
Habis waktu subuh, Desta telah bersiap untuk melakukan sedikit jogging di taman belakang. Sudah hampir sebulan dia tidak melakukanya. Dirasa tubuhnya seperti kaku di semua sendi tulangnya.
Desta mengenakan setelan baby doll panjang dengan motif sinchan. Kepalanya ditutupi dengan kerudung instan pendek bermotif bunga-bunga. Meski agak kusut, aura manis di wajah polosnya senantiasa terpancar. Desta terlihat seperti remaja yang minim akan dosanya.
Sampai di taman belakang, udara terasa begitu segar. Halaman yang dipenuhi pohon-pohonan rindang, serta bermacam tanaman hias itu mampu menyuplai oksigen dengan melimpah, di tengah pembangunan kota yang besar-besaran.
Desta menghirup nafas dalam-dalam lewat hidung, menahannya beberapa detik lalu mengeluarkan melalui mulut. Menghasilkan suara seperti desisan di bibirnya, dan dilakukannya berualang kali.
Konsentrasi Desta terusik saat samar-samar telinganya menangkap suara perempuan yang terisak. Ditajamkan telinganya, suara itu berasal di bagian sisi tembok yang lain.
Desta mengira-ngira arah tangisan itu dan mendekatinya perlahan. Desta berhenti dipojok bangunan dan melongokkan kepalanya. Nampak Devina dan Rika sedang duduk di sebuah gazebo kayu, yang tak terlalu jauh dari tempat Desta beraembunyi.
Devina nampak menangis, pundaknya terguncang naik turun.
"Kau sekarang menjauh, aku tahu sebabnya.. hik.. hik..hik" Devina bersuara di antara tangis pilunya.
"Aku tidak menjauhimu. " Rika berkata lembut.
"Kau pikir aku tidak tahu usahamu mendekati gadis itu! " Devina mulai berkata dengan emosi.
"Karena dia akan jadi partner kerjaku nantinya Dev.. " Rika berusaha menenangkan.
"Entah besok atau lusa kamu pasti inginkan dia. Jangan rusak gadis itu, dia tidak seperti kita! " Devina menegaskan kepada Rika.
***
Desta tersentak saat seseorang berdehem di sampingnya. Matanya membulat lucu saat dilihatnya direktur Benn telah juga berdiri di sana. Dengan kostum setelan olahraga berwarna hitam. Semakin manampakkan kulit putihnya yang terlihat banyak mengeluarkan keringat.
"Pagi-pagi bukannya belajar, malah menguping orang. "
Direktur ganteng itu mengomeli Desta dengan suara kecil, diapun seperti tidak ingin mengusik Devina dan Rika yang entah sedang punya masalah apa. Dengan jantung masih berlompatan, Desta menanggapi dengan hanya nyengir kuda sambil berjingkat memutar tubuhnya berniat menjauhi tempat itu.
Naman jantungnya kembali bekerja keras, saat dilihatnya satu lelaki lagi ada dibelakangnya. Wajah coklat muda cerah, yang basah oleh peluh itu memandanginya dengan datar.
Desta mengangguk dengan sopan kemudian menunduk, lalu berjalan pelan hendak melewati tubuh tinggi itu sambil menyapa keduanya.
__ADS_1
"Selamat pagi direktur Benn dan tuan Leehans... Saya permisi dulu .. Marii.. "
Desta berusa mengatur ucapanya sesopan mungkin. Saat dia melewati Leehans, lelaki itu membalas pamitannya dengan suara berat.
"Pergi mandilah di kamarmu, jangan lupa cuci mukamu. "
Setelah berkata begitu, Leehans berlari-lari kecil mengelilingi halaman taman gedung utama, berusaha mengikuti Benn yang berlarian di depannnya.
Desta merasa dongkol, dia kembali ke kamar untuk mandi dan bercermin di kaca kamar mandinya. Diamatinya mukanya untuk mencari taik mata di mata, tapi tidak ditemukan kotoran sedikitpun di sana. Rasanya sedikit sebal dengan teguran tuan Leehans yang mengejek barusan.
Sebab, saat mengambil wudhu subuh tadi mukanya telah dibasuhnya dengan benar-benar bersih. Leehans memang lebay! Desta akhirnya mandi dibawah shower dengan air yang diaturnya menjadi hangat.
**
Selesai acara sarapan, peserta yang akan dikirim pulang telah bersiap-siap masuk ke dalam beberapa mobil, yang telah disiapkan menurut jurusan kota masing-masing. Ada tiga buah mobil dengan tujuan kota Semarang , Solo dan Yogyakarta, Bandung dan Bogor serta Jakarta, Bekasi dan Depok.
Semua saling berpelukan dan saling bertukar nomer hp untuk disimpan. Tak ketinggalan Desta juga sibuk mencatat nomer teman-teman barunya, iapun sama sibuknya menyebut nomer hpnya kepada beberapa temannya yang ingin save nomer miliknya.
Desta mengantar Maya masuk ke mobil, yang akan membawa Maya pulang ke kota Yogyakarta. Mereka berdua berpelukan dengan saling berat hati.
"Terimakasih Desta, aku akan selalu menunggu telponmu. Semoga kamu sukses dengan pekerjaanmu."
Dan mayapun memasukkan badannya ke dalam mobil. Destapun berundur menjauh.
Sambil menunggu keberangkatan mereka, Desta mencari duduk dekat sebuah garasi besar. Tapi matanya sempat menangkap dua orang perempuan, sedang berpelukan dan saling berciuman.
Karena kehadirannya, mereka terusik dan saling melepas pelukan. Beriringan berjalan keluar garasi melewati Desta yang sedang duduk. Devina melirik tajam ke arahnya. Desta membuang muka tidak peduli , seolah-olah tidak nampak apapun di matanya.
Ketiga mobil itu sudah hilang dari pandangan. Lambaian tangan-tangan itu nenyesakkan dada. Ada rasa kehilangan di hati Desta, kebersamaan singkat ini telah meninggalkan banyak kenangan baginya. Dengan sedikit tidak bersemangat, Desta kembali duduk dikursi semula.
Rika yang berdiri agak jauh berjalan mendekat ketempatnya. Rika ikut duduk menyandar di sebelahnya. Devina telah pergi bersama mobil yang membawanya kembali ke yayasan asalnya. Keduanya saling hening, Desta pun malas untuk bicara. Hingga Rika menoleh menatap Desta lalu berbicara.
"Tadi Pak Benn mamanggil kita berdua ke ruang kerjanya, ada hal yang ingin dia sampaikan. "
Kata Rika mulai berdiri.
__ADS_1
" Kapan kak, sekarang? "
Desta pun ikut berdiri dari kursinya.Rika mengangguk, mereka bejalan beiringan memasuki gedung utama. Desta mengikuti langkah Rika karena dia belum tahu di mana letak ruang kerja direktur Benn.
Ruang kerja Direktur Benn terletak dilantai tiga, tepat berseberangan dengan ruang obat yang pintunya tertulis P3K. Desta tersenyum kecut mengingat kejadian konyol itu kemarin, ha.. ha.. bertemu hantu konon. Langkah mereka terhenti di depan pintu bercat putih mengkilat.
Rika mengetuk pintu dan memutar gagangnya perlahan. Saat sudah berada diruangan, nampak direktur Benn tengah duduk di kursi kerjanya yang super besar. Mereka berdua dipersilahkan duduk di sofa memanjang yang ada di pojok ruangan besar itu. Sesaat kemudian direktur Benn mendekat dan duduk di sisi sofa yang lain.
"Bacalah lembaran ini, jika ada yang kurang paham tanyakan saja padaku. "
Direktur Benn menyerahkan selembar kertas pada mereka masing-masing satu.Desta dan Rika membacanya dengan seksama. Rupanya itu adalah surat kontrak kerja.
Ternyata, hari kerja telah dimulai di hari pertama mereka datang ke gedung utama ini. Jumlah gaji yang lebih dari memuaskan dihitung juga mulai hari itu. Jadi tidak perlu menunggu hingga bertemu Mr. Lee di Jepang. Tapi start kerja itu telah berlangsung. Baik sekali kontrak kerja ini. Siapa yang membuatnya? Meski Desta belum pernah bekerja secara resmi, sedikitnya Desta telah tahu aturan dasar dalam kerja.
"Kalian sudah memiliki rekening bank?" Mata elang direktur Benn menatap keduanya. Desta dan Rika mengangguk bersamaan, kemudian menerima pulpen yang diulurkan Benn pada mereka.
"Tuliskan juga akun rekening bank kalian di lembaran itu. " Direktur Benn kembali mengarahkan.
Keduanya mengangguk sembari mengeluarkan ponsel masing-masing untuk mencari fail akun bank mereka dan dituliskan pada lembaran kontrak itu.
"Baiklah, jika tiada pertanyaan, tanda tangan saja di bawah itu, sebagian kena materai. " Direktur Benn menerangkan dengan tegas.
Setelah tertanda tangani, lembar kontrak kerja itu disimpan direktur Benn sebagai arsip.
"Kalian berdua pergilah ke ruangan CEO Leehans, dia sendiri yang akan membuat aturan serta poin-poin kerja untuk kalian. " Ben menerangkan sambil menunjukkan ruang kerja Tuan Leehans yang ada disebelah ruang obat.
Rika berpamitan dan berjalan keluar, Desta mengikutinya di belakang, sambil mengangguk sopan pada direktur Benn yang juga sedang meliriknya.
"Kau sudah tahu apa masalah gadis itu kemarin? " Ben tiba-tiba bertanya lirih sambil menujuk Rika. Desta menggeleng cepat dan segera berlalu. Tidak ingin tertahan lebih lama di ruangan direktur Benn.
****
π€π€π€π€ Terimakasih udah mampir.. semoga karyaku cukup-cukup menghibur. Mohon supportnyaaa....... Ninggalin jejak yeeerr...
Ntah apa-apalah.. Like, konen, favorite. Salaaam..πππππππͺπͺπͺ
__ADS_1