Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Di Culik # 85


__ADS_3

Belasan menit telah berlalu, Leehans mulai gelisah saat menanti Desta yang tak kunjung kembali menghampiri. Bahkan Jenny pun kini tertidur sambil menunggu, di pangkuan sang ayah.


Diraih tas tali milik Desta yang ditinggalkan di kursi, Leehans berniat menyusul Desta ke toilet.


"Erik..Daniel. Jika Desta datang, katakan aku mencarinya. Hubungi aku di nomerku." Leehans melangkah cepat menuju toilet terdekat di lantai itu. Hotel bintang milik ayahnya ada enam lantai, dan acara ini diadakan di lantai paling dasar.


Daniel dan Erik termangu dengan hati yang turut runsing melihat kecemasan Leehans yang jelas terbaca di wajahnya. Mereka berharap kecemasan Leehans itu tercipta hanya efek dari suasana pengantin baru. Terlebih Daniel, sebagai pria yang pernah menikah, dia begitu paham akan kekhawatiran Leehans saat itu.


*******


*******


Kesadaran mulai kembali, saat dirasakan cairan dingin terpercik membasahi wajah dan mengenai kedua mata Desta yang terpejam. Sekilas bayang yang telah menimpa, mendorong segera membuka paksa kedua kelopak matanya. Meski keadaan sangat remang dan kesadaran belum pulih sepenuh jiwa, Desta paham dirinya sedang dibawa terbang mengudara menaiki sebuah pesawat kecil, mungkin helikopter atau pun sejenis pesawat jet.


Desta duduk bersebelahan dengan seorang lelaki berbaju serba hitam yang penuh tattoo di lengan, memegang sebuah botol air mineral. Mungkin dengan air itulah, lelaki itu menyiram wajahnya.


"Dia sudah sadar." Suaranya terdengar berat, parau dan kasar, entah dengan siapa dia berbicara. Lelaki itu berbahasa Jepang.


"Tetap awasi. Sebentar lagi turun." Suara wanita. Desta segera menegakkan punggung, menoleh siapa wanita pemilik suara di belakang. Wanita itu memakai face mask, kaca mata hitam, dan bertopi. Namun tetap terlihat samar, wanita itu sangat cantik.


Penumpang jet ini berjumlah empat orang. Desta , lelaki di samping, wanita cantik di belakang serta seorang pilot di depan. Pilot dan lelaki di sampingnya ini berbadan kekar dan besar. Bahkan pilot itu mempunyai tato di seluruh kulit leher.


Desta sedikit gentar, teringat akan rumor mafia yakuza yang banyak tersebar di penjuru negara Jepang. Tapi, apa salah yang telah dilakukannya, jika orang yang bersamanya ini adalah benar mafia?


Ingatannya kembali saat pelayan memberi segelas minuman dan seorang lelaki dengan pakaian yang sama, menjemputnya atas nama Leehans yang sedang menunggunya. Jadi, masalah utamanya adalah karena Leehans dan Desta adalah dampaknya.


Pesawat telah mendarat tepat di pinggiran pantai. Suasana sedikit gelap dan hanya remang cahaya bulan sebagai penerangan. Desta turun dengan tangan setengah diseret oleh lelaki disampingnya.


Pasir pantai terasa dingin dan halus di pijakan kakinya yang telannjangg tanpa alas kaki apapun. Angin begitu kencang menerpa akibat baling-baling pesawat yang tetap berputar sangat kuat. Rupanya pesawat itu adalah sebuah helikopter.

__ADS_1


Wanita bertopi itu mendekati, mendorong bahu Desta sangat kasar, hingg Desta terjengkang duduk karena hilang keseimbangan. Wanitu itu membungkuk dan mendekati wajahnya. Desta tetap tidak mengenali meski jaraknya sangat dekat.


"Kau sekarang adalah sampah! Tidak pantas bersama Leehans. Jangan mimpi bertemu lagi. Menjauhlah!" Wanitu itu berkata berbisik dengan bahasa inggris di wajahnya. Desta merasa pernah mengenali, namun ingatan itu lemah tidak terlalu yakin.


Semakin dipertajam ingatannya. Mata Desta menangkap suatu benda berkilauan terkena samar cahaya bulan, menggantung di leher putih wanita itu. Itu adalah liontin dari sebuah kalung, berbentuk inisial huruf H dirangakai dari beberapa butiran berlian. Nama Shena muncul dalam ingatan, timbul sebuah ide di benaknya.


"Nona, apapun salahku, tolong maafkan. Kembalikan aku kepada suamiku. Bagaimanapun aku istrinya. Kami telah menikah secara sah. Leehans adalah hak saya!"


Desta sengaja menyulut kemarahannya. Benar saja, wanita itu sangat emosi dengan perkataan Desta. Tangan itu gemetar karena gelombang rasa marah, mengayun keras menampar ke arah muka Desta. Karena telah menduga, Desta bisa menghindar dengan tangan menghentak putus kalung itu dari leher Shena. Kalung itu telah berada aman dalam genggaman.


Shena tidak menyadari perbuatan Desta. Angin kencang yang berhembus menerjang kulit, serta getar rasa marah, membuat kulitnya kehilangan rasa peka. Shena menendang keras punggung Desta beberapa kali sebagai pelampiasan rasa emosi.


"Aku tidak niat menyentuhmu! Tapi mulutmulah yang meminta menyiksamu!" Shena kembali berbisik keras di telinganya. Wanita itu benar-benar sedang marah.


"Sembunyikan rapat wanita itu. Kerjakan dengan benar. Ingat, aku akan membayar kalian sangat mahal tiap bulan!" Shena kembali menendang badan Desta dua kali, kali ini di pinggulnya. Lalu berbalik kembali menaiki helikopter bersama pilot tadi.


*********


Desta di bawa paksa lelaki besar itu ke sebuah bangunan besar. Sepertinya sebuah rumah makan luas dengan bangku-bangku tersusun rapi, namun telah tutup karena sudah masuk di jam malam.


Seorang lelaki bertubuh kecil nampak sederhana, datang menyambut dengan sigap.


"Uruslah di sini sementara. Awasi wanita ini dan jangan kau usik. Aku akan kembali ke Tokyo." Lelaki besar berkata lirih dengan bahasa Jepang. Tapi, Desta masih mendengar jelas meski samar.


"Seberapa lama bos?" Desta memberanikan diri melirik lelaki yang di panggil bos itu. Desta berusaha menghafal wajah itu.


"Tiga bulan. Sambil menunggu waktu aman. Dia milik keluarga yang bukan sembarangan. Mungkin besok berita kehilangan akan penuh di Tokyo. Tiga bulan ku rasa cukup." Lelaki besar itu bicara sambil menyalakan batang rokoknya.


"Lalu, apa rencanamu bos?" Lelaki kurus kecil itu kembali bertanya dengan menilai penampilan Desta yang berbaju tertutup.

__ADS_1


"Akan ku bawa wanita ini ke Macau. Di sana, wanita Indonesia lebih tinggi nilai jualnya, dan tentu lebih aman. " Deg! Desta bergidik mendengarnya. Macau adalah kota atau negara hebat meski belum berdaulat. Terletak berdekatan dengan negara Hongkong dan Cina. Macau terkenal dengan pusat hiburan terbesar di kawasan Asia Timur, beserta hiburan malam dengan wanita malam yang melimpah.


"Bawalah ke dalam. Kau boleh pakai sebagai pekerjamu. Tapi ingat, jangan komersilkan. Aku tidak ingin dia berinteraksi dengan siapapun!" Lelaki itu sedikit mengancam sambil mengeluarkan sebuah amplop berisi banyak yen tak terhitung.


******


Desta telah diseret masuk dalam kamar sangat kecil, yang hanya berisi satu kasur tipis dengan sebuah bantal di atasnya. Lelaki kecil itu memberinya sebuah buntalan berisi beberapa baju kimono panjang dengan warna berlainan.


Makanan yang juga diberikan lelaki itu padanya masih hanya dipegang, belum ingin dimakan meski perutnya sangat perih. Kecemasan akan keberadaan yang asing dan entah di mana, membuat gamang akan nasib yang akan menimpanya.


Nasibnya jelas telah terancam dengan lelaki yang akan mengambilnya tiga bulan lagi. Lelaki yang akan membawanya ke Macau dan menjualnya. Apa akhirnya nasib akan mengubah dirinya jadi wanita malam?


Desta menangis memikirkan kelanjutan hidupnya. Di tempat asing menakutkan dengan orang-orang yang menyeramkan. Ingin pergi, ingin berlari, ingin selamat, tapi bagaimana? Siapa sajakah orang yang sedang merasa kehilangan dirinya?


Leehans... Desta sedih mengingat suaminya. Apakah Leehans sedang mencarinya? Apakah Leehans akan merindukannya? Apakah Leehans mencintainya? Apakah Leehans seperti gila kehilangannya, seperti waktu ditinggal Shena? Apakah Shena akan merayu Leehans tanpa dirinya? Hhhhuhu..hu..hu Matanya menangis tersedu begitu berisik di tengah malam yang hening.


Desta tersadar dan berusaha menahan tangisnya menjadi sebuah isakan sesekali, namun air matanya semakin deras keluar dan mengalir membasahi kerudungnya.


Saat terombang ambing dalam perasaan sedih, Desta ingin mengerjakan sholat. Tapi tidak ada mukena serta di mana kamar mandi, Desta tidak tahu.


Rasanya rindu dan ingin sekali melakukannya. Terakhir sholat yang dikerjakannya adalah subuh tadi. Bahkan saat dzuhur, Desta tidak melakukanya, Desta tenggelam dalam nikmatnya dunia bersama Leehans beserta rentetan acaranya. Hatinya menyesali, begitu banyak kelalaian yang didapatnya hari ini.


########


########


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€βœŒβœŒβœŒβœŒβœŒβœŒ Tanpa kata-kata !!! Hanya terimakasihku padamu!!!!


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™Œ

__ADS_1


__ADS_2