WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 40


__ADS_3

"ini hp mu?dari mana kamu dapat uang buat beli hp mahal seperti ini.?!" ucap Andika menginterogasi


"dan ini....sugar daddy?siapa dia?pelanggan mu?iya??jawab Del....!!!" ucap Andika murka.


"bukan mas...." ucap Adela terus menangis.


Andika menggelengkan kepalanya.


"benar benar keterlaluan kamu ya...!jadi selama ink uang yang kamu kirimkan pada kami itu uang hasil kamu jual diri....!!!" suara Andika menggelegar.


Drama keluarga itu kini menjadi tontonan gratis warga sekitar kost putri itu.


Adela bangkit


"aku nggak jual diri!!itu fitnah...!!aku kerja jadi office girl mas...itu atasan ku yang telfon mas....aku nggak jual diri....!!!" ucap Adela histeris.Ia seolah frustasi dengan keadaan yang terus memojokkannya.


"lalu dari mana kamu dapat uang untuk membeli hp semahal ini...!!lalu foto foto itu!!kamu tidur dengan laki laki Del...!kamu dipeluk,dicium,di kasih uang bukan hanya dengan satu laki laki....apa namanya kalau bukan pela**r....!!!!" Andika berteriak seperti orang kesetanan di depan wajah adiknya.Adela menutup telinganya,seolah ia tak mau lagi mendengar kata kata itu.


"kamu harus pulang sekarang...!" ucapnya dingin.


Andika kemudian membuka pintu kamar kost Adela dengan kunci yang ia temukan di ransel milik gadis itu.


Andika mengemasi semua barang barang Adel yang tak terlalu banyak itu.Sementara Adela kini duduk menangis,ia membenamkan wajahnya diantara lutut dan dadanya.Pundaknya naik turun ,suara isak tangis masih terdengar dari mulut gadis malang itu.Sementara pak Harun duduk di kursi kayu di sana ia menggunakan kedua tangan nya untuk menyangga kepalanya.Ia merasa terpukul,merasa gagal sebagai seorang ayah.


Tak lama kemudian,Andika datang membawa barang barang milik Adela dari dalam kamar.


"ayo kita pulang..." ucapnya.

__ADS_1


Andika dan pak Harunpun membawa Adela pergi dari tempat itu.


...***...


Sementara di kota lain.


Johan beehasil mendapatkan nomor Selly dari data yang dikirimkan Tari.


Ia segera menghubungi Selly,perasaannya semakin tidak tenang,apalagi setelah Adela mematikan panggilan telfon dari nya beberapa saat lalu.


tuutt......tuutt...


"halo"


"halo...Selly....Adela sama kamu nggak"


"apa?nggak masuk?masa sih?dia bilang tadi pagi dia berangkat kerja...." ucap Johan kaget.


Selly terdiam sejenak.


"Selly....kamu masih dengar saya?" tanya Johan saat tak mendengar respon dari Selly.


"tuan.....sebenarnya semalam Adela di usir dari kost an.Dan hari ini dia nggak masuk kerja karena dia mau cari tempat kost baru.Sepertinya Adela sengaja nggak bilang sama tuan karena nggak mau tuan khawatir" ucap Selly pelan.


Johan mengusap wajahnya kasar.Gadis itu memang selalu merasa bisa mengatasi masalhnya sendiri,padahal sebenarnya ia tidak sekuat itu bukan??


Johan mematikan sambungan telfonnya sepihak.

__ADS_1


Kemudian ia beralih ke nomor lain.


tuutt....tuutt....


"halo tuan...."


"gue ada tugas,lo ke kost an putri di jalan xx,cari tau apa penghuni yang namanya Adela masih ada di situ atau nggak.Kalau nggak ada lo cari tau dimana dia sekarang"


"baik tuan,akan saya laksanakan"


Johan menutup sambungan telfonnya.


"bisa nggak sih lo nggak bikin gue khawatir Del...." monolog nya.


...***...


Bis itu melaju meninggalkan kota besar yang beberapa bulan ini menjadi saksi kerasnya kehidupan seorang Adela Belva.Adela menatap nanar keluar jendela,air mata tak henti menetes membasahi pipinya yang ia balut dengan masker untuk menutupi luka luka bekas pukulan ayah kandungnya.Tatapan mata itu kosong,membayangkan apa yang akan ia hadapi setelah ini.Pulang kembali ke tempat asalnya,di mana ia selalu di anggap gila,beban keluarga,dan aib.Membayangkan perjalanan hidupnya setelah ini.Dimana tidak ada lagi tempat untuk bersandar,tidak ada lagi tempat untuk menangis.mengeluh.Tidak ada lagi orang orang yang berusaha membuat nya tersenyum,menyemangati nya setiap hari.


Air mata itu luruh,ia menangis tanpa suara mengingat perjalanan cinta pertamanya dengan laki laki yang sangat ia sayangi.Mereka akan berpisah?mungkin kah?padahal baru saja Adela merasakan indahnya jatuh cinta,merasakan betapa bahagianya menjadi seseorang yang dibutuhkan,dihargai,disayangi,hal yang sudah sangat lama ia impikan.Seketika itu airmata menetes deras dari pelupuk matanya.Harusnya ia mengiyakan ajakan Johan menikah waktu itu.Mungkin kisahnya tidak akan seperti ini.Harusnya ia mengiyakan saat Johan meminta untuk tidak menyembunyikan status hubungan mereka.Adela menangis tanpa suara meratapi kebodohannya.Sekarang ia akan pergi jauh meninggalkan kota itu,meninggalkan Johan,meninggalkan semua kenangan yang sudah terbentuk dengan sangat indah.


"tuan....." lirihnya dalam tangis.


Sementara Andika yang duduk di kursi samping Adela terus mengotak atik ponsel mahal Adela itu.Langkah pertama yang ia lakukan adalah memblokir nomor ponsel bernama "sugar daddy" itu.Satu satunya nomor yang paling intens berhubungan dengan Adela.


...----------------...


BOLEH MINTA LIKE & VOTE NYA READERS❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2