Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Nenek dan Leezha. # 76


__ADS_3

Rumah besar milik keluarga Lee, malam ini terlihat semakin ramai. Seluruh anggota keluarga inti telah sampai di rumah induk itu kembali. Mereka adalah kakak Leehans dari Jakarta, Leezha, dan keluarga kecilnya. Juga nenek Leehans dari Osaka, ibunda dari Mrs. Lee.


Leezha Khaira, 35 tahun, wanita cantik yang telah memiliki dua anak. Yang satu balita perempuan empat tahun dan satu lagi anaknya berumur sepuluh tahun, laki-laki. Bersuamikan Reynaf, lelaki dari Indonesia asli. Dan keluarga kakak Leehans telah hidup menetap di kota Jakarta.


Nenek Leehans, Meghi, berusia 85 tahun yang kebetulan sedang dalam kondisi sehat dan prima, bersedia dijemput ke rumah induk oleh sopir pribadi Mr. Lee. Semua berkumpul di rumah induk malam ini, sebelum besok berangkat ke hotel berbintang milik Mr. Lee di Ginza, Tokyo.


Start dari hotel, Leehans dan Desta akan dibawa ke masjid Camii, Tokyo. Acara ijab qobul akan diucapkan oleh Leehans Khairy Akio di depan seorang penghulu besar dari sana. Hal ini berdasarkan permintaan yang direncanakan sendiri oleh Leehans pada orang tuanya. Setelahnya Leehans dan Desta akan dibawa kembali ke hotel semula untuk melanjutkan resepsi pernikahan dengan srtatus baru sebagai pasangan suami istri yang sah di mata agama dan hukum negara.


****


Seluruh keluarga Lee tengah berkumpul di ruang keluarga, membicarakan persiapan di acara esok hari. Terkecuali Leehans yang tidak nampak kelebatnya, Leehans masih sama sibuknya dengan hari kemarin hingga pulang sangat malam.


Desta yang juga diminta bergabung bersama, duduk di antara Leezha dan nenek Meghi yang tengah mengapitnya. Leezha nampak begitu tertarik untuk mengenali lebih dalam mengenai calon adik iparnya itu. Begitupun nenek Meghi, meski sudah paham siapa Desta, namun tetap saja ikut tertarik mengetahui tentang Desta.


Nenek Meghilah, satu-satunya orang yang secara langsung diserahi surat wasiat itu oleh nenek Benn. Nenek Meghi juga merupakan adik dari nenek Benn yang telah tiada. Jadi, nenek meghi telah begitu paham akan Desta, Benn dan Leehans.


Nenek Meghi, adalah perempuan tua renta yang masih terlihat jejak kecantikannya. Dia memilih tinggal di tempat kelahirannya, di pinggiran Osaka yang damai, segar dan tenang. Yang membuat jiwanya bahagia dan sakitnya berangsur hilang.


"Desta.." Leezha memanggil nama Desta.


"Iya kak, ada apa?" Desta menatap wajah cantik keibuan itu.


"Apa warna kesukaanmu?" Leezha menyelidik Desta.


"Warna merah dan navy.. emang kenapa kak Leezha?" Desta penasaran, dahinya berkerut menatap Leezha.


"Bukan apa-apa, hanya ingin mendekorasi kamar pengantin kalian."


Leezha menjawab dengan kedipan sebelah matanya. Desta berusaha menahan ekspresi malunya, hatinya terkejut dengan pertanyaan Leezha dengan alasan yang tak disangkanya. Desta tak pernah memikirkan hal-hal seperti ini sebelumnya.

__ADS_1


"Apakah kami akan satu kamar?" Tanpa sadar Desta bergumam. Tentu saja Leezha dan nenek Meghi mendengar ucapan lirihnya.


"Hei...hei... Desta san, jika kalian sudah menikah, tentu saja wajib tidur dalam satu kamar, terlebih kalian akan jadi pengantin baru..ahahaha!"


Leezha mendadak menyahuti gumaman Desta yang lirih sambil mencubit gemas dagu belah Desta yang sedikit lancip.


Rupanya jiwa Mrs. Lee telah menitis tepat pada anak perempuannya, Leezha. Sikap kakak perempuan Leehans ini persis setali tiga uang dengan ibunya. Suka menggoda dan periang. Desta heran, kenapa Leehans tidak seperti itu. Sedikit periang misalnya....


"Apakah boleh, saya minta kamar sendiri saja kak Leezha, saya tidak nyaman." Desta jujur dengan isi hatinya. Membayangkan sekamar bersama Leehans, mungkin dadanya akan sering menderita gangguan sesak nafas.


"Ahaaa.. Desta, pasrahkan saja semua pada suamimu. Kau harus berusaha merasa nyaman dengan suamimu sendiri. Kau tidak boleh merasa segan padanya."


Leezha yang cantik, dengan anaknya yang berjumlah dua orang itu , sangat gencar menyemangati Desta. Leezha merasa ikut bahagia saat ibunya menelepon dan menyuruhnya pulang ke Jepang, demi pernikahan Leehans yang begitu tiba-tiba.


Setelah tiba dan berkenalan dengan Desta, Leezha langsung nenyukai calon adik iparnya. Leezha bertekat akan berupaya agar keduanya bisa segera saling jatuh hati sehidup semati, selama dirinya masih berada di rumah induk.


"Desta, kamu dan Leehans pun harus mengambil honeymoon. Pergilah ke Bali, kamu tidak akan ingat pulang setelah tiba di sana." Leezha tersenyum penuh arti pada Desta yang menatapnya terlihat malu.


"Apakah nenek belum merasa ngantuk?" Desta menanyai Nenek Meghi berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa, kau merasa ingin tidur?" Nenek Meghi kembali bertanya pada Desta dengan memandanginya lama lama. Ada rasa suka memandang Desta yang sangat tidak membosankan dipandang matanya. Gadis langsing, berkulit kuning gading dengan semburat putih kulitnya. Hidung kecil, runcing dipucuknya. Bibir sensual terlihat lembut dan segar. Mata bulatnya ada sedikit sipit, membuat matanya terlihat indah dan lucu.


"Desta san.." Mrs. Lee dan bibi Donha nampak mendekati Desta di kursinya..


"Iya nyonya.."


"Kau harus segera pergi tidur di kamarmu. Pagi-pagi sekali, kamu harus bangun.. Kami aoan membawamu ke hotel, dan melakukan perwatan tubuhmu di sana."


"Ah nyonya, itu tidak perlu, saya bisa melakukannya sendiri."

__ADS_1


Desta malu membayangkan tubuhnya dipegang-pegang orang lain. Lagipula untuk apa petawatan? Bukankah dirinya dan Leehans tidak mungkin melakukan hal itu?


"Itu harus Desta, kau harus membuat suamimu memuji tubuhmu. Buat suamimu merasa puas denganmu. Itu pahala, kau tau?" Mrs. Lee menatap Desta dengan maksud memohon, agar gadis itu menurut dengan segala perawatan yang dilakukan dari paket w.o. pada calon pengantin hingga selesai acaranya.


"Desta, menurut saja, lakukanlah. Buang rasa malu dan seganmu. Bibi harap pernikahanmu ini berkah dan berterusan. Jangan khawatir, bahagia pasti di tanganmu.Kau harus selalu bersabar melaluinya." Kali ini ibunya Benn, nyonya Donha bicara sunggu-sungguh padanya, ekspresinya begitu serius. Desta luluh dengan bujukan bibinya.


"Baiklah, terimakasih bibi Donha. Iya nenek, nyonya.... dan kak Leezha.. saya pasrah saja dengan apapun yang sudah disusun demi kebaikan saya pribadi. Saya akan mengikuti apapun rencana kalian padaku." Desta merasa tidak berdaya menghadapi seribu kekuatan yang demi kebaikannya sendiri itu.


"Baiklah, sekarang pergilah tidur. Pasang alarmmu pukul lima. Kita akan berangkat ke hotel pukul enam. Kau harus jaga daya tahan tubuhmu dalam kondisi senantiasa fit." Leezha menyuruh calon adik iparnya itu untuk segera tidur ke kamar.


"Iya kak. Saya permisi ke kamar dulu.Mari semuanya." Desta mengangguk ramah, izin diri dari Lee women group yang supportif dan ceria itu, serta mengangguk pada bibi Donha yang juga terus menatapnya.


***


Saat Leehans pulang, memasuki rumah dan melewati ruang keluarga, ibunya melambaikan tangan padanya. Leehans mendekati ibunya. Dilihatnya kakak dan neneknya telah sampai dengan bahagia.


"Nenek apa kabar? Kak Lisa,..Maaf aku tak bisa menjemput kalian. Dan terimakasih, menyempatkan datang di acara pernikahanku ini." Leehans memandangi keduanya dengan perasaan penuh sayang.


"Hans sinilah sebentar." Leehans bergerak mendekati ibunya.


Mrs. Lee menyampaikan hal yang sama persisnya dengan apa yang telah disampaikannya pada Desta barusan. Leehans hanya mengangguk mengiyakan, menyetujui apapunn tanpa protes sedikitpun.


Setelah dirasanya cukup, Leehans undur diri ke kamarnya di lantai dua, karena merasa begitu tidak nyaman dengan dekil lekat di badannya. Lelaki itu ingin segera membersihkan dirinya di bathup air hangat dengan nyaman.


Rasa dingin akibat cuaca di luar, bukan penghalangnya untuk mandi secepatnya. Saat melintasi ujung tangga, diliriknya sekilas daun pintu kamar Desta yang rapat tertutup. Mungkin gadis itu telah tidur seperti instruksi ibunya. Atau justru tak bisa tidur memikirkan omongan ibunya barusan?!


#####


πŸ€—πŸ€—πŸ˜šπŸ˜šBeloved readers... mohon maaf lahir batin sekali lagi... hari raya akan segera berakhir... tapi tidak untuk novelku...

__ADS_1


Harap dukungannya... Tolong relakan like ataupun komen kalian di sini yeeeeeerr. Arigatou. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜š


__ADS_2