Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Gaun dari Leehans # 66


__ADS_3

"Hal itu tidaklah saya sengaja, sebenarnya bukan seperti yang anda pikirkan tuan Hans."


Kali ini Desta menyangkal sindiran Leehans. Rasanya tidak terima dengan tuduhan yang telah dilempar Leehans padanya, padahal semua itu tidak sepenuhnya benar.


"Ah, sudahlah. Asal kau gembira, hal itu tidak perlu dibahas. Bukan begitu Desta...?"


Rasanya semakin dongkol dengan ucapan Leehans barusan.


"Betul sekali yang anda bilang tuan Hans. Terimakasih, anda sangat pengertian sekali padaku."


Terlanjur basah, Desta justru membumbui perkataan Leehans karena rasa geram di hatinya. Mata indah bersinar itu memandang lelaki yang berdiri diam di depannya, Leehans nampak mengangkat kedua alis tebalnya sambil membalas tatapan Desta dengan acuh.


Kini Leehans terlihat memegangi sebuah kantong belanja di tangan sebelah kanannya.


"Aku hanya ingin mengantar oleh-oleh ini untukmu. Terimalah, mana tahu habis ini Daniel akan melarangmu menerima apapun dariku."


Leehans mengulurkan kantong itu ke arah Desta. Gadis itu tidak menerimanya begitu saja.


"Apa ini tuan?" Desta bertanya menyelidik.


"Hanya gaun. Ambillah."


Leehans kembali mengangkat agak tinggi kantung itu yang tadi sempat menggantung di udara.


"Tidak tuan Hans. Terimakasih. Saya tidak ingin lagi merugikan Anda lebih banyak."


Desta berkata sopan, sambil sedikit membungkukkan punggungnya. Leehans hanya mendesah, tak habis pikir dengan sikap yang ditunjukkan gadis itu belakangan ini.


"Kau tetap tidak mau? Bagaimana kalau ku telepon Daniel saja, agar membujukmu untuk mengambil pemberianku ini?"


Leehans terlihat mengeluarkan ponsel dan membuka layarnya, rupanya lelaki itu tidak main-main dengan ucapannya. Jari Leehans terlihat mencari seseorang dalam kontak ponselnya.


Membayangkan Daniel akan berbicara padanya, guna membujuk agar Desta menerima baju yang Leehans belikan, ah itu sangat memalukan! Dengan gerakan cepat, dimajukan dirinya mendekati Leehans dan disambarnya kantong itu dari pegangannya. Kini kantong belanja itu telah berpindah tangan pada Desta.


Leehans memandangi Desta yang wajahnya nampak bersemu merah. Ujung hidungnya nampak runcing mengkilap dengan mata indah salah tingkah. Leehans berusaha menyembunyikan tawanya. Tentu saja ancaman tadi hanyalah gertak sambalnya saja. Tak kan hal seremeh begini harus menelepon Daniel. Leehans tertawa kecil dalam hati.


"Urusanku sudah habis. Masuklah, lanjutkan tidurmu. Good night Desta."

__ADS_1


Leehans langsung berbalik menjauhi kamar Desta menuju arah kamarnya di ujung lorong lantai dua. Lelaki itu berjalan cepat hingga punggungnya lenyap dalam sekejap dari pandangan mata Desta.


Dalam kamar yang nyaman itu, dipeganginya sebuah kotak warna merah yang dikeluarkan dari kantong belanja pemberian Leehans. Desta membuka perlahan tutup kotak, dikeluarkannya gaun warna biru muda itu dan dibukanya. Ini adalah gamis yang sangat cantik, disertai celana pelapis dengan warna yang senada.


Desta membaca lembaran kertas yang ada dalam kotak, berisi wacana promosi produk tentang gamisnya. Kain gamis itu adalah jenis sutra mulberry, bahan kain dari kepompong sutra yang khusus mengkonsumsi daun dari pohon mulberry saja. Ini adalah sutra asli,


Gamis itu ada nama brand yang terjahit di sisi samping, segera dibrowsingnya hal berkaitan dengan nama brand itu. Terkejut pada ulasan panjang mengenai brand gamisnya. Salah satu keluaran desainer terkemuka kota Bandar Seri Begawan, belum lagi dengan harga yang tertulis dalam keterangannya.


Desta mengelus gamis itu, gamis sutra pemberian Leehans ini bisa ditukar dengan sepetak tanah di Surabaya. Karena ulasan yang manis itu, Desta jadi susah menelan air liurnya. Mungkin gamis ini lebih cocok dipakai Via Vallen saja, artis cantik dari Sidoarjo yang sempat di kenalnya.


***


Hari Minggu ini, semua anggota keluarga Lee lengkap berkumpul di rumah. Leehans ataupun Mr. Lee yang sering pergi kerja saat hari libur pun nampak santai di ruang keluarga. Mereka menikmati kegiatan santainya sambil menonton acara televisi, termasuk Desta yang juga bergabung karena ditarik oleh ibunya Leehans.


Nyonya Yuri nampak gembira memegangi sebuah tas baru oleh-oleh pemberian Leehans dari Brunei Darussalam. Desta jadi menduga-duga harga tas branded yang sedang di pegang oleh Ibunya Leehans itu.


"Aish.. Narutoku..Arigato yaaa..Tidak tanggung-tanggung apa yang kau beli untuk mommy hah?!"


"It's okay mom.." Leehans memandang ibunya dengan sayang, sambil mengulum senyum sangat menawan.


Nyonya Yuri hanya memandang Leehans penuh arti dengan senyumannya kembali. Jadi Desta tidak perlu menjawab pertanyaan itu.


"Gamis mom."


Leehans menyahut jujur namun terlihat acuh.


"Hah..kau telah memilih sebuah gamid untuk seorang gadis?!! Benarkah Hans...?" "Ish...Ish..Ish.."


Nyonya Yuri nampak tak percaya dia yang melakukannya.


"Aku beli asal saja lewat online mom, jangan salah sangka."


Leehans membela diri dari ibunya yang nampak mulai menyerang. Belum sempat menyahut jawaban Leehans, wanitu itu menatap layar televisi yang sedang menayangkan siaran acara gosip.


Nampak jelas dilayar televisi yang sangat lebar sedang menayangkan sosok Leehans berada dalam sebuah butik. Desta mengenali nama butik itu, nama yang sama dengan brand gamisnya. Sosok di samping Leehans dalam tayangan itulah yang nampaknya membuat berita ini menjadi heboh.


Ya, Leehans bersama Shena dalam butik itu. Acara itu disiarkan dalam bahasa Jepang, namun Desta membaca english translate tertulis kecil di bagian bawah layar televisi. Leehans telah kembali menjalin kasih dengan Shena , mantan kekasih yang telah bercerai dari suaminya. Foto- foto itu dengan jelas menampakkan kemesraan Leehans bersama Shena yang cantik dan seksi.

__ADS_1


"Oh my God.... Hans?!!"


Nyonya Yuri begitu shock dengan tayangan acara televisi itu. Rasa tak percaya, namun ini memang nyata, foto-foto putranya bersama mantan kekasihnya dulu begitu jelas. Nyonya Yuri tidak menyangka dengan kejadian ini.


Leehans dengan wajah dingin mengerasnya meraih remote control TV. Ditukarnya dengan chanel lain, semua chanel TV Jepang menayangkan siaran gosip yang sama di hari Minggu. Leehans sadar hal itu, dengan kesal dimatikannya saja TV itu karena tak ada acara lain.


"Kau ini.. Nyalakan TVnya Hans!!!"


Mr. Lee menahan kemarahannya karena TV tiba-tiba dimatikan oleh Leehans. Leehans tidak mempedulikan seruan ayahnya.


"Hans..Apa yang kau lakukan?! Jangan mempermalukan keluarga kita Hans! Kau pernah hancur karena wanita itu, semua orang tahu, bahkan seluruh Jepang pun belum lupa akan nasibmu kala itu!"


Nyonya Yuri berkata pada Leehans dengan mata berkaca-kaca. Perasaannya begitu kecewa pada putranya kali ini. Dialah ibunya, sakit dihati akibat perbuatan wanita itu pada putranya tidak akan pernah kering. Bagaimana juga Mrs. Lee lah yang terus berupaya agar putranya mampu berdiri semula dari lunglainya kala itu.


"Berita ini bohong mom! Percayalah padaku!"


Mrs. Lee kini benar-benar menangis. Mr. Lee nampak menepuk-nepuk bahu istrinya tanpa bicara. Matanya tajam memandang Leehans seperti sayatan belati.


"Acara TV itu begitu jelas, bohong yang mana lagi Hans?!"


Leehans tidak menanggapi ucapan ibunya. Tubuhnya beranjak dari sofa, bermaksud meninggalkan ruang keluarga untuk pergi keluar bersama sopirnya. Langkah kakinya berhenti saat suara ayahnya menggelegar memanggil namanya.


"Hans..!!! Kembali kau..!!!"


Ibunya telah roboh di peluk ayahnya, dan Desta bersimpuh memegangi di bagian tangan. Sepertinya, Mrs Lee sedang mendapat serangan di jantungnya.


Leehans sangat panik, segera diangkat tubuh ibunya untuk digendong menuju mobil guna menuju rumah sakit. Lelaki itu sadar, jika ibunya pingsan begini, bermakna keadaan ibunya demikian serius. Leehans harus berlomba dengan waktu dan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk ibunya.


###


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— Terimakasih sudah menyimak kisah Desta Leehans hingga ke sini..


Terimakasih untuk semua dukungan dan supportnya..


Jangan bosan kasih author semangat ya.. terimakasih.. like.komen dan vote nya..


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’ͺπŸ’ͺ✌

__ADS_1


__ADS_2