
Di sebuah Cafe.....
Johan menatap remeh ke arah lembaran kertas yang berisi datang lengkap terkini tentang Bayu.Laki laki yang berusaha mencelakai nya beberapa waktu lalu.
"jadi bokapnya mati karena depresi perusahaan nya bangkrut.Sekarang dia punya usaha makanan kecil kecil an disini."
"yupz...." ucap Marvel.
"mau di apain nih jadinya?"
Johan nampak berfikir sejenak.
"ada orang lain nggak di belakang dia?" tanya Johan.
Marvel diam sejenak,ia kemudian mengambil beberapa lembar foto dari dalam tas yang ia bawa.
Marvel pun menyerahkan foto foto itu.Johan menerimanya,lalu mulai mengamati lembar demi lembar foto tersebut.
Johan mengangkat satu sudut bibirnya.
"die lagi die lagi..." ucapnya kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.Johan melempar foto foto yang berisi pertemuan Bayu dan Clara itu ke atas meja.Benar dugaan Marvel,lagi lagi Clara terlibat dalam kasus ini.
"kalo gue ngasih pelajaran nih betina lu gimana?"tanya Johan pada Marvel.
" gue udah nggak peduli"
"yakin?"
Marvel menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"ya..."
"ok....kalau gitu lu bawa deh dia ke markas.Liat aja bakal gue apain nih uler..!" ucap Johan dengan mode kesal.
"Bayu gimana?"
"gue bakal nemuin dia....gue bakal ajak Adel" ucapnya.
"tumben nggak lo matiin?"
"nggak....gue udah janji sama Adel.Tapi untuk Clara....perempuan itu udah terlalu sering ngusik hidup gue...dia harus dapar balasan.Gue kira setelah gue diemin dia bakal tobat.Nggak taunya malah makin menjadi jadi.Gue bakal bikin dia nyesel karena udah berani ngusik keluarga gue"
Johan bangkit.
"lo urus deh...gue mau pergi" ucap Johan
"mau kemana lo?"
"nata rambut gue....udah kek gembel gue kayak gini" ucap Johan sambil bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Marvel menghela nafas,ia kemudian mengambil ponselnya.
tuuutttt.....tuuuuttt...
"halo tuan" ucap seorang anak buah dari seberang sana.
"Halo....gue punya tugas buat kalian.Cari dan bawa Clara ke markas.Gue mau besok udah ada hasil" ucap Marvel.
"baik tuan" ucap sang anak buah.
Sambungan telfon pun terputus.
Marvel menatap lurus ke depan.
"mungkin lo emang pantes dapetin ini Ra" ucap Marvel.
Pria itu segera merapikan kertas kertas dan foto yang ada di atas meja,lalu memasukkan nya ke dalam tas.
Johan pun bergegas pergi dari tempat tersebut
__ADS_1
...****...
17:00
ceklek...
"assalamu'alaikum" ucap Johan.
"wa alaikum salam" ucap Adel yang datang menyambut sang suami menggunakan daster.
Adela meraih punggung tangan Adel lalu menciumnya.Johan pun membalas dengan mengecup kening sang istri.
"kok sepi?" tanya Johan.
"ibuk udah tidur.Kayaknya capek mas..."
"oh..." ucap Johan sambil mengangguk.
"aku bikinin kopi mas.."
"bawa ke kamar aja ya....aku mau langsung nemuin si kembar"
"mandi dulu...badan kamu kotor mas".
" iya mama..."ucapnya sambil mencubit kedua belah pipi Adela dengan gemas.
Johan pun bergegas pergi untuk mandi,sedangkan Adel menuju dapur untuk membuatkan kopi.
Adel membawa kopi buatannya menuju kamar mereka.Tak butuh waktu lama,Johan keluar kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggang.
Pria yang sudah tidak gondrong lagi itu kemudian berjalan mendekat ke arah dua box bayi yang berada tak jauh dari ranjang mereka.
"halo cantik cantiknya papa..." ucap Johan seolah sedang berbicara dengan dua putrinya yang sedang terlelap itu.
Adela mengambil satu kaos oblong putih dan celana pendek kain hitam dari dalam lemari lalu menyerahkannya pada Johan.
Johan pun segera mengenakan pakaian yang sudah Adela bawakan.Adel tersenyum....
"mas...lusa ibuk udah mau balik ke kampung"ucapnya.
" kok cepet banget?"
"bapak kan juga udah tua mas...kasian kalo lama lama ditinggal." ucap Adela
"suruh supir anterin ibuk ya mas...kasian kalau naik bus sendirian"
"iya sayang...pasti dong...." ucapnya.
"trus kamu gimana?aku cariin pengasuh ya buat ngasuh Shanum sama Aurum...."
"kayaknya nggak usah deh mas...aku bisa kok"
"kamu yakin?dua bayi lo Del.."
"bisa mas....insya Allah..."
Johan mengusap pucuk kepala Adela.
"bentar lagi maghrib...kamu sholat di masjid apa dirumah?"
"di rumah aja kayaknya,aku capek banget hari ini....kerjaan lumayan numpuk" ucap Johan.
"aku pijitin mas..."
"boleh...." jawab Johan semangat.
Adela pun naik ke atas ranjang lalu duduk disana.Johan pun mengikuti,ia kembali melepas kaosnya dan tidur tengkurap di samping Adela.
Adela pun mulai memijit.
__ADS_1
"Baby..."
"hmmm..."
"menurut kamu enaknya Bayu diapain ya?" tanyanya.
"diapain gimana maksudnya?"
"aku pengen ngasih pelajaran dikit....bukan pelajaran sih..emm...apa ya....pengen ngasih sedikit peringatan aja biar dia nggak gangguin keluarga kita lagi"
"udah lah mas....jangan cari musuh terus.Aku takut kamu kenapa kenapa nanti...."
"bukan cari musuh sayang....cuma mau ngasih peringatan aja"
Adela menghela nafas panjang sambil terus memijit.
"terus kamu mau ngapain?aku nggak mau ya mas kalau kamu berbuat yang aneh aneh atau nyelakain dia" ucap Adel.
"kenapa?"
"ya karena aku nggak mau kamu punya lebih banyak musuh lagi mas.Kajadian kamu di tembak kemarin itu udah cukup membuktikan kalau punya banyak musuh tuh nggak enak sayang.....nggak tenang..." ucap Adela.
"aku nggak mau kejadian kayak kemarin terjadi lagi...aku takut mas..." ucap Adel mulai merengek.
Johan bangkit dari rebahannya,lalu duduk menghadap Adela.
"nggak akan kejadian lagi Del...aku janji."
Adela mewek manja,membuat Johan menjadi gemas.
"nggak usah sok imut"
"emang aku imut"
"udah tua Del...nggak usah ganjen"
"nggak apa apa mas ganjen di depan suami mah"
"iya kamu nggak apa apa....ini aku udah nahan setengah mati kamu malah sok imut gitu"
Adela terkekeh.
"ya udah ah kalo gitu aku pergi aja...."
"ya jangan dong...pijitin lagi...capek nih.." ucap Johan kemudian kembali merebahkan tubuhnya.
...----------------...
***PENGUMUMAN.........!!!
AUTHOR BOLEH DONG MINTA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAK.....π
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI NOVEL KEDUA AUTHOR
ππππ***
οΏΌ
οΏΌ
οΏΌ
***SEKIAN PENGUMUMAN NYA.....
TERIMA KASIH...ππππππππ***
οΏΌ
__ADS_1