
"Jika bukan karena Benn, aku pun ingin memilikinya, apa kau setuju? "
Daniel seolah bercanda dengan perkataanya barusan, namun Leehans menemukan aura kesungguhan dari ucapan sahabatnya. Leehans dapat membaca gelagat ketertarikan Daniel pada gadis yang jadi jagaannya itu. Terbersit rasa gusar di hati Leehans atas ucapan sahabatnya barusan. Jika memang dugaanya benar, apakah Desta akan menerimanya? Leehans terus memikirkan akan kemungkinan hal itu.
"Bagaimana Hans? "
Leehans terkesiap dengan pertanyaan Daniel yang setengah berbisik padanya. Daniel sepertinya sungguh-sungguh.
"Kau serius? "
Leehans bertanya kembali. Daniel mengangguk. Karena Daniel mengangguk, Leehanspun turut menganggukan kepalanya. Didekatinya Daniel dan berbisik ditelinganya.
"Jika dia sudi. "
Leehans berkata pendek di telinga Daniel.
"Okay."
Daniel merangkul bahu Leehans, entah kenapa idenya yang tiba-tiba berkelebat di kepala, begitu ingin direalisasikan. Melihat keakraban putrinya menempeli Desta, seakan hatinyapun ingin ikut menempel, seperti perilaku putrinya pada gadis itu.
Padahal selama ini, tak pernah terpikir olehnya untuk mencarikan putri tersayangnya itu seorang ibu. Itulah alasan kenapa Daniel menitipkan putrinya, pada abang iparnya di Jepang. Selain dirinya sibuk, bertujuan agar putrinya mendapat kasih sayang seorang ibu. Istri abang iparnya yang baik itu sangat sayang pada putrinya. Makhlum, abang ipar Daniel, Tauji Hiroshi, belum punya anak perempuan, kedua anaknya laki-laki semua.
Percakapan serius antara Leehans dan Daniel terhenti, saat sosok lelaki lainnya terlihat berjalan mendekat. Lelaki itu membungkuk hormat pada Leehans, sedikit heran dengan keduanya yang nampak telah rapat. Leehans berdiri sebentar untuk membalas sapaan lelaki itu, Leehans mengenali siapa lelaki itu. Lelaki yang ternyata sudah beristri, dan mempunyai dua anak laki-laki.
"Desta san! "
Lelaki itu adalah Tauji Hiroshi, yang berseru kaget melihat gadis yang dijumpainya beberapa waktu lalu, bisa berada di rumahnya. Desta menoleh dan seketika berdiri, menyapa lelaki itu dengan bersemangat.
"Tauji san, how are you?!
Desta merasa sangat gembira dengan sapaan Tauji padanya, bermakna lelaki pengacara itu tidak pernah melupakan perkenalan di antara mereka. Diliriknya sekilas ke arah Leehans, lelaki itu juga tengah melihatnya, samar ada senyum terkulum di bibir lelaki itu.
" Hai' .. Hai' Desta san. I am fine. "
Tauji sedikit membungkukkan badannya beberapa kali ke arah Desta, nampaknya lelaki ini begitu gembira melihat kembali gadis itu.
Tauji mengambil duduknya di tengah, menghadap ke arah semua tamunya termasuk pada Daniel. Putri Daniel yang sempat lepas dari pangkuan Desta, kambali duduk manis di pangkuan Desta, sambil tangannya tetap memainkan game di ipadnya. Gadis itu nampak terbiasa bersikap manja pada Desta.
"Ini ada apa Daniel, kalian saling berteman? "
__ADS_1
Tauji bertanya pada Daniel dalam bahasa inggris, dengan logat Jepangnya yang kental. Karena Daniel nampak akrab dengan tamu lelaki yang duduk di sebelahnya itu. Namun, tadi istrinya bilang bahwa ada dua orang tamu yang sedang menunggunya. Istrinya menyampaikan, saat Tauji sedang memandikan seekor anjing pudel di taman belakang bangunan.
"Iya. Mereka temanku, tapi mereka adalah tamumu, kami tidak sengaja bertemu di rumahmu. "
Daniel menjelaskan dan di mengerti oleh Tauji. Leehans nampak berdehem sebentar, lalu mulai memperkenalkan dirinya pada pengacara yang nampak sederhana itu. Tauji mengangguk mengerti dan mempersilahkan Leehans mengatakan maksud kedatangannya.
Leehanspun menerangkan singkat, dari awal hingga tentang pesan bu Hartini pada pengacara itu. Tauji Hiroshi mengangguk-angguk, menyimak semua kalimat yang di katakan lelaki gagah itu dengan jelas. Mereka menggunakan bahasa Jepang dalam percakan itu sepenuhnya.
Tauji izin sebentar untuk memeriksa kembali semua file, yang diserahkan mendiang ayahnya lima tahun lalu sebelum tiada. Lelaki itu tenggelam dalam ruang kerjanya untuk beberapa saat. Tidak menunggu lama, dia keluar lagi dengan selembar kertas yang baru dicetaknya. Selembar kertas yang berisi wasiat nenek Benn.
Leehans menerima kertas itu dan membacanya, isinya sama persis dengan isi wasiat yang juga ada di tangan ayahnya. Leehans menemukan perbedaan di halaman paling bawah, sebuah note yang berisi revisi dari pengacara Isao Hiroshi.
#Revisi /Isao Hiroshi#
*Jika keduanya tidak menikah. Harta warisan bisa dikeluarkan dengan tetap menunjukkan bukti pernikahan yang sah. Baik dari keduanya yang menikah dengan orang lain. Ataupun salah satunya yang telah menikah dengan orang lain*
Begitulah makna yang telah dibaca oleh Leehans. Karena mendiang Isao Hiroshi, menuliskan revisi itu dalam tulisan huruf Jepang atau aksara kanji. Leehans nampak tenang memandang Desta yang tegang menunggunya. Diulurkannya lembaran itu pada Desta. Gadis itu nampak fokus membacanya, setelah terbaca habis, dia mengatakan tidak mengerti dengan tulisan kanji di bagian bawah lembaran.
Tauji mengambil kembali lembaran kertas wasiat ke dalam tangannya. Lalu dibacanya lagi dari awal hingga bagian revisi yang Desta tidak mengerti. Setelah selesai, dilipatnya kertas itu dan memasukkan kembali ke dalam kantong bajunya. Leehans meminta sopan pada Tauji, untuk menyimpan juga lembaran wasiat itu, karena ada revisinya. Tauji pun mengeluarkannya kembali, dan menyerahkan lembaran itu pada Leehans dengan senang hati.
"Jadi meskipun aku tidak menikah dengannya, aku bisa mengeluarkan dana itu sehabis aku menikah dengan pria lain? "
"Iya Desta san, aku bisa memberimu accku, dengan siapapun dia yang telah menikahimu. "
Tauji dan Desta berbicara dalam bahasa inggris kembali, meski dengan logat keduanya yang jauh berlainan.
"Bagaimana, apakah kau sudah punya calon sendiri? "
Tauji bertanya penasaran, diikuti pandangan Daniel dan Leehans menunggu jawabannya Desta. Terlebih Daniel, lelaki yang tidak terlalu paham bagaimana Desta selama ini, sangat penasaran dengan jawabannya. Namun tidak dengan Leehans, dia sudah bisa menebak jawaban apa yang akan dikatakan gadis itu.
"Tidak ada. Maksudku, untuk sekarang aku belum punya, aku tak berniat buru-buru. Bukankah dana itu tidak akan busuk meski lama tersimpan dalam bank? "
Desta berspekulasi tepat sekali, namun Tauji menggengkan kepala berulangkali padanya.
"Betul, selama bank tidak mengalami kebangkrutan, karena dana itu telah terdata sangat lama. Ataupun jika aku tidak mati, karena jika aku mati, akan sulit untukmu mengeluarkan dana itu. Sedang aku tidak berfikir untuk melimpahkan semua berkasku pada orang lain. "
Desta sedikit mengangguk, memahami penjelasan Tauji yang kali ini lumayan panjang. Apalagi dengan logat bahasanya yang terdengar unik. Namun, Desta mampu memahami srmua kata-kata pengacara itu dengan tepat.
"Bagaimana jika salah satu dari Desta ataupun Benn, tidak juga menikah?"
__ADS_1
Kali ini Leehans yang menyuarakan ganjalan hatinya. Bagaimanapun, dirinya memegang urusan serta tanggung jawab ayahnya tentang hal ini.
"Seperti yang tertulis di atas, 20 % dari miliknya atau tidak sama sekali. "
Ketiga orang yang menyimak semua ucapan pengacara Tauji, nampak saling berpandangan kemudian merenung. Desta mencoba mengalihkan perhatiannya pada putri Daniel, tangannya menyisir memainkan rambut panjan balita itu. Gadis kecil disampingnya ini benar-benar menggemaskan, badannya empuk dan lembut.
"Bagaimana Desta, apa kau berubah niat untuk mendapat calon suami lebih cepat? "
Tauji bertanya padanya dengan mimik yang serius. Dipandanginya dengan seksama gadis itu, gadis bergamis yang mempesona dengan kerudung pastel, dan tengah duduk diam di sampingnya.
"Desta..Jangan ragu, kau bisa mempertimbangkan diriku jadi calon suamimu. "
Daniel tiba-tiba menyela, menyampaikan keinginannya pada Desta. Gadis itu menoleh cepat pada Daniel, sangat tidak percaya seorang Dokter berkelas dan sangat tampan, telah mengatakan hal seperti itu padanya. Meski terdengar seperti gurauan, nyatanya Desta sempat tersanjung.
"Kau bercanda? " Tauji menegur Daniel, pikirannya sama dengan Desta.
"Ucapan penting seperti ini, aku tidak ingin bercanda, kau tau diriku brother. "
Daniel memandang abang iparnya itu dengan tatapan serius, berharap dukungan dari pengacara itu.
"Aku sudah bicara pada Leehans, dia terserah padamu. "
Daniel berkata pada Desta dengan kepala terarah pada Leehans yang hanya diam mengamati. Desta juga memandang Leehans dengan tatapan bertanya, namun lelaki itu hanya membalas tatapan matanya tanpa berkedip.
"Baiklah, aku berharap kamu segera bertemu jodohmu. Siapapun itu, ku harap dia lelaki yang baik. "
"Mengenai niat Daniel padamu, ku rekomendasikan bahwa dia adalah pilihan tepat, yang layak kau peetimbangkan. "
Pengacara itu nampak serius berbicara pada Desta, dia memang menyukai pribadi gadis itu dari awal. Dan tidak akan menolak, jika Desta bersedia jadi bagian dari keluarganya. Mendampingi adik ipar lelakinya, Daniel. Yang sebelum ini nampak tidak pernah menginginkan wanita. Sejak adik perempuannya meninggal, Daniel telah menutup hati pada semua wanita. Pengacara itu berharap, Desta akan tertarik pada Daniel dan bersedia untuk dinikahi.
@@@@@ππ
Kapan ya.... karyaku ini banyak yang mampir??
Kurang semangat aja lah, sepi yang baca .. kosong di komentar.. πππ
Tapi nggak papa.. tetap semangat kok, nyekesain cerita ini.
Bismillah...
__ADS_1