
Lagu Sayonara Daisuki Na Hito yang akan dibawakannya dalam kontes nanti telah diulangnya berkali-kali, hingga terasa sedikit bosan untuk kembali mengulangnya. Desta menyandarkan punggung ke sandaran sofa, mengharap Leehans untuk segera selesai dengan aktifitas mandinya.
Leehans baru keluar saat Desta merasa begitu mengantuk. Matanya kembali segar setelah Leehans benar-benar berdiri tepat di sampingnya. Leehans begitu harum dengan rambutnya yang basah. Suaminya terlihat cool dan telah begitu rapi, nampaknya telah siap untuk kembali di acara universary perusahaannya.
"Sudah siap...." Desta seperti menggantung kalimatnya.
"Otto Hans.. Desta.." Leehans menegur kecanggungannya.
"Otto Hans, ayolah kita keluar." Desta segera berjalan menuju pintu mendahului Leehans, tidak ingin Leehans melihat ekspresi di wajahnya.
Leehans mengikuti di belakang mengulum senyumnya. Rasanya begitu menyenangkan mendapat panggilan yang berbeda dari Desta, istri barunya. Segera di susulnya langkah Desta yang nampak melambatkan langkahnya.
"Kenapa lambat, menungguku?" Leehans telah berhasil sejajar dengan langkah istrinya.
"Tidak, aku lupa dengan arah mana menuju hall acara." Selain memberi sebutan otto, Desta juga langsung mengganti kata saya dan anda berganti aku dan kamu.
Meski Desta merasa malu, namun buta peta adalah salah satu kelemahan yang tetap diakuinya.
"Benar kau tidak ingat, Desta?" Leehans merasa lucu dengan pengakuan Desta.
"Apa otto Hans lupa? Aku pernah tertinggal darimu saat tiba di Narita? Sepertinya aku menderita buta peta." Desta juga menyadari, sebanyak apapun prestasinya, namun dirinya sangat lemah menghafal apapun jalan dan rute yang masih terasa asing dan baru. Bahkan, dirinya pernah tersesat saat mengikuti jurit malam sebagai mahasiswa baru, di salah satu kompleks perumahan luas di kota Surabaya. Padahal setiap blok dan setiap rumah, telah bertulis huruf dan angkanya masing-masing. Nyatanya Desta gagal menemukan pos yang dicarinya dan justru tersasar jauh ke blok perumahan lainnya.
Mendengar cerita itu, Leehans hanya mengulum senyum dan menyentil hidungnya, menganggap itu adalah hal lumrah yang umum terjadi. Lalu tangannya terulur meraih tangan Desta , dibimbingnya tangan lembut itu menuju tempat acara inti universary.
"Otto Hans, kapan aku menerima hadiah darimu." Desta menagih janji suaminya.
"Hadiah yang mana?" Leehans sedikit tidak paham.
"Tinggal di Omotesando!" Desta kembali mengingatkan.
"Sendirian?" Leehans terlihat serius dengan pertanyaannya. Desta sedikit ragu menjawabnya. Akhirnya hanya mengangguk dengan tidak yakin.
"Tentu saja denganku, Desta." Leehans mempererat genggaman tangannya itu dengan terus berjalan. Desta mengikuti dengan tersenyum manis sambil menngulumm bibirnya bahagia.
#####
"Selamat berumah tangga Desta, aku yakin Hans akan mampu membahagiakanmu.Jika tidak sekarang, tentu dikemudian hari. Namun jika kau tetap tidak bahagia, aku tetap ada untukmu." Daniel yang telah menunggu Desta bersama Jenny dengan cukup lama, akhirnya bisa bertemu Desta dan menyalaminya. Jenny memberinya sebuah kotak bungkusan, yang sepertinya berisi gaun gamis dari sebuah butik ternama di Tokyo.
Leehans hanya menatap datar ke arah Daniel yang berkata begitu santai pada Desta, dengan Jenny yang menyandar manja dipangkuannya. Daniel benar-benar menganggapnya sedang tidak ada di antara mereka. Sepertinya Daniel sangat kecewa dengan pernikahannya yang tiba-tiba bersama Desta, istrinya itu.
"Iya mas Daniel, jangan khawatir. Jika Jenny ingin bertemu denganku, kabari saja aku ya." Desta berkata sambil menciumi pipi Jenny. Jenny semakin menggelendot manja di pangkuannya. Leehans menatap ketiganya bergantian. Mereka bertiga nampak serasi dan seperti keluarga bahagia. Leehans menyandarkan punggungnya di kursi dengan kedua tangan menyangga kepalanya. Sepertinya Leehans sedang merasa sangat suntuk.
"Hai Desta! Kau sudah kembali?" Erik mengangguk ke arah Leehans dan Daniel dengat sopan. Lalu ikut duduk di antara mereka.
"Desta, aku bangga dengan kemenanganmu. Dukunganku tidak sia-sia untukmu. Selamat, Desta!" Erik terlihat tulus dengan ucapannya, lelaki gagah itu memang humble dan bersifat terbuka. Dan terlebih, dia pengusaha sukses yang terlihat sederhana.
"Terimakasih, tuan Erik. Andalah orang yang pertama mendukung saya. Dan itu membuat saya bersemangat." Desta jujur dengan kenyataan yang ada, memang Erik lah yang pertama menyemangatinya. Desta tidak sadar, saat itu Leehans sedang menatap tajam padanya.
"Apakah hadiah yang telah ku janjikan untukmu itu yang membuatmu bersemangat, nyonya Leehans?" Erik sengaja memanggilnya demikian, dia memahami tatapan Leehans pada istrinya itu.
Erik mengeluarkan sebuah kotak kecil warna hitam dari saku jasnya. Diulurkannya kotak itu pada Desta.
"Ini hadiah kecil untukmu. Semoga kamu menyukainya." Erik kemudian memandang Leehans dengan hangat.
"Saudara Hans, ku harap anda tidak keberatan dangan hadiahku ini." Erik berkata sangat sopan. Leehans menyambut hangat ucapannya dan mengangguk kecil.
"Tidak, Erik, aku berterimakah. Istriku telah unggul karena dukunganmu. Maaf telah merepotkanmu." Leehans menjawab dengan tak kalah hangatnya.
Hanya Desta yang tahu maksud ucapan Leehans sebenarnya. Ucapan suaminya itu sangat menyindirnya. Kehidupan bisnis itu sungguh penuh dengan topeng. Dan Leehans salah satu pelaku bisnis yang sedang bertopeng. Padahal lelaki itu tahu, tinggal di omotesandolah penyemangat sesungguhnya bagi Desta.
"Terimakasih hadiahnya, tuan Erik. Bolehkah saya melihatnya?" Desta memegangi hadiah itu, seolah begitu penasaran dengan isinya.
"Aku suka jika kamu penasaran. Bukalah, Desta." Erik mengatupkan tangannya, tanda lampu hijau untuk Desta.
Desta membuka kotak itu dengan cekatan. Semua pasang mata di meja itu ikut mengawasi penasaran. Isinya sungguh menakjubkan, sebuah pin kerudung. Bukan pin kerudung biasa, ada berlian kecil di tengah, di kelilingi mutiara pilihan yang sangat indah. Desta tidak mengerti tentang berlian, yang dia tahu pin itu sangat indah dan harus disimpannya sebaik mungkin.
"Wah, anda sangat royal dengan hadiah yang anda beri untuk istriku saudara Erik. Bukankah itu bernilai jutaan yen, apakah tidak berlebihan?" Leehans terkesan keberatan dengan hadiah mewah dari rekan bisnis untuk istrinya itu.
"Tidak masalah saudara Hans. Anda tak perlu merasa segan. Di negara saya, hiasan itu sedikit mudah didapatkan." Erik memberi pengertian pada Leehans, dengan tidak bermaksuud menyombong.
"Baiklah, terimakasih sajalah saudara Erik." Leehans akhirnya akur dengan hadiah Erik untuk Desta. Desta hanya termangu mendengarny, sambil memandang pin indah yang kini sedang dipegang Jenny dipangkuan.
Semuanya seketika terdiam, saat sang MC yang memandu acara menyebut nama Desta untuk maju ke panggung dan bernyanyi.
Desta bergegas maju ke depan dengan sedikit gugup di dadanya. Lama tidak bernyanyi di atas panggung, apakah dirinya akan mampu menampilkannya dengan baik? Desta hanya terus berdoa dalam hatinya.
Dulu saat di yayasan, dirinya sangat sering menyanyi berbagai lagu di depan banyak orang. Desta dan Ajeng sering mendapat bayaran dari undangan menyanyi di berbagai acara. Baik acara hajatan, Agustusan, hiburan ataupun perlombaan. Keduanya sangat lihai dengan penampilan yang begitu menghibur. Dan lagu jepang ini, mereka sering membawa ke dalam pilihan daftar lagu mereka.
Kini Desta telah bersiap meluncurkan suara emasnya. Musik itu telah mulai dimainkan oleh tim pembawa lagu yang sudah siap dengan alat musik masing-masing. Desta terlihat menghayati musik permulaan yang merdu menyapa telinga, bersiap dengan permainan suara dan tarikan nafasnya. Dan akhirnya Desta mempersembahkan sebuah lagu yang terkenal dengan makna sendunya. Suaranya terdengar begitu merdu mendayu dan beralun sangat jelas.
🎶🎷🎷🎸🎸🎹🎹🎺🎺🎻🎻🎷🎷🎵🎵
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Mada daisuki na hito
__ADS_1
*Masih orang yang ku cintai
🎷🎷🎸🎸🎸🎹🎹🎹🎺🎺🎶🎶🎵🎶🎶
🎤Kuyashii yo totemo
🎤Kanashii yo totemo
🎤Mou kaette konai
🎤Sore demo watashi no daisuki na hito
*Aku sangat kesal
*Aku juga sangat sedih
*Kau tak kan kembali lagi
*Meski begitu kau tetap orang yang ku
cintai
🎷🎷🎸🎸🎹🎹🎺🎺🎻🎻🎶🎶🎶
🎤Nani mo kemo wasurerarenai
🎤Nani mo kemo sutekirenai
🎤Konna jibun ga mijimede
🎤Yowakute kawai sou de daikirai
*Aku tak bisa melupakan segalanya
*Aku tak bisa membuang segalanya
*Aku yang menyedihkan
*Lemah dan miris ini, aku sangat
membencinya
🎺🎺🎹🎹🎻🎻🎸🎸🎷🎷🎶🎶🎶🎶
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Zutto daisuki na hito
🎤Zutto zutto daisuki na hito
*Orang yang ku cintai selamanya
*Orang yang ku cintai selamanya....
selamanya....
🎶🎶🎺🎺🎹🎹🎻🎻🎸🎸🎶🎶
🎤Nakanai yo ima wa
🎤Nakanai de ima wa
🎤Kokoro hanarete iku
🎤Sore demo watashi no daisuki na hito
*Sekarang aku tak menangis
*Sekarang wahai diriku janganlah
menangis
*Hati kita terpisah jauh
*Meski begitu, kau tetap orang yang
ku cintai
🎶🎶🎻🎻🎺🎺🎸🎹🎹🎷🎷🎶🎶🎶
🎤Saigo da to iikikasete
🎤Saigo made iikikasete
🎤Namida yo tomare
__ADS_1
🎤Saigo ni ni egao wo
🎤Oboete oku tame
*Katakanlah bahwa ini yang terakhir
*Katakanlah sampai akhir
*Wahai air mata berhentilah
*Agar senyumanlah
*Yang ku ingat di akhir pertemuan
kita.
🎶🎶🎵🎵🎹🎹🎸🎸🎹🎹🎹🎻🎺🎷🎵
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Sayonara daisuki na hito
🎤Zutto daisuki na hito
🎤Zutto zutto daisuki na hito
🎤Zutto zutto zutto daisuki na hito
*Orang yang ku cintai selamanya
*Orang yang ku cintai selamanya....
selamanya....
*Orang yang ku cintai selamanya....
selamanya.... selamanya...
🎶🎶🎵🎷🎺🎺🎺🎻🎻🎻🎶🎶🎷🎷🎹 🎶🎶🎵🎵🎶🎶🎶🎵🎵
Semua pegawai dan tamu undangan telah terbawa perasaan dengan suara nyanyian Desta yang terasa sangat sedih. Bahkan ada yang berkaca-kaca air matanya.
Leehans sangat gelisah mendengar lagu yang dinyanyikan Desta. Leehans tidak pernah menyukai lagu ini. Jika dia tahu Desta memilih lagu ini, tentu akan dilarangnya sang istri membawakan lagu ini. Tapi Desta telah terlanjur menyanyikannya di atas panggung.
******
Desta telah menyelesaikan lagunya dengan diiringi tepukan riuh seluruh penonton. Kini langkahnya tergesa menuruni panggung dan menghampiri Leehans yang termangu di mejanya.
"Otto Hans, aku ke toilet sebentar. Jenny, tunggu onty di sini ya." Desta hendak pergi, tapi Jenny menahan tangannya.
"Onty jangan lama-lamaa..." Desta mengangguk, sebelum benar-benar-benar melangkah, sempat di tolehnya Leehans. Desta mengangguk kecil pada suaminya, dan Leehans hanya menatap kosong penuh makna padanya.
Desta pun segera mencari keberadaan toilet terdekat.
"Desta !" Ibunya Leehans memanggil dan melambai tangan padanya. Karena meja Mrs. Lee kebetulan searah dengan arah langkahnya, Desta pun sedikit berbelok menghampiri dengan tetap berdiri.
"Desta, kau mau ke mana hani?" Mrs Lee menyapanya lembut. Ada sebutan gbaru untuk menantunya itu.
"Saya ingin ke toilet..." Desta terlihat buru-buru ingin ke toilet.
"Sebentar saja, Mommy hanya ingin bilang, habis ini kita pulang saja ya. Kalian hanimun lah dirumah induk. Mommy akan sulap kamar suamimu lebih indah dari kamar hotelmu. Kau setuju Desta?" Desta sudah sangat ingin ke toilet, ucapan Mrs. Lee soal honeymoon hanya ditanggapi dengan anggukan saja.
"Kakakmu Leezha, suami dan anak-anak sudah pulang ke Indonesia, mereka buru-buru. Nenek Meghi juga, dia tidak suka keramaian. Mereka tidak sabar menunggumu saat istirahat di kamar tadi. Mereka minta maaf dan titip salam untukmu." Desta mengangguk lagi.
"Iya nyonya.. saya mengerti. Tolong sampaikan salam saya pada mereka. Sekarang saya ke toilet dulu ya.." Desta mengangguk pada ibu dan ayahnya Leehans yang juga ada di situ memperhatikannya.
"Desta!" Ah suara itu kembali memanggilnya. Desta menyempatkan berhenti dan menoleh.
"Panggil mommy yaahh!" Mrs. Lee setengah berteriak. Desta sekali lagi mengangguk dan berlalu.
Sebelum mencapai toilet yang telah nampak di matanya, Desta berpapasan dengan seorang pelayan hotel. Lelaki itu terus menawarkan segelas minuman berwarna jeruk. Tak ingin terhalang lebih lama dan memang sedang dahaga, Desta langsung menyambar dan meneguk gelas itu dengan berdiri hingga habis. Desta kembali menuju toilet dengan langkah sangat cepat.
Rasanya begitu lega dan nyaman, cairan di kantung ginjalnya telah berhasil terbuang seluruhnya. Desta kini bercermin di kaca toliet, matanya menatap pin indah pemberian Erik, yang dikaitkan di luar kerudungnya. Ingatannya kembali pada ucapan Leehans yang mengatakan berapa harga pin ini. Karena merasa hatinya tiba-tiba tidak enak, Desta melepas pin itu dan memasang kembali di bagian dalam gamisnya. Pin itu kini terlindung aman di sana.
Seorang lelaki berbadan tegap, menghentikan langkahnya di depan toilet.
"Maaf nona, anda di tunggu tuan Leehans di mobil. Silakan ikut saya." Lelaki itu mengkode Desta agar mengikutinya. Sejenak Desta ragu, tapi mengingat Mrs. Lee yang berkata menginginkannya untuk segera pulang, Desta pun paham dan mengikuti langkah lelaki itu dengan cepat. Keadaan di toilet saat itu sedang sepi tanpa seorangpun di sana.
Perasaan Desta tidak enak, lelaki itu membawanya berjalan menuju area parkir mobil. Sedang selama bersama Leehans, tidak pernah sekali pun Leehans meletak mobilnya di parkiran. Ada orang khusus yang akan mengambil dan mengantar mobilnya tepat di depan pintu lobi hotel.
Namun Desta tetap mengikuti, dan lelaki itu telah berhenti tepat di sebelah mobil besar warna hitam mengkilap, dengan kaca mobil yang teramat gelap. Tak sedikitpun sinar menembusi bagian di dalamnya.
Desta berharap Leehans keluar dari mobil itu. Namun, Tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing dan sangat berat. Desta memegang sisi mobil itu sebagai pegangan. Tidak ingin hilang kesadaran tanpa Leehans bersamanya. Tapi semakin lama, Desta merasa gelap seluruhnya, dan seseorang telah menangkap tubuhnya. Desta merasa dimasukkan dalam mobil, namun tak ada daya untuk membuka kedua mata dan bersuara.
######
😘😘😊😊Trims sudah menyimak hingga dimari yeer..
__ADS_1
Harap selalu relakan..like dan vote kalian ya readerskuuuh... ❤❤🙏🙏