8 To 4 : Istri Kontrak Sang Walikota

8 To 4 : Istri Kontrak Sang Walikota
Status & Tugas


__ADS_3

Selain karena rivalitas rumit dengan Rega yang membuatnya terpaksa menanggalkan taring, status Wira yang merupakan seorang duda menjadi salah satu faktor lain yang menghambat upayanya meraih hati warga kota.


Warga Kota Carang Sewu sangat peduli terhadap hubungan kekerabatan dan kekeluargaan. Sebagian besar dari mereka meyakini bahwa duda atau janda adalah wujud dari kegagalan seseorang dalam menyelaraskan hubungan kekeluargaan mereka. Yang itu artinya mereka tidak akan mampu berhubungan baik dengan masyarakat (cacat sosial).


Karena itu, tidak sedikit program kerja yang digagas Wira kurang berhasil dan bahkan gagal akibat minimnya dukungan dari warga kotanya. Banyak yang menyarankannya untuk segera menikah sebagai solusi. Tapi mengingat buruknya akhir pernikahan yang pernah dijalaninya bersama Monica, membuat Wira enggan untuk segera memulai kembali komitmen bersama wanita lain. Jadi, untuk saat ini, Wira lebih memilih untuk bertahan dengan segala kondisi yang ada sampai ayahnya berhasil terpilih sebagai calon presiden tahun depan.


***********


Siang itu, Wira membatalkan niatnya untuk mampir ke pasar wisata sebelum berangkat ke Siliwangi. Sebagai gantinya, ia kembali ke meja kerjanya dan mempersiapkan berkas yang perlu dibawanya ke Siliwangi.


Ia merogoh laci meja kerjanya untuk mencari sebuah berkas, dan tanpa sengaja sebuah artikel koran lama yang sempat disimpannya terjaruh dari dalam laci. Wira memungut dan membaca sebuah artikel berjudul, ‘Monica Bahri, model, diduga bercerai karena isu orang ketiga’, ‘Diselingkuhi suami, Monica Bahri mantap bercerai’, dan artikel lain yang terbit tidak lama setelah ia menceraikan Monica berjudul ‘Cerai dari pengusaha, Monica Bahri, menggandeng politisi muda bernama Haris Rusli’.

__ADS_1


Wira *******-***** artikel-artikel itu lalu melemparnya ke arah pintu dan hampir saja mengenai Abdi yang masuk dengan membawa secangkir teh tawar untuk Wira. Abdi meletakkan teh di hadapan Wira, lalu memungut remasan kertas yang tergeletak di lantai. Sebelum memasukkannya ke dalam keranjang sampah, Abdi mengintip isinya dan langsung tahu kenapa atasannya itu naik pitam.


“Kita harus segera berangkat, Pak.” ujar Abdi mengingatkan.


“Kita pergi sekarang.” Jawab Wira sambil menyeruput tehnya.


“Maaf Pak.” sela Abdi ragu. “Barusan saya dapat info dari Bu Manda kalau beliau mengundang Bu Gubernur sebagai salah satu pembicara di acara peringatan HUT Dharma Wanita nanti.”


“Bu Gubernur? Kenapa? Untuk apa?”


Wira memijit tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa kaku. Ia tidak tahu kenapa istri Rega itu semakin hari semakin berani melawannya. Ia bahkan berani mengundang mantan mertuanya itu tanpa membahasnya lebih dulu dengannya. Wira yakin itu adalah bentuk dari aksi protes Manda yang selalu saja ditolaknya dengan halus saat berusaha mendekatinya.

__ADS_1


Bagaimanapun juga, Manda adalah istri dari rekan kerjanya dan Wira sama sekali tidak tertarik untuk mencari masalah hanya karena wanita seperti Manda. Tapi wanita yang dianggapnya enteng itu sekarang justru mendorongnya ke tepi jurang, memaksanya bertemu kembali dengan mantan istri dan mertuanya pada situasi yang tidak menguntungkan baginya.


“Dan kabarnya Bu Gubernur sudah mengkonfirmasi kesangggupan beliau. Bahkan beliau juga mengatakan akan mengajak Bu Monica. Jadi ada kemungkinan Pak Haris juga akan hadir.” Imbuh Abdi setengah berbisik.


Rahang Wira menegang. Ia sudah bisa membayangkan apa yang akan mantan istri dan mertuanya itu katakan saat melihatnya masih saja sendiri setelah tiga tahun bercerai. Sementara mantan istrinya sudah bahagia dengan keluarga barunya bersama Haris. Membayangkannya saja membuat tekanan darah Wira naik drastis. Ia boleh diremehkan hanya karena gagal menjadi walikota, tapi ia tidak akan membiarkan lagi harga dirinya sebagai laki-laki diinjak-injak oleh keluarga mantan istrinya itu.


“Sial!” gumam Wira.


“Kita berangkat sekarang, Pak? Pak Akbar dan Pak Heri sudah menunggu di mobil.”


Wira segera mengganti pakaiannya lalu bergegas pergi ke Siliwangi. “Bilang sama Manda! Bu Wali yang akan menjadi pembicara. Jadi ngga perlu repot-repot minta bantuan ke Bu Gubernur!”

__ADS_1


“Bu Wali?! Tapi Pak –“ Abdi kebingungan mendengar Wira bicara soal bu wali padahal pacar saja ia belum punya. Abdi bergegas mengejar langkah Wira sambil menyampaikan pesan atasannya itu kepada Manda.


****************


__ADS_2