
Di kantor Alexander Group....
"heii..... tunggu..!!!" ucap Marvel setengah teriak.Saat ini ia sedang berada di parkiran mobil Perusahaan Alexander Group.Gadis berhijab yang dimaksud Marvel itupun menghentikan langkahnya.Marvel setengah berlari menghampiri gadis itu.Setelah berhasil mendekat pada gadis itu.......
"sorry....saya minta maaf atas ucapan tuan Johan di mobil tadi" ucapnya.
Adela mencoba menampilkan senyumnya.
"tidak apa tuan,saya tidak masalah.Memang saya yang salah,harusnya saya tidak keluyuran terlalu jauh saat jam istirahat.Saya minta maaf" ucap Adela sambil menunduk
"itu bukan kesalahan kok" ucap Marvel lagi.
"oh ya....saya Marvel,asisten tuan Johan.Nama kamu siapa?" tanya Marvel sambil mengulurkan tangannya.Adela menatap tangan yang ada dihadapannya.Laki laki ini jauh berbeda dari atasannya itu.Dia baik,ramah,dan berhati manusia.
"lah emang si johan berhati apa??" tanya author
ada yang bisa bantu jawab???
"hello..."ucap Marvel sambil menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Adela.
" eh..iya tuan"Jawab Adela gugup
"nama kamu siapa?" Marvel bertanya lagi sambil tertawa,gadis di depannya ini benar benar imut
"saya Adela tuan" jawab Adela sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.Ia tidak membalas uluran tangan Marvel.Marvel segera menarik tangannya ke posisi semula
"oh...Adela....okey...sekali lagi saya minta maaf ya atas sikap tuan Johan,kalau begitu saya permisi dulu,kamu semangat kerjanya" ucap Marvel sambil tersenyum dan menekuk lengannya ke atas memberi semangat pada Adela.
"makasih tuan"
merekapun berpisah.Adel bergegas untuk melaksanakan tugasnya sebagai office girl sedangkan Marvel bergegas menuju ruangannya.Johan sudah terlebih dulu naik ke atas menuju ruangannya.
sesampainya Adela di pantry..
"lo dari mana aja sih Del" ucap Angga pada Adela yang baru saja masuk pantry.
"maaf mas,tadi saya ada urusan" ucap Adela.
"semua orang juga punya urusan pribadi kali Del,tapi tolong dong jangan seenaknya...kita sama sama kerja,masa iya kita yang disini sibuk lo nya malah enak enakan jalan jalan sama bos" ucap Angga lagi.
Adel melongo,ia menoleh pada Selly seolah meminta penjelasan tentang situasi yang terjadi saat ini.Tapi Selly pun seolah bingung,selama satu bulan bekerja disana ia tidak pernah melihat Angga,teman sekaligus kepala office boy di tempatnya bekerja ini menunjukkan ekspresi marah seperti saat ini.
"saya minta maaf mas.." kata Adel menunduk
"gue nggak mau tau ya Del...malam ini lo harus lembur,sebagai ganti atas keterlambatan lo siang ini" ucap Angga kemudian pergi meninggalkan tempat itu
"baik mas" jawab Adela
setelah Angga pergi
"dia lagi dapet kali ya.....dari tadi uring uring an mulu..." cerocos Selly
__ADS_1
"mas Angga kenapa sih Sell?nggak biasanya dia marah marah gini?apa gue kelamaan ya tadi diluar" tanya Adela bingung
"lo tu cuma telat5 menitan Del....lagian juga pekerjaan kita nggak sibuk sibuk banget kok pas lo tinggal"
"gue nggak enak Sell..."
"udah..biarin aja..mungkin emang mood nya mas Angga kurang bagus hari ini.Nggak usah dipikirin" hibur Selly
"berarti hari ini kita nggak pulang bareng dong" ucap selly sambil memanyunkan bibirnya
"trus ntar lo pulang naik apa?" tanya nya lagi
"udah..nggak papa...gue bisa naik ojol kok" jawab Adel
"Del...lo tau nggak,perasaan gue nggak enak" Ucap Selly.Entah kenapa ia merasa khawatir pada sahabatnya ini.Mungkin karena Adel memang jarang keluar malam sendiri,biasanya Adel selalu bersamanya kalau pergi malam malam.
"lo tenang aja deh Sell,gue bukan anak kecil...gue bisa jaga diri kok"
"udah yuk kerja...ntar mas Angga ngomel lagi loohh".ucap Adela.Mereka pun kembali pada tugas mereka masing masing.
...***...
Petang mulai berganti malam....bangunan tinggi nan megah itu sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan pekerjanya.
Adela masih sibuk di dalam sana.Tidak ada yang membantunya disana,mengerjakan sendiri pekerjaan yang harusnya dikerjakan bersama sama.
Hingga waktu menunjukkan pukul 20.00 ia baru selesai dengan pekerjaannya.Ia menuju pantry,tenggorokannya terasa kering,ia berniat untuk minum,tubuhnya terasa sangat lelah,bahkan dia baru makan tadi pagi bukan?saat istirahat siang dia tidak sempat makan.Ia pun sampai di depan pantry,ketika ia membuka pintu...
ceklekk.....
matanya fokus pada seseorang yang tengah duduk di salah satu kursi di ruangan itu.Menyilangkan tangannya di dada dan memberikan tatapan yang mengintimidasi pada Adela yang baru datang itu.
" mas Angga?"ucap Adela,ia sedikit kaget dengan keberadaan Angga disana.Bukankah seharusnya dia sudah pulang?
"mas Angga kok masih disini?mas Angga nggak pulang?"tanya Adela lagi.Sebenarnya ia merasa aneh akan keberadaan Angga saat ini,untuk apa dia ada disini malam malam?tapi lagi lagi Adela tidak mau berburuk sangka pada siapapun.Mungkin dia ada urusan mendadak hingga dia harus datang ke kantor malam malam.
Angga tidak menjawab satupun pertanyaan Adel.Adela bergegas mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih.Disaat yang bersamaan,Angga berjalan dengan tenang mendekati pintu,ia menutup pintu tersebut lalu tanpa sepengetahuan Adel ia mengunci pintu tersebut dari dalam.
Angga berbalik,mendekat pada Adel yang tengah kehausan.Lalu ia menyandarkan tubuhnya pada meja,tangannya dilipat di depan dada.Matanya mengamati wajah Adela yang nampak kelelahan itu dengan intens.
Adela menyudahi minumnya,lalu mengusap bibirnya yang basah,Angga tersenyum menyeringai melihat pemandangan di depannya.
" mas...kamu belum jawab pertanyaanku lo...kamu ngapain kesini malam malam?"tanya Adela lagi.
Angga menaikkan satu sudut bibirnya,tangannya bergerak mengusap lembut pipi Adela
"lo cantik banget Del.." ucapnya.
__ADS_1
Adela kaget dengan apa yang dilakukan Angga,ia segera menepis tangan Angga.Sungguh..dia tidak terbiasa bersentuhan dengan pria yang bukan muhrim nya.Bukannya Adel sok suci...tapi entah mengapa semenjak ia memutuskan untuk berhijab ia merasa kurang nyaman jika terlalu dekat apalagi sampai bersentuhan dengan yang bukan mahrom nya.
"mas Angga apaan sih mas..!" Adela mulai tidak nyaman,ia merasa ada yang aneh dengan pria yang dianggapnya sahabat ini.
Angga mulai berani mendekat pada Adela...Adela pun melangkah mundur..sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap menjaga jarak dari pria di hadapannya ini.
"mas..kamu jangan bercanda deh...ini nggak lucu tau..!" Adela merasa takut,Angga yang dihadapinya sekarang bukanlah Angga yang biasa dia kenal.
Adela merasa ruang geraknya akan semakin sempit,dia mundur sudah hampir sampai dipojok dinding.Kalau dia terus mundur dia pasti tidak akan bisa kemana mana.Dengan segala kecepatan yang dia punya Adela berlari menuju pintu,tapi sayang Angga lebih cepat.Ia menarik tangan Adela dan dengan kasar menghempaskan tubuh mungil itu ke dinding.
Kini Adela berada dalam kungkungan tangan kekar Angga
"mau kemana lo?" ucap Angga dingin
"mas istigfar...kamu kenapa sih?...hiks...." ucap Adela sambil menangis.Ia benar benar ketakutan sekarang.
"kalau aku punya salah sama kamu aku minta maaf..!akuu....."
"DIAAM....!!!!!" Angga berteriak tepat diwajah Adela.Membuat Adela sontak memejamkan matanya.
Adela tidak bisa membendung tangisnya lagi.Ia benar benar ketakutan setengah mati.Ia berusaha berontak,tapi tenaganya tak sebanding dengan kekuatan Angga.
"nggak usah sok suci lo jadi perempuan" ucap Angga
"lu tau kan sebenarnya kalau gue suka sama lo..?!tapi lo selalu pura pura beg* didepan gue..!!!!" suara Angga meninggi di kalimat terakhirnya.
"dan tadi siang....lu satu mobil sama pak Johan dan Pak Marvel...abis dari mana lo sama mereka?ABIS NGAPAIN LO SAMA MEREKA...???!!!"
"JAWABBB....!!!!"Suara keras Angga menggelegar ke setiap sudut ruangan.Kantor memang sudah sepi..semua karyawan sudah pulang.
Adela hanya bisa menangis.Ia menyebut nama Tuhan nya dalam hati,tidak ada yang bisa menolongnya saat ini selain yang menciptanya.
satu tangan Angga mencengkeram dagu Adel dengan keras
" apa gue harus sekaya keluarga Alexander dulu baru lo mau ngrespon gue?"bisik Angga ditelinga Adel
Adela menggelengkan kepalanya cepat sambil sesenggukan.
Angga menyeringai,lali menghempaskan kasar tubuh Adela ke lantai.
"munafik lo..."
Adela terpelanting ke lantai.Badannya terasa sakit saat tubuh mungilnya berbenturan dengan lantai marmer itu.Belum sempat ia bangkit secepat kilat Angga menarik hijab Adela hingga terlepas.
Adela menjerit.Ia mencoba meraih hijabnya yang sudah dilempar asal oleh Angga.Ia merasa malu,ia berusaha menutupi kepalanya dengan telapak tangannya.
Angga memperhatikan sejenak penampilan Adela yang tanpa hijab itu.
Dia merasa seperti.....
ah sudahlah...Adela tetap tetlihat mempesona saat itu.Tak butuh waktu lama...Angga langsung menerjang tubuh mungil Adela yang tengah terduduk di lantai itu.Adela pun menjerit,meronta...mencoba untuk berlari pergi dari tempat itu.
__ADS_1
tiba tiba..............
...----------------...