
Pria berbadan tegap itu melangkahkan kakinya dengan lebar dan cepat menyusuri setiap lorong rumah sakit.Wajahnya merah padam,nampak jelas amarah dalam dirinya.Ia bahkan rela membatalkan meeting penting nya hari ini begitu mendapatkan kabar bahwa sang istri masuk rumah sakit.
ceklek....
Johan dengan gerakan cepat segera membuka pintu ruang rawat inap di mana sang istri dirawat.
Sorot mata tajam penuh amarah itu segera tertuju pada sosok wanita paruh baya yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.Rahangnya mengetat,tangannya mengepal.Baru di tinggal sebentar saja wanita itu sudah berani beraninya mencelakai istrinya,pikirnya.
Mira yang melihat kedatangan anak semata wayangnya itupun segera bangkit.Ia pun dapat menangkap gelagat tak mengenakkan dari dalam diri putra tirinya itu.
"Johan..." ucap Mira.
Johan mendekati Mira dengan langkah lebar.Ia mencengkeram pundak wanita itu dengan kasar.
"apa yang anda lakukan pada istri saya?!" ucap Johan penuh penekanan,dengan gigi yang semakin mengetat.
"ma...mama nggak melakukan apa apa nak...." ucap Mira terbata bata.
"KAU BUKAN MAMAKU...!" ucapnya dengan suara menggelegar memenuhi setiap sudut ruangan itu.
Johan semakin meremas pundak wanita paruh baya itu,membuat Mira semakin meringis.
"mas...." suara lirih itu sontak membuat Johan menoleh ke arah sumber suara.
Johan melepaskan tangannya dari bahu Mira,ia segera berlari mendekati ranjang pasien,dimana Adela terbaring lemah.Mira kemudian duduk kembali di sofa panjang itu.
"sayang...kamu kenapa?apanya yang sakit??" tanya Johan panik.
"aku nggak apa apa mas...aku cuma pusing aja.." ucap Adela lemah.
"kamu jangan marah marah terus dong....mama nggak salah kok....dia nggak ngapa ngapain aku..." ucap Adela.
Johan menoleh menatap ke arah Mira yang masih terduduk di sofa.
"ngapain anda masih disitu..?" tanyanya ketus pada Mira.
Mira bangkit...
"baiklah...saya akan pergi,saran saya....kamu ajak istri kamu cek kandungan....mungkin dia hamil..." ucap Mira kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Seperginya Mira...
"apa aku hamil mas?"
"nanti kita coba cek ya..." ucap Johan pada istrinya tersebut.
"kamu masih ada yang sakit?kenapa bisa pingsan?"
"aku nggak apa apa...aku tadi cuma jalan jalan aja sama mama,tapi tiba tiba mual...." ucap Adela.
Johan mengecup kening sang istri.
"kamu bikin aku khawatir Del..."
"maaf..." ucap Adela lembut.
...****...
__ADS_1
Di tempat lain...
ceklek....
pintu kamar hotel itu terbuka tanpa diketuk,membuat gadis cantik yang ada di dalamnya terjingkat kaget.
Marvel muncul dari balik pintu dengan membawa beberapa paper bag.Marvel meletakkan papaer bag tersebut di sebuah meja rendah.Ia berjalan mendekati Selly yang terduduk di sisi ranjang dengan baju yang masih sama seperti yang semalam ia gunakan.Marvel duduk di samping Selly,membuat gadis itu beringsut sedikit menjauh dari Marvel.Selly mulai semakin tak nyaman dengan Marvel yang menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan.
"tu...tuan ngapain liatin saya seperti itu..." ucapnya dengan tubuh semakin meringsut.
Marvel pun semakin mendekati Selly.
"tu..tuan....ja..jangan macam macam ya..!" ucapnya mulai gugup.
Selly hendak bangkit,namun dengan gerakan cepat Marvel menarik tangan Selly,membuat gadis itu hilang keseimbangan dan jatuh ke ranjang dalam posisi terlentang.Marvel mengambil posisi,kini tubuhnya sudah berada di atas tubuh Selly dengan jarak yang sangat dekat.Ia mencengkeram kedua peegelangan tangan Selly denga telapak tangan besarnya.
"tu...tuan...." ucap Selly panik...dadanya yang tak tertutup sempurna itupun bergerak naik turun.Hal itu tak luput dari pandangan mata Marvel Alexander,membuatnya menelan ludah kasar.
Marvel menatap wajah Selly yang sudah ketakutan.
"jangan pakai baju kayak gini lagi di depan gue.Gue nggak sebaik yang lo pikir.Gue juga laki laki normal..." ucapnya setengah berbisik di hadapan gadis itu.Kepala Marvel bergerak turun,sejajar dengan benda kenyal yang sebagian sudah menyembul keluar itu.Selly sudah memejamkan matanya,lantaran takut ,malu dan entahlah...
Marvel kembali menelan ludah kasar menatap dua gundukan yang nampak padat berisi,ia semakin mendekat,.
dekat....
dekat....
seeetttt.....
Marvel bangkit dengan wajah yang memerah.Ada sesuatu yang mengeras dari dalam tubuhnya.
"pakai baju yang gue beliin...abis itu lo makan." ucapnya kemudian pergi dari kamar itu dengan membanting pintu.
Selly terjingkat.
"gue kagetan bambwang.....bisa nggak sih kalau nutup pintu nggak usah pake dibanting...." sungutnya.
...****...
Sementara di sebuah rumah sakit....
Sepasang suami istri itu tengah berada di sebuah ruangan seorang dokter kandungan.
"bagaimana hasilnya dok?" tanya Johan penasaran.
Doktet wanita dengan name tag Vera itu memberikan sebuah kertas dan foto hasil USG pada Johan.
"selamat pak....ibu Adela positif hamil.." ucap Dokter Vera sambil tersenyum.
Johan menerima kertas dan foto itu,Johan tersenyum bahagia...dia akan menjadi seorang ayah sebentar lagi.
"usia kandungan ibu Adela saat ini baru memasuki minggu kedua pak"
"saran saya ibu harus banyak banyak istirahat,tidak boleh melakukan aktivitas aktivitas yang berat dan yang paling penting ibu tidak boleh stress" ucap sang dokter.
"saya nggak pernah bikin istri saya stress dok" ucap Johan dengan mimik wajah tidak suka.
__ADS_1
"mas...dokter cuma ngasih saran..." ucap Adela sambil memegang punggung tangan Johan.
Dokter Vera mengulum senyum.
"oh..." ucap Johan singkat.
"itu saja pak...buk...selain itu tolong makannya dijaga ya buk,pak....perbanyak makan makanan yang bergizi,sayur dan buah..."
"baik dok....terima kasih...kalau begitu kami permisi..." ucap Adela sopan.
Sepasang suami istri itupun pergi meninggalkan ruangan tersebut.Johan dan Adel berjalan menyusuri lorong rumah sakit...
"kita pulang ke apartmen ya..."
"jangan dong mas....kita ke rumah papa aja.."
"ngapain?kita kan udah nginep di sana semalam"
"di apartment sepi mas....aku nggak ada temannya,kalau di rumah kan ada mama....aku jadi nggak kesepian kalau kamu kerja" ucap Adela yang kini sudah bergelayut manja di lengan Johan.
"tapi Del....."
"mama tuh baik lo mas....aku di kasih gelang nih sama mama...kita couple an....bagus kan?" ucap Adela sambil menunjukkan gelang yang terpasang di lengannya.
Johan tak merespon...
"mas....."
"hmmm...."
"Selly dimana?"
"kamu mau ketemu Selly?"
Adela mengangguk.
"kita ke apartment sekarang....aku akan minta Selly untuk menemani kamu"
Adela membuang nafas kasar.Susah sekali menahan suaminya itu untuk tinggal lebih lama di rumah keluarga Alexander.
"ya udah lah....terserah kamu..." ucap Adela.
Johan tersenyum,ia mengusap usap gemas pucuk kepala Adela yang tertutupi hijab..
"gitu dong....istri pinter...." ucap Johan.
Kedua anak manusia yang sebentar lagi akan punya anak itupun bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****