Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Kekasih Benn # 30


__ADS_3

Berulangkali dibacanya jumlah saldo yang terpampang di layar mesin ATM, dua ratus enam puluh juta sekian rupiah. Desta merasa tidak memiliki uang dengan nilai yang sefantastis ini.


Dulu, kala berangkat dari Surabaya ke Jakarta, direkeningnya hanya ada saldo satu juta sekian, dan ditambahnya sembilan juta dari pendaptan bonus dan pemenang beberapa waktu lalu, total sepuluh juta, sedang sekarang segitu banyaknya, siapa yang telah menambah dua ratus lima puluh juta ke rekeningnya? Adakah oknum salah kirim?


Desta bersama mbak Puji telah menaiki taksi menuju villa milik Benn. Perjalanan pulang itu tidak jauh, hanya berjarak kurang lebih 1 kilo meter namun dengan posisi menanjak, sehingga harus mikir dua kali jika memilih jalan kaki.


Setelah sampai ke villa, mbak puji segera menyimpan sayur belanjaan ke dalam kulkas, bahan-bahan itu cukup untuk stok beberapa hari. Desta membantu menyiapkan buah dan mencucinya, sambil berusaha menyampaikan gundah hatinya pada asisten rumah itu.


"Mbak, ada yang ingin saya tanyakan, barangkali embak tahu.. " Desta mulai memancing.


"Tentang apa sih non? " Mbak puji menghentikan tangannya sejenak dan menoleh pad Desta.


"Tentang tuan Benn.. Apa pacarnya banyak mbak? " Desta bertanya terus terang.


"Saya sih nggak pasti pacar apa bukan non, tapi tuan muda Benn sering bawa perempuan berganti-ganti ke villa. " Mbak Puji menjawab jujur pertanyaan Desta dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Menginap mbak? " Desta meyakinkan.


"Iya non, bahkan dulu ada yang sampai berhari-hari nggak mau pulang, suka banget sama tuan Benn. " Mbak Puji menerangkan rahasia Benn dengan gamblang.


Sebenarnya Desta sudah gerah, mendengar kenyataan perilaku Benn yang suka berganti perempuan, membawa pulang perempuan berlainan dan menginap bersama, hal apa yag pasti akan mereka lakukan? Desta sedikit bergidik dengan perbuatan Benn.


"Kalo yang barusan sama tuan Benn tadi, mbak tahu? " Desta kembali bertanya.


"Oh yang tadi itu non Inca, dia biasa datang ke sini, malampun kadang suka datang. " mbak Puji bercerita yang sebenarnya tanpa maksud apapun.


Desta tidak bersuara lagi, kini sudah jelas baginya bagaimana Benn sebenarnya. Bukan salah lelaki itu, kebiasaannya sudah demikian dari dulu, berubah seketika mungkin tidak mudah. Tapi Desta menyalahkan dirinya sendiri, menyayangkan keputusannya menerima persetujuan Benn begitu saja. Percuma bersekolah tinggi-tinggi, tapi gagal mengenali lelaki yang ternyata brengsek begitu.


Desta teringat peristiwa di pantai Morito, waktu Alex melecehkan dirinya. Saat itu Ryuka dan Stella terlihat keluar dari dalam cottagenya, bisa jadi salah satu dari kedua gadis itu, habis mesum bersama Benn. Tapi Stella adalah sepupunya sendiri, berarti Ryukalah yang menemani Benn, sehingga gadis itu tidak kembali ke penginapan, dan hal itu telah dimanfaatkan oleh Alex, untuk mendatanginya saat sendiri di penginapan


***


Benn ada di perjalanan, barusan pulang dari Apartemen mewah Inca di daerah Kalibata, sehabis memenuhi kebutuhan panasnya bersama gadis itu. Inca adalah satu-satunya kekasih yang berat untuk Benn tinggal begitu saja. Beberapa kekasihnya sudah ditinggalkan semenjak Benn bertunangan dengan Desta waktu itu, tinggal Incalah yang masih berat untuk dilepasnya.


Sebenarnya Benn bisa saja meninggalkan Inca, tanpa peduli perasaan gadis itu, tapi dirinya masih merasa membutuhkan pelayanan gadis seksi dan tangguh itu untuk menemaninya di ranjang kapanpun Benn menginginkannya.


Tentu saja Inca tidak hanya memuaskannya begitu saja, keuangan Benn yang dikeluarkan untuk gadis itu bukanlah sedikit. Selain biaya hidup mewah, Benn juga memberi sebagian waktunya untuk Inca, contohnya menemani makan, jalan dan belanja seperti yang Benn lakukan hari ini.

__ADS_1


***


Desta sedang memainkan ponselnya, sengaja menahan tidur untuk menunggu kepulangan Benn, sudah diputuskannya langkah apa yang akan ia pilih untuk kebaikan masa depannya. Malam ini juga akan dibicarakan hal penting itu dengan Benn.


Dibukanya aplikasi whatsapp, jemarinya berhenti di chat room bernama Leehans, lama dipandanginya nama itu lalu diketuknya. Dibacanya kembali seluruh pesan berisi percakapan-percakapan singkatnya dengan lelaki penuh pesona itu.


Bagaimanapun Leehans punya andil terhadap nasibnya, benar apa yang dikatakannya, lelaki itu seperti pangeran berkuda yang bertopeng namun menancap belati padanya. Bagaiman dia tidak tahu sifat dan kebiasaan Benn, bukankah mereka sangat dekat. Dia jelas tahu, tapi dia menutupinya, tega sekali dia padaku, pura-pura tidak tahu.


Desta teringat dengan jumlah saldo di akunnya, bisa jadi Leehanslah orang yang salah transfer dana itu, tapi jika bukan, apakah lalu Benn? Desta mengetik pesan untuk Leehans.


"Tuan Hans, apakah anda sibuk? " Tak ada balasan, lelaki itu aktif satu jam yang lalu.


Desta kembali memainkan ponsel di aplikasi face booknya, reflek tangannya menulis sebuah nama di menu pencarian dengan ikon sebuah loop di sana.


Leehans Khairy Akio diketiknya kemudian diketuknya tanda searching..


Muncul hanya ada satu pilihan akun face book dengan nama Leehans A K, lalu diketuknya nama itu dan muncullah sebuah beranda akun dengan foto profil Leehans di sebuah taman, yang sepertinya sedang melakukan jogging pagi. Tidak ada unggahan lainnya yang bisa dilihat, record foto terbilang banyak, tapi tak nampak satupun, mungkin dikuncinya, dan foto profil itu terakhir diunggah sudah 7 tahun yang lalu, dan setelahnya tidak pernah ada aktivitas apapun.


Desta memandangi foto profil Leehans yang terlihat macho dan atletis dengan perasaan berkecamuk, antara kecewa, bingung namun terselip rasa penasaran yang mendebarkan terhadap lelaki itu.


Benn yang lama ditunggu tak kunjung nampak batang hidungnya. Desta tak kuasa menahan kelopak matanya yang berat dan seakan meleleh, gadis cantik itu menutup segala aplikasi ponsel dan mematikannya, kemudian terlelap seketika.


"Desta.. ada apa? " 11.15 malam


"Kau sudah tidur? " 11.30 malam


"Besok aku akan terbang ke Jakarta, Kata Benn kau ada di villanya, benar? Kenapa tidak di gedung utama saja? "


00.25 dini hari


"Jawablah setelah kau baca pesanku. " 00.30 dini hari.


Desta langsung menulis balasan


"Bukankah anda akan datang ke sini sepuluh hari lagi? ini masih belum satu minggu. " Desta menunggu balasan dengan tidak sabar, ponsel itu tengah online.


Bukan balasan pesan wa nya , tapi sebuah panggilan dan pemanggil itu adalah Leehans.

__ADS_1


"Assalamualaikum.. tuan Hans. "


Desta memberi salam, namun tidak langsung ada jawaban, hanya sebuah deheman kecil yang lirih terdengar dari seberang.


"Wa'alaikumussalam, kau sudah baca pesanku? " Leehans bertanya dengan suara khasnya di telepon.


"Iya.. kenapa kedatangan anda dipercepat?" Desta langsung menyahut.


" Iya.. aku tak bisa menunggu lebih lama lagi. "


" Maksudku, aku ada urusan yang membuatku datang lebih cepat. " Leehans segera meralat ucapannya barusan.


"Bersama siapa anda datang? " Desta berharap bertemu mrs Lee.


"Aku datang sendiri, orang tuaku akan menyusul dengan catatan kesehatan dari dokter mereka " Desta sedikit kecewa dengan jawaban di seberang.


"Bukankah sekarang jaman sangat modern, begitu banyak vitamin ataupun obat mujarab yang mudah didapat, juga fasilitas penunjang kesehatan dengan pilihan yang beragam tuan Hans? " Desta bernarasi cukup panjang.


"Kau sangat merindukan ibuku? Apakah kedatanganku saja tidak cukup untukmu Desta? " Pertanyaan Leehans membuat hening sesaat.


"Apakah tuan datang untukku? " Desta mengembalikan pertanyaan Leehans. Hening sesaat, keduanya terbawa perasaan masing-masing.


"Iya.. Tentu, kali ini kau termasuk diantara alasan kedatanganku Ta. " Leehans menjawab asal pertanyaan Desta. Kemudian kembali bersuara.


"Hei, semalam untuk apa kau mengirim pesan ke ponselku? " Leehans mengingatkan Desta.


"Ah iya, aku ingin tahu, apakah tuan yang mengirim uang begitu banyak ke akunku?" Desta bertanya penuh semangat.


"Anggap saja iya, itu adalah kompensasi untukmu. " Leehans menjawab asal-asalan.


"Maksud anda? "


"Kau akan menikah dengan saudaraku, anggap saja itu hadiah dariku. Belilah untuk sebagian keperluan pernikahanmu dengan Benn. " Leehans menjawab lirih hampir tak terdengar.


"Saya tidak akan menikah dengan Benn, tuan Hans! Maafkan saya. Saya ingin bicara lagi nanti, setelah anda datang."


"Assalamualaikum." Tuuut.

__ADS_1


Desta langsung mematikan ponsel dan menyimpan benda vital itu di kantung gamisnya. Dia bergegas keluar kamar bermaksud akan ke dapur membantu mak Sri dan mbak Puji menyiapkan sarapan pagi.


__ADS_2