
"Calon suaminya sudah datang. Kalian lihat padaku baik-baik. Bagian mana saja yang menurut kalian tidak menarik?"
Suara seksi berat terdengar tiba-tiba di belakang mereka. Leehans, pemilik suara barusan, telah berdiri gagah di depan pintu ruang ukur baju. Lelaki yang mereka obrolkan, berdiri lama di sana tanpa mereka sadari.
Dua asisten desainer itu terbungkam, begitu melihat yang datang adalah calon suami Desta. Lelaki tampan luar biasa, yang mereka sudah tidak asing lagi. Yang beberapa hari lalu muncul di layar televisi bersama artis senior professional, Shena.
Desta menatap Leehans dengan canggung. Merasa segan jika obrolan dua asisten tadi didengar oleh Leehans.
"Bagaimana? Apa menurut kalian aku masih kurang pantas bersanding dengan gadis ini?" Leehans bertanya pada dua asisten itu sambil matanya mengerling santai kearah Desta.
Fix sudah, Leehans ikut mendengar semua obrolan asisten itu mengenai dirinya. Sangat malu, tapi sudah terlanjur, lagi pula obrolan itu berisi doa yang baik. Doa untuk kebahagiaan rumah tangganya.
Akankah Leehans menyayanginya dan kemudian punya anak? Betulkah dirinya tidak akan kembali ke Surabaya, dan akan bersama Leehans selamanya? Ah, bagaimana dengan waktu enam bulan setelah warisan itu di tangannya? Apakah Leehans akan mencerainya atau dirinya yang harus minta cerai?
Lelaki yang sedang memilih baju pengantin pria bersama seorang asisten designer itu, terasa sangat jauh dari gapaiannya. Mengharap balasan perasaan darinya, dari lelaki berkharisma bahkan hampir sempurna, seperti hal mustahil untuknya. Serasa diri bagai punguk sedang merindu bulan di pangkuan.
"Nona, kemarilah. Apakah menurutmu pilihan calon suami anda sudah tepat?"
__ADS_1
Assisten memanggil Desta untuk mendekat dalam ruang ganti, di mana ada Leehans di dalamnya. Ruang ganti itu sangat lebar, di sana ada Leehans sedang bertelepon dengan setelan jas tuxedo warna hitam melekat di badannya. Desta seperti melihat seorang pangeran impian dalam khayalnya muncul nyata di depannya.
Namun pemandangan itu terlihat tidak sempurna dengan kancing baju terbuka, dan dasi kupunya nampak miring sebelah. Desta hanya memandang ketidak serasian itu, dengan hati bimbang ingin membetulkannya.
"Nona. Anda kan calon istrinya. Tolong bantu kami merapikan bajunya itu ya?"
Asisten itu mendekati Desta dan setengah berbisik padanya. Desta jadi serba salah. Tidak ingin timbul tanda tanya dan gosip tak sedap, Desta menuruti permintaan asisten itu.
Perlahan di dekatinya Leehans yang masih berbicara di ponselnya. Tanpa berkata-kata, tangannya terulur ke arah dada Leehans. Tangan Desta telah menyentuh kancing baju untuk dimasukkan dalam lubangnya. Namun, tiba-tiba terasa tangannya ditangkap cepat oleh tangan besar milik Leehans. Rupanya Leehans yang kurang menyadari kedatangannya, merasa terkejut dengan sentuhan Desta di dadanya.
Mendengar ucapan itu, Leehans langsung memahami. Namun tidak segera dilepaskan tangan lembut itu dari genggamannya. Lelaki itu mematikan sambungan ponselnya dan menatap Desta lekat-lekat. Desta menggerakkan tangan agar Leehans melepas tangannya.
Leehans perlahan melepas tangan lembut yang menempel tepat di dadanya. Desta merasa sedikit gugup. Tangannya kembali berusaha memasukkan kancing ke lubang baju Leehans. Rasanya lebih salah tingkah lagi, saat disadarinya Leehans terus menatap wajahnya, sambil membiarkan tangan Desta terus bergerak-gerak menyentuh dadanya.
"Maaf tuan, angkatlah muka anda sedikit , dasi kupu ini agak miring sebelah ke bawah."
Desta dengan cepat membetulkan posisi dasi itu. Kini penampilan Leehans dengan jas pilihannya itu terlihat lebih sedap dinikmati .
__ADS_1
Desta telah mundur nenjauhinya.
"Trims Desta."
Desta hanya mengangguk dan menjauhi Leehans untuk kembali ke tempatnya semula. Kini Leehans mulai melakukan panggilan teleponnya kembali.
*****
Pemilihan baju pengantin petang itu berjalan dengan lancar. Desta kembali ke rumah dengan ibunya Benn dan sopir itu kembali. Sedang Leehans, telah pergi sendiri, dengan mobil mewahnya menuju sebuah hotel untuk melanjutkan meeting dengan salah satu partner kerjanya.
####
π€π€π€π€β€β€β€ Beloved readers .. Selamat hari raya Idul Fitri yeeeee.... Mohon maaf lahir batin yaaaaa..
Hari ini aku repot sekali... trims support dan dukungannya..:
"Harap like nya selalu untukku...πππ€π
__ADS_1