Wasiat Cinta di Tokyo

Wasiat Cinta di Tokyo
Sepupu Benn # 20


__ADS_3

Desta sudah terbangun dari pukul 3.30 waktu Tokyo, menunggu masuk subuh pukul 5 dihabiskannya dengan sholat malam dan tadarus Qur'an. Rasanya sudah begitu lama tidak dilakukannya, kini hatinya terasa lebih tenang setelah mengerjakannya.


Benn belum datang, makan bersama kali ini Desta duduk berhadapan dengan Leehans. Keduanya menghabiskan isi piring dengan tidak saling bicara, hanya sesekali bertatapan secara tidak sengaja. Ada rasa canggung dihati Desta saat matanya kedapatan memandang lelaki itu.


Sehabis makan pagi, Desta bergabung dengan Mr. Lee dan Mrs.Lee berada di teras. Leehans yang hendak berangkat kerja juga ikut duduk bersama di teras yang begitu panjang, sambil menunggu mobil dan sopirnya tiba.


Dua buah mobil nampak berhenti di luar pagar, security yang bertugas, pergi memeriksanya kemudian mulai membuka pagar. Mobil yang pertama adalah mobil keluarga Mr.Lee dan supirnya, yang kemarin telah pergi ke bandara bersama Benn. Sedang mobil warna merah di belakangnya, nampak tidak dikenali oleh keluarga Lee.


Kedua mobil itu berhenti di area parkir. Mobil keluarga Lee dengan sopir dan dua orang penumpang. Sepertinya mobil itu diisi oleh orang tua Benn. Sedang mobil warna merah satunya, berisi Benn dan seorang gadis cantik yang mengenakan kerudung warna jeruk.


Pertemuan dua keluarga itu nampak begitu hangat karena sudah lama tidak saling bertemu. Desta nampak dikenalkan oleh Benn pada kedua orang tuanya serta sepupunya, Stella. Gadis cantik berkerudung, dengan celana jins putih serta atasan sebuah sweater ketat warna hitam. Stella nampak begitu langsing dan sexy.


Ibu Benn, nyonya Dona, nampak memeluk Desta begitu lama. Ibunya Benn tak kuasa menahan tangisnya sambil memegangi serta mengusap punggung gadis itu dengan sayang. Bagaimana pun, Desta adalah anak dari saudara angkatnya yang terpisah belasan tahun yang lalu. Dulu, Ibunya Benn tak tahu bahwa satu dari anak saudara angkatnya berhasil selamat dari kecelakaan. Nyonya Dona tak paham hingga sekarang, kenapa ibunya merahasiakan keberadaan Desta darinya.


Semua berkumpul di ruang keluarga, kecuali Leehans. Dia harus pergi ke kantor demi perusahaan dan meetingnya. Lelaki itu berpamitan sehabis menyambut keluarga Benn.


Dua keluarga itu, kini membahas hari pertunangan Desta dan Benn, dimana Benn dan orang tuanya ingin dilakukan secepat mungkin. Benn memang sudah tak sabar, sedang ayah dan ibunya ditunggu pekerjaan menumpuk di negaranya, yang mengharuskan mereke segera kembali ke Indonesia.


Akhirnya disepakati, bahwa besok malam pertunangan akan dilakukan dengan dihadiri beberapa keluarga Benn dari pihak ibu. Saudara-saudara ibunya memang kebanyakan lahir dan tinggal di Jepang serta menyebar di beberapa kota. Sedang ayah Benn berasal dari Indonesia, maka handai taulan miliknya tidak ada yang tercecer di Jepang.


Acara pertunangan, dilakukan sederhana di rumah Mr. Lee, dengan mengundang petugas catering untuk menyuplai bagian konsumsi. Sedang acara pernikahan berikutnya akan dilakukan kurang kebih dua bulan kemudian. Dengan pesta perayaannya akan diadakan di Hotel serta restaurant milik ayah Benn.

__ADS_1


Pembiacaraan itu dilakukan dengan antusias dan ketelitian. Desta hanya mengangguk setiap kali ditanya kesetujuannya. Karena merasa tak ada kuasa apapun tapi sudah setuju, jadi hanya mengangguklah yang bisa dia lakukan. Sedang Stella, sepupu Benn nampak sibuk bermain ponsel sambil sesekali menyimak dengan tatapan tidak paham. Sepertinya, Stella sedang mempunyai hal yang dipikirnya sendirian.


Musyawarah keluarga itu diakhiri dengan makan siang bersama. Dengan diselingi gurauan-gurauan hangat, antara pasangan Lee dan orang tua Benn.Setelah makan selesai, mereka istirahat kembali di kamar. Dengan diantar oleh pegawai rumah, Stella menempati kamar atas diantara kamar Leehans dan Desta. Sedang orang tua Benn dikamar tamu berdampingan dengan Benn.


**


Sore itu Desta hendak keluar balkon kamarnya, ,mengeringkan handuknya yang sedikit lembab sehabis mandi. Saat hendak meraih pintu, didapatinya Leehans sedang duduk menghadap ke arah balkonnya. Desta kembali ke kamar dan meraih kerudung instan, untuk dikenakannya menutupi rambut. Setelah dirasa aman, diapun keluar dan menyampirkan handuknya di rak jemuran.


Saat hendak kembali ke kamar, telinganya menangkap suara halus dan centil memanggil Leehans sekaligus nama Desta. Ditolehnya, seorang gadis cantik dengan rambut sebahu, dicat indah warna ungu, diamatinya, ternyata Stella yang sedang tak berkerudung. Gadis itu hanya mengenakan dress pendek santai tanpa lengan, berwarna navy. Terlihat sangat sexy. Desta tersenyum menyambut lambaian dari Stella. Sebagai sesama hijabers , Desta menyayangkan pilihan fashion Stella yang melepas kerudungnya itu.


Stella nampak bersemangat memulai obrolannya dengan Leehans. Keduanya menggunakan bahasa Jepang bersahutan. Dari sekilas menyimak, Stella ingin diantar Leehans untuk keluar shopping sebentar saja. Namun Leehans menolaknya dengan sopan, lelaki itu bilang ada undangan makan malam dengan relasinya. Stella berubah rencana dan ingin mengikuti Leehans untuk makan malam di luar.


"Sini.. tunjukkan pada mommy belanjaanmu kemarin, biar mommy pilih yang paling pas buat anak mommy yang jelita ini, ayo. "


Mrs. Lee menerobos masuk ke kamar Desta. Matanya mencari-cari, seperti dugaanya, kantung-kantung belanja itu masih tersegel. Maknanya gadis ini belum mencobanya. Segera dibongkarnya gamis-gamis baru itu di atas kasur,untuk ditelitinya satu-persatu. Tangannya mengambil sbuah gaun warna merah


"Waow! Ini spesial sekali, mommy pilih ini. Desta kamu pakai ini saja, ayo cobalah." Mrs Lee menyerahkan gamis merah itu ke pangkuan Desta.


Tapi dari pintu balkon terdengar suara perempuan sedang cekikikan. Mrs Lee segera keluar balkon, menemukan sebuah adegan yang menarik. Dimatanya Stella yang seksi sedang menggoda anak lelakinya. Mrs Lee senyum-senyum dan segera menemui Desta di dalam kamar.


"Desta , mommy harus ke kamar Leehans sebentar. Mommy akan memberi semangat padanya. Kamu coba dulu gamis yang ini ya."

__ADS_1


Desta hanya tersenyum geli dengan tingkah Mrs. Lee. Wanita itu sangat ingin mendapat menantu untuk Leehans. Agar anak lelakinya yang super dingin pada perempuan itu tidak terus sendirian.


Desta duduk di ranjang, dilipatnya kembali gamis merah yang dipilih Mrs. Lee barusan. Destapaun awalnya ingin memilih ini saat di butik kemarin. Namun diurungkan karena harganya ternyata mahal. Dan sekarang, gamis indah ini bisa ada di tangan Desta tanpa disangkanya. Leehans telah membelikan gamis ini untuknya, meskipun dengan cara dipilihkan Zumnha secara acak untuknya.


****


Sehabis Maghrib, semua makan malam di ruang makan. Tak terkecuali Stella yang memilih duduk di samping Desta. Desta berfikir, mungkin gadis ini gagal mengikuti Leehans untuk acara makan malamnya di luar. Karena lelaki itu tidak nampak ada diantara mereka, bermakna ibunyapun gagal membujuknya.


"Benn, kau tahu ke mana Leehans? " Mrs Lee pura-pura bertanya pada Benn.


"Leehans ada acara makan malam di luar tante, aku ingin ikut, tapi sampai aku memohon pun tak di anggapnya. " Stella menjawabnya dengan menggerutu.


"Stella jangan begitu, Leehans memang susah dekat dengan perempuan. " Benn menatap sepupunya merasa kasihan.


"Lalu gadis yang bagaimana kriterianya? " Stella bersemangat ingin tahu tentang Leehans.


"Mantan kekasihnya adalah artis dan model senior multi talenta. Dia sekarang sedang go internasional. " Benn menjelaskannya pada Stella.


#######


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— Trims udah nge klik novel ini.. mudah2an tidak mengecewakan. Harao dukungannya... Tinggalin like. komen dan vote serta favorite yeeer... Arigato...πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2