Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Akad Nikah di Masjid Camii.# 77


__ADS_3

Desta telah bergelung nyaman, terlelap dalam selimut hangat, saat sebuah panggilan masuk berdering keras di sunyi kamar temaramnya. Dengan mata tidak terbuka sempurna, disambarnya ponsel di bawah bantal. Nama 'Hans san' tertulis sebagai pemanggil di layar ponsel.


"Assalamualaikum." Desta menyapa dengan salam. Suara serak basahnya jelas terdengar di kamar sunyi yang temaram.


"Waalaikumussalam. Desta, kau sudah tidur?"


Mendengar suara Desta yang parau, Leehans tahu gadis itu bangun tidur.


"Iya. Sekarang terbangun." Desta hanya menjawab singkat. Hanya mendengar suara Leehans dari ponsel, jantungnya mulai berdetak meningkat.


"Sekarang bukalah matamu lebar-lebar. Bangunlah betul-betul dari tidurmu."


"Desta, aku minta maaf, lupa untuk menanyakan hal ini dari awal. Dan ini sangat penting untuk kau jawab dengan cepat." Leehans berbicara di telepon dengan suara beratnya yang selalu terdengar seksi di telinga Desta.


"Apa itu, tuan Hans?" Desta telah benar-benar terbangun dengan sempurna.


"Dengarlah baik-baik. Besok aku akan menikahimu, mahar apa yang kau inginkan dariku?" Leehans bertanya sungguh-sungguh dalam suara beratnya.


"Saya tidak tahu, saya belum memikirkan hal ini." Desta tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti ini. Pertanyaan sakral yang pernah ada dalam khayalan di saat usianya dalam belasan tahun.


"Desta, kau harus pikirkan sekarang. Jawablah. Asistenku, Harry sedang menunggu. Dia yang akan mencarikan maharku sesuai keinginanmu. Ayolah,Desta.." Leehans sedikit gusar dengan respon Desta yang terdengar mengabaikan.


"Saya bingung tuan Hans. Bagaiman kalau terserah anda saja? Atau apa sajalah.. saya rela, akan saya terima apapun mahar itu." Desta pasrah dengan isi kepalanya yang mendadak tanpa ide.


"Baiklah.. ikuti kata-kataku. Aku akan coba menghipnotismu." Leehans berkata seolah itu benar, nyatanya ini hanyalah asal bicara.


"Desta. Pejamkan matamu. Pejamkan.. Kau sudah memejam?" Leehans menemui keheningan dalam sambungannya.


"Iya. sudah." Desta hanya mengikuti arahan Leehans dengan patuh. Kini matanya telah menutup dengan hati berdegup.


"Kini matamu sedang terpejam. Lalu kosongkanlah pikiranmu, Desta. Kosongkan pikiranmu.... buanglah segala beban di otakmu."


"Kini ingatlah bahwa kau sedang berada di negara Jepang. Di sini, kau tidak punya apa-apa. Lalu apa yang paling kau inginkan, jika aku bersedia memberi apapun yang kau minta?"


"Katakan, Desta. Katakan apa yang ingin kau minta dariku.. Sekarang.." Suara berat yang empuk itu seperti mengintimidasi Desta untuk segera berbicara saat itu juga.


"Omotesando.." Desta telah berkata tanpa sadar, seperti sedang bergumam. Tapi sangat jelas didengar oleh Leehans, karena suaranya memang sedang ditunggu-tunggu oleh Leehans di seberang. Dan Omotesando adalah kawasan hunian elit tempat Tauji Hiroshi dan Daniel tinggal. Dan Daniel pun juga akan tinggal di kawasan itu. Tapi Leehans sudah kehabisan waktu dan tidak ada pilihan lagi.

__ADS_1


"Ucapakan sekali lagi Desta.."


"Omotesando..." Desta kembali menyebutkan kata yang sama untuk Leehans. Dan Leehans bertambah yakin dengan keinginan gadis itu.


"Oke Desta. Terimakasih, kau telah memudahkanku. Akan ku berikan mahar sesuai permintaanmu."


Desta termangu dengan ucapan Leehans di seberang. Sedang dirinya tidak merasa meminta apapun dari lelaki itu. Mahar apakah yang telah dimintanya dari Leehans?


"Baiklah, Desta. Maaf, aku telah mengganggu tidurmu.Sekarang kau boleh melanjutkan tidurmu. Pejamkan matamu dengan nyenyak. Akan ku tutup panggilan ini." Leehans akan menutup panggilan ini. Desta seperti tidak rela saja rasanya.


"Iya tuan Hans.." Desta berkata dan suaranya sedikit tercekat di tenggorokan.


"Okay..Selamat malam Desta." Gadis itu tidak menjawab. Hanya diam menunggu bunyi panggilan berakhir. Tuuuut. Leehans benar-benar telah menutup panggilannya. Desta memandang layar ponsel dengan menu utama. Dengan perlahan disimpan ponsel di bawah bantal sebelah. Dan ini adalah kebiasaan buruk yang berat ditinggalkannya.


Desta berusaha tidur kembali, namun kembali berfikir tentang mahar apakah yang telah dimintanya?


#####


#####


Suasana terasa syahdu mendayu di bawah kubah agung yang ada dalam masjid besar Camii, Tokyo. Saat yang mendebarkan itu akhirnya tiba juga menghampiri keduanya.


Leehans duduk bersebelahan dengan ayahnya. Di belakang, ada ibu dan neneknya duduk bersebelahan. Selain itu, ada kerabat keluarga Lee yang beragama Islam, yang diminta khusus untuk langsung datang ke acara akad nikah di masjid besar Camii, sebagai saksi sah ijab qabul.


Di seberang, yang terpisah sebuah meja kecil, duduk Desta dengan anggun bersebelahan dengan ayah Benn, tuan Harsa, sebagai wakil dari wali nikahnya. Di belakang, duduk Benn dan kak Leezha bersama suami juga kedua anaknya.


Suasan terasa tegang ketika acara pembukaan oleh MC, Master of Ceremony dari paket WO, wedding organizer memulainya dengan memimpin bacaan bismillah, salam, serta bacaan syahadat sholawat secara bersama-sama.


Sang MC menyebutkan acara selanjutnya, yakni bacaan ayat suci Al Qur'an dari surat pilihan, Ar Ruum ayat 21, ayat pada surat itu sering menjadi pilihan pada bacaan di acara akad nikah pengantin.


"Pembacaan ayat suci akan dibacakan sendiri oleh mempelai laki-laki, yaitu saudara Leehans Khairy Akio. Silahkan dimulai saudara Leehans.."


Desta terkesiap dengan apa yang didengarnya, sangat ingin tahu dengan apa yang dikatakan MC barusan. Ini benar-benar kejutan. Leehans yang akan membaca sendiri bacaan ayat pernikahan itu. Hal yang tak berani dikhayalkannya selama ini. Meski pernikahan ini tidak jelas masa depannya, tapi kejutan ini mampu membuat Desta teruja.


Suara yang biasa terdengar berat dan empuk itu, kini menjelma jadi suara yang mengalun merdu mendayu meremas jiwa. Desta menikmati lantunan indah dari ayat suci yang dibacakan oleh Leehans dengan jiwa serasa beku di raganya. Suasana hati bermacam rasa yang tidak terlukiskan dengan kata-kata. Jika begini, bagaiman dia tidak semakin menaruh rasa yang dalam pada calon suaminya?! Ah, rasanya ingin menangis saja saat ini....


Desta terus menunduk, tidak kuasa memandang Leehans meski rasa hati sangatlah ingin menatapnya.

__ADS_1


Leehans telah selesai dengan bacaannya, acara selanjutnya adalah khutbah nikah dari pak penghulu dari masjid Camii, yang dilobi sendiri oleh Leehans dengan uang bisyaroh yang lumayan fantastis, yang diberikannya secara sukarela.Khutbah nikah yang disampaikan, berisi poin-poin anjuran penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga pengantin.


Kini telah tiba pada acara inti akad nikah. Akad nikah adalah perjanjian dihadapan manusia dengan Tuhannya, antara mempelai laki-laki dengan wali nikah dari mempelai perempuan. Leehans dan tuan Harsa nampak bersiap mengucap ijab qabul dengan dipandu oleh pak penghulu. Tuan Harsa sebagai wali Desta nampak menjabat tangan Leehans dan bersiap mengucap ijabnya.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Leehans Khairy Akio bin Lee Setiawan Ahmad dengan anak saya yang bernama Desta Galerie Aisha dengan mahar satu unit rumah di Omotesando, dibayar tunai."


Tuan harsa mengucap ijabnya untuk Desta dengan lantang dan begitu lancar tanpa jeda. Kini Leehans pun bersiap mengucap qabulnya, dengan menghirup nafas panjang yang dalam.


"Saya terima nikah dan kawinnya Desta Galerie Aisha binti Thamrin Abdullah dengan mas kawin tersebut, saya bayar tunai." Leehans menyerukan qabulnya dengan tak kalah lantang dari suara tuan Harsa barusan. Ucapan dalam satu kali tarikan nafasnya itu mampu membuatnya cukup tegang. Namun Leehans telah berhasil manyelesaikannya dengan sangat sempurna.


"Bagaimana saudara saksi sekalian, apakah sah?!" Pertanyaan dari pak penghulu cukup menggema dalam masjid yang sangat luas itu.


"Sahh!!!Sah!!Sah!!!" Jawaban dari kerabat sebagai saksi, terdengar lebih membahana dan serentak.


Kini pak penghulu telah selesai mengucap doa pengantin. Doa-doa mulia untuk dua mempelai yang telah sah menjadi pasangan suami istri alias pengantin baru.


Desta beringsut perlahan mendekati tempat Leehans yang duduk di seberang, atas arahan dari pak penghulu. Desta sejenak salah tingkah setelah sampai tepat di hadapan Leehans, sedang semua mata seperti sedang memandang segala gerakannya.


Tak ingin membuat Desta lama dalam kecanggungan, Leehans mengulurkan tangannya. Desta paham, segera menyambut tangan itu, dan keduanya saling nematung menggenggam tangan.


Wajah keduanya tak henti terkena kilat blitz kamera sedari awal. Leehans sengaja mengundang beberapa reporter, agar meliput pernikahannya dan menyebarkan beritanya dengan cepat ke khalayak ramai. Leehans ingin namanya segera bersih dan tak ada sangkut pautnya dengan Shena, mantan kekasihnya.


Leehans sedikit menarik tangannya, namun tetap erat menggenggamnya. Desta kembali paham, segera ditarik dan diciumnya punggung tangan Leehans hanya sekilas. Desta mengangkat kepalanya memandang Leehans. Lelaki itu menatap dengan mata tajamnya yang hangat.


Desta dan Leehans tengah menanda tangani dua buku nikah terbitan Indonesia secara bergantian. Desta bertandatangan dengan rasa masih tidak percaya, bahwa telah dimilikinya buku langka ini begitu cepat.


Acara berakhir dengan doa penutup oleh bapak penghulu dengan sangat khidmat.


Kini pasangan pengantin baru yang terlihat masih saling canggung itu, siap bertolak menuju hotel bintang milik keluarga Lee kembali. Mereka akan melanjutan acara resepsi pernikahan yang meriah di sana.


##########


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Harap tetap relakan likenya untukku... duhai beloved readersku... terimakasih yeerr...


Maaf aku lambat update..banyak hill yang mustahalll terjadi padaku hari ini...😭😭😭

__ADS_1


Tapi aku terjerat dengan janjiku pada NovelToon yang ternyata cukup berat.. 😭😭😭❀❀πŸ’ͺπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜


__ADS_2