Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Alergi Udang # 16


__ADS_3

Hubungan Meenami dengan keluarga Lee cukup dekat. Semenjak Mrs. Lee memilihnya jadi instruktur senam tetap keluarga, Meenami sering menyambut undangan makan ataupun acara lain yang diadakan oleh keluarga Lee. Meenami gadis yang cantik, berkulit putih, supel dan pandai membawa diri. Mungkin setiap orang pasti akan menyukainya.


Menu makanan tersaji di atas meja dengan pilihan beragam, buah-buahan segar warn-warni tersusun cantik, mengundang srleram. Desta mengambil kursi di sebelah Meenami. Benn dengan cepat mengambil posisi di hadapan Desta. Disebelah Meenami adalah kursi Mrs. Lee dan tuan Lee di seberang. Sedang Leehans di sebelahnya Benn.


Meenami berkenalan singkat dengan Benn juga Desta menggunakan bahasa inggris, nada bicaranya terdengar unik dengan sedikit logat Jepangnya. Meenami mengungkapkan bahwa dia menyukai gadis berhijab seperti Desta, jika dia seorang muslim, mungkin berhijab juga akan jadi pilihan fashionnya. Desta berusaha mengatakan pada Meenami, mengenakan hijab bukan karena fashion semata, tapi hijab juga ajaran dari agamanya untuk menjaga aurat perempuan. Meenami mengangguk memahami penjelasan Desta.


Meenami ternyata juga fasih berbahasa Indonesia, gadis itu pernah bersama orang tuanya tinggal di Pulau Batam, wilayah kepulauan Riau selama 12 tahun. Ayahnya mengelola sebuah perusaahan elektronik di kota Batam sejak umurnya masih 3 tahun. Dia dimasukkan di sekolah Internasional kota Nagoya, Batam. Namun srkolah itu mewajibkan seluruh muridnya, untuk belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar.


Seluruh yang hadir di situ menyimak cerita Meenami sambil makan dan sesekali meliriknya. Meenami dan Desta belum sedikitpun mengisikan menu di piring kosongnya. Maka itulah Benn mengingatkan keduanya untuk segera makan dan mengobrol lagi setelah sarapan selesai.Benn mengambil piring Desta dan diisinya dengan dua kepal nasi onigiri dan beberapa potong tempura lalu diletakkan lagi piring itu ke meja Desta. Desta hanya menurut dan mulai makan dengan garpunya. Rasa makanan khas jepang ini gurih dan sangat enak, diisinya piring itu dengan beberapa tempura lagi.


Meenami yang hanya memilih salad buah, nampak heran dengan perhatian Benn pada Desta.


"Kalian berdua saudara atau kekasih?" Meenami bertanya ingin tahu pada keduanya.


"Dia calon istriku, dan akan segera aku nikahi. " Benn menyahut cepat. Meenami mengangguk mengerti sambil mengamati Desta yang sedang menatap Benn sebal.


Meenami berpamitan pulang setelah sarapannya selesai, ada jadwal senam lagi yang sedang menunggunya, dia berkata ingin mengobrol lagi dengan Desta lain kali. Mrs. Lee menyuruh Leehans mengantarnya sekalian, karena putranya itu akan pergi ke kota Osaka untuk urusan kerja. Meenami menyetujui dengan senang hati, dan Leehanspun juga tidak keberatan. Mereka nampak berlalu dan menuju mobil yang sama, dengan seorang asisten Leehans yang telah menunggu di balik kemudi.

__ADS_1


Mr. Lee dan istrinya adalah konglomerat yang sama sekali tidak menyombongkan kekayaan. Mereka tidak ingin membatasi pergaulan anak-anak mereka dengan apapun. Bahkan mereka mulai berharap, agar Leehans segera bertemu dengan gadis pilihannya di manapun. Hal itu setelah putranya patah hati ditinggal menikah oleh kekasihnya beberapa tahun silam.


**


Desta merasa demam disertai bersin-bersin saat bangun dari tidur siangnya. Selain merasa demam, tubuhnya juga terasa gatal-gatal tidak nyaman. Dia teringat dengan sarapannya pagi tadi, makanan yang disodorkan Benn padanya, tempura yang sangat gurih , mungkinkah terbuat dari udang?Jika iya, fix tubuhnya bereaksi terhadap makanan diperutnya ini, dia alergi dengan udang sedari kecil dalam bentuk apapun.


Karena tidak memilki cadangan obat gatal, Desta mencari Nyonya Yuri untuk bertanya barangkali menyimpan obat gatal apapun. Nyonya Yuri sangat panik, wanita itu khawatir dengan kondisi Desta yang demam dengan warna merah-merah di wajahnya. Karena tak ingin memberikan obat sembarangan, dipanggilnya sopir keluarga untuk mengantarkannya membawa Desta ke dokter kulit terdekat.


Benn yang mengetahui hal itu, bersikeras ikut mengantar Desta mengunjungi dokter kulit, menggantikan Mrs. Lee. Dia menyesal karena tidak tahu bahwa Desta alergi udang. Desta hanya pasrah saat akhirnya mereka berangkat dengan disertai Benn, lelaki iti terlihat sangat khawatir akan dirinya.


Benn terkejut dengan tindakan Desta, segera dicarinya air mineral yang tadi sempat terlihat ada di meja ruang tunggu, disediakan gratiss untuk umum. Benn segera membuka dan mengulurkan pada Desta. Desta mengucapkan terimakasih sambil meminumnya beberapa teguk. Obat yang terasa sangkut di tenggorokannya barusan, telah meluncur turun ke lambungnya dengan aman.


"Kita makan dulu sebelum pulang, aku lapar sekali. " Benn merasa sangat lapar, perutnya belum terisi semenjak sarapan pagi tadi.


Gejala tidak nyaman di tubuh Desta akibat alergi udang, berangsur hilang setelah obat itu mulai bekerja. Makanan berbahan udang yang terjebak di lambungnya perlahan telah turun menuju usus besar. Kini perutnya telah kosong dan mulai terasa perih karena lapar. Desta sangat gembira mendengar ajakan Benn. Diam-diam hatinya mulai nyaman bersama Benn.


"Adakah penjual makanan dengan menu Indonesia tuan Benn? " Desta bertanya sedikit ragu.

__ADS_1


"Banyak sekali , ini Tokyo kota besar, semua yang ada di kepalamu bisa kamu dapatkan di sini Desta. " Benn berkata benar.


Sang sopir menghentikan mobil di sebuah restaurant besar dengan menu khusus makanan Indonesia. Desta gembira membaca lampiran di buku menu dengan nama-nama makanan indonesia, terlebih hatinya mulai merindu akan negara asalnya itu. Beberapa hari di sini serasa berminggu-minggu. Dia tidak paham, apa pekerjaanya di sini dan entah sampai kapan, Desta menahan sementara untuk tidak bertanya hal itu.


Menu berat pilihan Desta telah diantar ke meja mereka, nasi goreng ayam pedas dan jus alpukat kesukaannya. Benn dengan menu pilihan yang tak kalah beratnya, nasi+sate gule kambing pedas dan jus buah naga favoritnya. Keduanya hening, repot menghabiskan makanan masing-masing. Keduanya hampir berbarengan menamatkan jus minuman di gelas mereka masing-masing. Peluh nampak membasahi rambut Benn, sedang Desta juga tak kalah gerahnya karena makanan pedas itu.


Karena tak ingin membuat Mrs. Lee khawatir lebih lama, Benn segera mengajak sang supir segera pulang saja. Getaran teleponnya baru berhenti setelah dikirimnya pesan wa untuk Mrs. Lee. Desta tertidur disampingny dan tak ingin suaranya mengganggu tidur gadis itu.


Benn mandangi wajah cantik di sampingnya itu sepuasnya. Efek obat tadi sangat mujarap, Desta teridur dengan sangat lelap. Mata Benn mengamati mata dengan rambut lentik itu, hidung kecil runcing yang nampak manis. Dan, aarrghh bibir itu sangat menggemaskan. Namun Benn masih sedikit waras, setidaknya sedang ada sopir yang mengemudi di depan. Benn hanya memejamkan mata sambil bibirnya mendesah, rasanya ingin segera menikah saja.


#####


πŸ€—πŸ€—πŸ€—Terimakasih telah menemukan karyaku


Harap dukung karyaku dengan like.komen .vote. hadiah.favorite. ah terserah deh lah. Arigato banyak banyak pokoknya.


Love uuuuu πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’ͺ✌✌

__ADS_1


__ADS_2