
Leehans sedand memegangi cangkir kopi miliknya. Kopi itu adalah kopi hitam buatan Desta yang ditukarkannya dengan cangkir kopi miliknya. Leehans penasaran dengan rasa kopi hasil buatan Desta.
Leehans menyeruput kopinya sedikit, kopi itu masih panas. Tapi seluruh sel rasa di lidahnya seakan menolak cairan kopi yang masuk ke dalam mulutnya. Rasa yang aneh, pahit dan asin. Lalu di mana rasa manisnya?! Leehans mengacak rambutnya jadi sedikit berantakan. Lelaki itu semakin terlihat cool dan berkharisma saat kacau begitu.
***
Kursi Leehans telah kosong, lelaki itu sedang meeting di luar dan akan langsung pulang dari sana. Desta telah dimintanya untuk pulang bersama sopir yang selalu menunggunya di pelataran.
Desta mengambil cangkir kopi milik Leehans, untuk dikembalikannya ke pantry bersama cangkirnya. Cangkir itu telah kosong, Desta salah menduga, dikiranya Leehans tidak mampu meminum kopi buatannya. Ternyata lelaki itu memang cukup bisa apa saja.
Pantry itu sepi, gadis penjaga pantry sedang tidak ada di tempatnya. Melihat tumpukan cangkir yang menggunung di atas wastafel, Desta merasa iba. Dua buah cangkir miliknya tadi dicucinya sendiri, lumayan bisa menolong sedikit beban dia.
Gadis Jepang tadi tiba dengan senampan cangkir kopi yang juga telah kosong. Terkejut melihat Desta yang ada di pantry tengah mencuci. Disuruhnya Desta untuk berhenti dan meninggalkan pantry. Desta hanya mengangguk tapi sudah selesai mencucinya.
Sebelum pergi, Desta sempat melihat name tag yang terpasang di dada gadis itu. Beruntung kantor Leehans mendesainnya dengan huruf kapital, bukan huruf kanji. Dengan begitu, Desta jadi tahu bahwa nama gadis itu adalah Nemo. Hehehe, Desta geli dalam hati, nama gadis itu seperti nama ikan di film kartun yang pernah di tontonnya. Ikan gimbul bermotif garis orange, putih dan hitam. Ikan legendaris yang lucu sekali.
***
Desta sampai di rumah keluarga Lee sebelum adzan maghrib. Perjalanan agak terhambat, di salah satu ruas jalan pada jalur yang dilewatinya, sedang ada sebuah proyek pembenahan jalan.
Mobil besar Leehans tidak terlihat di garasi. Lelaki itu mungkin belum pulang, atau sudah berangkat ke bandara? Pagi tadi, katanya akan ke Brunei Darussalam malam ini. Jadi atau tidak?
Mengingat tidak akan berjumpa dengan Leehans beberapa hari, Desta berharap lelaki itu tidak jadi pergi saja. Ah, berani-beraninya berharap. Memang siapa dirinya bagi Leehans? Lancang sekali.
***
Makan malam hanya ada tiga orang saja, Leehans tidak nampak duduk di antara keluarga Lee. Desta yang duduk berhadapan dengan kursi kosong itu menyangka jika pemilik kursi itu belum pulang dari meetingnya.
"Makan yang banyak Desta san. Hans sedang tidak ada, kau harus penuhi isi piringmu."
Mrs. Lee bersuara sambil mendekatkan wadah-wadah berisi lauk itu pada Desta. Demi menghargai keramahan Mrs. Lee, Desta segera mengambil sedikit dari wadah-wadah itu ke dalam piringnya.
__ADS_1
"Terimakasih nyonya, saya bisa gemuk kalo terus-terusan begini"
Desta menyudahi mengisi piringnya meski ada beberapa wadah yang belum disentuhnya.
"Ayooo, cepatlah tambah lagi. Jangan sampai Hans pulang nanti kamu terlihat kuruuuss... Mommy akan dimarahi olehnya."
Desta menahan tawanya, mana ada cerita Hans memarahi ibunya karena dirinya. Leehans tak ada urus, Mrs. Lee benar-benar ratu drama.
"Anak itu memang kebiasaan, pergi jauh ke negara orang seperti pergi ke teras rumahnya saja. Tak ada pamit langsung."
"Biasanya sampai di sana pukul berapa Nyonya, bukankah waktu terbang hampir sama dengan ke Indonesia?"
Dari omelan Mrs. Lee, Desta menduga Leehans telah berangkat ke Brunei Darussalam.
"Hans tadi menelepon pukul Lima sore, berarti kurang lebih pukul berapa ya... hheemmmh.... Memang anak itu, pergi tidak izin.. pulang tidak bilang.Mentang-mentang masih lajang..hhuuhh!
Mrs. Lee menggerutu panjang sambil menyendok makanan. Desta juga sedang mengunyah makannya sambil mendengar jawaban menggerutu itu. Desta mengerti, keberadaan Leehans sudah jelas di mana sekarang.
Hatinya mendadak merasa kosong, kecewa dengan apa yang diketahuinya barusan. Leehans telah berangkat ke Bandar Seri Begawan. Meski sadar dirinya bukanlah siapa-siapanya lelaki itu. Desta merasa hampa jika diabaikan Leehans sedemikian.
***
Desta berdiri di balkon kamarnya. Tubuhnya menghadap ke arah balkon Leehans yang gelap dan terlihat samar-samar. Desta memandangi balkon kosong itu tanpa semangat, merasa kecewa pada sang pemiliknya. Leehans berangkat tanpa berpamitan padanya sama sekali. Hatinya sakit karena rasa diabaikan oleh lelaki itu. Desta merasa dirinya tidak berarti apapun bagi Leehans.
'Apakah tak ada kepedulian sedikitpun saat kau meninggalkan aku? Apakah tak ada rasa khawatirmu sedikitpun padaku?Apakah namaku tak ada secuilpun tertulis di hatimu? Apakah aku begitu tidak penting bagimu? Apakah kau tak ingin tahu keadaanku saat ini?'
Sejuta tanya untuk Leehans ada di benak Desta. Rasa kecewanya tak mampu membendung air matanya untuk mengalir. Sekali lagi Desta menangis untuk seorang lelaki. Lelaki yang sama yang telah membuatnya menangis untuk pertama kali waktu itu. Desta menangis sambil memandangi balkon Leehans.
Sedihnya, lelaki itu tidak tahu sama sekali bahwa Desta menangisinya. Tidak tahu bahwa Desta kecewa padanya. Tidak tahu bahwa sikap tidak pedulinya telah menyakiti hati Desta.
Desta lama menangis, kali ini tangisannya tak ditahannya sama sekali. Dihabiskannya hingga kecewa yang mengganjal hatinya mencair. Meski masih sedikit tersisa, namun rasanya begitu lega. Air matanya telah berhenti, hanya sesekali isak itu datang tanpa ada air mata.
__ADS_1
Saat tangisnya habis dan kecewanya mencair. Desta baru merasa hawa di luar begitu dingin. Gadis itu beranjak pelan memasuki kamarnya. Pintu balkon ditutupnya rapat dan tirai gorden dibentangkan menutupi seluruh bagian kaca pintu. Desta tak ingin nampak balkon kamar Leehans sedikitpun. Ia ingin tidur dengan hati yang nyaman malam ini.
***
Telah dua hari ini, kursi dan meja kerja milik Leehans nampak kosong. Dari yang dibilang madam Sharon, Leehans akan pulang sehari lagi. Pengusaha dari kota Bandar Seri Begawan, ingin membahas sebuah kontrak kerja sama tambahan. Desta hanya mengangguk dengan penjelasan madam Sharon.
Desta meraih ponsel yang berdering agak pelan dari saku gamisnya. Meski dongkol, tapi di hati tetap mengharap Leehans sedikit mengingatnya. Ternyata bukan, tapi 'Ayah Jenny' lah yang menghubunginya. Desta mengangkatnya .
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam. Selamat siang Desta. Apa kabarmu?"
Daniel terdengar serak suaranya. Rupanya Daniel kurang tidur, karena menjaga Jenny yang sakit. Kini Jenny sudah sembuh dan ingin bertemu dengan Desta.
"Jenny terus menyebutmu saat demam. Sekarang putriku ingin berjumpa denganmu. Apa kau bisa Ta?"
Daniel bertanya dengan nada memohon. Desta menyetujuinya. Daniel menelepon di waktu yang tepat. Saat ini Desta merasa Jennylah yang bisa mengalihkan hampa di hatinya.
"Tunggu kami sehabis maghrib ya Ta. Nanti ku telepon lagi."
Desta mengiyakannya. Setelah berbasa basi sebentar, Desta menutup telepon itu.
***
Jenny dan Daniel datang tepat saat makan malam. Nyonya Yuri telah meminta pegawai dapur untuk menambah beberapa menu demi menyambut kedatangan mereka. Desta telah memberitahu akan kedatangan sahabat Leehans itu sore tadi.
Pasangan Lee tidak asing lagi dengan Daniel. Masa kecil Leehans sebagian habis di Jakarta. Leehans, Benn dan Daniel tumbuh kembang bersama di lingkungan yang sama. Mereka bertiga seperti bersaudara. Mrs. Lee juga sangat menyayangi Daniel kecil kala itu. Sama dengan perlakuan sayangnya pada Benn yang memang sudah tengil sedari kecil. Kedatangan Daniel membuat Mrs. Lee sangat merindukan waktu-waktu seperti dulu.
Kini di hadapannya telah berdiri gagah lelaki yang berprofesi dokter itu. Daniel sahabat putranya sedari kecil. Begitu juga dengan Benn. Meski mereka sudah cukup umur, namun di mata Mrs. Lee, mereka tetaplah anak-anak yang akan tetap di sayanginya. Anak-anak yang kini berubah jadi lelaki dewasa. Dan dua lelaki dewasa itu sedang menginginkan seorang perempuan cantik dengan orang yang sama, yaitu Desta.
Bahkan yang lebih membuat Mrs. Lee tak habis pikir, dirinya sendiripun juga menginginkan perempuan itu untuk Leehans putranya. Dan berharap Leehanslah yang akhirnya memenangkan hati perempuan itu. Dan di akhir khayalannya, Mrs. Lee berhasil mendapat menantu impiannya.
__ADS_1
***
๐ค๐ค๐คTerimakasih sudah support hingga ke sini. Mohon dukungannya... Harap tinggali karya author ini dengan like. vote dan komen, please... love love dari author..๐๐๐โ