WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 55


__ADS_3

Di perusahaan Alexander Group....


CEO tampan itu berjalan memasuki ruangannya Langkah kaki nya yang panjang,sorot mata tajam,dan raut wajah tegas yang ia pancarkan membuat semua karyawan mundur memberi jalan kepada putra Tuan Alexander tersebut.


Johan disusul dengan Marvel di belakangnya dan beberapa


staf penting lainnya masuk ke dalam lift khusus presdir.


"apa jadwal saya hari ini?" tanyanya tanpa menoleh.


"hari ini kita ada pertemuan dengan AH Corp tuan...." ucap Marvel.


tringg....


pintu lift terbuka...


"ke ruangan saya sebentar..." ucap Johan pada Marvel


"baik tuan...." ucapnya.


Johan pun masuk ke dalam ruang kerjanya disusul Marvel.


Johan yang tengah mengetik sesuatu memalui ponselnya itu menyandarkan tubuhnya di sisi meja kerjanya.


"lo taruh di mana si ba**sat itu...."ucapnya sambil terus mengetik.


Marvel mendudukkan b***ngnya di sofa panjang di ruangan itu.


"tempat biasa..." ucapnya santai sambil memainkan ponsel miliknya.


"dia masih hidup?"tanyanya lagi sambil meletakkan ponselnya di meja kerjanya tersebut.


"masih...."


"lo udah cari tau dengan siapa dia kerja sama?"Marvel menghentikan aktivitasnya,diam sejenak.Dia tidak mungkin mengatakan kalau ia mencurigai Clara bukan?bisa ngamuk Johan kalau tau.


" belum...."


Johan menatap Marvel dengan tatapan menyelidik.


Marvel bangkit...


"gue balik ke ruangan gue dulu.Meeting hari ini jam sebelas siang." ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan Johan.


Johan menatap punggung kakaknya itu hingga menghilang di balik pintu.


Sedangkan Marvel...


Ia membuang nafas kasar sesaat setelah berada di luar ruangan adik tirinya itu.


"Tar....suruh OB bawa minuman dingin ke ruangan saya..." ucap Marvel pada Tari.


"minuman dingin pak?" tanya Tari lagi.Pasalnya pagi ini udara cukup dingin,tapi Marvel justru meminta untuk di bawakan minuman dingin.


"iya...buruan..." ucap Marvel lalu pergi meninggalkan Tari disana.


...****...


Siang menjelang.....


Wanita bersuami itu tengah sibuk di dapurnya...ia berencana membuatkan kue bolu untuk suaminya nanti.Saat Adela baru saja hendak menyiapkan bahan bahan untuk membuat kue.


ting...tong....


Bel berbunyi.

__ADS_1


Siapa?tidak mungkin Johan kan?


Adela melepas celemek nya,ia kemudian bergegas membukakan pintunya.


Ceklekk....


Pintu terbuka..


Nampak lima orang wanita berdiri di depan pintu.Dua orang wanita dengan penampilan elegant dan make up yang mencolok berdiri sambil menenteng tas yang sepertinya tas make up.Sedangkan dibelakangnya tiga orang wanita dengan tubuh yang tinggi besar membawa masing masing dua koper besar.


"selamat siang nona Adela..." sapa seorang wanita berpostur tinggi ramping dengan dress warna hijau itu.


"selamat siang..." jawab Adela.


"perkenalkan nona...nama saya Anita,dan ini Windy asisten saya.Kami ditugaskan oleh tuan muda Alexander kemari untuk mendandani anda nona."


" dandan?saya?"tanyanya heran.


"benar nona"


"untuk apa?"


"tuan bilang anda perlu untuk mendapatkan perawatan dan sedikit penataan rambut nona..." ucap wanita itu lagi.


Adela mengernyitkan dahinya.


Ia kemudian melirik tiga wanita dibelakang Anita dan Windy.


"lalu mereka siapa?" tanyanya lagi.


"mereka adalah orang orang nya tuan Johan,mereka ditugaskan untuk mengantar pakaian pakaian anda nona.


" pakaian saya?itu semua?sebanyak itu??"tanyanya sambil menunjuk enam koper besar yang di bawa wanita wanita tersebut.


"benar nona..."


"ya sudah silahkan masuk mbak..." ucap Adela mempersilahkan masuk.


Kelima wanita itupun segera masuk ke dalam apartment mewah itu.


"saya telfon suami saya sebentar ya mbak..." ucap Adela.


"silahkan nona...." ucap Anita.


Adela pun segera mengambil ponsel di sakunya..


tuutt....tuutt...


"halo cantik...." sapa Johan dari seberang sana.Saat ini Johan sedang bersama Marvel mempersiapkan meeting dengan klien nya.


"mas...mas nyuruh orang orang kesini ya...?"


"orang apa?" tanya Johan sedikit bingung.


"itu...katanya suruh dandanin aku...ada yang bawa koper gede gede juga lagi..."


Johan tersenyum,


"oh...itu...iya...memang aku minta mereka buat dandanin kamu,bukan dandanin sih...tapi ngajarin.Biar kamu bisa dandan,cuma di permak dikit aja biar makin cantik.Istrinya Johan nggak boleh dekil tauk..." ucapnya santai.Marvel yang ada di hadapan pria itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar ucapan Johan yang menurut nya alay.


"tapi aku nggak biasa dandan mas..."


"udah sih nggak usah protes...mereka cuma mau dandanin kamu yang natural aja,aku juga udah beliin alat make up buat kamu,ada di koper koper itu.Itu semua baju baju dan make up kamu.Kamu suruh aja mereka ke kamar kita,biar mereka yang menatanya di lemari."


"tapi mas........."

__ADS_1


"nurut..." ucap Johan dengan nada yang dibuat tegas.


Adela mengerucutkan bibirnya.


"iya...iya..." ucapnya kemudian.


"gitu dong pinter....ya udah..kamu have fun ya...aku masih harus cari nafkah buat kamu..." ucap Johan,membuat Adela tersipu.


"ya udah...hati hati ya...jangan lupa bentar lagi makan siang..."


"iya sayang..love you..."


"love you too..."


Sambungan telfon terputus.Adela segera menghampiri orang orang suruhan Johan itu.


"mbak...bajunya bisa langsung di bawa ke kamar aja ya..." ucap Adela pada tiga wanita itu.


"baik nona" ucap mereka .Ketiga perempuan itu pun segera masuk ke dalam kamar Adela dan Johan.


"bisa kita mulai nona?" tanya Anita kemudian.


"iya mbak....bisa..." ucap Adela.


Adela segera mengikuti Anita dan Windy.Adela pun hanya menurut semua perkataan dua wanita itu.Pertama tama Windy merapikan style rambut sebahu Adel yang berantakan itu.Windy mengubah style rambut Adela menjadi potongan rambut pendek dengan sedikit sentuhan layer untuk memberikan efek stylish.


Cukup lama mereka berkutat dengan rambut,membuat Adela yang tidak terbiasa itupun terkantuk kantuk.


...****...


Sementara di tempat lain.


Tepat pukul sebelas siang..


Johan dan Marvel memasuki sebuah cafe.


Seorang laki laki berusaia kurang lebih 20tahun sudah duduk di sebuah bangku di sana.


Laki laki itu bangkit ketika melihat dua pria tampan yang sudah hampir setengah jam ia tunggu itu masuk ke dalam cafe tersebut.


"pak Johan...pak Marvel...selamat siang..." sapa laki laki bernama Bayu itu.Ia mengulurkan tangannya mengajak Johan dan Marvel bersalaman.


"silahkan tuan..." ucap Bayu


Johan dan Marvel pun duduk.Johan mengamati wajah pria di hadapannya itu,ia seperti pernah melihat wajah pria itu.Tapi dimana?


"anda ini......." ucap Marvel menebak nebak.


"oh...perkenalkan...nama saya Bayu Hartadi,saya anak dari bapak Anggara Hartadi...pemilik AH Group." ucap Bayu memperkenalkan diri.


"oh..iya....iya..." ucap Marvel paham.


"saya sangat beruntung sekali bertemu dengan pak Johan dan pak Marvel.Seorang partner muda yang sangat di segani di dunia bisnis saat ini." ucap Bayu antusias.Terlihat jelas dari sorot matanya bahwa ia begitu merasa bahagia,seoalah olah ia baru saja bertemu artis idolanya.


"anda bisa saja...." ucap Marvel sambil tersenyum.


Obrolan pun berlanjut.Ketiga pria itu saling berbincang membicarakan kerja sama yang akan mereka bangun.AH Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan Alexander Group,perusahaan yang tak terlalu besar yang baru baru ini mulai naik daun.


...----------------...


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰


TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤***


__ADS_2