
Mafia yang duduk bersama Desta dengan nama panggilan Joseph itu, telah dikuasai rasa kantuk. Sesekali nampak berjingkat dalam mimpi singkatnya saat terseret dalam tidur.
Joseph memang tidak berani lagi menjulurkan kaki ke arah Desta, tapi kelakuan mafia satu itu sangat meresahkan. Di antara gestur tubuhnya yang duduk gelisah dan bergerak-gerak tidak nyaman. Lelaki itu sambil menjulurkan lidahnya beberapa kali sambil menyeringai mesum pada Desta.
Gadis itu berpaling muka, membuang pandangan dari bayangan lelaki yang mesum itu dari matanya. Tapi karena jarak tempat duduk lelaki itu cukup dekat dengan kursi Desta, sesekali gerakan Joseph masih juga tak sengaja terlihat oleh matanya. Bahkan untuk terakhir kali terlihat, Joseph telah membuka resleting celana dan mengeluarkan sebagian kevitalannya yang diarahkan pada Desta.
Setelah itu, Desta tidak berani lagi menggerakkan kepala, bahkan sangat lama mengunci arah leher, hingga rasanya sangat linu dan pegal. Rasanya begitu shock dan jijik dengan perbuatan mafia mesum yang duduk dekat di sebelahnya.
Desta baru merasa harus menggerakkan leher dan kepalanya karena tidak ingin mati tersiksa dalam duduknya. Rasa cemas, takut dan sedikit harapan membuat pikiranya tegang dengan mata selalu terjaga. Desta memang tidak ingin tidur sekejap pun, khawatir jika lelaki mesum itu bertindak kurang ajar padanya saat tidur.
Tidak sengaja terlihat lagi, mafia mesum gila itu telah tertidur. Pakaiannya telah kembali rapi seperti semula. Entah kegilaan apa lagi yang dilakukannya selama Desta berpaling muka dan tidak melihatnya.
******
Desta tak mampu lagi menahan rasa mengantuk setelah begitu panjang larut dalam lamunan. Melamunkan Leehans dan nasib cukup buruk yang menimpanya. Desta sempat menyesal dengan keputusannya untuk tidak melibatkan Leehans dalam penyelamatannya.
Sebetulnya jika mau, Desta berkesempatan memberi pesan untuk Diah agar mengabarkan tentang keberadaanya pada Leehans dan posisinya. Pasti Leehans yang seorang pebisnis dan punya perusahaan besar akan mudah di temui. Atau saat terakhir berkesempatan bicara dengan para pemuda Indonesia dalam helikopter kemarin.
Tapi karena waktu yang terdesak dan kepanikan luar biasa lah yang membuatnya kehilangan pilihan dan lupa sejenak akan kekuasaan Leehans saat itu. Desta sangat cemas dengan teman-teman yang berlari bersamanya.
Tapi bukankah Diah juga mengatakan jika rumah makan itu terlalu steril... bahkan pihak aparat negara, juga mafia di luar jaringan mereka pun tidak akan bisa mengusiknya? Tapi kan setidaknya Leehans sudah tahu keberadaannya....Pasti akan ada seribu jalan yang akan ditempuh oleh Leehans, pahlawan bertopeng baginya selama ini. Kini Desta benar-benar menyesal sangat dalam.
Desta akhirnya tertidur karena pikiran yang panjang dan penyesalan berlarutnya. Serta tidur dalam kecemasan dan perut kelaparan.
******
Guncangan keras helikopter yang akan mendarat, membangunkan Desta dari tidur lelapnya. Desta segera menegakkan kepala dan duduk tegak menyandar di kursi. Perlahan diliriknya lelaki mesum di samping. Benar perasaan hatinya, lelaki itu lagi-lagi sedang memandang dengan senyum mesum pada Desta. Lelaki itu telah hidup kembali.
"Joseph, kau turunlah, pergi dapatkan cukup makanan." Joseph menerima beberapa lembar uang dolar dari mafia berbadan besar yang duduk di belakang.Lalu turun dengan cepat keluar dari heli. Begitu lega dirasa Desta, seperti lepas dari sebuah ikatan yang ketat.
__ADS_1
"Berapa jam lagi sampai?" Mafia besar bersuara sambil kembali menyandar di sandaran kursinya.
"Dua jam lebih, kita sudah menghabiskan tiga jam!" Sang pilot juga menyandar tegak di kursinya.
"Kau bisa tidur sebentar! Aku tak ingin kau bermasalah dalam penerbangan!" Mafia itu berkata sambil menggeser duduknya ke depan. Duduk menjaga Desta di sebelah. Bagaimanapun, tidak ingin membuang waktu dan tenaga yang sia-sia jika gadis itu kabur lagi. Gadis itu adalah harta karun hidup baginya.
******
Desta berusaha menelan semua makanan yang di sendok ke dalam mulutnya. Apapun jenis makanan yang memang agak terasa aneh di mulutnya. Jika terasa susah menelan itu datang, didorongnya dengan air minum dari botol mineral yang dibeli oleh lelaki mesum tadi. Demi mendapat tenaga karena semangat hidup dari secercah harapan yang ada.
Helikopter kembali mengudara dibawa terbang oleh sang pilot. Kali ini Desta merasa sedikit aman dari pikiran tidak waras dari lelaki mesum itu. Mafia besar tetap duduk di sebelahnya tanpa bertukar posisi dengan lelaki mesum yang kini duduk aman di belakang. Bahkan kini, Desta ingin tidur kembali saja daripada benyak pikiran dengan tak ada ujungnya.
Meski ingin tidur dan mengosongkan pikiran. Tapi nama Leehans kembali menghantui hatinya. Rasa sedih karena tak akan pernah bertemu Leehans lagi, yang entah hingga kapan, membuat begitu sesak di hatinya. Sedih dengan cinta pertamanya yang belum sempat ada sambutan, bahkan kini sudah tak ada harapan.
Rasa sedih karena sebenarnya Desta adalah wanita kaya dan banyak mendapat warisan, tapi sekarang tak punya apa-apa. Sedih tidak berdaya pada dirinya sendiri yang sebentar lagi akan dibuang dan dijual entah kepada siapa...
Ada sedikit rasa kecewanya pada sang suami, Leehans , yang seperti tidak berusaha mencari dan mendapatkannya. Ada apa dengan Leehans? Apa yang telah dilakukan lelaki itu selama dirinya menghilang? Apa Leehans berusaha mencarinya? Apa justru sibuk bersama Shena, mantan kekasih jelitanya yang masih gila pada Leehans?
******
Ada beberapa perempuan duduk di dalam villa menatap takut-takut pada kedatangan Desta bersama mafia besar yang mengantarnya. Ini adalah tempat penampungan, penampungan wanita yang mungkin sama nasib dengan Desta. Yang akan diperjual belikan ataupun disalurkan ke tempat-tempat hiburan malam di Macau.
Desta kembali dimasukkan dalam kamar dan dikunci dari luar. Gadis itu jalan bolak-balik, hilir mudik memutari kamar luas itu. Duduk sebentar lalu bejalan lagi.
Setelah cukup lama, pintu kamar dibuka dan muncul seorang wanita bertato di leher dan berbadan besar serta tinggi, memasuki kamar dan menutup pintunya.
"Mandilah yang bersih!" Wanita itu berkata dengan bahasa inggris. Desta merasa risih karena wanita itu mengikutinya terus hingga ke kamar mandi.
"Menurut dan diamlah!" Wanita itu menggertak, saat Desta menepis tangannya yang ikut membuka pakaian Desta. Karena Desta seperti trauma akan mendapat kekerasan, akhirnya diam pasrah membiarkan.
__ADS_1
Wanita itu memandikannya berulangkali, menyabuni Desta dengan bermacam sabun seperti sebuah ritual pembersihan. Desta berusaha diam dengan menahan rasa risih teramat sangat, saat wanita itu membersihkan semua bagian-bagian tubuhnya, hingga merasa yakin bahwa Desta telah terlalu bersih.
Badan Desta dikeringkan dengan handuk cukup sopan. Meski terlihat sangar, tapi wanita itu tidak bersikap kasar pada Desta. Bahkan dengan pelan, melumuri seluruh bagian kulit tubuh Desta dengan krim tubuh yang beraroma sangat wangi. Namun, Desta tetap saja merasa risih teramat sangat.
"Siapa namamu?" Wanita itu mulai menganggap Desta sebagai seorang manusia yang ingin diajak berbicara.
"Desta.." Desta menjawab bersemangat.
"Apakah kau sudah dua puluh tahun." Perempuan itu mengamati Desta sambil memakaikan baju di tubuhnya.
"Sudah, aku dua puluh tiga tahun bulan depan." Desta memandangi pantul dirinya di cermin besar yang terpampang di depannya.
"Kau nampak segar dan belia. Orang yang memilihmu tidak akan menyesali." Wanita itu mulai menyentuh bagian wajah dan kepala Desta.
"Aku tidak terlalu repot menyiapkan dirimu, kau sudah cukup sempurna menjaga seluruh penampilanmu." Wanita itu selesai merapikan rambut Desta. Dan hampir menyelesaikan polesan di wajah merona itu.
Desta sangat mempesona dengan penampilan barunya, seperti gadis remaja dengan perkembangan tubuh yang sempurna. Desta memakai dress indah dan nampak pas mekekat di tubuhnya. Penampilannya sangat segar bercahaya. Mata yang memandang pasti suka menatapnya.
Hanya Desta sendirilah, yang sama sekali tidak nyaman dengan penampilan dirinya. Rasa tertekan dengan baju terbuka tanpa gamis dan kerudung menutup badannya. Hanya Desta sajalah yang bisa mengerti akan derita jiwanya.
*****
Desta dibawa menaiki sebuah mobil mewah sangat gelap menuju pusat kota Macau. Bersamanya ada beberapa orang berbaju hitam serta mafia besar itu.
Dan akhirnya berjalan mengukuti mafia besar itu, memasuki sebuah hotel megah yang berada di Metro Macau. Gadis jelita itu membawa sebuah bag kecil, berisi baju kotor yang nekat di minta dan kini berhasil tetap di tangannya.
Mafia besar itu menuju sebuah kamar hotel dan menyuruh Desta masuk menunggu di dalamnya.
"Ini sedikit bagianmu.Kau akan mendapat lebih banyak lagi dari orang yang membelimu. Tunggulah di dalam sana. Sebentar lagi buyermu akan datang. Bersikaplah yang baik !" Mafia itu mengulurkan sebuah amplop berisi uang ke tangan Desta. Lalu sedikit mendorong bahu Desta dan menutup pintu kamar hotel
__ADS_1
Bunyi tit tit tit banyak kali, pertanda kamar itu dikunci pintunya dari luar. Desta bersandar diam dengan setengah jiwa karena begitu cemas pada apa yang akan dihadapinya.
Desta melihat isi amplop. Sedikit terkejut, jumlahnya tidak main-main, puluhan ribu dolar di dalamnya. Dan Mafia itu bilang, jumlah ini hanyalah sedikit. Desta coba membayangkan, berapakah harga yang telah diterima mafia itu? Siapkah orang yang telah sudi membelinya begitu mahal? Apakah yang akan dilakukan orang itu padanya... Apakah Desta akan benar-benar jadi bagian dari wanita penghangat ranjang?