WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 44


__ADS_3

pagi hari....


Di sebuah rumah sakit yang tak terlalu besar ....


Seorang gadis nampak mengerjab ngerjabkan matanya di atas ranjang rumah sakit.Kurang lebih sudah dua hari ini ia tidak sadarkan diri di ruangan itu.Ya......laki laki tampan yang tempo hari menolongnya membawanya ke rumah sakit di kota.


Adela mengamati ruangan yang cukup luas itu.Dimana ia sekarang?ia mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi padannya hingga ia bisa berada di tempat ini.


Adela mencoba untuk duduk bersandar di ranjang pasien itu.Kepalanya masih pusing,sekujur tubuhnya serasa remuk,ada beberapa bagian yang masih terasa perih.Setelah susah payah menggerakkan tubuhnya,kini ia sudah bisa duduk bersandar di ranjang itu.


Adela terdiam,terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.Siapa itu?mungkin Dico,atau mas Dika.


Adela menatap kosong langit langit rumah sakit.Ia sudah sadar kembali dari pingsannya,Ia harus bersiap lagi untuk menghadapi keluarganya yang keras.


"apa lagi yang akan terjadi hari ini?" batinnya.


Saat ia tengah sibuk menerka nerka nasibnya hari ini....tiba tiba....


ceklek....


pintu kamar mandi terbuka....


Adela menoleh ke arah sumber suara itu.Begitu juga sosok pria yang baru keluar dari kamar mandi tersebut,tatapan mata mereka bertemu.Pria bertato yang menggunakan kaos lengan pendek berwarna putih dengan rambut yang masih basah sehabis mandi itu menatap gadis yang nampak babak belur tersebut dengan tatapan penuh arti.Untuk beberapa saat,suasana dalam kamar inap itu terasa sepi,pria gagah itu berjalan dengan langkah ringan mendekati ranjang pasien.Air mata Adela kembali menetes melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.Sebuah tangan besar milik pria penolongnya itu terangkat,menghapus lelehan air mata yang menetes dipipi wanita berhijab itu.Dengan gerakan cepat Adela meraih telapak tangan besar itu ia meremasnya sambil terus menempelkannyaa dipipi nya.


."tuan......"ucapnya sambil terus memegang tangan pria itu.Ya ...dia Johan Alexander.....pria yang selalu ia harapkan kedatangannya.Sekarang ia sudah berada di hadapannya.


Johan tersenyum sendu melihat gadis manisnya menangis sambil memegang tangannya.


Johan mendekatkan posisi tubuhnya pada Adela,begitu juga Adel,ia beringsut mengikis jarak dengan pria pujaan hatinya itu.


seett.....


Adela memeluk erat tubuh tegap itu.Membuat Johan tersentak.Hal yang tidak pernah Adela lakukan bukan?gadis cengeng dan pemalu itu,yang biasanya hanya menunduk jika bertemu dengannya,kali ini gadis itu mendahului langkahnya.Johan membalas pelukan tersebut.Ia memeluk kekasihnya itu dengan lembut,sesekali mencium pucuk kepala gadis manis yang tertutup hijab tersebut.Adela terus memeluk tubuh Johan dengan sangat erat,ia meremas kaos Johan,tangisannya pecah ,ia menemukan tempat ternyamannya,ia menemukan pria yang selama ini ia tunggu tunggu kedatangannya.Adela menemukan kembali ketenangan yang sempat hilang itu,ia terus memeluk pria itu dengan erat seolah tak mau lepas,seolah ia tak mau lagi di tingg oleh pria penyelamat hidupnya itu.


"tuan jangan pergi.....tolong tuan....saya takut......." ucapnya dalam tangisan sambil terus memeluk tubuh Johan.


"aku nggak akan pergi baby.....aku ada disini sekarang....aku akan melindungi kamu....kamu aman sama aku sekarang" ucap Johan dengan mata berkaca kaca.Ia dapat merasakan betapa Adela sangat ketakutan saat ini.Kedua anak manusia itu saling memeluk,melepas rindu,Johan terus mengusap punggung Adela untuk memberikan ketenangan pada gadis manis itu.


Setelah dirasa Adela mulai tenang,Johan melepaskan pelukannya.Ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien.Tangan Johan tak lepas dari genggaman tangan Adela.


Johan menatap lekat lekat wanita yang nampak menyedihkan itu.Tangannya tergerak kembali menghapus lelehan air mata di pipi Adela.


"udah....jangan nangis...." ucapnya lembut.

__ADS_1


Adela menatap Johan dengan tatapan sendu.


"jangan pergi lagi tuan...." ucap Adela


Johan tersenyum.


"aku nggak akan pergi....kita akan sama sama selamanya....." ucapnya tulus.


Adela tersenyum dalam tangisannya.


Sesaat mereka saling melepas rindu.


ceklek.....


pintu kamar inap terbuka...


Seorang remaja pria dengan seragam SMA lengkap masuk kedalam kamar itu.


"mbak..." ucapnya setelah melihat kakak kesayangannya itu sudah sadar dari pingsannya.Ia segera berlari mendekati Adela dan memeluk kakaknya itu,menggeser posisi Johan hingga pria itu memundurkan posisinya membuat genggaman tangan Adela terlepas.


"mbak....syukurlah mbak udah sadar....Dico khawatir mbak....." ucap Dico disela sela pelukannya.


"mbak nggak apa apa dek..." ucap Adela sambil membalas pelukan adiknya itu.


"mbak kenapa?" tanya Dico setelah melepaskan pelukannya.


Johan sedikit mendorong tubuh Dico agar menjauh lalu mengambil alih posisinya yang kini kembali berada di dekat Adela.


"lo meluknya kekencengan..!lo nggak lihat badan kakak lo luka semua?" ucap Johan ketus.


"maaf....aku terlalu senang mbak Dela udah sadar" ucap Dico merasa bersalah.


"udah.....pergi sana...sekolah...."ucap Johan.


" aku mau bolos hari ini....aku mau nemenin mbak Dela...."ucap Dico.


"Dekk......."ucap Adela lembut sambil menatap adiknya itu.


" tapi mbak.....!"


"sekolah...." ucapnya lagi. Dico menghela nafas.Ia tidak akan bisa melawan kakaknya..


"iya...iyaa....." jawabnya terpaksa.

__ADS_1


Dico meraih punggung tangan kakaknya itu kemudian menciumnya,hal yang sama pun ia lakukan pada Johan.


"mbak...Dico berangkat ya...." ucap Dico berpamitan.Adela hanya mengangguk sambil tersenyum.


"om....titip mbak Dela..."ucap Dico pada Johan.Membuat Johan melotot seketika.


" gue bukan om lo...!"ketus Johan.Dico hanya nyengir kuda


Adela tersenyum melihat tingkah adik dan kekasihnya itu.


"udah buruan berangkat.....ntar telat...." ucap Adela.


"iya....Dico berangkat mbak...om...


assalamu alaikum"


"wa alaikum salam" sahut Adela dan Johan bersamaan.


Dico pun segera keluar dari ruangan itu.


...***...


Di tempat lain...


Seorang wanita berseragam office girl itu nampak berjalan mengendap endap.Kakinya ia langkahkan seringan mungkin agar tak menimbulkan bunyi sekecil apapun.Matanya tak lepas dari seorang pria dengan tampilan semrawut yang nampak memegang sebuah botol miras di tangan kanannya.


Gadis itu terus mengikuti laki laki yang tak sengaja ia lihat di sebuah warung saat sedang dalam perjalanan ke kantor tempat nya bekerja.Selly menitipkan motornya di warung tak jauh dari sana,lalu ia berjalan kaki mengikuti pria yang sudah lama di cari oleh dua atasannya itu,Johan dan Marvel.


Selly terus mengikuti Angga,hingga pria itu sampai di sebuah rumah yang tak terlalu besar dengan pagar dinding yang tak tetlalu tinggi pula.Tepat di halaman rumah itu,ia melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam,ia seperti tak asing dengan mobil itu.


Jiwa kepo Selly semakin meronta ronta....ia mengendap endap di balik dinding,untuk mencari tau sedang apa Angga di rumah itu.


Angga masuk ke dalam rumah,Selly kemudian lari dengan gerakan kecil dan ringan menuju ke sampinh rumah itu,dari sana ia bisa mendengar suara gaduh dari dalam rumah itu.Ia sedikit mengintip dari jendela samping rumah,sehingga nampak lah Angga dan seorang wanita yang masih sangat ia ingat........


Clara....!!


wanita yang pernah mempermalukan sahabatnya di depan banyak orang...!!


Apa yang mereka bicarakan???


...----------------...


BOLEHLAH.....

__ADS_1


KASIH LIKE KOMEN & VOTE NYA🥺🥺🥺


__ADS_2