
23.00
Di kediaman keluarga besar Alexander.
Sepasang suami istri itu masih saling berpelukan di dalam selimut tebal di kamar seorang Johan Alexander.Setelah pergulatan panas mereka,kini Johan mengurung Adela dalam dekapannya,seolah tak mengijinkan Adela untuk beranjak jauh darinya barang sejengkalpun.Dengan tubuh yang masih polos tanpa busana,Johan menciumi pucuk kepala Adela,menghirup dalam aroma sampo wanita pujaan hatinya itu.Adela mulai bermain main dengan dada bidang berbulu milik suaminya itu.
"mas...."
"hmm...."
"aku pengen pecel lele..."
"apa....?"
"pecel lele...."
"kamu baru aja makan tadi Del...."
"tadi kan yang makan aku...sekarang dedeknya yang pengen makan"
"hmmmhhh...." Johan menghela nafas panjang.
"mas.....buruan....ntar keburu abis...."
"ini udah malem sayang....besok aja ya...."
"lapernya sekarang masa di suruh makannya besok....."
"maaaasssss........"ucap Adela merengek.
Johan menghela nafas.
" iya....iya....aku cariin,tapi kamu dirumah aja ya...."
"okayy papa...." ucapnya manja.
Johan tersenyum,ia mengecup kening Adela,lalu bergegas menggunakan pakaiannya.
Johan keluar dari kamarnya dengan menggunakan jaket tebal,udara diluar sangat dingin.Kalau bukan permintaan Adela nggak akan sudi dia keluar jam segini.Enakan juga tidur.
Adela pun mulai beranjak dari ranjangnya,wanita hamil itu kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Kurang lebih sepuluh menit,Adela sudah selesai dengan aktifitas mandinya,ia kemudian keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.Menggunakan piyama panjang panjang dan hijab bergo hitam bumil cantik itu duduk di sisi ranjang sambil menunggu kedatangan sang suami.Sepuluh menit menunggu,namun Johan tak datang datang juga.Adela mengambil sebuah kunci yang berada di dalam laci dan ponselnya yang berada di atas nakas,ia kemudian keluar kamar.
Adela menuruni tangga,lampu lampu di rumah itu sebagian sudah mati.Adela berjalan ke arah belakang,menuju sebuah ruangan yang letaknya di dekat halaman belakang.Adela membuka pintu ruangan itu menggunakan kunci yang ia bawa.
ceklekk....
Pintu terbuka.Adela menyalakan saklar lampu disana...
Adel tersenyum,ia kemudian duduk di salah satu sofa panjang di ruangan tersebut,menghadap sebuah papan lukis dengan kertas putih yang masih polos.
Kurang lebih lima menit kemudian....
cekleek....
Johan membuka pintu kamarnya,pria beristri itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar,mencari cari sosok yang meminta dibelikan pecel lele tadi.Kemana dia?
"Adel...." ucap Johan memanggil manggil istrinya.
"kamu dimana?"
"Adel....katanya lapar"
Johan membuka pintu kamar mandi,tidak ada.
"Adel..."
Johan keluar kamar,lalu turun ke lantai bawah dengan kantong kresek berisi makanan pesanan sang istri di tangan kanannya,lampu lampu disana masih mati.Dimana dia.?
__ADS_1
Johan melangkah ke arah belakang rumah,mungkin dia menemui Selly.
Namun langkahnya terhenti,ia menoleh ke arah ruang studionya.Lampunya menyala dengan pintu yang terbuka,apa mungkin dia ada disana?
Johan mendekati ruangan tersebut,ia menengok ke arah pintu yang tak ditutup itu.
Johan tersenyum,di lihatnya sang istri tengah duduk di sofa dalam posisi membelakanginya,tangannya nampak lincah mengusap usap kertas putih itu dengan kuas lukis di tangannya.
Johan mendekat,ia sedikit membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Adela,ia menatap wajah ayu yang nampak fokus itu sampai sampai tak menyadari kedatangan nya.
"dicariin dari tadi taunya disini" ucap Johan tepat di telinga Adela,membuat Adel terlonjak.
"maas...ngagetin aja deh kamu" ucap Adela.
Johan terkekeh,
"lagian kamu ngapain sih disini malem malem?dicariin dari tadi jugak" ucap Johan kemudian duduk di samping Adel.
"bagus nggak lukisan aku?" tanya Adela dengan senyum sumringah.
Johan menoleh ke arah kertas putih itu...
???
Johan tersenyum menahan tawa,
"bagus kan mas?" tanya Adela.
"iya...bagus..." ucapnya mengiyakan.Johan terus tersenyum menahan tawa melihat lukisan hasil karya sang istri yang tidak jelas bentuknya itu.
"bagus lah...kan aku yang bikin..." ucap Adela.
"iya...apalagi kodoknya nih bagus banget..." ucap Johan sambil menunjuk sebuah gambar kecil yang mungkin maksud istrinya adalah seekor hewan.
"kok kodok sih....itu kucing..."
"kodok Del....ini kodok...."
"kodok sayang...."
"kan aku yang ngelukis...kok kamu yang ngeyel..." ucap Adela kesal,namun terlihat lucu di mata Johan.
Johan terkekeh melihat ekspresi Adela.
"ah kamu mah gitu....nggak pernah serius...." ucap bumil itu sambil meletakkan kuas lukisnya kasar.
Johan semakin terkekeh.
"iya....iya.....nggak sayang...bercanda....itu kodok.....eh kucing maksudnya..."
"maaassss......"
"iya...iya....kucing..." ucapnya lagi sambil merangkul pundak istrinya.
Adela masih cemberut...
"udah dong...jangan cemberut..." ucap Johan sambil menyentuh gemas bibir wanitanya itu.
"katanya tadi laper....nih makan dulu..." ucap Johan.Ia membuka bungkusan nasi dengan lauk pecel lele itu.
"suapin..." ucap Adela masih dengan mode ngambek.
Johan tersenyum...
"iya....aku ambil sendok dulu ya.."
"jangan pakai sendok...."
"terus pakai apa?pakai sekop mau?"
"maaasss......"
__ADS_1
"iya....iya...becanda sayang....pakai apa?"ucap Johan sambil mengacak acak pelan rambut berbalut hijab itu.
" pakai tangan...."ucap Adela manja.
"ya udah...tungguin ya...aku cuci tangan dulu..." ucap Johan.Adela mengangguk manja.
Johan beranjak keluar dari ruangan itu,kemudian menuju dapur untuk mencuci tangannya.
Johan kembali ke ruangan di mana Adela berada,ia kemudian kembali duduk di samping sang istri.
Adela merubah posisi duduknya.Ia mengangkat kakinya naik ke sofa,lalu duduk bersila menghadap sang suami,bersiap menerima suapan dari tangan sang suami.Johan tertawa menggelengkan kepalanya,makin hari makin manja aja istrinya ini.Eh...tapi sama sama ding....Johan kan kadang juga gitu ye khann....
Johan mengangkat tangannya yang sudah terisi nasi dan lauk lele itu.
"aaa...." ucapnya.
Adela menurut,ia membuka mulutnya lebar,membuat Johan terkekeh.
Satu suapan masuk dengan sempurna.
"enak?"
Adela mengangguk.
"apanya yang enak?"
"tangannyaahhh...." ucap Adela sambik menggeliat dengan mimik wajah yang menggemaskan.
Johan tertawa melihat tingkah sang istri,bahkan sampai geleng geleng kepala.
Johan kembali mengangkat tangannya..
"aa..lagiii....."
Adela kembali membuka mulutnya lalu melahap nasi di tangan Johan dengan semangat sampai sampai tangan Johan pun ikut terkena giginya.
"yang dimakan nasinya aja Del...jangan tangannya..." ucap Johan.
Adela hanya nyengir kuda.
Malam pun berlalu dengan adegan saling suap suapan antara sepasang suami istri itu.Kedua nya asyik menghabiskan malam berdua di dalam ruangan itu sebelum akhirnya kembali ke kamar untuk tidur.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***






***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
__ADS_1