WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 47


__ADS_3

Siang hari.....


Di sebuah desa....


..............


Beberapa hari telah berlalu.....


Seorang gadis nampak meremas ujung hijab instannya.Raut wajah tegang tergambar jelas di wajahnya.Satu minggu telah berlalu,kini ia akan kembali ke rumahnya setelah ia di izinkan pulang oleh dokter yang merawatnya di rumah sakit.


Johan memegang tangan Adela,membuat gadis manis itu menatap ke arah kekasih pujaan hatinya itu.


"turun?"


Adela tersenyum lalu mengangguk.Sepasang kekasih itu lantas turun dari mobil yang mereka tumpangi.Selama di kampung Adela,Johan memang menyewa sebuah mobil untuk mempermudahnya jika hendak bepergian.


Johan meraih tangan Adela,ia mengusap lembut punggung tangan gadis yang ia cintai itu .


"jangan takut....kita hadapi sama sama...." ucap Johan sambil menatap Adela tulus.Adela hanya tersenyum dan mengangguk.


"bismillah..." batin Adela.


Kedua nya lantas berjalan dengan terus bergandengan tangan memasuki halaman sebuah rumah kecil di sana.


Tokk.....tokk...tokk.....


"assalamu alaikum" ucap Adela


"wa alaikum salam" suara seorang wanita terdengar dari dalam rumah.


deg....


jantung Adela berdetak lebih kencang.Keringat dingin mulai membasahi telapak tangan nya.Johan meremas lembut telapak tangan Adela,seolah memberi kekuatan untuk gadis manis tersebut.


ceklekk....


pintu terbuka.


Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah.Sejenak wanita itu terdiam menatap putrinya yang kini sudah nampak membaik.Wajah nya yang semula penuh dengan luka memar kini sudah tak nampak lagi.


Adela mengulurkan tangannya,meraih tangan sang ibu.


"assalamu alaikum buk..." ucap Adela lalu mencium punggung tangan ibunya tersebut.


"wa alaikum... salam" ucap bu Rusmini ragu ragu.


Pandangan wanita paruh baya itu kini tertuju pada tangan kiri Adela yang terus digenggam seorang pria sedari tadi.Bu Rusmini menatap pria berbadan tegap yang berdiri di samping Adela tersebut.


Johan tersenyum....


"selamat siang bu...." ucap Johan.


Bu Rusmini tersenyum kaku...


"selamat siang...." ucapnya lagi.


"masuklah...." ucapnya kemudian dengan memberi isyarat tangan.


Adela dan Johan pun masuk ke dalam rumah tersebut.


"silahkan duduk...." ucap bu Rusmini.


Johan dan Adela pun duduk di kursi rotan itu.Bu Rusmini menatap tangan mereka yang terus bergandengan seolah tak ingin lepas satu sama lain.Sementara Johan,ia mengedarkan pandangannya,mengamati ruang tamu rumah wanitanya ini.Terdapat beberapa foto yang menempel di dinding rumah tersebut,termasuk foto Adela kecil yang nampak sangat menggemaskan dengan rambut yang di ikat disisi kanan dan kiri.Adela kecil yang belum memiliki beban seberat sekarang.Johan tersenyum menatap foto itu.

__ADS_1


"ekkhemm...saya panggilkan bapak dulu " ucap Bu Rusmini di sambut dengan anggukan kepala oleh Johan.Bu Rusmini segera pergi meninggalkan ruang tamu menuju halaman belakang dimana pak Harun berada.


Seperginya Bu Rusmini...


Adela meremas lembut tangan Johan,disambut dengan tatapan hangat dari pria tampan itu.


"tuan...."


"hmm...."


"tuan yakin?saya takut..." ucap Adela khawatir.


Johan tersenyum,tangannya tergerak mengusap lembut pipi Adela...


"kamu percaya kan sama aku?"


Adela mengangguk...


"tenang ya....semua akan baik baik aja..." ucap Johan meyakinkan.Johan mengusap gemas kepala Adela yang berbalut jilbab itu saat tiba tiba Pak Harun datang....


"ehhmm..." pak Harun berdehem membuat dua sejoli itu menghentikan aktifitasnya.


Pak Harun duduk di salah satu kursi disana,sedangkan Bu Rusmini datang dengan membawakan teh untuk pak Harun dan Johan.Lalu duduk di samping suaminya itu.


Pak Harun memusatkan pandangan nya pada tangan Adela yang terus di genggam oleh pria disamping nya itu.


Johan bangkit,mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan pak Harun, pak Harun pun menyambutnya dengan ragu ragu.


"selamat siang pak,apa kabar?" tanya Johan santun.


"baik....." ucap pak Harun singkat..


Johan kembali duduk di tempat nya semula.


"sebelumnya...perkenalkan...nama Saya Johan pak buk...saya pacarnya Adela..." ucap Johan.Adela meremas tangan Johan,Johan pun membalas,mereka saling menguatkan melalui genggaman tangan tersebut.


"pacar?" tanya Bu Rusmini.


"betul buk....saya pacarnya Adela,kami sudah kurang lebih satu bulan ini menjalin hubungan" ucap Johan lagi.


Bu Rusmini dan pak Harun saling melempar pandangan,sesaat mereka diam dalam pikiran masing masing.


Johan menarik nafas panjang.


"sebelumnya saya minta maaf pada bapak dan ibuk,mungkin kedatangan saya sedikit mengagetkan bapak dan ibuk" ucap Johan kemudian.


"sebenarnya kedatangan saya kemari untuk meminta izin pada bapak dan ibuk....."


"saya ingin melamar putri bapak dan ibuk sebagai istri saya" ucap Johan mantap.


"Apa???!!!"


Bu Rusmini dan pak Harun terkejut mendengar niatan pria di hadapannya itu.Johan tersenyum,ia sudah menduga hal itu.


"apa...apa kamu yakin nak?" tanya Bu Rusmini ragu.


"saya yakin buk.Saya mencintai putri bapak dan ibuk"


"mungkin kamu perlu mengenal putri kami lebih jauh nak.Kamu belum terlalu mengenal Adela.Dia....." ucapan Bu Rusmini terhenti.


"saya sudah sangat mengenal putri bapak dan ibuk.Dan saya menerima,semua kelebihan dan kekurangan Adela,termasuk kelainan yang ia derita." ucap Johan membuat Pak Harun dan Bu Rusmini semakin terkejut.


"kau yakin?Adela itu tidak sempurna....aku khawatir kau akan menyesal nantinya" ucap Pak Harun ragu akan niatan Johan.

__ADS_1


Adela menunduk,Johan kembali meremas jemari tangan gadis yang mulai kehilangan rasa percaya dirinya itu.Seakan ia ingin mengatakan bahwa semua akan baik baik saja.


"saya tidak mencari yang sempurna pak....yang saya butuhkan adalah kenyamanan.Dan saya menemukan itu pada Adela" ucap Johan mantap dengan tangan yang terus meremas jari jemari kekasih nya itu.


"yang saya tau saya bahagia jika bersama Adela,dan saya mau mempertahankan kebahagiaan saya itu" ucap Johan lagi,mata Adela mulai mengembun mendengar kata kata itu.


Pak Harun menghela nafas panjang.


Ia menoleh ke arah putrinya yang terus menunduk.


"bagaimana dengan mu Adela?" tanya pak Harun pada putri nya itu.


Adela menunduk,matanya sudah berkaca kaca,Johan mengeratkan genggaman tangannya.


Adela kemudian mengangkat kepalanya,menatap wajah sosok ayah yang cukup ia segani.


"tolong restui kami pak...buk...." ucap Adela dengan tatapan sendu pada ayah dan ibunya.


Hanya itu yang dapat Adela ucapkan.Ucapan yang seolah mewakili semua perasaan Adela.Perasaan seorang anak yang sedari kecil hidup penuh dengan kekerasan baik fisik maupaun psikis nya.Perasaan seorang anak yang sedari kecil selalu berharap untuk menjadi sosok yang disayangi,dicintai,dan diharagai.Perasaan seorang anak yang selalu ingin merasakan rasanya di anggap penting dan berharga.


Adela kembali menunduk,sekuat tenaga ia mencoba menahan agar air matanya agar tak tumpah.


Johan mengusap punggung tangan gadis itu,memberi kekuatan untuk sang gadis,Adela membalas dengan mengeratkan genggaman tangannya..


Pak Harun menghela nafas.


"nak Johan....kami ini hanya orang kampung,jujur....kami tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Adela selama ini sejak ia kecil." ucap pak Harun


"kalau memang,kau bisa menerima putriku dengan segala kekurangan nya,maka...aku merestui hubungan kalian....." ucap pak Harun.


Hal itu membuat Johan dan Adela bernafas lega.


"kami sadar....selama belasan tahun ini,semenjak Adela mengenal kebiasaan buruknya itu kami hampir tidak pernah memberikan kasih sayang kami sebagai orang tua kepadanya." ucap pak Harun dengan suara bergetar.


Adela mendongak,menatap sendu ayah kandungnya itu.


"jika kau ingin menjadikan Adela istrimu,,saya mohon.....berikan sayang mu,cintamu,dan berikan kebahagiaan yang tidak pernah bisa kami berikan untuk putri kami..." ucap pak Harun lagi.


"bapak...." lirih Adela.


Air mata itu sudah tumpah...begitu pula bu Rusmini yang sudah banjir air mata.


"kami merestui kalian nak" ucap pak Harun kemudian.


"alhamdulillah...."gumam Adela.


" terima kasih pak...buk...saya janji saya akan menjaga dan membahagiakan Adela "


"kami percaya padamu nak....." ucap bu Rusmini.


"kami yakin kamu adalah orang yang bisa membahagiakan Adela lebih baik dari pada kami.."


"ibuk..." ucap Adela lirih.


Bu Rusmini menatap anak gadisnya yang sudah terisak itu.


"kemarilah nak....kamu ingin dipeluk ibuk kan?sini nak....peluk ibuk....."


Adela segera berlari menabrakkan tubuhnya pada tubuh sang ibu.


"maafkan ibuk dan bapak nak..." ucap bu Rusmini sambil terus menangis.


Adela tak menjawab,ia terus mengeratkan pelukannya.Pelukan yang selalu ia rindukan.Pelukan yang sudah sangat lama tak ia rasakan.

__ADS_1


...----------------...


LIKE KOMENT & VOTE NYA PLEASE....🙏🙏


__ADS_2