
Pagi ini, Leehans berangkat kerja tidak terlalu pagi seperti biasa. Terlihat duduk di kursi, ikut sarapan bersama dengan baju kerjanya, stelan jas biru tua yang melapisi kemeja panjang warna putih lengkap dengan hiasan dasinya. Putra mr Lee itu memang sedap dipandang mata dua puluh empat jam, tanpa ada waktu kusutnya sesaatpun.
Desta yang duduk tepat di depan Leehans, serasa dihadapkan dengan artis senior tampan Korea, Song Seun Hyeon oppa idolanya. Gadis itu telah sadar dan kembali ke dunianya, segan menatapnya lama-lama, hanya sesekali meliriknya sebentar. Itupun kadang nasibnya kurang mujur, lirikannya tertangkap mata Leehans yang sedang menyorot tajam padanya.
"Hans." Mr Lee terdengar menegur nama Leehans.
"Ya, ada apa Dad? "
"Apa yang kalian dapat setelah berjumpa pengacara Tauji? "
Leehans semalam pulang cukup larut, setelah mengantar Desta sampai dalam rumah, dia kembali keluar menemui seorang kawan, yang menantangnya untuk berlomba balap kuda di pinggiran Tokyo. Sehingga tidak sempat menemui ayahnya untuk berbincang saat pulang.
"Dana warisannya bisa keluar dengan menikahi pria manapun. "
Leehans berbicara pada ayahnya dengan menatap ke arah Desta.
"Lalu bagaimana? "
Mr Lee nampak termenung dengan pertanyaannya sendiri.
"Tujuan saya semula hanyalah untuk bekerja pada anda, Tuan Lee.., dan dana wasiat itu adalah bonus untuk saya. Jadi sementara, biar sajalah, saya tidak ingin buru-buru. "
__ADS_1
Desta tidak suka jika pembahasan itu berlanjut pada masalah pernikahan.
"Jika syarat utamanya bukan bukti pernikahan, apakah kau juga akan menundanya. "
Mr. Lee memberi pertanyanyaan yang sulit untuknya.
"Jujur tuan, saya akan segera mengurusnya, bentuk rasa syukur saya padaNya, serta terimakasihku pada nenek, yang telah menitipkan rizqi begitu besar melalui wasiat itu. "
Desta menjawab sangat jujur dan tak ada nada ragu dalam kata-katanya. Mr Lee begitu puas dengan jawaban Desta yang bijak itu. Leehans memandangi wajah gadis di depannya dalam diam.
"Omooo.. Desta san, mommy ada calon suami VVIP untukmu, benar-benar limited edition. "
Kali ini Mrs Yuri yang diam mengamati sedari tadi berbicara heboh. Mr Lee nampak menyimak bicara istrinya yang tiba-tiba itu.
Mr Lee penasaran dengan ucapan istrinya. Namun nyonya Yuri hanya senyum-senyum, sambil melirik-lirik anak lelakinya yang juga sedang memandang padanya itu. Tentu Leehans terkejut, dia sangat paham arti lirikan ibunya. Lelaki itu langsung menegakkan punggungnya dan menjeling tajam pada ibunya.
"Haaah... ayolah narutoku, usiamu sudah tidak muda lagi, sudah saatnya berproduksi, mommy ingin cepat punya menantu yang memberi banyak cucu.. hhihhihi.. "
"Desta san... menikah sajalah dengan jagoan mommy yang kelewat tampan ini.. Hem.. hem.. hem..mau yaaa."
Mendengar kicauan ibunya, wajah Leehans nampak berubah pias. Segera diambilnya cangkir coklat hangat miliknya dan diminumnya hingga kosong sekaligus.Lalu diliriknya Desta di depannya, gadis itu sedang menunduk dengan wajahnya yang telah berubah memerah.
__ADS_1
Leehans menarik nafasnya, bersiap jika Desta akan protes dengan ucapan mommynya. Leehans tidak lupa dengan phobia gadis itu, menghindari membahas masalah nikah. Ditunggunya suara gadis itu dengan telinga terpasang tegak, tapi Desta hanya diam tanpa protes sepatah katapun. Wajahnya telah berubah cerah kembali, jauh dari ekspresi tertekan seperti yang dilihatnya selama ini.
Leehans merasa lega dan santai kembali, apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Gadis itu tidak menanggapi serius candaan ibunya. Leehanspun juga lega dengan ibunya, yang telah berhenti dengan candaan konyolnya.
"Haaiii haaaaii..... kalian berdua kompak diam-diaman.. jadi kalian saling setuju kaaan... Mommy suka! Mommy suka! Kalian menikah saja!! "
Huh, kumat lagi! Leehans kembali dongkol di hatinya, geram dengan ulah ibunya yang usil sekali.
"Mom sudah, hentikan kekonyolanmu. Jangan menyesal jika gadis kesayanganmu ini akan menangis."
Nyonya Yuri nampak terdiam, salah sangka dengan teguran Leehans. Dia berfikir anak lelakinya telah menolak Desta mentah-mentah, hatinya sangat kecewa. Muka sedih itu sangat kentara, kecewa pada anak lelaki jagoannya itu semakin bertambah.
Melihat keadaan ibunya begitu, Leehans bertambah geram, namun hatinya juga serba salah. Leehans bukannya tidak peduli dengan perasaan ibunya, wanita itu ingin cepat diberi menantu perempuan olehnya. Namun dalam hal keinginan satu ini, Leehans tidak bisa memberinya serta merta. Hatinya selama ini telah tidur, tidak tertarik dengan perempuan model bagaimanapun yang menggodanya.
"Desta... Hans... "
Kedua pemilik nama berlainan jenis itu, sama-sama menoleh pada Mr Lee yang memanggil nama mereka. Keduanya nampak menunggu.
"Jika kalian setuju, akupun juga sependapat dengan ide mommymu itu. Daddy siap menikahkan kalian. "
Duarrr! Perkataan ayah Leehans kali ini mampu mengejutkan keduanya. Leehans tahu, ayahnya tidak mungkin bergurau. Apalagi masalah sakral begini, ayahnya tidak pernah mengeluhkan kelajangannya satu kalipun. Ayahnya terlihat tidak peduli dengan hal semacam ini selama ini.
__ADS_1
Tapi jika Mr Lee telah turut berkata hal yang sama dengan istrinya, berarti ayah Leehans itu tidak main-main dengan ucapannya. Leehans jadi berubah sangat bimbang di hatinya. Biasanya jika ayahnya bersuara, itu bukan sekedar ucapan, namun lebih ke sebuah perintah kepadanya. Dan Leehans telah terbiasa menerimanya. Lelaki itu seperti sedang memegang sebuah simalakama.