WANITA TANPA MAHKOTA

WANITA TANPA MAHKOTA
Eps 41


__ADS_3

Seminggu berlalu....


Siang hari di sebuah desa....


Seorang gadis terduduk dilantai kamarnya sambil memeluk lututnya.Tatapan matanya kosong,warna hitam di sekitar mata sembabnya menambah kesan menyedihkan pada wajah yang penuh luka memar itu.Senyum manis yang biasa ia tampilkan kini sudah tak nampak lagi.Tawa ceria itu kini sudah lenyap berganti air mata yang tak pernah kering keluar dari pelupuk matanya.


ceklek....


pintu terbuka...


Seorang remaja pria masuk ke dalam kamar yang tak terlalu luas itu.


Dico duduk bersila di samping sang kakak.


"mbak....makan dulu..." ucapnya lembut.


Tak ada sahutan dari bibir gadis malang itu.


"mbak....dari tadi pagi mbak belum makan...nanti sakit lo..." ucapnya lagi.


Adela masih tak bergeming.


Dico mengambil piring yang sedari pagi ia letakkan di samping Adel.Jangankan memakannya,sendok nya pun tidak berubah posisi dari sejak pertama Dico meletakkannya.


Remaja itu lantas menyendokkan nasi beserta lauknya itu.


"Dico suapin ya mbak..." ucapnya.


Dico menyodorkan makanan yang telah ia sendok itu pada Adela.


"ayo mbak.....makan dulu...aaaa......" ucapnya.


Adela masih tak bergeming.


Dico menghembuskan nafas kasar.Ia menatap sedih kakak perempuan nya yang nampak menyedihkan itu.


"mbak....tolong jangan begini.Mbak kan kuat.Ayo mbak....bangkit...." ucap Dico memelas.Adela tetap tak bergeming.Pandangannya hanya kosong menatap lurus ke depan.


Dico keluar dari kamar itu membawa makanan yang sudah dingin tersebut.


"dia tidak mau makan?" tanya pak Harun yang baru pulang dari sawah.Ia duduk di meja makan yang letaknya bersebelahan dengan kamar Adela dan kamar Andika.


Dico hanya menggeleng.

__ADS_1


"biarkan saja...!sakit juga dia sendiri yang merasakan nya!anak tidak tau di untung!kecil nya gila,sudah besar jadi pela***,dari kecil hanya bisa membuat malu..!"


"sudah...!jangan urusi dia..!dari dulu tidak pernah mau mendengarkan orang tua....!mungkin dia sudah terbiasa makan makanan enak hasil dari uang haramnya...makanya dia tidak sudi memakan makanan orang miskin seperti ini....!" ucap pak Harun bertubi tubi.


Dico memilih pergi meninggalkan ayahnya yang uring uringan.Sedangkan di dalam kamar Adela tetap tak bergerak dari posisinya.Tak ada suara yang keluar dari mulutnya,hanya deraian air mata yang kian lama kian deras membasahi pipinya.Sungguh,rasa hatinya sudah kebas,ia sudah lelah untuk menangis.Ia bagaikan parasit di dalam keluarga nya sendiri.Hampir setiap hari makian dan cacian ia dapatkan.


...***...


Sementara itu di sebuah ruangan di kota X.


Seorang CeO muda nampak serius sedang memimpin rapat di sebuah anak cabang perusahaan milik keluarga nya.Pria bertubuh tegap itu nampak serius mendengarkan laporan laporan dari para bawahannya tentang perkembangan cabang perusahaannya yang saat ini sedang ada masalah.Setelah dari kota B seminggu yang lalu, harusnya ia sudah bisa pulang kembali ke kotanya,namun secara tiba tiba Marvel menghibunginya dan memintanya untuk segera menuju ke kota X karena ada suatu masalah yang cukup rumit di salah satu anak perusahaan di kota itu.


Johan menghela nafas panjang saat para peserta rapat mulai pergi meninggalkan ruangan yang luas itu.Johan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi,ia kemudian mengendurkan dasinya.Johan mengambil ponsel miliknya,lalu membuka ponsel tersebut,nampak foto seorang gadis dengan senyum manis sebagai wallpaper nya.Johan teesenyum simpul.Ia membuka aplikasi WhatsApp,lali menekan nama "baby" disana.


"tunggu gue baby.....gue akan segera jemput lo" batinya sambil ibu jari mengusap usap foto profil milik gadis itu.


Room chat yang menampikan ratusan pesan darinya yang tak pernah dibaca semenjak seminggu terakhir.Johan sebenarnya sudah tau dimana Adela sekarang,hanya saja ia belum bisa menjemput gadis itu lantaran tuntutan pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Johan menghela nafas kasar.


"ayo kerja....biar lo bisa cepet nyusul Adel" ucap Marvel sambil menepuk pundak Johan.Johan bangkit untuk kembali ke ruangannya.


...***...


Gadis malang itu belum berpindah dari posisinya.Ia masih setia memeluk lututnya,terduduk di lantai yang dingin itu.


Ceklek.....


pintu terbuka.Pria paruh baya itu mendekati gadis yang seminggu lalu ia paksa untuk pulang kembali ke rumahnya yang kecil itu.


"mau sampai kapan kamu diam seperti orang bodoh begitu...?" ucapnya dingin.Kini ia sudah berdiri di hadapan anak gadisnya yang sedari pagi hanya melamun


Adela meringsut,ia seolah sudah tau apa yang akan terjadi.


"bangun dan makan....!" ucapnya dengan nada yang meninggi.


Adela hanya diam.


"kau tuli....??!!bangun....!!!" bentaknya lagi


"berhenti menyusahkan orang tuamu...anak tidak berguna....!!"ucapnya dingin.


Air mata itu luruh lagi....dada itu sesak lagi.Aku anakmu kan?aku keluarga mu kan?tidak bisakah berhenti memaki ku?tidak bisakah berhenti mengatai ku??

__ADS_1


" sedari kecil kau selalu membuat masalah...!kau tidak pernah mendengarkan ucapan orang tua mu..!tidak bisakah sekali saja dalam hidupmu kau membuat kami bangga...?!!!haah....!jawab...!!"


Adela kembali menangis tanpa suara.


Pak Harun duduk di sisi ranjang berukuran 160x200cm itu


"besok...pak Maman akan datang kesini.Ia akan melamarmu.." ucapnya sukses membuat Adela menoleh kaget.Adela menggeleng cepat.


"nggak.....aku nggak mau.." ucapnya sambil menangis


"kenapa?" pak Harun bertanya dengan raut wajah dinginnya.


"pak Harun udah tua pak!dia udah punya dua istri kan?aku nggak mau??!" ucap Adela dengan ekspresi ketakutan.Bayangan menjadi istri ketiga seorang pria tua dengan perut buncitnya membuat Adela takut.


"lalu kau mau menikah dengan siapa?laki laki tampan?yang kaya?yang masih muda?kau pikir ada laki laki seperti itu yang mau menikah dengan wanita gila dan bekas wanita malam sepertimu??!!" bentaknya.Kini ia kembali berdiri


"aku bukan wanita malam pak...!aku nggak pernah melakukan pekerjaan kotor seperti itu!!berapa kali aku harus bilang.....


!!" ucap Adela histeris,kini ia berdiri saling berhadapan dengan sang ayah.


"kau......" pak Harun sudah mengangkat tangannya....


"apa??!bapak mau pukul aku lagi?mau tampar aku lagi?!pukul sekarang pak....!pukul...!!" ucap Adela sambil mendekatkan tubuhnya pada sang ayah.


"kenapa bapak nggak bunuh Dela sekalian...!!!biar bapak puas...!biar aib di keluarga bapak mati!biar anak gila ini mati...!bunuh paaaakkkk......bunuh saya sekarang....!!!" ucap Adela histeris.Ia menggerakkan tangan sang ayah ke lehernya.Adela menatap sayu pada mata ayahnya.Pak Harun merasakan sesak dalam dadanya,Jauh dari dalam lubuk hatinya ia merasakan iba pada anak gadisnya itu.Tapi kebencian lebih menutupi semua itu.Anak di hadapannya terlalu membangkang menurutnya


"aku nggak pernah minta di lahirkan menjadi manusia dengan kelainan ini.Aku nggak pernah minta pak.." lirihnya kini membuat pak Harun terdiam.


"aku juga ingin menjadi manusia yang normal seperti kalian....aku juga nggak mau seperti ini..."


"aku tau itu.Kau memang tidak bisa menghentikan kebiasaanmu itu karena kau sudah gila...!!" ucap Pak Harun lagi dengan suara sedikit membentak.


"cepat keluar kamarmu dan makan" ucapnya lagi lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Adela terduduk di sisi ranjang.


ia menutup wajahnya dengan ku dua telapak tangannya.


"tolong....tolong saya tuan...." ucapnya di sela tangisannya...


...----------------...


AKU BUTUH LIKE KOMEN &VOTE PLEASE...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2