WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 122


__ADS_3

Wanita itu tak henti menitikkan air mata di atas sajadah ungu pemberian sang suami sebagai mahar pernikahannya dulu.Lantunan ayat ayat suci Al Quran menggema di seluruh ruangan itu.Suaranya bergetar,air matanya sudah banjir bahkan membasahi lembar demi lembar kitab suci yang berisikan kalimat kalimat Allah itu.


ceklek....


pintu terbuka...


Selly masuk kedalam kamar tersebut,dilihatnya sang sahabat masih belum beranjak dari tempatnya.Sejak ia mengajak Adel sholat Dhuha hingga kini sudah hampir tiba waktu Ashar,Adela masih belum beranjak sedikitpun dari tempat itu.Bahkan suara lirihnya sudah terdengar mulai serak.


Selly mendekat,ia menyentuh pundak Adel yang kini tengah menangis sambil memeluk Al Quran nya.


"Del...makan dulu ya....dari tadi lo belum makan..."ucap Selly lembut.


Adela menatap sahabatnya itu,matanya sudah bengkak,air mata tak henti menetes,membuat mukenahnya kini basah.


" Mas Johan pasti pulang kan Sell...?"ucapnya.


Selly menatap iba ke arah sahabatnya yang terlihat kacau itu.


"dia pasti pulang hari ini kan....dia udah janji Sell.....hikss...." ucapnya lagi.


"Adel.....Johan pasti baik baik aja....lo tau kan suami lo itu kuat....sekarang yang penting lo makan dulu.Johan bisa marah kalau dia pulang melihat lo dalam kondisi kayak gini" ucap Selly sambil menahan tangis.Bahkan ia sendiri pun tak tahu bagaimana kondisi Johan saat ini.Melihat kondisi Adela yang begitu terpuruk itu membuat hati Selly terasa teriris.


"tapi dia pasti pulang kan?lo nggak bohong kan??" tanya Adela menggebu,seolah ia ingin memastikan bahwa ia pasti akan bertemu Johan lagi.


Air mata Selly ikut tumpah menyaksikan Adela yang seolah seperti kehilangan jiwanya.


"iya...insya Allah....jangan putus doa ya....Johan pasti pulang...dia pasti datang nemuin lo..." ucapnya.


Kedua sahabat itu saling memeluk,Selly mencoba memberikan kekuatan untuk sang ipar,sedangkan Adela ia terus meyakinkan dirinya bahwa Johan baik baik saja,ya....dia pasti baik baik saja.


...****...


Sementara itu...


Pria tiga puluh lima tahun itu nampak mondar mandir sambil meremas kasar rambutnya.Kini ia tengah berada di lokasi kecelakan.Tepat di bawah sana,di jurang yang sangat dalam,mobil yang semula membawa adiknya itu nampak ringsek tak berbentuk.Mobil itu nampak begitu kecil di lihat dari pandangan mata tajam Marvel.


Apa mungkin Johan bisa selamat?entahlah...


"tuan...." ucap seorang anak buahnya.


"gimana?ada perkembangan?"


"saya hanya menemukan ini tuan...seperti nya ponsel tuan Johan" ucapnya sambil menyerahkan ponsel yang sudah retak di berbagai sisi itu.


Marvel meraihnya dengan gemetar.


"lo dapat ini dari mana?"


"di bibir jurang tuan"


"bibir jurang?"

__ADS_1


"benar...."


Marvel mengusap wajahnya kasar.Lalu dimana Johan sekarang?kalau memang ia tidak selamat kenapa jasadnya tidak ada di sekitar bangkai mobil.Kenapa ponselnya ada di bibir jurang?


"lo kemana sih Jhon...!!" gumamnya.


"tuan...ada satu lagi yang ingin saya sampaikan"


"apa?"


"sepertinya kita harus membawa mobil itu naik tuan,saya curiga ada sabotase dalam kasus ini"


Marvel menoleh ke arah sang anak buah...


"maksud lo?"


"supir yang membawa mobil ini adalah supir senior di perusahaan Alexander,dan saat digunakan mobil juga dalam keadaan baik sebelum nya,cuaca juga cerah...saya curiga ada orang yang sengaja menginginkan kecelakaan ini" ucap sang anak buah.


Marvel diam,seolah ia sedang berfikir....


"bawa mobil itu naik...!kita selidiki...!kalau memang dugaan lo bener gue akan cari si ke***at itu sampai ketemu...!dia belum tau berhadapan dengan siapa...!!"ucap Marvel dengan raut wajah yang mengerikan.


" baik tuan...kalau begitu saya permisi dulu..."


Sang anak buah pun pergi meninggal tempat itu.Tiba tiba....


drrtt.....drrttt.....drrtt......


Selly monyet ❤❤...


memanggil....


"halo...."ucap Marvel melalui sambungan telfon.


"gimana?udah ada kabar tentang Johan?"


"belum....kita masih terus mencari keberadaan Johan.Adela sama papa gimana?"


"papa tadi udah diperiksa sama dokter...sekarang lagi istirahat.Tapi kalau Adel,dia nangis terus....gue kasian ama dia..."


Marvel menghela nafas panjang..


"lo temenin dia terus,kasih dia semangat....gue kasian banget ama dia,mana lagi hamil besar lagi"


"iya....gue selalu nemenin dia kok"


"malam ini gue nggak pulang ya,gue mau cari penginapan sekitar sini aja"


"iya nggak apa apa....lo juga hati hati,jangan terlalu capek,lo juga harus mikirin kondisi lo...."


Marvel tersenyum....

__ADS_1


"cie.....gue di khawatirin nih ceritanya...."


"apaan sih nyet....lagi keadaan kek gini juga...nggak usah bercanda deh...."


"gue nggak bercanda nyet....gue seneng tauk kalo lo khawatir ama gue,itu artinya lo cinta ama gue" ucap Marvel dengan senyuman.


"gue kan istri lo....ya pasti gue mikirin kesehatan lo lah..."


"aseekk....seneng deh gue dengernya...kiss dulu dong..."


"apaan sih..nggak ah...udah tutup telfonnya..."


"kiss dulu..."


"nggak mau...."


"buruan...dari pada gue minta di kiss cewek lain...nangis lo ntar.."


"jangan macem macem lo ya...."


"ya udah buruan..."


Selly menarik nafas panjang...


"mmuuaacchhh...."


Marvel tersenyum lebar....


"uuuuhhhhh....bibir lu berasa ampe sini nyet...!jadi kangen pen pulang..."


"udah deh...nggak usah lebay.."


"ya udah,gue matiin telfon nya...love you..." ucap Marvel.


Selly tak menjawab....


"dijawab dodol...!" ucap Marvel.


"lo...love you too..." ucap Selly akhirnya.


Marvel tersenyum,ia pun segera mematikan sambungan telfonnya.


...****...


Malam hari....


01.00


Wanita bermukena ungu dengan mata yang sudah bengkak itu masih setia di atas sajadahnya dengan tangan yang terus menggerakkan butir demi butir tasbih berwarna senada dengan hijabnya itu.Adela tak henti menintikkan air mata,bahkan hingga tengah malam ini mulutnya tak henti merapalkan doa doa meminta pertolongan dari sang Maha Kuasa agar sang suami segera pulang dalam kondisi sehat walafiat.


"aku yakin kamu selamat mas...aku yakin kamu akan kembali dan menyaksikan kelahiran anak anak kita....cepat pulang sayang....aku kangen kamu mas....." lirihnya dengan air mata yang tak henti menetes...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2