8 To 4 : Istri Kontrak Sang Walikota

8 To 4 : Istri Kontrak Sang Walikota
Terpojok


__ADS_3

Malam itu, Wira baru kembali dari balai kota ketika Ajeng sudah menunggunya di teras seperti biasanya.


“Saya mau ngomong sama Mas Wira.”


Wira duduk di samping Ajeng dan siap mendengarkan apa yang ingin gadis cantik itu sampaikan kepadanya. “Ada apa?”


“Mas, Mas Wira tahu kan kalau acara pasar wisata waktu itu sepi pengunjung karena disabotase sama Pak Rega?”


Wira mengangguk.


“Mas Wira juga tahu kalau Pak Rega sengaja tidak mengirimkan undangan kepada para pedagang?”


Wira kembali mengangguk.


“Mas Wira juga tahu kalau Pak Rega mengendalikan media dan mengklain semua kesuksesan Mas Wira menjadi miliknya?”


Wira mengangguk lagi.


“Terus kenapa Mas Wira diem aja?! Mas Wira ini kan atasannya, masa ngga berani nertibin bawahan yang membangkang kaya dia?”


“Karena hasilnya selalu nihil. Dan aku ngga suka ngelakuin hal yang sia-sia.” Jelas Wira singkat.


“Hah? Sia-sia?! Mas Wira ngga pengen mempertahankan harga diri dan nama baik Mas Wira?”


“Untuk apa?”


Ajeng semakin kehabisan kata-kata mendengar jawaban super enteng dari Wira.

__ADS_1


“Pak Rega minta aku pergi sama dia ke Batang Hulu, Mas Wira juga bakal setujuin?”


“Tentu saja. Itu adalah bagian dari tugas.”


“Mas! Aku ini istri kamu dan kamu ngijinin aku dinas di luar kota dan bermalam, sama bawahan kamu?! Kamu mikir ngga sih, Mas? Apa sih yang Pak Rega tahu tentang kamu? Sampai-sampai kamu setakut ini sama dia?”


“Cukup Jeng! Jangan lupa kalau pernikahan kita hanya kontrak! Jangan hanya karena kamu sudah merasa seperti istri aku, terus kamu berhak untuk ikut campur ngurusin kehidupan pribadi aku! Belum puas kamu ngusir Abdi dari sini?”


Ajeng serasa baru saja ditampar dengan sangat keras oleh kata-kata Wira. Dengan menahan tangisnya, Ajeng kembali ke dalam kamarnya dan mengemasi tasnya untuk pergi bermalam di luar rumah lagi. Ia benar-benar tidak sanggup lagi menghadapi pengecut kasar dan arogan seperti Wira.


***************


(beberapa jam sebelumnya)


Setelah rapat siang itu, Wira kembali ke ruangannya dan mendapati Rega sudah menunggunya di sana. Wira kemudian duduk di sofa bersebrangan dengan Rega.


“Kenapa Pak Wira berani datang ke Kalijaten?”


“Karena Pak Rega sudah berani mengusik istri saya.”


Rega menyeringai. “Jadi Pak Wira sudah berani menentang saya hanya karena wanita itu?”


“Saya tidak menentang Pak Rega. Tapi Pak Rega yang lebih dulu melanggar batas kesepakatan kita. Ajeng tidak ada hubungannya dengan masalah kita.”


“Baik, kalau begitu Pak Wira harus bersiap mendapat kejutan dari saya.” Pria culas itu kemudian berdiri dan keluar dari ruangan Wira.


Tak lama kemudian, Galang tergopoh-gopoh mendatangi Wira. “Gawat, Pak. Gawat!”

__ADS_1


“Ada apa?”


“Para pedagang di Kalijaten banyak yang keracunan. Kabarnya mereka mengalami keracunan setelah memakan makanan pemberian Pak Wira.”


“Apa? Makanan apa? Kita bahkan tidak memberi mereka makanan.”


“Itu dia masalahnya Pak. Rumor yang beredar Pak Wira sengaja memberi mereka makanan beracun karena menolak relokasi.” Jelas Galang panik.


‘Sial! Ini pasti perbuatan Rega.’ Batin Wira


Wira bergegas menemui Rega di ruangannya. “Kenapa Pak Rega tega ngelakuin ini sama mereka?”


“Karena Pak Wira berani menentang saya.”


Wira mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


“Ini hanya peringatan. Kalau terjadi lagi, bukan hanya korban jiwa, tapi semua rahasia Pak Wira akan terbongkar. Bu Ajeng juga akan tahu bahwa dia menikahi pria yang sangat mengerikan.”


Wira menonjok wajah Rega dengan keras. Ia tidak mampu mengendalikan diri lagi.


“Lanjutkan! Biar semua orang tahu sendiri seperti apa mengerikannya Pak Walikota mereka.” tantang Rega penuh percaya diri.


Pria itu menyeringai, “Ah, satu lagi. Bu Ajeng harus mau menemani saya ke Batang Hulu. Kalau tidak, informasi tentang Bu Ajeng yang menjadi buron akan menyebar lebih dulu.”


Wira menatap Rega dengan tatapan kaget karena tidak menyangka bahwa Rega juga tahu kalau Ajeng sedang melarikan diri dan dicari-cari.


'Sial!'

__ADS_1


**********************************


__ADS_2