juga menawarkan diri untuk menemani Adela berbelanja,namun Adela menolaknya,ia ingin pergi sendiiri lagi pula mini market nya juga tidak terlalu jauh.Selly pun hanya bisa menurut.Ia akhirnya menunggu di apartment.


Adela menyusuri trotoar dengan membawa kantong kresek di kiri dan kanannya,barang belanjaannya cukup banyak,membuatnya sedikit kesusahan.


"harusnya tadi gue nggak nolak tawaran Shelly buat belanja bareng...!Del...Adel...sok kuat banget sih lo jadi manusia..." umpatnya pada dirinya sendiri.


Tanpa ia sadari,sepasang mata mengawasinya dengan tatapan mata tajam.Sepasang mata yang tertutup kacamata hitam itu mengamati setiap gerak gerik Adela sejak keluar dari mini market itu dengan tatapan benci.


Jari jari lentiknya mengepal,amarah terlihat jelas dari raut wajahnya.


"dasar ja**ng...!lo udah berani merebut posisi gue di hati Johan...gue nggak terima..!!" ucapnya dengan rahang yang mengetat.


Clara menghidupkan mesin mobilnya.


"kalau gue nggak bisa dapetin Johan...lo juga nggak akan bisa..!!" ucapnya lagi.


Sementara Adela kini sudah berada di tepi jalan raya hendak menyebrang.Adela menoleh ke kanan dan ke kiri,setelah di rasa tak ada mobil yang menlintas,wanita itupun mulai melangkahkan kakinya menyebrangi jalan raya tersebut,namun saat sampai di tengah jalan....


"AWAS......!!!"


"aaaa......."


seett....


buuuggghhh....


Adela terjatuh ke aspal,barang barang belanjaannya berserakan di tengah jalan.


"akkhh...." Adela merintih.


Ia mencoba bangkit.Mobil yang hampir menabraknya sudah menghilang entah kemana.Dilihatnya seseorang yang tadi menyelamatkannya nampak pingsan disebelah Adela dengan luka di bagian pelipis kanan.


"mas...!" ucapnya sedikit berteriak.


Adela menggoyang goyangkan bahu laki laki itu namun tidak ada respon.


"mas...bangun mas...." ucap Adela panik.


"tolong......!!!tolong.....!!!" teriaknya mencoba meminta tolong.Beberapa wargapun datang mendekat.


"pak....tolong pak....bantu bawa ke rumah sakit...."ucap Adela panik.


Warga pun memberhentikan taxi,sedang Adela memunguti barang belanjaannya yang berserakan di jalan itu.Laki laki itu pun segera dibawa warga kerumah sakit bersama dengan Adela dan beberapa warga.


Sementara di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu...


" an**ng....!!"umpat Clara frustasi.


"gue nggak akan nyerah.....dia harus menyingkir dari hidup Johan..!haruusss.....!!"


...****...


Adela kini tengah duduk di depan ruangan rumah sakit.Pria yang menolongnya tadi kini sudah berada di dalam ruangan bersama dokter yang tengah menanganinya.


drrttt....drrttt....


ponselnya bergetar...


Shelly


memanggil.......

__ADS_1


Adela segera mengusap tombol hijau itu.


"halo...."


"Adel....lo kemana?kok nggak balik balik?"


"gue di rumah sakit"


"APA...?!lo kenapa??lo nggak kenapa kenapa kan??" tanya Shelly dari seberang sana dengan penuh kekhawatiran.


"gue nggak papa sell....tadi gue hampir ke tabrak mobil,tapi untungnya ada orang yang nolongin gue...sekarang malah dia yang luka luka" ucapnya.


"tapi lo nya beneran nggak apa apa?"


"gue nggak apa apa....gue lagi nungguin dia lagi ditanganin sama dokter.Abis ini gue pulang kok..."


"mau gue susul nggak?"


"nggak usah...gue pulang sendiri aja..."


"ya udah kalau gitu...lo hati hati ya...."


"iya....udah ya...assalamu alaikum.."


"wa alaikum salam"


sambungan telfon pun terputus.


Tak lama berselang dokter keluar dari ruangan tempat pria tersebut di rawat.


"permisi nona...apa nona keluarga pasien?" tanya dokter tersebut setelah mendekati Adela.


Adela bangkit dari duduknya.


"bukan dok....saya cuma bawa dia kesini aja karena dia nolongin saya"


"oh...begitu....dia sudah sadar....lukanya juga bukan luka serius...."


"silahkan...."


"makasih dok...." ucap Adela kemudian bergegas menemui laki laki itu.


Ceklek....


pintu ruang rawat terbuka...


Adela masuk kedalam ruangan tersebut.Dilihatnya seorang pria yang terbaring sambil memainkan ponselnya dengan luka di kepalanya.Pria itu terlihat sudah baik baik saja.


"mas..." ucap Adela saat sudah berdiri di samping ranjang pasien.


Pria itu menoleh.Sesaat Adela terdiam,ia mengenal pria dihadapan nya ini.Ia menunduk,akan lebih baik jika ia pura pura tak mengenal pria berkulit putih di hadapannya itu....


"makasih ya udah nolongin saya...gara gara saya...mas jadi luka kayak gini" ucap Adela sambil menundukkan pandangannya.


"iya....saya jadi telat meeting gara gara nolongin kamu" ucapnya membuat Adela merasa tidak enak.


Adela meremas ujung hijab putihnya.Hal itu berhasil ditangkap oleh mata tajam pria berkulit putih tersebut.


"saya benar benar minta maaf mas..." ucap Adela tidak enak hati.


seutas senyum terbentuk dari bibir pria itu melihat Adela yang merasa bersalah.


"sshhh...aauugghhh" pekik pria itu membuat Adela kaget.Pria itu memegangi kepalanya dengan tubuh yang menegang.


Adela mendekati pria itu..


"mas....mas kenapa?mana yang sakit...." ucap Adela panik.

__ADS_1


"aahh....aduuhhh..." ucap pria itu tapi tatapan matanya tak lepas dari wanita di sampingnya itu.


"saya panggilin dokter ya..." ucap Adela.


Ia kemudian hendak pergi dari tempat itu,tapi baru satu langkah pria itu menahan pergerakan Adela dengan memegang tangan wanita tersebut.


"jangan....nggak usah....!" ucapnya


Adela menoleh,dengan gerakan cepat ia menarik tangannya agar terlepas dari genggaman pria itu.


Adela menundukkan pandangannya.


"gue nggak bisa di rawat disini....gue punya dokter pribadi....gue minta nomor hp lo...lo harus ganti rugi atas waktu gue yang terbuang disini."ucap pria itu sambil memberikan ponselnya pada Adela,meminta wanita itu untuk menuliskan nomor ponselnya.


Adela pun menurut....ia menuliskan nomor ponselnya di sana,lalu menamai nya " Adela"


save...


nomor tersimpan.


Adela mengembalikan ponsel itu.


Pria itu menatap layar ponselnya untul beberapa saat.


"Adela?gue kek pernah dengar nama itu?" ucapnya.Ia kemudian menatap wanita di sampingnya tersebut,mencoba mengingat ingat,sepertinya ia pernah mengenal wanita itu.


Adela menunduk....sebenarnya ia sangat mengingat betul siapa pria itu.Tapi ia tak mau mengungkapkannya.


"oh.....gue inget...lo Adela....adik kelas gue waktu SMP kan?iya gue ingat....!" ucap pria itu.


Adela semakin menunduk,jantungnya berdetak lebih cepat.Sungguh....jauh di dalam lubuk hatinya ia tak mau lagi berurusan dengan orang orang di masa lalunya.Apalagi teman teman sekolahnya.Mengingat mereka hanya akan membuka lagi luka hatinya sebagai seorang korban bullying.


"lo lupa sama gue...?gue Bayu....masa lo lupa sih?gue kakak kelas lo..." ucap Bayu antusias.


Adela semakin menunduk.


Jangan tanya apakah dia masih ingat atau tidak.Adela masih ingat betul pria itu.Pria yang dulu pernah menjadi pemilik hatinya.Dua tahun lamanya,semenjak ia pertama kali mulai masuk bangku SMP ia sudah menaruh hati pada sosok pria yang dulu menjabat sebagai ketua OSIS itu.Pria tampan yang hanya bisa ia pandangi dari jarak jauh.Pria tampan yang hanya bisa ia puji melalui tulisan tulisan di buku hariannya.


Adela adalah satu dari sekian banyak wanita yang mengagumi sosok Bayu Hartadi.Tapi ia tak pernah mengungkapkannya karena ia sadar siapa dan seperti apa dirinya.Hingga pada suatu ketika entah bagaimana ceritanya seorang wanita berhasil mengambil buku harian milik Adela yang selalu ia simpan dalam tasnya.Wanita bernama Tasya yang dulu adalah kekasih Bayu itupun mempermalukan Adela dengan membaca buku harian Adela di depan banyak orang,termasuk Bayu.Kejadian yang cukup membuat Adela terguncang jiwanya.


Adela semakin menunduk mengingat kejadian itu.Ia meremas ujung jilbabnya untuk menyalurkan rasa takutnya.


"heii...Adela...kok diem?" tanya Bayu sambip mengguncang pelan lengan wanita itu membuat Adela tersadar dari lamunannya.


"maaf mas....saya nggak kenal.Mungkin mas salah orang...." ucap Adela sambil menunduk.


"saya masih ada urusan mas....saya permisi.Kalau ada apa apa mas bisa hubungi saya..." ucap Adela gemetar.


Bayu mengernyitkan dahinya.Seoalah ia tak percaya jika wanita yang dulu pernah kepergok mengaguminya itu kini sudah melupakannya.


"saya permisi mas....assalamu alaikum...." ucap Adela kemudian buru buru pergi dari ruangan itu meninggalkan Bayu yang masih nampak kebingungan.


Sesampainya di luar pintu...


Adela memegangi dadanya yang terasa sesak.Matanya kembali mengembun.Kenapa ia harus bertemu dengan pria itu lagi?membuatnya kembali mengingat masa masa kelam yang sudah setengah mati ingin ia hapus dari memori otaknya.


"astagfirullah haladzim....." ucapnya berkali kali,mencoba menenangkan hatinya.


Adela mengambil barang belanjaannya yang ada di kursi tunggu itu,lalu segera pergi meninggalkan tempat tersebut.....


...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***


__ADS_2