WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 7


__ADS_3

Johan masih berkutat dengan laptopnya,dia cukup sibuk hari ini.Harusnya ia sudah berada di apartment nya jam segini,tapi karena tumpukan pekerjaan membuatnya terpaksa lembur sampai sampai ia lupa waktu..hingga ia tak menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 20.00


Johan sedikit melonggarkan dasinya.Dia merasa lelah...kemudian melirik arlojinya


"udah malam ternyata" gumamnya.Ia mengangkat cangkir kopi di sampingnya,Habis.


Matanya begitu lelah,sedang pekerjaannya masih menumpuk.Ia belum ingin pulang malam ini,dia bergegas mengambil cangkir kosongnya dan menuju pantry untuk membuat kopi .


sesampainya di lantai 3 ia segera menuju pantry..


Saat ia hendak membuka pintu....dikunci?


Johan berusaha membukanya lagi,tapi tidak bisa...ia kemudian mencoba menengok kedalam melalui kaca kecil yang ada di pintu itu.


Johan membulatkan matanya saat mendapati pemandangan di dalam sana.Seorang perempuan yang ditindih laki laki di lantai itu...


"siapa mereka?"ucap Johan.


Johan menggedor gedor pintu itu


" WOOEE....SIAPA DI DALAM.....!!!!!BUKAAA....!!!!!“Teriaknya


Tak ada sahutan dari dalam


"WOOEE...BUKA....!!"


"bang**t...!!" Johan terus mengumpat.


Ia terus menggedor gedor pintu itu.


Sedang di dalam,


Adel terus meronta ronta,menangis sekencang kencangnya,tapi ruangan itu kedap suara sehingga tangisannya tidak terdengar dari luar.Sedangkan Angga....dia sudah dibutakan oleh nafsunya,Tangan dan bibirnya sudah bergerak kemana mana,menjamah tubuh Adela yang sudah terbuka di bagian atas.Ia sudah tidak peduli lagi dengan tangisan wanita yang kini ada dibawahnya ini,ia harus mendapatkan wanita itu malam ini...!!


Di luar ruangan...


Johan sekuat tenaga mencoba mendobrak pintu itu dengan tubuhnya...ia mengambil ancang ancang...


percobaan pertama...


gagal


percobaan kedua....


gagal lagi


"sial....!!"


Johan mengambil ancang ancang lagi..


1..2...3......


braaakkkkk.......


pintu terbuka...


Angga dan Adel terkejut...sontak menatap ke arah sumber suara tersebut.


"tuan...." ucap Adel lirih disela tangisannya


"bang**t....!!!" teriak Johan.


Johan segera menghampiri dua manusia itu...ditariknya kerah baju Angga yang belum terlepas dari tubuhnya.


"ngapain lu an**ng..!!!NGAPAIN LOOOO....." Johan sangat murka.Ia tidak suka dengan makhluk sejenis Angga yang suka mengumbar ***** pada wanita


"Baj***an lu ya... !!BERANI BERANINYA LO BERBUAT MESUM DI KANTOR GUE....!!!" emosinya sudah berada di ubun ubun.


bughh....


satu tinjuan mendarat mulus dipipi Angga,membuatnya tersungkur di lantai.


Belum puas...


Johan kembali menarik kerah Angga


"bangun lo anj*ng....!"


bugghh...


satu pukulan lagi.


"kenapa lo diem bre**sek...!lawan gue..!" ucapnya lagi.Dadanya naik turun menandakan emosinya sudah tak terbendung.


bugghh


bugghhhh....


Angga tersungkur lagi ke lantai.Ia mencoba bangkit.Wajahnya sudah babak belur.Ia mengusap darah yang ada di ujung bibirnya.


"apa bapak belum pernah mencicipinya?" ucap Angga.


Johan melotot,Adel yang terduduk di lantai sambil memeluk lututnya sontak mengangkat kepalanya yang semula ia benamkan diantara lutut dan dadanya,ia seolah tak percaya seorang Angga bisa berkata demikian.Angga...yang selama ini dianggapnya sahabat yang baik?kenapa dia tega bicara seperti itu.


"bapak bisa melakukannya sekarang...setelah itu baru saya"ucap Angga memberi penawaran


Johan menggeram menahan emosi,telapak tangannya mengepal,matanya merah menatap tajam pada Angga.Ia sungguh tidak terima dengan ucapan Angga.Ia seolah tidak rela kata kata busuk itu keluar dan ditujukan untuk gadis se polos Adela.


Johan meraih leher Angga dan mencekiknya,membuat Angga kesusahan untuk bernafas


" menyingkir lo dari sini sekarang juga...mulai detik ini jangan pernah berani lagi lo muncul dihadapan gue ataupun wanita ini..!!"ucap Johan penuh penekanan.Ia mengetatkan giginya menahan emosi.


"sekali aja lo berani menyentuhnya lagi....maka gue nggak akan segan segan buat matahin tangan lo dan habisin semua keluarga lo...!!" ucap Johan lagi.Ia kemudian melempar tubuh Angga.


"pergi lo..!".


Johan menatap Angga penuh amarah.


Angga pun dengan susah payah bangkit lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu.


Adela terus menangis.Wajahnya masih terbenam diantara lutut dan dadanya.Pundaknya naik turun karena tangisannya yang semakin terisak isak.


Johan memperhatikan sejenak gadis yang nampak kacau itu.Ia terus merapatkan lututnya,mencoba menyembunyikan area dadanya yang terbuka bagian atas karena bajunya telah dikoyak oleh Angga.


Johan kemudian mengambil hijab segiempat yang tergeletak dilantai...jarum pentul yang harusnya ada disana sudah hilang entah kemana.Johan melipatnya menjadi bentuk segitiga.

__ADS_1


Kemudian ia duduk berjongkok di samping Adela.Johan memasangkan hijab itu dikepala Adela,agar rambut Adel yang terekspose bebas itu bisa tertutupi


" lo udah aman sekarang...dia udah pergi"ucapnya lembut kali ini.Tak seperti dua pertemuan sebelumnya,ia selalu memaki dan mengatai gadis malang itu.


"rumah lo dimana?gue antar lo pulang."


Johan kemudian memberikan jas nya pada Adela untuk menutup bagian dada Adela yang terbuka.


Adela hanya mengangguk.Ia memperbaiki hijabnya dan menghapus air matanya.Tanpa sadar,sebuah senyum terbentuk dari bibir Johan melihat pemandangan di depannya itu.


Johan segera mengajak Adela menuju lobby.


Sesampainya di sana...


"lo tunggu sini bentar,gue ambil kunci mobil dulu"


Adela hanya mengangguk.Johan bergegas menaiki lift menuju ruangannya.


Tak lama kemudian Johan kembali ke lobby,dilihatnya Adel tertidur di kursi tunggu lobby tersebut


"hee...bangun,ayo pulang..."ucap Johan


Tidak ada respon


" Adela...bangun..ayo pulang"


Masih tidak ada respon


Johan menepuk pundak Adel,tapi ia merasakan suhu tubuh Adel yang panas.Johan pun menyentuh tubuh Adela


"astaga...dia kenapa"


Johan panik...ia segera membopong tubuh Adela menuju mobilnya.Johan mendudukkan Adela di kursi samping kemudi.


Ia segera masuk ke kursi kemudi mobil tersebut .


tuttt....tutt....


"halo....dokter Kevin...ke apartmen saya sekarang,10 menit lagi saya sampai"ucap Johan kemudian tancap gas.Ia berkendara seperti orang kesetanan.


10 menit kemudian...


Johan sampai di apartment nya,ia segera membopong tubuh Adela menuju unit apartment miliknya yang ada di lantai 20 dan meletakkannya di tempat tidur .


tokk...tokk...tokkk...


Suara pintu diketuk


Johan bergegas membukanya


" selamat malam tuan muda..."


Johan tak menjawab,hanya tangannya mengisyaratkan untuk dokter pribadi keluarga Alexander itu masuk


"anda kenapa tuan?sepertinya anda sehat?" ucap sang dokter sambil menelisik fisik Johan


"bukan gue...tapi orang lain,dia ada di kamar " ucap Johan.Johan dan Dokter Kevin pun segera menuju kamar yang dimaksud.


setibanya di kamar..


"siapa gadis ini tuan?" tanya dokter Kevin


"baik tuan,maafkan atas kelancangan saya."


Dokter Kevin mulai memeriksa keadaan Adela.Johan hanya memperhatikan sambil duduk di sofa tunggal di kamar itu sambil menghisap rokoknya.Setelah beberapa saat....


"gadis ini sepertinya mengalami kelelahan dan dehidrasi tuan...." ucap sang dokter.


"saya akan memberikan beberapa obat dan vitamin untuk gadis ini ,biar besok dia bisa segera meminumnya,untuk malam ini biarkan dia istirahat"


"ya.." jawab Johan singkat.


"kalau begitu saya permisi tuan....mari..."


Dokter Kevin pun pergi meninggalkan tempat itu


Seperginya dokter Kevin,Johan duduk di sisi tempat tidur yang ditempati Adela tersebut,ia memperhatikan wajah polos Adela yang terlelap dalam mimpi tersebut sambil sesekali menghisap rokoknya.Lagi...tanpa sadar,sebuah senyum terbentuk dari bibir seorang Johan Alexander yang angkuh.


"Adela Belva" ucapnya.


sementara di luar apartment


tutttt.........


"halo tuan...saya baru saja dari apartment tuan muda"


"............"


"tidak tuan,tuan muda baik baik saja,saya datang kesini diminta tuan muda untuk memeriksa seorang gadis yang dibawa tuan muda ke apartment nya tuan"


".........."


"saya kurang tau tuan,tuan muda tidak menceritakan apapun pada saya


".........."


"baik tuan"


tutt tutt tuttt


...***...


Matahari mulai menampakkan cahayanya,perlahan menembus kaca kaca jendela sebuah apartment mewah dikota besar itu.


Adela menggeliat.Ia masih mengumpulkan kesadarannya yang masih jalan jalan entah kemana.Adela mencoba mengerjab ngerjabkan matanya.


ini dimana?


Adela sontak terduduk,ia melihat sekelilingnya.Dimana ini?


Adela menatap tubuhnya....ini bukan baju yang dia pakai semalam!!!.Ia sontak menyilangkan tangannya di depan dada.Belum sempat ia mencerna apa yang telah terjadi....


"morning babe.." suara bariton itu mengejutkan lamunannya.Ia sontak menoleh ke arah sumber suara itu.


"tuan...??!" Adela reflek menutup dadanya dengan selimut,kemudian memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya,menghindari pemandangan yang ada di hadapannya saat itu.Bagaimana tidak,Johan berdiri di depan cermin tak jauh dari ranjang dan hanya menggunakan boxer .Memperlihatkan bulu bulu dada dan tato tato ditubuhnya


__ADS_1


Johan yang melihat reaksi Adela pun terpancing untuk sedikit menggodanya.Johan mendekat dan duduk di sisi ranjang,tepat disamping Adela yang terus membelakanginya.


Jantung Adela berdetak kencang.Apakah ini kamar si tuan angkuh itu?apakah semalam ia tidur disini?kenapa si tuan angkuh tidak pakai baju?kenapa ia memakai baju ini?dimana bajunya semalam?siapa yang mengganti bajunya???Adel berfikir keras...mencoba mengingat apa yang semalam terjadi.


"wooyy..." ucap Johan sambil menarik narik pelan ujung jilbab belakang Adel .Adel tak berkutik.


"ehh...gue ngomong ama lo" ucap Johan lagi.Adela terus membelakanginya sambil terus memeluk selimutnya


Johan naik keatas tempat tidur,ia duduk dibelakang Adela,Lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Adel lalu meniupnya lembut.


Bulu kuduk Adel meremang,ia terlonjak untuk berdiri menjauh dadi manusia dibelakangnya itu.Ia masih tetap dalam posisi membelakangi Johan dan setia memeluk selimut milik tuan nya itu.


"tuan ngapain disini?!kenapa nggak pakai baju!" ucap Adel dengan jantung yang terus berdetak kencang.


"laah...ini kan rumah gue...suka suka gue lah " ucap Johan santai.Bahkan sekarang ia berbaring terlentang dengan posisi tangan di belakang kepala ia gunakan sebagai bantal,sedang kaki kanannya ia tekuk.


"lalu kenapa saya ada disini?trus kenapa baju saya bisa ganti?siapa yang gantiin?"cerocos Adela lagi


" menurut lo?"jawab Johan santai,matanya tak lepas dari sosok wanita polos itu.


sejenak mereka terdiam dalam pikiran masing masing.


tokk..tok...tokk....


"permisi tuan,sarapannya sudah siap" ucap wanita paruh baya didepan pintu kamar yang terbuka itu.


Johan tidak menjawab,wanita itu paham,ia segera pergi meninggalkan dua manusia di dalam kamar mewah itu.


"buruan mandi,gue tunggu lo di meja makan" ucap Johan kemudian segera menyambar jas dan kemejanya meninggalkan kamar tersebut.


...***...


Di meja makan



Johan sudah siap dengan baju kerjanya,Adela datang dari dalam kamar,ia mendekati meja makan.Johan menunjuk kursi disampingnya dengan dagunya,mengisyaratkan Adela agar duduk disana.


Adela membelalakkan matanya melihat meja makan yang penuh makanan enak itu.Mulutnya bahkan sudah menganga melihat betapa lengkap dan enaknya makanan yang ada disana.


"Ya Allah makanan ini banyak sekali....mana enak enak lagi....." batinnya.


Adela menelan ludahnya.Ia yang biasanya sarapan dengan nasi uduk,atau kadang hanya roti,merasa pemandangan di depannya ini luar biasa.Ia tidak sabar ingin memakan semua makanan ini,tapi dia menahannya,dia harus tau diri,dimana dia sekarang.


Johan benar benar terhibur dengan tingkah polos Adela,sedari tadi dia hanya senyum senyum melihat ekspresi Adela yang terkagum kagum melihat makanan yang disajikan Bi Marni pagi ini.


kruukkkk....kruuukkk....


Adela memegangi perutnya.Iq memejamkan matanya,sambil memalingkan wajahnya agar tak terlihat oleh pandangan mata Johan


"aduhhh peruuutttt.....malu maluin gue aja lo....!gue tau lo laper..tapi nggak perlu bunyi juga kalik..." batinnya


Johan semakin tidak bisa menyembunyikan tawanya.Ia cekikikan sendiri melihat tingkah Adela.


"gue tau lo lapar...udah...makan aja,nggak usah gengsi" ucap Johan sambil menahan tawa.


Adela menunduk,bukan menunduk sedih...tapi maluu😅


"gue nyuruh lo makan....bukan nunduk" ucap Johan dengan intonasi yang dibuat tegas.Adela pun mengangguk.Ia pun kemudian berdiri hendak mengambil nasi ke piringnya.Tapi kemudian dia menghentikan pergerakannya,ia melihat piring Johan masih kosong.


"tuan mau saya ambilkan nasi?" ucap Adela lembut


Johan menatap wajah ayu gadis berhijab itu.Ia kemudian mengangguk.Adela tersenyum,kemudian mengambil piring Johan dan mengisinya dengan nasi.


"tuan mau lauk yang mana?" suara itu mengalun merdu di telinga Johan.Johan tanpa sadar memejamkan matanya menikmati suara itu.


"terserah,semua gue suka..." ucapnya kemudian.


Dengan cekatan Adel mengambilkan beberapa lauk untuk Johan,kemudian meletakkannya di depan Johan


"silahkan tuan" ucap Adela diiringi dengan senyum manisnya


Astaga......suara gadis ini merdu sekali.Benar benar membuat hati Johan bergetar tiap kali mendengar nya.Adela kemudian mengambil makanan untuknya sendiri.Porsinya sedang,tidak terlalu banyak,tidak juga terlalu sedikit.


Sarapan pun berjalan dengan semestinya,Adela makan dengan lahapnya.


Senyum selalu mengembang dari bibir mereka masing masing.


Adela tersenyum karena makanan enak yang masuk ke mulutnya,sedangkan Johan tersenyum karena pemandangan indah yang masuk ke matanya.


setelah sarapan yang indah itu berakhir...


"gue berangkat kerja dulu,lo disini aja istirahat jangan lupa minum obat lo yang ada di kamar.Ingat....jangan keluar dari tempat ini tanpa seijin gue!paham?" ucap Johan mewanti wanti.


"baik tuan "ucap Adela sambil mengangguk.


Johan melangkah mendekati pintu,tiba tiba...


" tuan..."ucap Adela yang membuat Johan menghentikan langkahnya.Johan menoleh ke arah Adel tanpa berkata


"tuan....semalam nggak terjadi apa apa kan?" tanya Adela dengan ragu.


Johan tersenyum licik


"nggak terjadi apa apa....cuma...ada sesuatu yang manis aja" ucap Johan dengan tatapan menggoda,sambil tangan kanannya menyentuh bibirnya sendiri..Johan pergi meninggalkan Adela yang nampak syok dengan menutup mulutnya yang terbuka


"maksudnya apaa?Ya Allah gimana ini...." ucap Adela penuh kekhawatiran.


...***...


Di lobby apartment...


"selamat pagi tuan" ucap Marvel sambil menunduk.


"Asisten Marvel....saya minta data lengkap tentang kepala Ob yang bernama Angga,taruh dimeja saya siang ini" ucap Johan pada Marvel.


"baik tuan"


"dan satu lagi....Adela Belva.Data lengkapnya...."


Marvel diam sejenak,kemudian mengangguk


"segera saya kirimkan ke meja anda tuan" ucap Marvel kemudian.


Merekapun masuk kedalam mobil dan melaju menuju kantor.


...----------------...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMENT & VOTE NYA YA READERS...🤗🤗🤗🤗


__ADS_2