Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Leehans Mati Rasa # 26


__ADS_3

Benn menghampiri Leehans, yang tengah ditemani secangkir coklat panas sambil bersandar santai di sofa. Ditatapnya lelaki lajang yang umurnya lebih tua 2 tahun darinya itu. Mereka memang akrab, masalah apapun saling terbuka dan tidak pernah menutup-nutupi dari apapun.


"Kau tidak menemaninya? " Leehans mengira Benn akan menemani Desta di penginapan hingga pagi berganti terang.


Benn menjatuhkan diri di atas sofa sebelah Leehans.


"Kau pikir dia mau? Menyuruhku singgah saja tidak! " Benn bersungut kesal pada Leehans.


"Seperti bukan dirimu, biasanya kau main tubruk saja. " Leehans menertawakan Benn yang mendadak nampak lemah saat ini.


"Sepertinya dia tidak ada hati padaku. Rasanya aku akan membawanya pulang ke Indonesia saja. " Benn mengatakan isi hatinya.


"Aku ingin segera menikahinya. Bukan karena warisan itu semata, kau tau alasanku kan? " Benn menatap Leehans dalam. Leehans masih menunggunya untuk terus berbicara.


"Dari awal aku sudah berminat padanya, dan parahnya, aku semakin tidak bisa menahan hasratku saat dekat dengannya. Aku tidak ingin jadi seperti Alex nantinya, Hans." Benn terlihat frustasi.


Mendengar itu, Leehans justru menyepak kaki Benn dengan cepat.


"Lalu yang kau lakukan bersama Ryuka barusan tadi, apa namanya, kau sama brengseknya dengan Alex. " Leehans menertawakan Benn.


"Hei, aku tidak memaksanya , Ryuka datang sendiri padaku, dan kau datang menggangguku. " Benn pura-pura menyalahkan sahabatnya.


"Aku justru menyelamatkanmu bodoh, dasar pria mesum. " Leehans mengumpati Benn yang sedang memegangi kepalanya itu dengan geram.


"Aku lebih berguna darimu, pria mati rasa. " Benn balas mengejek Leehans, dia tau kelemahan sahabatnya itu.

__ADS_1


Flash Back


Semenjak berpisah dengan kekasihnya, Shena, seorang model yang sangat cantik dan berpotensi, Leehans seolah kehilangan gairahnya terhadap wanita. Lelaki itu tidak pernah tergoda untuk dekat dengan wanita, meski bagaimanapun cantik dan sempurna wanita yang mendekatinya.


Leehans sangat mencintai Shena sepenuh jiwa raga. Namun dirinya terkejut dan belum siap saat Shena meminta untuk menikahinya tujuh tahun yang lalu. Leehans baru menikmati perkembangan bisnisnya yang pesat, tentu sangat menyita waktu dan tenaganya.


Sedang kedua orang tuanya menentang keras keinginannya menikah diusia muda. Leehans ingin Shena menunggu hingga beberapa tahun lagi, setidaknya saat umurnya sudah benar-benar matang untuk menikah.


Namun Shena ternyata tidak sabar untuk menikah. Shena terlalu obsesi dengan pernikahan. Bercampur dengan rasa kecewa pada penolakan Leehans, gadis itu mengambil keputusan sepihak dan tiba-tiba. Si cantik Shena, memilih menerima lamaran dan menikah dengan seorang bos besar entertainment tersohor di Jepang.


Leehans sangat menyesal telah seringkali menolak keinginan Shena, agar menyentuhnya di tempat tidur. Meski Leehans tahu bahwa Shena sudah tidak virgin lagi, tapi tetap ingin menghargai kekasihnya itu hingga menikah kemudian. Namun, ini justru jadi salah satu pemicu Shena meninggalkannya.


Saat itu Leehans sangat down dan tersungkur dalam dunia yang terasa gelap. Rasa penyesalan yang dalam membuatnya lunglai tanpa semangat, enggan menjalani bisnis dan hari-harinya lunglai tanpa Shena di sisinya.


Segala akses komunikasi untuk Shena telah ditutup oleh gadis itu. Apartemen dan Rumah orang tuanya telah dijaga security dengan ketat.


Hingga Leehans yang tiap malamnya habis untuk minum di klab malam itu berangsur sadar dan pulih perlahan hingga seperti semula. Kembali bersemangat dan mencintai bisnisnya demi lebih mencapai kesuksesan berlipat lagi.


Leehans yang sempat alergi dengan televisi, kini mulai menerima dan acuh saja saat tanpa sengaja sering melihat Shena wara-wiri di televisi. Sekarang Shena telah masuk dalam barisan top model internasiaonal sesuai keinginannya sedari dulu.


Namun tujuh tahun berlalu, tak ada gosip satupun yang memberitakan tentang kehamilannya. Dan Leehans sendiri tidak pernah menjalin hubungan berarti dengan seorang wanita manapun.


Kini di usia yang telah memasuki 30 tahun, tak ada tanda-tanda satupun perempuan yang dibawa Leehans datang ke rumah, dan Mrs. Lee sangat khawatir akan hal ini. Dia khawatir anak lelakinya akan jadi perjaka lapuk. Mrs. Lee juga merasa bersalah, pernah melarang Leehans untuk menikahi kekasihnya beberapa tahun yang lalu.


**

__ADS_1


Leehans dan Benn sempat tidur sebantar di sofa cafe, mereka terbangun saat pukul enam pagi, dan matahari mulai nampak di ujung lautan. Mereka sepakat pergi ke pantai untuk menikmati indahnya sunrise.


Benn berniat menghampiri Desta di cottagenya untuk mengajaknya serta, namun rupanya gadis itu tidak ada di penginapan. Leehans dan Benn segera bergegas ke pantai untuk mendapatkan jejak gadis bergamis itu. Benar saja, Desta telah duduk santai di atas pasir putih yang menghampar luas di bibir pantai sambil menghadap terbitnya matahari.


Benn mendekati calon istrinya itu dan mengajaknya mandi di pantai, namun Desta menolaknya dengan alasan tidak terlalu pandai berenang. Bennpun mengalah dan menuju pantai menyusul Leehans yang juga akan menceburkan diri ke laut. Dengan santai Benn dan Leehans melepas celana dan baju mereka, tersisa hanya boxer saja. Dan segera mamasukkan tubuh mereka ke dalam lautan dengan ombaknya yang kecil.


Desta yang tanpa sadar mengikuti aktivitas dua pria dewasa itu dengan ekor matanya, terkesiap mendapati mereka sudah hampir tanpa baju. Dua tubuh model baywatch mereka seakan sedang adu kontes binaragawan. Desta khilaf, memandangi mereka sebenarnya menyenangkan, berenang dengan gesit dan sesekali menyelam ke dalam lautan beberapa detik lalu muncul kembali seperti lumba-lumba.


Namun Leehans dan Benn berulangkali menoleh ke arahnya. Desta Malu kedapatan sedang menonton mereka, dirinya buru-buru berdiri dan berjalan menjauhi area itu. Setelah dirasanya cukup jauh berjalan, Desta mendekati bibir laut dengan batu-batu karang yang sebagian terendam air. Kakinya berjalan diantara bebatuan karang yang sesekali dilompatinya karena terendam cukup dalam.


Dalam cekungan karang yang agak dalam, dilihatnya beberapa anak ikan yang terbawa ombak semalam telah terjebak didalammya.Desta berharap ombak akan datang untuk membawa anak-anak ikan itu kembali ke lautan lepas sehingga bisa terus hidup selama mungkin.


Desta begitu asyik memperhatikan anak-anak ikan sambil terus melewati dari satu batu karang ke batu karang lainnya. Namun pandangannya buyar saat mendadak bayangan seekor ikan sangat besar muncul ke permukaan laut. Desta kaget hingga kakinya memijak batu yang sangat licin dan terpeleset.


Jantungnya seakan terlepas dan meloncat ke luar, Desta hampir saja jatuh ke dalan laut, saat sebuah tangan kokoh menangkap erat tubuhnya. Tubuhnya kini terasa menempel lekat tanpa jarak pada tubuh seseorang yang tanpa berbaju itu. Bahkan sebelah tangannya mencengkeram kuat pada kulit punggungnya yang telanjang dan terasa halus. Dalam keadaan terpejam, dirasakannya sebuah nafas hangat berhembus menerpa kelopak mata kirinya yang indah.


Dengan nafas tak beraturan karena kaget, Desta membuka matanya, serasa hendak pingsan saat ditangkapnya wajah Leehans begitu dekat dengan wajahnya, bahkan seperti akan berciuman, sesaat mereka saling menatap dengan nafas yang terengah.


Desta tersadar, segera dilepaskan cengkeraman tangannya di punggung Leehans. Sambil didorongnya dada lelaki itu dengan punggung tangannya agar sedikit menjauh. Desta memundurkan kakinya dipijakan yang tepat beberapa langkah. Kini pandanganya jelas pada sosok Leehans, pria bak dewa yunani tanpa pakaian sedang menyihir matanya.


Jantung Desta berdegup keras, tak sanggup bertatapan dengan Leehans lebih lama lagi.


"Tte.. terimakasih tuan Hans. " Desta berkata dengan gugup.


Gadis itu berjalan pergi dengan langkah berubah berat.Sempat dilihatnya Benn yang muncul ke permukaan laut seperti ikan paus yang menyembul. Rupanya dua orang lelaki ini sedang berlomba berenang dengan menyelam, dan Benn telah sampai belakangan alias kalah. Tanpa sadar Desta merasa lega bahwa Benn tidak perlu melihat kejadian barusan. Desta tak ingin ada salah paham diantara mereka.

__ADS_1


####


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— Trims udaj mampir.... harap bermurah hati ya... kasih aku like..vote... atau hadiah gitu ya.... biar aku sumungut.. Arigato..πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2