
Jam 19.00
Gadis dengan pakaian yang terlihat begitu ketat dan menonjolkan setiap lekukan tubuh moleknya itu kini tengah terduduk di depan cermin besar di dalam kamarnya.Matanya tak berhenti meneteskan cairan bening walupun tak terdengar suara tangisan dari bibirnya.
ceklek....
pintu terbuka....
Nani masuk ke dalam kamar Selly bersama seorang laki laki yang berusia kurang lebih 60tahunan.Pria berbadan tegap,dengan wajah yang masih terlihat tampan walau usianya sudah tidak muda lagi.Pria itu memeluk pinggang Nani,sedangkan Nani bergelayut manja dengan sebatang rokok di tangannya.
Nani beranjak dari pelukan pria bernama Samuel itu.Ia berjalan mendekati Selly yang masih berurai air mata.Nani membelai rambut anak kandungnya itu.
"anak mama memang cantik" ucap Nani.
Selly tak merespon,air matanya semakin deras mengalir.
Nani mencengkeram dagu Selly,lalu mengangkat wajah putrinya itu agar menatap dirinya.
"ini saatnya kamu membalas budi pada mama yang sudah melahirkan dan membesarkanmu..." ucap Nani lalu menghisap rokoknya dan membuang asapnya tepat di wajah Selly.
Nani pun kembali mendekati Samuel kekasihnya itu,lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
...****...
Di tempat lain,
Pria berbadan tegap itu sudah bersiap dengan tampilannya yang sempurna,ia sedang berdiri di depan cermin sambil merapikan pakaian nya.
"hooeeekkkk......."
suara itu kembali terdengar dari dalam kamar mandi.Johan menghela nafas panjang,sedari tadi Adela tak berhenti muntah muntah.
Adela keluar dari dalam kamar mandi....
Johan hendak mendekati istrinya tersebut tapi Adela menggerakkan satu tangannya mengisyaratkan agar Johan tidak mendekatinya,sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk nenutup hidungnya.
"jangan mendekat...!" ucap Adela
Johan mengernyitkan dahinya.
"kenapa?"
"kamu bau mas....parfum kamu tuh kebanyakan...!bikin aku mual..."
"nggak kebanyakan sayang....aku pakai parfum kayak biasanya...."
"tapi bauk..." ucapnya sambil terus menutup hidung dan bergerak mundur menjauhi suaminya yang terus mendekat.
"nggak bau sayang...sini...."
Johan semakin mendekat..dan....
hooeekkkk....
Adela kembali berlari ke kamar mandi,Johan mengendus tubuhnya sendiri,ia merasa tidak ada yang salah pada dirinya,tapi kenapa Adel bilang parfumnya terlalu bau?
Adela kembali muncul dari dalam kamar mandi,badannya sudah terasa lemas.
__ADS_1
"kayaknya kamu sakit deh....kita nggak usah ke rumah papa ya...." ucap Johan.
Adela menggelengkan kepalanya cepat.
"nggak....aku nggak apa apa kok" ucap Adela.
Johan hanya menghela nafas.
"mas...."
"apa?"
"kamu mandi lagi gihh....ganti baju..nggak usah pakai parfum...aku pusing...." ucap Adela.
"kalau aku mandi lagi kita bisa telat Del..."
"terus kamu mau aku muntah muntah terus....?"ucap Adela merengek.
Johan membuang nafas kasar..
" iya...iya....aku mandi..."ucapnya.
Johan pun melepaskan semua pakaiannya yang sudah rapi lalu menuju kamar mandi untuk mandi ulang.
Adela menunggu Johan sambil kembali mencoba menghubungi Selly,namun masih tidak di angkat.
Tak lama berselang,Johan sudah keluar dari kamar mandinya,Adela tersenyum,ia mendekati suaminya itu lalu memeluk tubuh yang hanya berbalut handuk yang dililitkan itu.
"udah nggak bau?" tanya Johan.
Adela menggelengkan kepalanya.
"iya....." ucap Johan mengiyakan.Apapun akan dia lakukan untuk istri tercintanya bukan?
Adela pun tersenyum.Johan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru.
Setelah selesai...
"siap?" tanya Johan
Adela memasukkan masker kedalam tas nya,berjaga jaga jika sewaktu waktu ia merasa mual dengan parfum orang orang yang ada di sana.
Sepasang suami istri itu pun berjalan bergandengan meninggalkan apartment tersebut.
Dengan menunggangi mobil mewah milik Johan kedua anak manusia itupun melesat memecah keramaian jalan raya,menuju kediaman tuan Alexander.
Sekitar 20 menit perjalanan,mobil mewah itu sudah sampai di pelataran rumah mewah dengan pagar besi yang menjulang tinggi.Rumah megah bak istana dengan cat yang di dominasi warna putih dengan air mancur yang berada ditengah tengah halaman.
Johan turun dari mobil,mengitari mobil tersebut lalu membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati.
"silahkan tuan putri...." ucap Johan.
Adela hanya tersenyum.
Johan menekuk sikunya,mengisyaratkan Adela untuk memasukkan lengannya disana,Adela pun menurut,dua sejoli itu lantas masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan.
"selamat datang tuan muda..nona muda..." ucap seorang pria dengan setelan jas hitam itu sambil membungkukkan badannya
__ADS_1
Johan tak menjawab.
"silahkan tuan,nona.Tuan dan nyonya Alexander sudah menunggu di belakang." ucap pria tersebut.
Johan tetap tak menjawab,sementara Adela hanya memberi senyuman kepada pria berjas tersebut sebagai ucapan terima kasih.
Johan dan Adela memasuki rumah tersebut,menampakkan kaki mereka beriringan menyusuri ruang demi ruang rumah yang pernah menjadi saksi tumbuhnya seorang Johan Alexander.Langkah Johan semakin pelan,mengamati tiap ruangan yang tak banyak berubah semenjak ia meninggalkan tempat itu beberapa tahun yang lalu.Memori memori masa kecil yang bahagia,hingga masa remajanya yang kelam kembali berputar di ingatannya.Adela menoleh ke arah suaminya yang semakin memelankan langkah kakinya.Adela menatap dalam pada suaminya tersebut.Ia ingin membiarkan Johan ber nostalgia dengan kenangan kenangannya di rumah ini.Johan melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan disana,cukup jauh dari tempatnya berdiri saat ini.Adela mengikutinya dari belakang.Johan lalu membuka sebuah pintu di sana.
ceklekk..
pintu terbuka....
sebuah ruangan yang dipenuhi dengan berbagai alat musik,lukisan,patung,buku,dan beberapa foto yang tergantung di dinding.Adela mengamati ruangan tersebut.Banyak sekali foto foto Johan kecil yang menggemaskan,piala,piagam,dan juga foto seorang wanita yang Adela tau itu adalah foto Mayang,ibu kandung Johan.
Johan berdiri menghadap sebuah foto berukuran besar yang tergantung di dinding.Foto seorang wanita yang memeluk anak laki lakinya yang tengah tersenyum lebar sambil memegang sebuah piala.
Adela mendekati suaminya yang berdiri dengan memasukkan kedua tangannya di saku celananya itu.Adela berdiri di samping Johan,ia menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Johan.
"cantik..." ucap Adela sambil menatap foto tersebut.
Johan menoleh ke arah istrinya,lalu tersenyum.Johan merangkul pundak Adel.
"hai ma....apa kabar...?" ucap Johan seolah sedang berbicara dengan foto yang ada di hadapannya.Adela menatap dalam wajah suaminya itu.Raut wajah yang penuh kerinduan terpancar dari sosok angkuh bernama Johan Alexander,matanya terlihat mulai berkaca kaca.
"ma.....Johan pulang..." ucapnya dengan sorot mata yang terus menatap lekat pada foto besar itu.
"ma....sekarang Johan kesini untuk menghadiri ulang tahun papa.Orang yang selalu mama bilang bahwa dia sangat menyayangi Johan" ucap nya lagi.Adela seolah melihat sisi lain dari suaminya,sisi rapuh dari seorang pria angkuh yang ia kenal.
Johan menatap lekat pada foto tersebut.Matanya semakin berkaca kaca.Sepersekian detik kemudian,air mata itu tumpah,setitik demi setitik.Johan yang angkuh,garang,sombong,menangis di hadapam sebuah foto usang itu.
Tangan Adela tergerak menghapus lelehan air mata yang membasahi pipi suaminya itu.Johan menatap wajah istrinya,Adela membalasnya dengan senyuman.
"laki laki nggak boleh nangis....kan ada aku yang harus kamu lindungi" ucap Adela lirih sambil menatap dalam wajah suaminya itu.Johan tersenyum,ia menarik tubuh Adela untuk masuk dalam pelukannya.
"ma....kenalin...ini menantu mama....wanita yang paling aku sayangi saat ini." ucap Johan kemudian mengecup kening Adela.
"Assalamu Alaikum ma....aku Adela,wanita beruntung yang menjadi istri dari laki laki hebat di sampingku ini...anak mama" ucap Adela sambil menatap foto besar itu,tangannya terus memeluk pinggang suaminya.Johan tersenyum,ia menyentuh dagu Adela mengangkat wajah istrinya ...
"makasih sayang..." ucapnya lembut.Adela membelai wajah suaminya itu dengan lembut.
"aku mengatakan apa yang aku rasakan mas..." ucapnya.
Johan tersenyum,Johan mendekatkan wajahnya,lalu memberikan sebuah kecupan di bibir mungil istrinya itu.
Johan menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan nya.
"i love you sayang....aku yang beruntung...aku laki laki yang paling beruntung..." ucapnya dengan wajah yang sangat dekat.Adela tersenyum bahagia.Johan kembali menyergap bibir mungil itu.Sebuah ciuman lembut tercipta di ruangan yang dulu sering Johan gunakan untuk menyendiri itu.Di hadapan foto sang mama yang selalu ia ajak bicara.Sebuah ciuman lembut yang penuh dengan cinta dan kasih sayang,ciuman yang menggambarkan betapa mereka sangat menyayangi dan membutuhkan satu sama lainnya.
...----------------...
**AUTHOR BUTUH LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK NIIH.....
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT AND VOTE NYA...🥰
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE LIST NOVEL FAVORITE KALIAN🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA DIBKASIH BUNGA DAN KOPI YANG BUUAANYAKK....🥰🥰🥰
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA DI FOLLOW YA AUTHORNYA....🥰🥰🥰🥰
TRIMA KASIH🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤*****