
"Aku ingin menyenangkan hati ibuku. Serta membersihkan nama baikku dengan pernikahanku. Sedangkan Desta, dia akan mudah mendapat warisannya lebih cepat dengan bukti pernikahan itu."
"Apakah alasan itu bisa membuatmu bahagia Desta?"
Kali ini, Benn nampak tak sabar memberikan pertanyaannya pada Desta yang merasa dirinya sedang berada dalam sebuah persidangan. Dengan Leahans dan dirinyalah sebagai tokoh tersangka utamanya.
"Aku tidak tahu. Aku belum pernah menikah. Yang jelas, jika aku dan tuan Hans jadi menikah, tidak ada unsur pemaksaan. Tuan Hans menyerahkan keputusan sepenuhnya padaku. Jadi jika saya setuju, saya sukarela menikah dengannya."
Benn terdiam, jawaban panjang itu benar-benar mengena di hatinya.Jawaban yang seperti sedang menyindir pemaksaannya pada Desta waktu itu. Benn merasa terpojok akibat pertanyaan yang dilemparnya sendiri.
Leehans yang terus memperhatikan perkataan Desta, merasa begitu lega dengan jawaban gadis itu. Jawaban yang sangat tepat untuk diberikan pada Benn saat itu. Leehans merasa puas dengan kecerdasan Desta, calon istri pilihannya, jika Desta mau...
"Jadi kau setuju dengan lamaran putraku kan Desta?"
Mrs. Lee tidak sabar untuk mendengar sebuah jawaban yang akan membuatnya semakin bahagia. Enam pasang mata memandang Desta penasaran, dengan perasaan masing-masing yang berlainan.
"Tidak ada alasan saya menolak keinginan putra anda, nyonya. Jadi saya setuju untuk menikah dengan tuan Hans."
Leehans yang diam-diam tegang mendengarkan dengan tidak bernafas. Seketika menarik nafasnya kuat-kuat demi mendengar jawaban Desta yang telah bersedia jadi calon istrinya. Samar terlihat senyum di wajahnya.
"Hah..kau ini Desta...anak baik..anak baik.. calon menantu baru mommy..terimakasih Desta.."
__ADS_1
Mrs. Lee tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Wanita itu menepuk-nepuk punggung Desta yang juga duduk di sebelahnya.
Mr. Lee memandang Desta dengan perasaan yang masih keheranan. Bagaiamana mereka begitu terlihat tenang dan tidak saling bicara selama ini.Dan ternyata menyimpan rencana yang begitu mengejutkan.
Benn hanya mampu memandangi Leehans dengan tatapan elangnya yang tanpa ekspresi.
Tidak memahami atas langkah yang diambil sahabatnya dengan begitu tiba-tiba.
"Jadi kalian, Leehans dan Desta, sudah saling setuju.. sudah yakin akan saling menikahi?"
Desta dan Leehans saling berpandangan, tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya saat itu. Desta takhluk dengan mata tajam teduh menawan milik Leehans yang menatap sayu padanya. Desta berpaling, tak tahan dengan gemuruh hatinya. Ah begini rasanya akan menikah dengan lelaki pujaan hati. Panas dingin berantakan. Oh Tuhan..
Leehans menjawab pertanyaan tuan Harsa dengan tegas.
"Dan kau, Desta?" Tuan Harsa kembali memandang Desta.., menunggu...
"Iya..paman. Saya mau dinikahi tuan Hans."
Desta menunduk, menghindari bertatapan mata dengan Benn di depannya. Meski marahnya masih ada, tetapi melihat ekspresi Benn yang terkejut sekaligus kecewa, ada rasa tidak tega di hatinya.
"Lalu, Kapan rencanamu menikahi Desta, Hans?"
__ADS_1
Kali ini ayahnyalah yang bertanya.
"Ayah tentukan saja, lebih cepat lebih baik."
Leehans melirik Benn yang kembali menatapnya. Leehans berencana, setelah ini akan berbicara berdua dengan Benn.
"Haduuh.. Narutoku, kau ingin cepat-cepat yaaaa..? Mommy yang akan tentukan harinya, akan lebih cepat dari yang kau bayangkan. Siap-siaplah kau yaa..."
Mrs. Lee senyum-senyum sambil menatap orang tua Benn dengan mimik wajah harap makhlum.
***
Mrs. Lee telah menentukan, hari pernikahan Leehans dan Desta adalah dua hari ke depan. Teramat sangat dipercepat olehnya. Khawatir jika kedua calon pengantin itu akan berubah pikiran tiba-tiba. Selain itu, agar Benn dan orang tuanya bisa mendampingi Desta, selama acara pernikahannya.
Acara tunangan ditiadakan. Leehans menolak acara itu, begitupun Desta, keduanya ingin bertukar cincin bersamaan dengan acara ijab qobul mereka saja.
#####
ππππ€π€ Maaf, bab ini dikit banget.. bagaimanapun harap terus relakan like kalian tersangkut di bab ini yaaa.... jangan sampai kagak ngelike...ππππβ
Aku sibuk hari ini..ibuku ke Jakarta buat ngabisin lebaran di rumah kakakku... Hari ini ada tugas dari Masjid bikin nasi berkatan demi malam akhir-akhir ramadahan.. jadi aku mewakili ibuku untuk memecah dapur..... wassalam.β€
__ADS_1