
Di sebuah villa mewah...
Sepasang suami istri itu tengah sibuk di dapur.Adela yang tiba tiba ingin makan brownies meminta sang suami untuk membuatkannya bronies special hasil karya Johan Alexander.Johan yang awalnya menolak akhirnya dengan terpaksa mengiyakan kemauan sang istri yang terus merengek minta di buatkan kue rasa coklat itu.
Berbekal resep yang ia peroleh dari internet,Johan yang sedari kecil tak pernah menyentuh tepung,oven dan benda benda dapur lainnya itupun kini dengan sangat terpaksa merelakan kesucian tangannya untuk bergelut dengan benda benda tersebut.
"Adel....susah Del....beli aja ya...." ucapnya membujuk,entah sudah yang keberapa kali ia berucap begitu,namun Adela tetap keukeuh meminta untuk dibuatkan bronies hasil karya tangan Johan.
"nggak mau.....dedeknya maunya buatan papa" ucap Adela manja.
Johan menghela nafas panjang.Sudahlah....ia tidak mungkin bisa menolak kemauan bumil yang satu itu.Johan pun kembali melanjutkan aksinya.Tangan dan bajunya sudah penuh dengan tepung.Adela hanya senyum senyum sambil mengamati aksi sang suami.Pria itu memang selalu terlihat sempurna dalam situasi apapun.
Johan melirik ke arah sang istri..
"napa senyum senyum?"
"nggak apa apa" ucapnya manja.
"aku emang nggak pernah jelek sayang...."ucapnya narsis.
" he'eh..."jawab wanita itu singkat membuat Johan tertawa geli.
Johan sudah selesai dengan adonan browniesnya.Pria itu kemudian mengambil loyang lalu menuangkan adonan hasil karyanya itu ke dalam loyang tersebut.Ia kemudian berjalan ke arah oven lalu memasukkan loyang di tangannya tersebut ke dalam oven yang sudah panas.Ternyata tak sesulit yang ia kira,batinnya
Johan mendekati istrinya itu setelah memasukkan adonan brownies ke dalam oven.Ia mengecup kening Adela yang sedari tadi senyum senyum sendiri mengamati setiap pergerakannya.
"selesai ratu....tinggal tunggu matangnya....." ucap Johan.
Adela tersenyum,ia memeluk erat tubuh kekar itu.
"mas...."
"hmmm...."
"aku boleh telfon Selly nggak?aku khawatir mas sama dia" tanya Adela.
"boleh....kenapa nggak?tapi aku minta jangan.kasih tau Selly kalau kita ada di sini" ucap Johan.
"aku masih pengen disini berdua sama kamu aja sayang..." ucap Johan lagi sambil mengusap lembut kepala Adela yang tak berhijab itu.
"iya mas...aku ngerti" ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.
...*****...
Ditempat lain....
Di kursi panjang di taman belakang rumah mewah kediaman keluarga Alexander.....
Pria berjambang yang mungkin bisa di nobatkan sebagai sad boy tahun ini menatap nanar ponsel miliknya yang sedari tadi bergetar,tanda panggilan masuk.Marvel hanya diam,ia tak mau mengangkat telfon dari wanita itu.Ingin sekali rasanya ia memblokir nomor wanita itu tapi hatinya seolah belum rela.Marvel mengusap wajahnya kasar.Hati dan fikirannya tak sejalan.Ia ingin sekali mungubur nama Clara dari dalam dirinya,namun hatinya tidak demikian.Sulit sekali melenyapkan nama Clara dari dalam hatinya.Wanita itu sudah berhasil membuatnya gila.Harusnya ia membenci wanita itu bukan?wanita tersebut sudah terlalu banyak berulah.Bahkan kini hubungannya dengan sang adik tiri kembali memanas.Sudah tiga hari sejak kejadian perkelahian itu terjadi,Marvel tak tahu kemana sepasang suami istri itu pergi.Berkali kali ia mencoba menghubungi nomor Johan,tapi tak pernah bisa.Apakah nomor Marvel di blokir oleh Johan?entah lah.....
drrttt......drrrttt.....
ponsel itu kembali bergetar....
Marvel merasa jengah sendiri.Ia pun meraih ponsel itu dan mengusap tombol hijau di layar ponsel itu.
"ada apa" ucap pria itu dari sambungan telfon.
"Vel....gue pengen ketemu" ucap Clara dengan suara yang terdengar sedih.
"ada perlu apa lagi Ra?"
"Vel....gue mohon...!gue nggak punya teman lagi selain lo....!"
Marvel tak menjawab.Batinnya kembali bergejolak.
"Vel....tolong....hikss...."
__ADS_1
Marvel mencengkeram rambutnya dengan kuat.Ia benar benar frustasi.
Marvel tak menjawab.Ia mematikan sambungan telfon nya secara sepihak.Ia tak mau menemui wanita itu lagi.Menemui Clara hanya akan membuat hatinya goyah.
Dengan perasaan kacau ia pun bangkit dari duduknya,dan bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk menuju kamarnya,namun saat ia berbalik badan...
" Selly.."lirihnya saat melihat wanita itu yang tengah berdiri di belakangnya.
Wanita itu menunduk sambil memegang sapu yang ada di tangan nya.Marvel mendekati wanita itu,
"lo udah lama di sini?"
Selly hanya mengangguk.Suasana jadi terasa kaku disana.
"ada yang....mau lo omongin....sama gue?" tanya Marvel
Selly semakin menunduk,
"ng...nggak ada tuan....sa..saya cuma mau bersihin taman aja tadi..." ucap Selly gugup.
Marvel mengangguk samar..
"oh....ok..." jawab Marvel
"gue....ke kamar dulu" ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Selly hanya mengangguk,dan Marvel pun pergi meninggalkan tempat itu.Suasana di antara mereka benar benar menjadi kaku.Mereka seolah bingung harus bersikap seperti apa.
Selly mulai menyapu halaman belakang rumah itu dengan sapu yang ia bawa.Tanpa ia sadari,Marvel yang sudah berada di kamarnya diam diam memperhatikannya dari balik jendela kamarnya.Ada perasaan bersalah di sana.Ia sudah menghancurkan keceriaan gadis polos itu.Ia benar benar laki laki breng**k..!ia sudah merenggut kesucian seorang gadis baik baik.Hati itu semakin teriris saat menyaksikan wanita itu secara diam diam menghapus lelehan air matanya,sesekali ia mengipaskan telapak tangannya ke arah matanya,berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah.Ya....wanita itu berusaha terlihat tegar,ia tak mau di anggap lemah oleh siapapun meskipun dalam hatinya ia merasa hancur.
Selly kembali melanjutkan kerjanya,tiba tiba....
drrttt.....drrtttt.....
ponselnya bergetar....
Adel....
Selly nampak bahagia.Senyuman terpancar dari bibirnya mendapati sahabatnya itu menelfon dirinya.Selly sangat ingin berbagi banyak cerita dengan wanita hamil itu,namun ia tak berani menelfon Adela,ia takut Johan melarang istrinya itu untuk berhubungan dengan nya pasca kejadian di rumah besar itu beberapa hari yang lalu.
Selly mengusap tombol hijau yang ada di layar ponsel itu.
"halo...."ucap Selly dari sambungan telfon.
" halo Sell..."ucap Adela yang kini tengah duduk di sofa panjang di ruang keluarga villa tersebut sambil memangku kepala sang suami.
"Adel...gue kangen banget sama lo...." ucap Selly,air mata itu kembali menetes,ingin sekali rasanya ia berlari menemui sahabatnya itu.
"gue juga kangen banget sama lo...!lo apa kabar Sell...gue khawatir tau nggak..." ucapnya sambil mengusap lembut kepala sang suami yang kini terbenam di sela sela paha Adela yang terbungkus daster.
"banyak banget yang pengen gue ceritain ke lo Del....gue bingung harus cerita sama siapa lagi...gue bener bener pengen ketemu lo....hiks..."
"untuk sekarang gue nggak bisa Sell..gue lagi di luar kota..." ucap Adela.Johan berbalik badan,ia yang awalnya tidur tengkurap kini berbaring sambil menatap wajah sang istri,jari jarinya tergerak menyentuh bibir mungil sang istri,Adela menunduk,menatap ke arah sang suami.Johan menggelengkan kepalanya,pertanda meminta Adela untuk tak memberitahukan keberadaan mereka.Adel mengangguk sambil tersenyum,satu tangannya tergerak mengusap wajah sang suami.
"hiks....gue diper**sa sama tuan Marvel Del....hiks....." ucapnya pelan sambil menangis.
"APA...?!!!" pekik Adela membuat Johan kaget.
"hikss....dan parahnya lagi....nyonya Mira bilang gue sama tuan Marvel itu saudara se ayah....hikkss...bingung....gue harus gimana...!hiks..."ucap Selly sambil terus menangis.
" saudara se ayah?maksudnya gimana?lo sama mas Marvel punya ayah kandung yang sama gitu?"tanya Adela bingung.Johan ikut penasaran,ia mendudukkan tubuhnya,mendengar kan istrinya bicara dengan seksama.
"gue nggak tau...!gue sendiri aja nggak pernah tau siapa bokap gue!tapi nyonya bilang gue sama tuan Marvel saudara se ayah!gu3 harus gimana?gue takut Del,gue bingung...!hiks....!" ucap Selly sambil terus menangis.
Adela menghela nafas panjang,ingin sekali ia memeluk sahabatnya itu.
"Sell...lo tenang....nanti gue bakal telfon mama....mama orangnya kadang suka mengambil kesimpulan secara sepihak Sell...!lo jangan panik...gue akan bantuin lo..."
__ADS_1
"hikss...rasanya gue pengen banget lari meluk lo Del..!gue bener bener bingung!gue nggak tau harus lari ke siapa...!hiks..."
Adela terenyuh.Sedari dulu mereka selalu menguatkan satu sama lain.Kini saat Selly ada masalah,ia tak bisa berada di samping sahabatnya itu.Raut kesedihan itu berhasil tertangkap netra tajam Johan Alexander.
"gue nggak akan lama kok disini,gue pasti akan cepet pulang....lo sabar ya..." ucap Adela.
Selly mencoba tersenyum,ia mengusap lelehan air mata di pipinya.
"iya Del....makasih ya....cuma lo satu satunya orang yang bisa ngertiin gue!"ucap Selly.
" ya udah...gue kerja lagi ya....takut dimarahin tuan sama nyonya."
"iya...ntar malem gue telfon lo lagi...."
"iya...makasih Del...gue kerja dulu"
"okey...."
"assalamu alaikum"
"wa alaikum Salam"
Sambungan telfon terputus.
Adela menatap ke arah sang suami yang kini tengah menatap nya intens.Wanita hamil itupun tersenyum.
cup...
satu buah kecupan mendarat di pipi berjambang Johan.
Johan pun tersenyum,ia memeluk tubuh istrinya itu lalu menghujani pucuk kepala Adel dengan kecupan bertubi tubi.
"mas....aku boleh telfon mama?"
"jangan sekarang sayang...aku mohon"
Adela hanya mengangguk.Ia membalas pelukan Johan.Biar bagaimana pun,ucapan sang suami lah yang harus ia dahulukan....
...----------------...
***Bolehlah kasih like vote dan komennya😭😭😭
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA KU***...
👇👇👇👇



SANGAT DI TUNGGU LIKE VOTE DAN KOMENNYA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤********