
*bab ini mengandung unsur dewasa di khususkan untuk pembaca usia 18+
mohon bijak dalam memilih bacaan.....*
Disebuah bangunan tua yang nampak tak terawat,....
Seorang gadis di ikat tangan dan kakinya pada sebuah tiang kayu di sana.Mulutnya di lakban,pakaiannya sudah tak lengkap lagi.Tinggal menyisakan pakaian da*am yang melekat pada tubuh indahnya.Empat orang pria menatap gadis yang mulai sadarkan diri ini dengan tatapan lapar.Ya...mereka mengikat Adela di tiang itu setelah sebelumnya mengambil beberapa foto Adela yang nampak tidur dengan seorang pria.
"keluar kalian.Ini jatah gue!gue harus bersenang senang dengan perempuan si*lan ini...!" ucap pria itu penuh penekanan.Matanya tak lepas dari wanita yang kini nampak syok dengan apa yang ia alami.
"baik...." ucap tiga pria berpenampilan preman itu.Mereka kemudian pergi meninggalkan pria itu di dalam ruangan bersama Adela.
Adela membelalakkan matanya.Ia meronta ronta meminta dilepaskan dengan mulut yang tertutup lakban.
"mas angga.." batinnya.
Angga tersenyum menyeringai.Dengan langkah yang tenang ia mendekati wanita yang kini ketakutan setengah mati itu.
Angga berdiri di hadapan Adela.Matanya tak henti menatap keindahan yang tersaji di hadapannya itu.Adela yang terikat terus meronta minta dilepaskan.
Angga menaikkan satu sudut bibirnya,tangannya tergerak menyentuh pipi mulus gadis itiu.Adela mulai menangis,ia meronta ronta minta di lepaskan.
Adela memalingkan wajahnya menolak sentuhan dari Angga.Tapi Angga tak peduli.Tangannya terus menjelajah turun menuju leher hingga ke p*h* Adela.Adela menjerit namun tak terdengar karena mulutnya yang di lakban.Ia terus menangis...
Angga manatap angkuh wanita itu,ia menghentikan aksinya lalu
tangannya ia masukkan ke dalam saku celana.
Apa kabar sayang..."
Adela meronta ronta.
"Ya Allah..tolong hamba Ya Robb..." batinnya menangis.
Angga mendekati tubuh Adela,membuat gadis itu semakin berontak.Angga membelai rambut Adel
"ssssttt......tenang sayang...jangan takut..lo aman disini" ucapnya menyeringai.
__ADS_1
"nggak akan ada yang bisa gangguin kita di sini sayang...." ucapnya yang kini mulai membelai pipi Adela.
Adela menggeleng cepat.
Angga tersenyum penuh kemenangan.
Sreett....
lakban itu terbuka dengan kasarnya membuat Adela menjerit.
Tanpa aba aba Angga segera meraih tengkuk Adela dengan tangan kanannya dan mendekatkan ke arahnya.
"kita senang senang sekarang sayang..?" ucap Angga dengan tatapan lapar.
Hap....
Dengan satu gerakan Angga menguasai b***r mungil gadis itu.Dengan brutal ia mencoba bermain main disana.Adela menangis sejadi jadinya.Ia terus bersusah payah menahan mulutnya agar tak terbuka,kepalanya ia garakkan mencoba menghindari lu***an dari Angga yang brutal.Tangan kiri Angga kini tergerak mencengkeram pipi Adela,agar bibir gadis itu terbuka,Angga meng***** bibir bawah Adela dengan kasar hingga darah segar keluar dari sana.Angga kini dengan leluasa menjelajahi mulut mungil gadis itu.Ia tak peduli dengan tangisan Adela yang terdengar memilukan di sela sela c***** brutal yang ia lakukan.
Angga memperdalam c*****nya,ia menekan tengkuk Adela dengan tangan kanannya,sedang tangan kirinya merengkuh pinggang Adela dan mendekatkan kan tubuh gadis itu pada tubuhnya hingga tanpa jarak.
Angga semakin menggila,c****n itu turun ,kini mulai menyusuri leher jenjang Adela,ia menc**** leher itu dengan brutal,dan memeberi banyak gi***** disertai hi***** disana menyisakan luka berwarna merah keunguan.Tangisan Adela semakin menjadi jadi,tangisan pilu menyayat hati yang membuat siapa saja akan iba mendengarnya.Tapi tidak dengan pria yang sudah dibutakan ***** itu.Ia terus bermain menikmati lekuk tubuh gadis manis ini.Memeberikan tanda tanda kenik**tan itu di seluruh area d*d* Adela.Angga berhenti sejenak.Ia mengusap bibirnya yang basah karena salivanya .Ia menatap garang pada Adela yang terus menangis.Seringai kembali muncul dari bibirnya membuat Adela semakin gemetar.
"ampun mas...tolong jangan..." ucapnya mengiba.
Angga tidak peduli.Dengan satu gerakan tangannya me***** benda kenyal yang masih terbungkus *** hitam itu,membuat Adela menjerit.Tangisan itu semakin menjadi jadi.Angga tersenyum puas melihat gadis di hadapannya menderita.Tangisan dan rintihan Adela membuatnya semakin bersemangat untuk melakukan lebih pada gadis ini.
"lo suka kan?" ucapnya dingin,sambil memperkuat remas*n itu pada sebelah p******** Adela.
Adela tidak menjawab,ia terus meronta ronta dengan sisa sisa tenaga yang ada.
"udah berapa kali Johan melakukan ini ke lo...?hahh...!!" ucapnya disertai dengan bentakan.
Adela seolah tak punya kekuatan untuk menjawab.Ia terus meronta minta di lepaskan.
"yang mana lagi yang pernah disentuh Johan sayang..?haah....!yang mana...?!!"
Adela menggeleng cepat.ia terus menangis tak terbendung.Angga menggerakkan sebelah tangannya,kini kedua tangan kekar itu sudah masuk ke dalam *** Adela dan bermain main dengan benda kenyal itu.
__ADS_1
"apa Johan pernah melakukan ini?hahhh...!jawab pe*****...!!!"
ciihh....
Angga menghentikan gerakannya.Wajahnya merah menahan amarah.Adela meludah tepat di wajah Angga membuat Angga murka.
plakk....
tamparan keras mendarat di pipi Adela.
"a***ng lo ya...!berani lo meludahi gue...?!!" bentak Angga
Ia kemudian menarik rambut Adel dengan kasar membuat Adela meringis kesakitan.
"lo mau macam macam sama gue?mau nantangin gue...?!!" ucapnya di depan wajah Adela.
"ok....kita mulai sayang..."
Adegan pemaksaan itu pun dimulai.....
Sementara di luar gudang.Marvel dan Johan sampai de tempat itu hampir bersamaan.
"sepertinya Adela ada didalam" ucap Marvel.
"gue bakal bunuh siapapun dia yang berani menyentuh Adela" ucap Johan dengan kilatan amarah di matanya.
Dua pria gagah itu berjalan mendekati bangunan tua itu.Sesampainya di depan pintu bangunan,mereka di hadang oleh tiga preman yang berjaga di sana.
"siapa kalian?!"tanya salah satu preman itu.
" mana Adela "ucap Johan dingin.Sorot mata tajamnya memancarkan aura membunuh yang kuat.
" oh....gadis cantik itu....dia sedang bersenang senang bersama bos kami di dalam...gadis itu benar benar sexy...bos kami sangat suka dengan tubuh nya.hahahaha........."
Ketiga preman itu pun tertawa terbahak bahak,membuat darah Johan mendidih.Matanya merah,rahang mengetat,tangannya mengepal,jiwa iblis seolah merasuk dalam dirinya membayangkan gadis yang dicintainya menderita di dalam sana.
"anj*ng lo semua...!" ucap Johan dingin dengan mata iblisnya.
__ADS_1
"lo ke dalam aja selamatkan Adel,biar mereka gue yang urus...gue udah lama nggak olah raga..." ucap Marvel santai dengan tatapan meremehkan pada tiga pria itu.
...----------------...