Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Kehamilan # 39


__ADS_3

Luka sayat dengan panjang kurang lebih lima senti meter itu, memanjang diantara belahan ibu jari dan jari telunjuknya hingga hampir pergelangan tangan. Dokter memberi tindakan dengan jahitan penuh di lukanya yang dalam itu.


Desta memandangi dokter yang tengah bekerja menjahit lukanya dengan perasaan ngilu. Meski sudah disuntik bius, tusukan jarum itu masih bisa dirasa, meski rasa sakit sudah tidak dirasanya.


***


Desta baru sampai di kamarnya dan kini sedang duduk termenung. Bapak pegawai sipil itu sangat baik, namanya pak Gunawan, beliau telah membawanya ke klinik hingga mengantarnya kembali ke yayasan dengan selamat.Pak Gunawan juga rela meminjamkan uang sebesar satu juta rupiahnya untuk biaya Desta di klinik barusan.


Kini Desta tengah bingung, ditangannya sudah tidak ada apapun lagi. Uang, ponsel, KTP dan kartu ATM bankingnya juga ikut dibawa penjambret bersama isi tasnya yang lain. Desta ingin pergi ke Bank untuk membuat laporan, agar ATMnya dibekukan guna menghindari penyalahgunaan oleh jambret itu. Namun dirinya tidak lagi memegang uang sepeserpun, bahkan identitas diripun tidak ada sekarang.


Kejadian hari ini, Desta belum bercerita pada siapapun. Saat dirinya pulang tadi, keadaan di luar begitu sepi tanpa berpapasan dengan seseorangpun. Wajar, masih pada jam produktif.


***


Sehabis ashar, tepat pukul empat sore, Ajeng benar-benar sampai di pintu kamarnya, yang sebelumnya sempat bingung mencari letak kamar Desta.Nasib baik bertemu dengan Gilang yang juga mau masuk ke dalam kamarnya.


"Ta, aku mandi dulu ya, gerah, pinjami aku bajumu, males aku balik ke kamarku."


Ajeng menyambar handuk Desta yang nampak digantung di jendela kamarnya.


"Iya sana, biar seger. Jeng aku pinjam ponselmu boleh?"


Ajeng buru-buru hendak masuk kamar mandi sambil melempar ponselnya di kasur.


"Pakai gih!" Ajeng lenyap ditelan pintu.


Desta meminjam ponsel Ajeng, untuk menghubungi pihak bank lewat email. Tidak butuh waktu lama, aduannya ditanggapi dengan cepat dan tepat oleh pihak bank. Desta khawatir dengan keamanan sisa saldonya, sedang status uang itu masih milik Leehans. Jika hilang, dengan apa dirinya akan mengganti, sedang Desta telah batal menikah dengan Benn.


Ajeng yang telah selesai mandi, baunya sangat wangi, tapi kini wajahnya kembali polos tanpa riasan. Desta menjumpai hal yang lain pada penampilan Ajeng, gadis itu nampak lebih kurus dan mukanya begitu pucat tanpa make up.


"Ajeng kau kenapa kurus begitu, kau sedang sakit?" Desta sangat khawatir.


Ajeng tidak menjawab, duduk di tepi ranjang Desta dalam diam. Menatap Desta dengan mata sayunya, tanpa ditahan-tahan, gadis itu menangis tertahan. Desta langsung merangkulnya dan ikut duduk di sebelahnya.


"Tiap bertemu, pasti menangis begini, sebenarnya ada apa Jeng?, ceritalah padaku.."

__ADS_1


Desta membujuk lembut, coba membuat Ajeng mau bicara saat itu. Ajeng justru semakin terisak-isak menyesakkan. Tak tahu harus membujuk apa lagi, Desta hanya mampu mengelus-elus pelan punggung gadis itu, berusaha menenangkan keadaan hatinya.


Tiba-tiba Ajeng berdiri dan berlari ke kamar mandi, terdengar suara seperti sedang muntah, Desta segera menyusul ke dalam. Benar, sahabatnya itu sedang muntah, mengeluarkan cairan saja dari perutnya. Desta makin khawatir dengan keadaan Ajeng.


Mereka duduk kembali di atas ranjang seperti semula. Ajeng sedang meneguk botol air putih yang disodorkan oleh Desta. Ajeng sudah nampak tenang, tangis itu sudah tidak ada lagi.


"Ajeng, aku sangat khawatir padamu, sebenarnya kau sakit kan, badanmu kurus begitu. Cerita ya.." Desta kembali membujuk.


Ajeng mengangguk, mengambil tangan Desta dan memeganginya.


"Ta..A..aku hamil.."


Ajeng memandangi Desta dengan mata berkaca-kaca. Desta sangat terkejut, tidak menyangka Ajeng sedang mengandung, yang dia tahu gadis itu belum menikah.


"Siapa yang melakukannya padamu Jeng?" Desta kembali merangkul Ajeng bersimpati.


"Aku tidak pasti, waktu itu aku kurang kesadaran, aku ikut party teman-temanku, dan dapat tambahan beberapa orang, dan tidak menyangka akan jadi begini." Ajeng kembali menyesalinya


"Aku telah terjerumus, aku begitu kotor Ta.."


Ajeng melepas rangkulan Desta dan menangis lagi, namun Desta enggan melepas tangannya dan tetap merangkulnya.


"Kita ini sama, bahkan aku hampir ternoda hingga dua kali, hanya nasib beruntung saja yang menempelku, kalau tidak, mungkin nasibku akan lebih parah lagi darimu."


Desta meyakinkan Ajeng untuk bersemangat.


"Apa saja yang kau alami Ta?"


Ajeng mulai mengalihkan deritanya pada cerita Desta. Desta menceritakan bagian ia akan dinodai oleh Alex dan Benn di waktu yang berbeda. Ajeng menyimaknya tanpa menyela sedikitpun. Kini hatinya mulai ada penyemangat, setidaknya cerita Desta hampir serupa dengan nasibnya, meskipun memang beda sekali dengan dirinya.


"Tapi kau bersih Ta, dirimu tidak terjerumus, hanya mereka memang punya niat jahat, beda sama aku." Ajeng kembali merenung.


"Sudah..pokoknya mulai sekarang, kamu jangan sedih lagi, lihat.. ada aku..aku selalu mengerti posisimu hingga kapanpun. Kau harus punya semangat."


"Di sini, ada makhluk lemah yang akan punya nyawa, dia tidak bersalah, jangan sakiti dia, kau harus melindunginya Ajeng."

__ADS_1


Desta menyetuh lembut perut Ajeng. Gadis itu membayangkan, andai dia tidak selamat waktu itu, bisa jadi salah satu dari kedua lelaki brengsek itu akan membuatny seperti ini srkarang. Desta sangat bersimpati pada nasib Ajeng.


Dirinya lebih beruntung dari sahabatnya itu.Setidaknya, dia punya dua orangtua yang lengkap, meski hanya tinggal namamya saja. Sedang Ajeng, asal-usulnya sangat tidak jelas , apalagi siapa dan dimana orang tuanya berada saat itu.Dia sebatang kara dari lahir.


Malam ini, Ajeng benar-benar tepat janji, dia menginap di kamar Desta dan akan berangkat kerja esok hari dari sana. Ajeng juga sudah tidak selalu pulang ke Yayasan, karena dia sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, jadi sudah berusaha untuk lepas mandiri dari atap yayasan.


***


***


Pagi ini Ajeng berangkat kerja dengan lebih bersemangat, tas dan sepatu yang dipakainya ini masih baru dan termasuk brand mahal dan lagi viral, Desta membelikannya sebagai oleh2-oleh untuknya. Namun Desta hari ini, minta dibayarkan Ajeng untuk taksi online yang mengantar dirinya ke cabang bank terdekat. Makhlum Dest benar-benar kepepet uang kali ini. Untung Ajeng tidak bertanya apapun, terlebih gadis itu terlihat repot karena bangunnya kesiangan.


Kini Desta telah mendapat kartu ATMnya kembali, dan manarik beberapa lembar uang milik Leehans, dari mesin ATM. Setelah itu, berencana menemùi begawai KUA kemarin, pak Gunawan,- untuk mengembalikan uang yang telah dipinjamnya.


Semua berjalan lancar, pak Gunawan begitu kaget, Desta menemuinuya secepat ini, gadis ini benar-benar bertanggung jawab. Pak Gunawan ingin menyimpan nomer ponsel Desta. Namun gadis itu mengingatkan bahwa ponselnya sedang tidak ada.


Pak Gumawan yang baik itu memberikan secarik kertas bertulis nomer ponselnya, berharap Desta sudi nmengabarinya suatu saat. Kertas itu diterima Desta dengan ucapan terimakasih dan disimpannya ke dalam saku gamis.


Kini urusan Desta lainnya adalah pergi ke Gedung Dinas Kependudukan, untuk mendapatkan kembali berbagai kartu identitas dirinya yang hilang bersama tas bahunya kemarin.


Namun karena datang terlalu siang, Desta tidak mendapat nomor antrian yang masuk akal. Dia bertekat akan datang lagi esok hari beserta surat keterangan hilang dari perangkat yang bertugas di kotanya.


Ada keinginan untuk membeli ponsel sederhana, demi sekedar bisa berkirim pesan, ataupun bertelepon dengan orang terdekatnya. Namun dipikirnya itu belum terlalu penting, maka ditundanya acara beli ponsel baru itu. Sedang dirinya kini tidak memiliki uang sepeserpun, dan hanya mengandalkan uang yang dipinjamnya dari milik Leehans secara diam-diam.


****


****


****


Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk menyimak cerita author. Semoga cerita yang kubuat senang diterima serta ada manfaatnya..


***


Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan esok hari #minggu\= 03-04-3023 # bagi yang beragama muslim yaaa...

__ADS_1


Jangan lupa komen. like. dan klik favorit yaaa...


Atogatoooooo....


__ADS_2