WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 34


__ADS_3

Mentari mulai memancarkan sinarnya.


Seorang gadis menggeliat di atas kasurnya.Mata sembab nya masih enggan terbuka,seolah tak mau meninggalkan mimpi mimpi yang menghiasi tidurnya.


Jam sudah menunjukkan pukuk 06.00


Adela perlahan membuka matanya,Selly yang semalam menemaninya sudah tidak ada di sampingnya.Ia menatap jam dinding.


"astagfirullah haladzim...!" pekiknya.


Adela segera bangkit dengan gelagapan ia mencari peralatan mandinya.Kerena terburu buru membuatnya menabrak barang barang lain yang ada di sekitarnya menyebabkan bunyi gaduh dari dalam kamar sempit itu.


tookk.....tokk...tokk....


"Del.....Adel....." suara ketukan pintu menghentikan langkah Adela.Ia buru buru mengambil jilbab instannya dan mendekati pintu tersebut.


ceklek....


pintu terbuka....nampak seorang pria berbadan tegap sudah berdiri di depan pintu dengan kaos hitam dan celana jeans di sana.


"tuan?" ucap Adela.Gadis itu menunduk,menghindari tatapan mata Johan.


"lo kenapa?" tanya Johan yang nampak panik


Adela menggelengkan kepalanya.


"saya nggak apa apa tuan"


"kok berisik banget dari luar,gue kira terjadi sesuatu"


"saya cuma bangun kesiangan tuan,saya harus buru buru mandi,takut telat" ucapnya lagi.


"lo mau ke kantor ?dalam kondisi kaya gini?" tanya Johan dengan tatapan menyelidik.


Adela diam menunduk.


"buruan mandi...nggak usah kekantor hari ini " ucap Johan memerintah.


Adela mendongak menatap Johan


"tapi tuan....." ucapan Adela terhenti karena kode tangan Johan yang mengisyaratkannya untuk diam.


"ini perintah...!gue nggak mau orang orang salah paham karena lihat luka luka di tubuh lo" ucapnya tegas.


"buruan mandi...gue tungguin lo disini" ucap Johan kemudian duduk di kursi kayu itu.


"iya tuan..." ucap Adela pelan lalu bergegas menuju kamar mandi.

__ADS_1


Johan duduk di kursi itu sambil memainkan ponselnya.Sudah hampir setengah jam ia berada disitu menunggu Adela bangun.


Sekitar 10menit,Adela sudah selesai membersihkan diri,ia pun keluar menghampiri Johan.


Johan tersenyum menatap gadis manisnya itu yang sudah segar.Adela kembali menunduk,ia duduk di samping Johan.Pria itu terus memandangi wajah Johan lekat lekat.


"lo kenapa nunduk?"


Adela menggelengkan kepalanya.Johan menggeser duduknya,mendekatkan dirinya pada Adela.Ia sedikit membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Adela.


"Del...." ucapnya lembut.


Adela tak bergeming,Cairan bening yang sejak kemarin menetes itu kini kembali jatuh tak terbendung.


Johan menghela nafas panjang.Tangan kanannya tergerak menghapus lelehan air mata di pipi gadis manis itu.


"jangan nangis lagi...." ucapnya sendu.


Adela meremas ujung kaosnya,menyalurkan rasa sakit fisik dan batinnya.Hal itu tak luput dari pandangan mata tajam Johan.Ia menatap wajah Adela yang penuh dengan memar itu.Johan merogoh saku celananya,mengambil sesuatu di sana.


Dengan gerakan lembut ia mengoleskan salep yang ia beli dari apotik 24 jam saat perjalanan ke kost an Adela itu pada bagian wajah Adela yang memar.Adela menoleh menatap Johan.


"gue udah kasih pelajaran sama baj****n itu" ucap Johan sambil terus mengoleskan salep yang ia pegang.


"tapi dia berhasil kabur..."


"untuk sementara,lo nggak usah masuk kerja dulu dan jangan kemana mana.Gue takut dia masih punya niat gangguin lo" ucap Johan sambil terus menatap gadis di hadapannya itu dengan lembut.


"atau....lo mau tinggal di apartment gue dulu sementara waktu?biar gue bisa leluasa jagain lo?"ucap Johan memberikan penawaran.


Adela menggelengkan kepalanya.


" nggak usah tuan..saya disini aja.Kalau ada apa saya pasti hubungi tuan.."


Mereka diam sejenak.


Tangan Adela tergerak,ia menyentuh memar di ujung bibir Johan bekas tinjuan Angga.


"sakit?" tanyanya lembut.


Johan tersenyum,lalu menggeleng.


"gue laki Del....ini mah nggak berasa" ucap Johan.


Adel meraih salep yang ada di tangan Johan.Kini giliran dia yang mengolesi luka di sudut bibir pria itu.Johan menatap dalam wajah gadis yang kini berada di hadapannya itu.Gadis yang sudah benar benar mengalihkan dunia seorang Johan yang angkuh.


Adela tertawa geli tiba tiba,membuat Johan mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Johan heran.


"salepnya nggak nempel kulit tuan....nyangkut di brewok...jadi aneh...hihihi....." ucap Adela sambil tertawa,membuat Johan yang menyaksikan nya ikut tertwa.


Johan mengusap salep yang hanya tersangkut di bulu wajahnya itu.


"eehh....jangan di usap...!"ucap Adela


" nggak usah Del....gue nggak butuh salep..."ucap Johan lantas merampas salep yang ada di tangan Adela.


Johan kembali menatap Adela,lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu,membuat Adela reflek sedikit menjauhkan wajahnya.


"memar gue cuma bisa ilang kalau di elus." ucap Johan dengan senyuman menggoda.


Adela tersenyum geli lalu membuang muka menatap lurus kedepan.Johan tersenyum gemas melihat ekspresi Adela.Ia mengusap lembut kepala gadis itu.


"cari makan yuk" ajak Johan.


"tuan nggak ke kantor"


"nggak....gue mau nemenin lo seharian ini."


Adela tersenyum....


"mau makan apa?" tanya Johan lagi.


"nggak tau...." ucap Adela


"terserah...." ucap mereka bersamaan,seolah Johan sudah tau kalimat apa yang akan Adela ucapkan.


Mereka tertawa bersama.


"kalau gitu ke apartment aja,biar gue minta bi Marni nyiapin sarapan buat kita." ucapnya kemudian mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan untuk ART nya itu.


"tuan...." ucap Adela lembut.Johan menatap gadis nya itu,Adela hanya diam tersenyum,membuat Johan mengernyitkan dahinya.


"kanapa?"


Adela tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.Sesuatu yanb sangat menggemaskan menurut Johan.


"jangan gitu dong Del..." ucap Johan memelas.


"maksud tuan?"


"jangan terlalu ngegemesin...bikin gue pen gigit.."ucap lagi membuat pipi Adela merona merah seketika.


" apaan sih....nggak jelas banget..."ucap Adela malu malu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2