
Seorang wanita dengan dress hoodie hitam selutut nampak memasuki lobby perusahaan Alexander Group.Wanita dengan tas bekal di tangan kanannya itu nampak berjalan sambil menunduk melewati para karyawan Alexander Group yang nampak menatap sinis ke arahnya.
Selly semakin tidak nyaman saat mendengar selentingan orang orang yang mulai berbisik menggunjingkan dirinya.
"eh....itukan mantan OB itu...."
"iya...istrinya pak Marvel kan?"
"gila ya....dua sahabat yang sama sama bisa menggaet putra Alexander"
"pake mantra apa ya mereka?"
"iya....cewek penggoda kelas kakap"
"dia kan anak nya ger**"
"oh ya...masa sih"
"pantesan....."
Kira kira begitulah suara suara sumbang yang ia dengar.Ingin sekali rasanya dia menyumpal mulut para karyawan bermulut lemes itu.Namun ia tak mau membuat keributan lagi di tempat itu.Ia harus bisa menjaga nama baik suaminya saat ini.Selly lebih memilih untuk terus berjalan menuju ruangan Marvel.
Tak butuh waktu lama Selly sudah sampai di lantai tempat ruangan Marvel berada.Tari menatap sinis saat wanita itu mendekatinya.Ya...ini kali pertama Selly ke kantor Alexander group setelah ia menikah.Entah lah...desas desus apa yang sudah tersebar di kantor ini sampai sampai para karyawan menatap nya sinis setiap bertemu dengannya.Sungguh..rasanya sangat tidak nyaman.Mungkin seperti ini juga yang di rasakan Adel saat kesini pertama kali setelah menikah waktu itu.
"mbak Tari...mas Marvelnya ada?" tanya Selly sopan.
Tari menatap sinis ke arahnya.
"ada" jawabnya.
"oh...makasih..." ucap Selly.
Wanita itu kemudian bergegas menuju ruangan sang suami.
ceklekk....
Pintu terbuka...
Dilihatnya sang suami nampak sibuk dengan laptopnya sehingga tak menyadari kehadirannya.Selly masuk ke dalam ruangan tersebut lalu duduk di kursi di depan meja kerja Marvel.Pria itu masih tak merespon,ia benar benar tidak sadar ada Selly disana.
Selly mengamati wajah berjambang yang nampak serius itu.Seutas senyum terbentuk dari bibirnya mengamati wajah tampan yang kini sudah menjadi suaminya tersebut.Laki-laki yang hingga saat ini mau menerima nya dengan segala kekurangan nya.Laki laki yang tak pernah menuntut.Menerima Selly dengan segala ke bar bar an nya.Selly tersenyum,keputusannya menerima Marvel sebagai suaminya walaupun tanpa cinta di awal pernikahan ternyata bukanlah sebuah keputusan yang salah.Marvel memang laki laki yang tepat.
Justru Selly lah yang harus banyak banyak memperbaiki diri.Ia yang masih ke kanak kanakan harus bisa sedikit demi sedikit merubah sikapnya menjadi lebih dewasa untuk mengimbangi sikap laki laki yang lima belas tahun lebih tua darinya itu.
.
.
"serius banget" ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Marvel menoleh ke arah sumber suara.
"hai..." ucap Selly lagi sambil tersenyum saat Marvel menatap ke arah nya
"nyet....sejak kapan lo ada di situ?"
"belum lama"ucapnya.
" oh iya....aku bawain kamu makanan....ini udah jam makan siang kan"ucap Selly lagi.
Marvel menyipitkan matanya...
"ada apa nih?kok lo manis banget hari ini?" tanya Marvel dengan tatapan menyelidik.
"aku emang manis dari dulu nyet...manis,cantik,baik...ya kan?" ucapnya sambil berjalan menuju sofa panjang,lalu duduk disana.Marvel mengikuti langkah sang istri.Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.
Selly pun membuka makanan yang ia bawa.Makanan hasil masakannya sendiri.
"kamu makan dulu gihh..."
"lo kenapa sih?tumben banget pakai aku kamu aku kamu...biasanya asal nyeletuk aja lo" ucap Marvel.
"nggak apa apa...cuma lagi pengen aja" ucapnya.
Selly menyodorkan makanan yang sudah ia siapkan untuk sang suami,tiba tiba...
drrtttt....drrtttt.....
"ambilin hp gue dong nyet.." ucap Marvel.Selly pun menurut.Ia mengambil ponsel yang berada di meja kerja tersebut dan menyerahkan nya kepada Marvel.
"siapa?"
"Bono" ucap Selly.
Marvel pun meraih ponsel tersebut lalu mengusap tombol hijau di layar itu.
"halo..."ucap Marvel
"halo tuan..."
"gimana?"
"wanita itu sudah ada di markas tuan" ucap Bono,sang anak buah.
"oke....gue akan kasih tau Johan.Jaga dia jangan sentuh dia sebelum Johan dateng" ucap Marvel..
"baik tuan"
Sambungan telepon pun terputus.Marvel meletakkan ponselnya dan kembali meraih kotak makanan yang dibawakan Selly.
__ADS_1
"ada apa?" tanya Selly.
"nggak ada..." ucap Marvel santai.
"Bono itu anak buah kamu kan"
"iya..."
"ada apa nyet?siapa yang kamu suruh jagain?kamu nyekap orang lagi?" tanyanya.
"ya.." ucap Marvel sambil melahap makanan nya.
"siapa?"
"Clara.." jawabnya enteng.
"Clara?kamu nyekap Clara?"tanya Selly seolah terkejut dengan apa yang ia dengar.
Marvel mwngangguk sambil terus melahap makanan nya.
" kamu yakin?"
"maksudnya?"
"kenapa Clara?trus kamu gimana?" tanya Selly dengan suara yang melemah,ia seolah ingin memperjelas pemikiran nya.Bukankah Marvel sangat mencintai Clara.Tapi kenapa ia menyekap Clara?ada apa?lalu bagaimana perasaan Marvel saat ini?Begitulah yang ada dalam pikiran Selly.
Marvel tersenyum,ia menatap dalam ke arah sang istri.
"Clara udah terlalu sering berusaha mencelakai Adel.Dan yang paling parah,dia juga otak dari insiden penyerangan Johan.Dia kerja sama dengan salah satu orang yang dulu jadi rekan kerja perusahaan ini.Namanya Bayu.Dia minta Bayu untuk menyerang Johan.Sampai Johan koma dan ngilang itu..." ucap Marvel menjelaskan.
"trus lo gimana?"
"gue?"
Marvel tersenyum.
"gue nggak peduli Sel...gue nggak peduli lagi sama perempuan itu.Terserah mau diapain sama Johan.Gue nggak peduli." ucapnya.
Marvel menatap dalam istrinya itu,tangannya tergerak menyentuh pipi mulus Selly.
"gue udah punya lo sekarang....gue udah mengubur masa lalu gue.Gue udah nglupain dia.Gye nggak peduli sama dia." ucapnya tulus.
Selly tersenyum.Ia meraih tangan besar di pipinya itu.
"makasih...."
"untuk..?"
"semuanya...." ucapnya.
__ADS_1
Marvel meraih tubuh mungil itu,membimbingnya masuk kedalam dekapannya.Selly pun menurut.Mereka saling berpelukan dalam waktu yang cukup lama.
...----------------...