Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Desta.. Kamu Cantik # 21


__ADS_3

Mantan kekasih Leehans adalah publik figur, lalu sekarang di mana kekasihnya?


"Terus di mana dia, kenapa berpisah? " Pertanyaan Stella mewakili rasa ingin tahu Desta.


"Sudah menikah dengan bos entertainment. " Benn menjawab lagi.


"Kekasihnya selingkuh? " Tebakan Stella dibalas dengan mata menjeling oleh Benn.


"Jangan sok tahu, sudah habiskan makanmu, tidak sopan! " Stella hanya mencibir ucapan Benn , lalu disendokkan isi piringnya itu ke dalam mulut, sambil mengedipkan mata ke arah Mrs. Lee yang sedang menatapnya.


Desta yang menyimak percakapan kedua sepupu itu, juga ikut tersenyum dengan tingkah Stella yang jujur tanpa ayak. Namun secara tidak langsung, Desta tahu masa lalu Leehans yang ternyata cukup memprihatinkan. Fakta itu menepis anggapannya selama ini, bahwa putra dari keluarga Lee itu tidak pernah menyukai perempuan. Sesaat wajah Leehans yang teduh dengan pecinya kemarin, melintas di kepalanya.Tanpa sadar, bibir Desta sedikit tersenyum diantara kesibukannya mengunyah makanan.


*****


Hari yang direncanakan telah tiba, malam nanti adalah pelaksanaan pertunangan Benn dan Desta. Acara penting itu, hanya dihadiri beberapa kerabat dari keluarga ibunya Benn saja. Berbagai persiapan telah dilakukan sedari pagi. Terutama persiapan untuk jamuan makan para kerabat yang datang.


Dua orang pegawai tata rias dan make up yang disewa Mrs. Lee, telah mulai mempersiapkan penampilan Desta.Desta yang sebelumnya berhati-hati, dan tidak mau membuka kerudungnya di depan sembarang orang, kini dengan berat hati mengikuti arahan penata rias itu. Desta merelakan rambutnya untuk ditata sedemikian rupa, agar pashmina di kepalanya semakin terlihat matching dengan seluruh penampilannya.


Bukan hanya rambut indahnya saja yang harus dibuka dan diperlihatkan pada sang penata rias. Desta bahkan diminta untuk menanggalkan baju di depan mereka. Guna bertukar dengan gamis merah yang telah disiapkannya itu. Namun untuk permintaan ini, Desta benar-benar menolak dan bersikukuh menggantinya di kamar mandi. Penata rias memahami sikap Desta, dan memilih akur dengan keinginannya kali ini.

__ADS_1


Kedua penata rias itu amat terpukau dengan penampilan Desta yang cerah, segar, dan nampak bersinar alami. Paras Desta yang jelita tanpa disentuh make up apapun, kini nampak anggun dan nyaris sempurna dengan polesan make up dari penata rias professional langganan Mrs.Lee itu.


Gamis modern warna merah dan warna kerudung yang senada, serta make up yang pas untuknya, menampilkan Desta laksana peri bulan di malam berbintang. Kedua penata rias itu tampak gembira dengan hasil kerjanya. Visual Desta yang bergamis itu akan membuat image mereka sebagai penata rias/Make Up Artis(MUA) terbaik semakin lebih populer.


Karena jam acara inti akan segera dimulai, Desta mulai keluar kamar dengan dibimbing kedua penata rias. Mereka hendak menuju ke tempat acara akan berlangsung.


Bersamaan dengan mereka yang berada di luar kamar, nampak Leehans sedang berjalan dari kamarnya di ujung, akan melewati kamar Desta. Sepertinya Leehans hendak menuju ruang acara yang diadakan juga di lantai dua. Penata rias itu memanggil Leehans, dan menghentikan langkah lelaki itu untuk datang mendekat.


Leehans menghampiri mereka dan memandangi Desta yang lebih memilih menunduk.


"Tuan muda, bagaimana hasil riasan kami, sudah sempurna bukan? " Salah satu dari MUA itu ingin mendapat tanggapan langsung dari anggota keluarga Lee.


"Apakah dia kalian rias tanpa perlu memakai alas kaki yang lebih layak? " Leehans bertanya dengan melirik kaki Desta yang hanya memakai sandal rumahan berhias kepala beruang. Penata rias tampak terkejut, keduanya bergegas masuk kembali ke kamar Desta. Mengambilkan sepatu, yang tadi telah disiapkan untuk dipakai Desta.


"Terimakasih tuan, aku lupa memperhatikan kakiku. Lebih baik aku malu padamu sekarang, daripana nanti mendapat malu di depan banyak orang. " Desta mengungkapkan rasa bersyukurnya pada Leehans.


Leehans tidak menjawab, namun kakinya lebih mendekatkan diri lagi pada Desta. Badannya sedikit membungkuk dan kepalanya mendekati telinga Desta sambil berbisik.


"Desta... Kamu sangat cantik. Segeralah turun, semua sedang menunggumu. "

__ADS_1


Desta terkesiap dengan ucapan Leehans, bisikan dengan hembusan nafas hangatnya itu telah mengenai pipinya.


Desta sedikit mendongak, ditatapnya Leehans tanpa tahu harus bagaimana bersikap padanya. Mata keduanya bertemu, saling bertatapan, tenggelam dalam perasaan dan isi kepala masing-masing. Leehans tersadar dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Seolah sedang dilanda frustasi. Leehans bergegas membalik badan sambil melangkah cepat, pergi meninggalkan Desta yang termangu menatap kepergian punggungnya.


Penata rias kembali dengan membawa sepatu indah yang segera dipakaikan pada kaki Desta. Salah satu MUA itu pergi menyimpan sandal beruang Desta kembali ke kamar. Dan seorang lagi segera menggandeng lengan Desta menuju sebuah pintu yang nampak di ujung lorong dengan lantai yang sama.


Desta bersama penata rias, telah masuk ke sebuah ruangan yang telah ramai dengan tamu undangan dari kerabat Benn. Hampir seisi ruangan itu menoleh ke arah Desta, mata-mata itu memperhatikan sambil memberi penilaian terhadap sosok Desta, calon tunangan Benn. Saat Desta sedang di antara kegalauan, bingung harus bagaiman, karena penata rias itu seolah menghilang entah sedang pergi ke mana. Mendadak lampu- lampu itu padam dan keadaan menjadi sangat gelap, hanya bayangan-bayangan hitam dan samar yang ada di depan mata.


Desta bertambah bingung lagi dengan keadaan gelap ini, dia tidak tahu menahu dengan posisi detail ruangan baru itu. Tiba-tiba tangan kirinya terasa dipegang erat seseorang, samar-samar nampak bayangan hitam telah berdiri di samping kirinya. Tangan itu berpindah ke telapak tangannya dan menggenggam jemari kecilnya, tangan itu terasa lebar dan kokoh.


Desta menghentak tangannya karena tahu tangan itu adalah milik seorang lelaki, dia tidak ingin ada kontak fisik dengan lelaki kecuali demi etika kesopanan. Tapi tangan itu semakin erat memegangnya dan membimbing menuju satu arah ke depan.Desta hanya bisa melangkah pasrah mengikuti lelaki itu. Tangannya tetap dipegang sangat erat oleh sosok itu.


Bayangan itu berhenti tiba-tiba dan membuat Desta sedikit menubruknya, hidungnya sempat menempel di lengan bajunya. Desta seperti mengenali aroma parfum baju itu. Tapi gadis itu tidak yakin dan hanya samar dengan ingatannya pada aroma parfumnya. Tanpa sadar, Desta merasa tangannya menghangat dan perasaan yang nyaman dalam genggamaan tangan lebar itu. Hatinya sangat ingin tahu siapa lelaki dalam kegelapan ini?


Seakan tersadar, Desta kembali menghentak tangannya, dan tangan itu melepas genggamannya lalu bergerak menjauhinya. Gadis itu bermaksud ingin mengikuti lelaki itu untuk tahu siapa sebenarnya dia. Tetapi lampu-lampu itu mendadak kembali menyala dengan terang-benderang. Mata Desta mengerjap cantik karena menahan silau sambil mengedarkan matanya ke sekeliling.


Kembali ditangkapnya mata-mata yang tengah menatapnya kembali, seakan tidak puas memandangi dirinya saat baru masuk tadi. Hati Desta sedikit tenang saat Mes. Lee menghampiri dan mengelus pundaknya dengan penuh rasa sayang. Dituntunnya tangan Desta menuju tengah ruangan diikuti Mr. Lee dan Leehans di belakangnya.


Benn menyambut langkah Desta dengan wajah tampannya yang riang sambil senyum mesra menatap Desta. Orang tua dan kerabat Benn juga mengiringi di belakangnya dengan wajah-wajah yang puas dan bergembira.

__ADS_1


####


πŸ€—πŸ€—πŸ€— Terimakasih udah nge klik novel ini.. mudah2an cukup menghibur. Harap dukung author yeeeer... tinggalin like.komen.vote.favorite..atau apa-apalah..agar author bahagia... Arigatoooo..love uuuπŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ™βœŒπŸ’ͺ


__ADS_2