
Karena Alex tidak ada, tanggung jawab sebagai ketua team liburan diselesaikan oleh Leehans. Jadwal pulang dipersingkat, dari mulanya selesai habis tengah hari, kini mereka sudah bergerak pulang sambil mencari tempat sarapan. Iring-iringan mobil memasuki sebuah resto besar khas Jepang yang letaknya tidak begitu jauh dari pantai Morito.
Mereka pesan makanan pagi dalam porsi besar sesuai arahan Leehans. Sebagai kompensasi atas terpangkasnya waktu liburan yang dipercepat. Desta hanya duduk berdua dengan Benn, sedang sebagian memilih duduk bersama di meja yang besar dan panjang agar muat lebih banyak. Leehans duduk berempat bersama Stella, Hanina dan seorang lagi teman laki-laki.
Acara makan itu selesai dengan cepat atas permintaan Hanina, salah satu night clubnya sedang ada masalah. Hanina meminta secara khusus pada Leehans dan Benn agar meluangkan waktu khususnya untuk mengunjungi salah satu klab malamnya yang tersebar dibeberapa tempat di Tokyo.
Rombongan itu berpisah dari pusat kota Tokyo menuju tujuan akhir masing masing.Saling melambai tangan dengan ucapan "Sayonara! " Berharap suatu saat akan berjumpa kembali.
Benn menyewa seorang sopir untuk mengemudikan mobilnya munuju rumah keluarga Lee. Rasanya sudah tak sanggup lagi membuka matanya, rasa lelah dan kantuk dari begadang semalaman. Dia tidak ingin Desta dan dirinya celaka akibat memaksakan diri mengemudi.
Leehans menyopir seorang diri dalam mobilnya. Rasa lelah dan kantuk masih dapat diatasi selama tidak ada alkohol yang masuk ke dalam perutnya. Leehans sangat menyadari akan pentingnya hidup sehat, jadi sebisa mungkin akan dihindarinya segala minuman berakohol, kecuali dalam acara yang begitu penting demi kesuksesan bisnisnya.
Kedua mobil mewah itu memasuki garasi rumah besar Leehans. Supir yang disewa Benn telah kembali dengan menaiki taksi. Benn masih terlelap di kursinya, sedang Desta yang sempat tidur sebentar telah terjaga dan berusaha membuat Benn terbangun. Namun setiap upayanya gagal membuat Benn bangun dari lelapnya.
Leehans yang melihat hal itu sangat paham dengan kebiasaan Benn, diulurkan tangannya dari samping jendela dan dipencetnya hidung Benn kuat-kuat. Lelaki itu bangun dengan terbatuk-batuk gelagapan. Desta memberikan sebotol minum air mineral dan segera turun dari mobil untuk masuk ke dalam rumah.
Karena rumah sepi dan tidak nampak Mrs. Lee, Desta langsung menuju kamarnya dilantai dua. Dia ingin mandi dan mencuci rambutnya yang terasa bau pantai serta mempersiapkan diri menyambut adzan dzuhur.
Selesai sholat, Desta hendak tidur siang saat pintu kamarnya diketuk seseorang dari luar, ketika dibuka, nampaklah Mrs. Lee berdiri menunggunya dan langsung memeluk Desta penuh rindu. Meski tidak bertemu cuma semalam, namun Mrs. Lee sudah merasa sangat kehilangan. Nyonya Yuri sudah menyayangi Desta seperti anak sendiri, sikap Desta yang sopan dan ceria membuatnya jatuh hati, terlebih mengingat hidup Desta yang sebatang kara dari balita, membuatnya benar-benar prihatin pada gadis itu.
"Anak gadis mommy sudah kembali.... mommy rindu sekali. "
Nyonya Yuri mencium pipi Desta dan baru menyadari bahwa Desta sedang tidak berkerudung, dikaguminya kecantikan Desta dengan rambut hitam berkilat alaminya yang harum. Dielusnya dan diremas-remas rambut Desta dengan tangannya karena gemas.
#NovelToon
#Izinpromo
__ADS_1
Wasiat Cinta di Tokyo
Penggalan bab 27
Nyonya Yuri mengajaknya keluar kamar untuk makan siang, namun Desta menahannya dan segera mengenakan kerudungnya kembali dan berjalan keluar kamar mengikiti Mrs.Lee.
"Desta, mommy akan memanggil Benn dulu, tolong kamu panggilkan Hans di kamarnya, ajak turun bareng ya. " Nyonya Yuri berkata lembut pada Desta.
Deg! Desta merasa kikuk jika harus berinteraksi berdua dengan Leehans, kejadian di pantai pagi tadi membuat dirinya malu untuk berhadapan dengannya. Tapi nyonya Yuri sudah berlalu dan tentu tidak tahu menahu dengan perasaannya.
Dengan langkah pelan karena Bimbang, diarahkan kakinya menuju kamar Leehans. Dengan mengambil nafas dan ditahannya, dia mengetuk pintu sedikit ragu, menunggu tak ada sahutan, diketuknya lagi lebih keras.
Pintu terbuka disusul sosok Leehans yang terlihat jauh lebih tampan sehabis mandi. Lerhans sedang berdiri sambil menggosok rambut basahnya dengan handuk.
Jantung Desta berhenti memompa, matanya seperti terpanah ratusan bintang. Leehans seakan sengaja menggoda gadis itu dengan tubuh sempurnanya, yang hanya tertutup handuk putih kecil di bagian pinggul dan area sensitifnya. Tapi tentu itu bukan maksud Leehans, diapun tidak menyangka Desta akan datang ke kamarnya.
"Kenapa Desta, kau tidak pernah melihat tontonan seperti ini sebelumnya? " Leehans jadi ingin menggoda Desta yang terlihat sedikit polos dibalik kecerdasannya.
Namun melihat penampilan Desta yang tertutup itu, membuat Leehans tidak tega untuk menggodanya lagi. Apalagi gadis itu semakin merona di mukanya.
"Sorry,aku bercanda Ta. Apa yang ingin kau sampaikan?" Leehans kembali bertanya, sambil memakai baju kaos santainya.
"Sa.. saya diminta nyonya memanggil anda untuk makan siang. " Akhirnya keluar juga suara dari bibir Desta dengan sedikit payah.
"Iya, tunggu sebentar. Kita turun bersama. " Leehans kembali ke dalam memakai celana santai selututnya.
Leehans berjalan menuju tangga yang searah kamar Desta. Lelaki itu berjalan di depan diikuti Desta yang mengekor di belakangnya. Leehans berhenti melangkah dengan tiba-tiba, berniat kembali untuk mengambil hp yang lupa dibawanya, dia sedang menunggu sebuah panggilan penting.
__ADS_1
Desta di belakang, berjalan melamun sambil memandangi punggung lebar dan kokoh itu sangat terkejut, saat hidungnya telah membentur bahu belakang Leehans yang berhenti tiba-tiba. Desta mundur dan sekilas mencium aroma parfum yang samar dari tubuh Leehans. Sejenak otaknya mengingat sesuatu karena bau wangi itu. Hal yang hampir dilupakannya, kini kembali ada dipikirannya.
Leehans telah bergabung di meja makan, dan mengisi piringnya dengan nasi serta sayur ikan. Di sampingnya duduk Benn yang menghabiskan isi piringnya dengan cepat. Sepertinya ada hal yang ingin dibicarakannya.
Leehans beberapa kali mendapati Desta sedang mencuri pandang padanya. Tatapan mata indah gadis itu seperti menyimpan sejuta makna di dalamnya. Diam-diam hatinya berharap gadis itu memandang lebih lama lagi di wajahnya. Ah, narsis kau Hans!
"Aku ingin segera kembali ke Indonesia bersama Desta. " Tiba-tiba Benn bersuara mengejutkan.
"Pernikahan kalian masih lama kan, biarkan Desta menunggu waktu di sini, aku tidak keberatan Benn.. !" Mrs. Lee bereaksi terkejut.
"Orang tuaku sudah setuju dengan rencanaku, menikahinya dua minggu lagi dari sekarang. " Benn meyakinkan Mrs. Lee.
Seharusnya Mrs. Lee ikut gembira, namun wanita itu justeru sedih dan tak bisa menahan tangisnya. Isaknya terdengar sangat pilu. Melihat hal itu, Destapun merasa hatinya sangat sedih, tak tahan juga untuk menangis. Desta berdiri dan manghampiri Mrs. Lee, mereka saling memeluk dengan bertangisan.
Kebersamaan mereka selama ini memang sangat bermakna. Mulai dari memasak, berkebun, shoopping, salon, Desta sering menyertai kesibukan Mrs. Lee. Tak heran jika keduanya sangat bersedih mengingat akan saling terpisah oleh daratan dan lautan.
"Aku akan sering membawamu kemari setelah kita menikah Desta. " Benn membujuk keduanya yang masih terisak.
Leehans dan Mr. Lee hanya memandangi keduanya dengan rasa haru.
"Kapan rencana keberangkatanmu? " Mr. Lee bertanya pada Benn.
"Besok malam om, aku sudah pesan tiketnya. " mendengar jawaban Benn, Mrs. Lee kembali menangis tersedu. Desta menepuk-nepuk lembut punggung Mrs. Lee berusaha menahan sedihnya.
***
🤗🤗Reader yang baik.. author dikasih like yaa.. biar semangat...Terimakasih dukungannya.. ❤*
__ADS_1